
Sepekan berlalu sejak pertemuan terakhir kali Ceta dan para sahabatnya. Kebersamaan itu masih teringat jelas di ingatan mereka. Ingin mengulangi saat-saat itu tapi wabah covid semakin merajalela. Begitu sulit untuk mengadakan perkumpulan. Bahkan Quin yang berencana akan terbang ke kampung halamannya harus melewati serangkaian tes kesehatan.
"Tuuuut.......tuuuut......tuuut.....,hallo ?"
Jawab panggilan diseberang sana.
" Na...., temenin gua mau nggak ?"
" Kamana Jess ?"
" Ketoko buku....ada yang mau gua beli. "
" Ya...iyalah.....masa iya lu minta. "
" Asemm.....mau nggak nih temenin gua ?"
" Corona ini...corona ngerii ?!"
" Elah....pakai masker sama bawa sanitizer marpuah ?! "
" Dih....asem, udin buruan jemput. Lama nggak gua bukain pintu. "
"Iya...iya....bawel. "
Nana dan Jess mengakhiri percakapan mereka di telepon.
Jess lalu bergegas bersiap diri menjemput Nana dengan wajah yang tertutup masker serta sanitizer dalam saku celananya dia pun meluncur kejalan.
Suasana jalan tampak lenggang, tidak banyak orang yang berwara wiri. Sejenak Jess bergidik ngeri, Kotanya sudah mirip kota yang diserang zombie.
Tak butuh waktu lama Jess sampai dirumah Nana. Nana yang merasakan kehadiaran Jess langsung keluar rumah dsn siap untuk pergi.
" Wkwkwkwkwk........mau kemana? Kebulan? Udah kayak bini Neil Amstrong ya lu.Wkwkwwk...."
" Siapa dia...model ?" Jawab Nana asal.
__ADS_1
" Model nenek moyang lu....itu astronot puah?! "
Jess ngakak dengan penampilan Nana. Hanya mata yang terlihat, wajahnya ditutupi masker, seluruh tubuhnya ditutupi jas hujan.
" Nggak segitu juga kali Na, yang penting jaga jarak. Terus jangan pegang sana-sini. Dasar parno marpuah ?" Jess kembali terkekeh.
" Asem...., iya...iya gua buka jubaidah ?!"
Nana akhirnya melepaskan jas hujannya lalu mengambil helm dari tangan Jess dan memakainya.
" Kenapa nggak pake mobil aja sih Jess ? kan lebih aman. "
" Heleh....sok princess deh lu Na. Biar Cepet ini kita nggak lama-lama diluaran. " Jess mulai mengendarai sepeda motornya.
" Quin jadikan terbang hari ini ? Lolos tes nggak ya tuh anak ? Tanya Nana penasaran.
" Jadi.....pesawat jam 4 sore. Kan ada dia ngabarin di grub. Ini keknya lu skip ya ?!"
" Hahaha.....iya. Banyak mamat ampe 500an chat. ngbrol apaan coba. "Tanya Nana kepo akhirnya.
" Nggak banyak....., yang banyak stiker doang wkwkwkwk....kan anak stiker. "
Setelah melewati beberapa jalan, akhirnya mereka sampai juga ditoko yang Jess maksud.
Mereka pun segera masuk kedalam toko tersebut setelah mencuci tangan terlebih dahulu.
" Ini sanitizer ngapain dibawa coba ?"
" Biar hemat... marpuah. Ini buat di tempat-tempat yang nggak tersedia untuk mencuci tangan.
Jess melangkah cepat menghampiri tempat-tempat yang meletakkan buku-buku yang dia cari, sedangkan Nana hanya membuntutinya dari belakang. Begitu sampai disatu tempat, ia segera meraih satu buku incarannya. Tapi ternyata ada tangan lain yang juga meraih buku yang sama yang sedang dia pegang.
" Ara ? " Celetuk Nana dari balik punggung Jess.
" Eh....kalian. " Jawab gadis yang di panggil Ara itu sedikit malu.
__ADS_1
" Jess....kenalin ini Ara, itu loh...anak ibu kantin. "
Jess dan Ara pun berjabat tangan. Tampak keduanya merasa sungkan dan tidak nyaman.
" Kita kepojokan situ yuk ?!" Ajak Nana pada keduanya.
Mereka pun beralih duduk dipojokan kursi yang disediakan untuk pengunjung. Suasana tampak tegang, baik Jess maupun Ara tampak saling menutup diri. Akhirnya Nana mencoba mencairkan suasana.
" Ara langganan toko buku sini juga ?" Tanya Nana.
" Nggak....baru sekali ini aja kok, kebetulan lewat jalan ini dan pas lihat ada toko buku. " Jawab Ara kalem.
Krik....krik...krik....dab seketika vakum lagi. Hening bagai kuburan cukup untuk beberapa waktu lamanya mereka saling diam.
" Emm.....Jess, aku mau minta maaf. Aku denger hari itu kamu mutusin Agung. Maaf ya...mungkin karena aku. " Jelas Ara tertunduk.
Jess maupun Nana terdiam seribu bahasa. Nana melirik Jess yang tampak sekali telah jenuh berada diposisi ini.
" Aku sama Agung nggak ada apa-apa. Dan aku juga punya calon suami di kampung. Karena aku tau Agung itu sedikit anu....." Ungkap Ara tanpa melanjutkan kata-kata dan tampak sekilas wajahnya yang tidak nyaman.
" Setelah hari itu beberapa hari kemudian dia memang mengutarakan isi hatinya padaku. Tapi langsung aku tolak. "
" Pfftt......buahahahaha....." seketika pecah tawa Nana tanpa mampu dia bendung lagi yang akhirnya membuat Jess menahan senyumnya.
Ara tampak kebingungan, dia merasa telah melakukan kesalahan..
Nana lalu menepuk bahu Jess pelan-pelan.
" Udah...nggak apa-apa Ara, Jess nggak nyalahin lu kok. Emang Agung udah pantes dari dulu dilepasin. "Jelas Nana tersenyum.
Jess kemudian menggenggam tangan Ara yang berada diatas meja.
" Gua nggak apa-apa. Mungkin emang sudah waktunya berakhir. "
Jess tersenyum pada Ara, dan gadis itu pun balas tersenyum. Hatinya merasa lega, karena selama ini dia merasa bersalah berpisahnya Agung dan Jess lantaran karena dia.
__ADS_1
"Sudah....sudah....mari kita bersahabat ?!"
Ajak Nana sambil mengulurkan tangan diantara mereka berdua. Jess kemudian menimpa tangan Nana. Ragu-ragu tapi perlahan Ara juga melakukan hal yang sama. Dan akhirnya semua tersenyum dan tertawa lepas bersama.