
Assalamualaikum teman2 pembaca...
— Dukung aku juga dengan kasih vote nya
🥰🥰🥰***Terima Kasih ya dears***🥰🥰🥰
❤️❤️❤️***I love You teman2***❤️❤️❤️
***\-\-\-\-\- Ananda Bestari \-\-\-\-\-\-***
Akhirnya Sabtu ini aku memutuskan untuk hadir di acara resepsi pernikahan temanku
Melisa.
Sabtu pagi ini aku merasa sedikit khawatir, karena mungkin akan bertemu dengan teman-teman
SMA ku yang datang di acara resepsi pernikahan Melisa.
Saat SMA aku cukup terkenal, tapi aku memang tidak punya banyak teman. Aku termasuk orang
yang takut untuk bisa dekat dengan orang lain. Jadi mungkin disana aku tidak
akan punya teman ngobrol.
“kak, kamu jadi ke nikahan Lisa?” Ucap adikku selagi membuka pintu kamarku.
“Insyaallah...kenapa mau ikut?” sahutku sambil mengerikan rambut yang baru saja ku keramasi.
“boljug...abis itu traktir kopi ya...”jawabnya.
“Yawdah buru... gue mau nonton Transformer mau ikut ga lu?”tanyaku pada Lani.
“5 Menit gue rapih kak.... wait” Balasnya sambil berlari dari kamarku menuju kamarnya di
lantai 2.
Syukurlah, hari ini paling tidak ada yang menemaniku. Dan paling tidak aku tidak akan diam
sendiri dipojok gedung sambil makan kambing guling.
---- Di Dalam Gedung ----
Didalam gedung sudah lumayan ramai, dan terdengar Wedding Singer menyanyikan lagu “Janji
Suci – Yovie and Nuno” lagu nya sangat indah untuk didengar, dan aku menyukainya.
Suara penyanyi itu juga sangat lembut, namun seperti nya suara itu sangat Familiar di
telingaku.
Aku dan Lani langsung berjalan menuju pelaminan untuk memberikan ucapan selamat. Dan saat
aku berjalan sepertinya aku melihat sosok yang tidak asing di Wedding Band
Corner. Astaga, benar ternyata dia Andy. Dia berdiri disana sambil bernyayi. Aku
sangat terkejut dan kami saling bertatap mata, sepertinya dia pun terkejut
melihatku.aku berusaha cool berjalan
terus menuju ke pelaminan, aku pun merasa Andy terus menatapku dan terus
melanjutkan nyanyiannya.
Dipelaminan aku langsung tersenyum pada Lisa, dan memebrinya pelukan.
“selamat ya Lisa, ga nyangka ternyata kamu duluan yang nikah...”Ucapku pada Lisa masih
__ADS_1
sambil berpelukan.
“abis ini elu ya, Nda... Nyusul gue...”jawab Lisa.
“aamiin...semoga dapet jodoh yang ganteng ya... hehehehehe...” sahutku, dan kita tertawa.
Aku dan Lani berjalan menuju Food Corner dan mulai
mengantri makanan. Seperti gerakan refleks aku melihat sekitar mencari
keberadaan Andy. Dan, aku bertatp mata lagi dengannya. Andy berjalan menuju
padaku, dan tiba-tiba ada sesosok wanita yang juga ikut berjalan ke arahku.
“Ananda ya? Apa kabar?” Sambut wanita itu.
Terus terang aku lupa, dan hanya samar pernah mengenalnya.
“hai, iya...kamu...” Jawabku.
“Aku Nisa, masa kamu lupa? Aku kan temen sekelas kamu waktu kelas 1 Nda.” Jawabnya sambil
mengajakku bersalaman.
“oawalah Nisa toh, kamu beda banget aku sampai pangling..” Jawabku untuk mencairkan
suasana canggung kami.
“ini Andy,kamu kenal kan?” Nisa sambil menenalkan Andy padaku.
“hah gimana?” ucapku sambil melihat ke arah Andy.
“Dia Andy, kakak kelas kita. Anak pencinta alam. Masa lu lupa juga? Dia kan yang pernah
bikinin api unggun pas kita Camping waktu di gunung bunder.” Nisa menjelaskan
“Oh iya ya gue baru inget.” Jawabku canggung sambil melihat ekspresi Andy yang cool.
“yawdah, gw mau balik duluan ya... soalnya mau ambil mobil di bengkel” sahut Andy sambil
melambaikan sebelah tangannya.
Dan Andy pun langsung meninggalkan tempat itu. Aku pun langsung bergegas menarik tangan Lani
dan mengejar Andy.
“Ndy, tunggu...”teriakku sambil berlari.
Andy pun langsung berhenti dan memutar badannya ke arahku.
“ndy, gue anter ke bengkel. Tunggu...” Sambungku sambil menyeret tangan Andy yang sedari
tadi dia masukan ke kantung celananya.
Andy pun menurut dan mengikutiku menuju parkiran. Lani terlihat sangat curiga padaku,
tapi dia hanya diam dan menurut saja apa yang kulakukan tanpa protes. Aku yakin
setelah ini pasti akan banyak pertanyaannya untukku. Dan kami bertiga masuk
kedalam mobil, Lani pun seperti sudah tau maksudku. Dia duduk dibelakang
sehingga Andy duduk dikursi depan, disampingku.
“bengkel mana Ndy?” tanyaku.
“Radio Dalam. Jauh kan? Gue naek taksi aja..” Balas Andy.
__ADS_1
“Jauh, kalo naik mobil gue lebih cepet, ga nungguin taksi.” Jawabku sambil memasang seatbelt dan mulai menyalakan mesin mobil.
Dan mobil pun melaju dari TMII menuju Radio Dalam, bisa dibayangkan betapa macetnya
jalanan keluar TMII, di hari Sabtu.
“Lu adek nya Nanda?”tanya Andy pada Lani.
“yes, lu siapanya? Calon pacar?”jawab Lani dan membuatku terkejut, sehingga memelototkan
mata ku di kaca tengah.
“bisa jadi.”Jawab Andy cool.
Dalam perjalanan tidak biasanya, Andy memulai perbincangan. Andy dan Lani sepanjang perjalan
terus “Ngobrol”dari hal yang penting membahas masalah IT sampai membahas
masalah sepele tentang telur dan ayam duluan mana. Aku hanya menikmati
pembicaraan mereka sambil fokus menyetir. Saat itu, perasaanku campur aduk
mencoba mengingat-ingat “siapa Andy?”
Tak terasa mendengarkan mereka bicara, kami pun sampai di Bengkel yang di tuju Andy di
daerah Radio Dalam.
“tengkyu ya Nda...”Ucap Andy sambil membuka pintu mobil.
“sama-sama...Ndy,tunggu...”Balasku sambil mencoba melihat Handphone ku untuk melihat jadwal
nonton.
“gue samaLani mau nonton Transformer, lu ikut ga? Biar gue beli tiketnya di PIM aja kalo
lu mau.”sambungku dan berharap Andy say “yes”.
“yawdah, gue suka duduk di tengah. Kabarin gue kalo udah dapet tiketnya.” Balas Andy dan
langsung keluar dari mobilku.
Seperti biasa dia melambaikan tangannya, kali ini dengan senyum.
Oh My God... kenapa hatiku bergetar? Aku merasa sangat senang melihat pemandangan tadi dan senyum – senyum sendiri.
“kak lu naksir Andy ya?” tanya Lani sambil pindah dari kursi belakang ke kursi depan
dengan meloncati kursi.
“ih...sotoy lu... gue Cuma penasaran, dia siapa ya? Kok gue lupa ya....katanya kakak kelas
gue, eh dia juga IT di kantor gue.” Jelasku pada Lani.
Dalam perjalanan menuju PIM, aku terus mencoba mengingat – ingat siapa Andy. Tapi aku benar –
benar lupa. Dan tiba- tiba terlintas bayangan senyum Andy tadi. Dan aku refleks
tersenyum lebar saat membayangkannya.
“Tunggu aku ga jatuh cinta sama Andy kan? Ngga, ngga mungkin ini Cuma rasa
penasaran...please...”ucapku dalam hati.
“seandainya benar jatuh cinta, apa iya ini bukan pelampiasan kesepian ku? Ya Allah, jangan
sampe deh... Aku takut melukai Andy. Dan aku juga takut terluka lagi.”
__ADS_1