
Assalamualaikum teman2 pembaca...
JANGAN LUPA VOTENYA YE DEARS
❤️❤️❤️******I love You teman2******❤️❤️❤️
---- Ananda Bestari ----
Minggu pagi yang cerah ini, aku merasa ada yang lain dihatiku. Dalam lubuk hatiku bahkan
hingga yang terdalam aku merasakan bahagia. Apa mungkin aku jatuh cinta lagi? Secepat
ini? Atau hanya pelampiasan kesepianku saja sejak berpisah dengan Fandi?
“ Nda, mau sarapan apa? Ibu ga masak ya, karena ibu mau kepasar sama ayah” ucap ibu sambil
membuka jendela kamaku.
“Aku ga mau sarapan ah, mau minum susu aja…” jawabku sambil melipat mukena yang baru saja
kupakai setelah solat subuh.
“ sarapan dong…nanti magh nya kambuh…” balas ibu dan langsung duduk di tempat tidurku
sambil melipat selimut yang belum sempat kurapihkan.
“ iya bu, nanti bareng Lani aja…aku bikin nasi goreng… gampang lah bu pokoknya, ibu kalo
mau pergi ya ga apa-apa..” jawabku.
“ Nda, ada yang mau ibu, ayah dan akung bicarain sama kamu, habis ini cepat ke meja makan
ya…”
“ Iya bu, abis ini aku langsung kedepan…” aku tiucapkau tanpa membantah sedikitpun.
Aku merasa ini hal yang aneh, biasa nya dengan moment seperti ini pasti ada sesuatu yang
sangat penting yang akan dibicarakan. Tunggu…apa aku melakukan kesalahan? Atau ada
masalah yang cukup besar dikeluarga yang belum aku tahu?
Aku sambil berjalan menuju meja makan yang letaknya tepat disamping ruang keluarga, di depan
kamar ku.
Disitu terlihat ayah, ibu dan akung sudah duduk sambil menikmati morning tea.
“duduk Nda, ada yang mau akung bicarakan.” Sambut akung.
Aku pun langsung duduk di bangku kosong disebelah ibuku sambil meminum teh hangat yang
sudah disiapkan ibu.
“gini, usia kamu sekarang 21 tahun, sudah lulus kuliah dan bekerja. Alangkah baiknya jika
menikah muda.” Ucap Akung.
Ucapan itu membuat aku kaget dan diam seketika.
“maksud Akung gimana? Nda, ga ngerti kung..” jawabku
“ sebenarnya ayahmu tidak setuju dengan keinginan akung ini, tapi Akung ingin dengar
pendapatmu.” Balas Akung.
__ADS_1
Aku melihat ayah dan ibu yang hanya diam, seolah mereka tidak bisa berkata apa-apa. Dan ayah
hanya meminum teh hangatnya dengan tenang.
“ kung, Nda sebenernya belum paham maksudnya, tapi Nda ga mau membantah Akung. Karena selama
ini Nda belum bias berbuat banyak untuk ibu, ayah dan akung.” Aku menjawab
tanpa ragu.
“selama ini,yang Nda lakukan hanya menyusahkan orang tua. Nda hanya tau bagaimana cara nya
main-main. Sudah saat nya Nda membahagiakan Akung, Ayah dan Ibu.” Sambungku.
“Nda, kalo memang kamu masih mau mengejar karirmu, bilang saja… kami sebagai orang tua
wajib mendukungmu dan membantu mu mewujudkannya.” Balas Ayah sambil menatap ku
teduh.
“ ngga yah, Nda yakin kok dengan apa yang di katakana Akung. Ini adalah jalan hidup ku yang
harus segera ku putuskan, Nda akan solat istikoroh untuk meminta petunjuk
Allah.” Jawabku tenang
“ memangnya sudah ada orangnya yang mau menikah denganku?’ sambungku sambil meminum teh,
berusaha untuk tenang.
“sudah, Insyaallah dia orang yang baik, dari keluarga baik-baik. Ayahnya adalah teman
Akung saat akung masih kerja. Ayahnya salag satu pejabat Juga. Akung yakin
hidup kamu akan jauh lebih baik jika menikah dengan nya.” Balas akung.
“iya, nanti sore keluarga nya akan datang kesini, untuk perkenalan. Jika kamu sudah
memutuskan secepatnya pernikahan akan segera dilangsungkan.” Akung sambil
meminum teh hangatnya.
“tapi Nda, mau pergi dulu siangnya. Tamu datangnya malam kan?” jawab ku.
“ iya, memang kamu mau pergi kemana?” Tanya ibu.
“ aku mau pergi sama Andy duu bu, ada yang mau kami bicarakan.” Balasku.
“ yasudah kalo begitu, Akung akan segera hubungi teman akung agar nanti malam datang jam
7 malam sekalian makan malam.” Jawab Akung.
“yasudah Ayah dan Ibu kepasar dulu untuk mempersiapkan jamuan nanti malam. Kamu kalo mau
pergi hati-hati, dan jika urusan selesai segera pulang.” Ucap Ayah sambil
berdiri dan bergegas pergi.
Aku pun langsung berdiri dan masuk kekamar lagi. Aku bingung harus melakukan apa. Aku seperti
kehilangan energi dengan percakapan tadi. Aku mencoba mencerna semua
perbincangan tadi.
Oke selama ini, aku hanya seperti beramain-main, tidak pernah ada yang kulakukan dengan
__ADS_1
serius. Karena aku marah pada kejadian waktu ku kecil? Atau karena aku tumbuh
menjadi orang yang egois?
Pertama, aku menyia-nyiakan kesempatan untuk menjadi seorang Polwan demi masuk ke
Universitas. Kedua, aku keluar dari Universitas Indonesia demi bias kuliah
Desain. Ketiga, aku menolak untuk menjadi PNS. Akung pernah menawarkanku untuk
ikutCPNS tepat setelah aku lulus. Tapi pada dasarnya aku punya prinsip. Aku tidak
suka menjadi PNS yang notaben nya kurang baik dari sudut pandangku. Salah satu
alasannya adalah, menjadi PNS mempunyai tanggung jawab yang sangat berat Karena
setiap 1 butir nasi yang dimakan adalah uang Negara. Dan aku merasa tidak
sanggup menjalani nya.
Sudah 3 kali aku mengecewakan Akung, Ayah dan Ibu. Jadi kali ini aku berusaha untuk
berbakti, akuk yakin siapapun pilihan Akung, pasti adalah orang yang terbaik. Karena
aku tau Akung menyayangiku, pasti tidak akan pernah ada niat Akung untuk
menyakitiku.
****BBM ****
07.15 WIB
Andy : Assalamualaikum, Nda… Sudah bangun kah?
Andy : bias ga nanti aku jemput jam 11 aja, aku sudah ga sabar mau ketemu kamu Nda.
"Aku bingung harus menjawab apa. Tapi, aku harus melakukan sesuatu sebelum semua menjadi
lebih menyakitkan. Tapi aku bingung apa yang harus kukatakan. Aku mencoba
rileks keluar dari kamar menuju halaman belakang, menyalakan rokok dan melihat
*kebun belakang yang sedang di sapu Mas Slamet*( ART rumah ku saat itu)."
08.43 WIB
Andy : Are u okay?
Andy : kok Cuma dibaca aja BBM aku?
Me : Waalaikumsalam, Sorry ndy… gw baru
mau bales.
Me : I’m Okay Ndy, ok nanti gw tunggu jam
11 ya.
Andy : Alhamdulillah.
Andy : ok, tunggu aku ya… ˂3
Aku harus memantapkan hati ku. Aku harus meyakinkan Andy bahwa aku bukan lah jodoh yang
terbaik untuknya. Dan semua ini adalah takdir dari Allah. Dan aku tidak pernah
__ADS_1
ingin menjanjikan apapun karena aku sangat yakin dengan apa yang Allah tetapkan
padaku, pada jodohku dan pada Hidupku.