Aku Ibu

Aku Ibu
Aku Akan Melukai Andy?


__ADS_3

Assalamualaikum teman2 pembaca...


JANGAN LUPA VOTENYA YE DEARS


❤️❤️❤️******I love You teman2******❤️❤️❤️


---- Ananda Bestari ----


Minggu pagi yang cerah ini, aku merasa ada yang lain dihatiku. Dalam lubuk hatiku bahkan


hingga yang terdalam aku merasakan bahagia. Apa mungkin aku jatuh cinta lagi? Secepat


ini? Atau hanya pelampiasan kesepianku saja sejak berpisah dengan Fandi?


“ Nda, mau sarapan apa? Ibu ga masak ya, karena ibu mau kepasar sama ayah” ucap ibu sambil


membuka jendela kamaku.


“Aku ga mau sarapan ah, mau minum susu aja…” jawabku sambil melipat mukena yang baru saja


kupakai setelah solat subuh.


“ sarapan dong…nanti magh nya kambuh…” balas ibu dan langsung duduk di tempat tidurku


sambil melipat selimut yang belum sempat kurapihkan.


“ iya bu, nanti bareng Lani aja…aku bikin nasi goreng… gampang lah bu pokoknya, ibu kalo


mau pergi ya ga apa-apa..” jawabku.


“ Nda, ada yang mau ibu, ayah dan akung bicarain sama kamu, habis ini cepat ke meja makan


ya…”


“ Iya bu, abis ini aku langsung kedepan…” aku tiucapkau tanpa membantah sedikitpun.


Aku merasa ini hal yang aneh, biasa nya dengan moment seperti ini pasti ada sesuatu yang


sangat penting yang akan dibicarakan. Tunggu…apa aku melakukan kesalahan? Atau ada


masalah yang cukup besar dikeluarga yang belum aku tahu?


Aku sambil berjalan menuju meja makan yang letaknya tepat disamping ruang keluarga, di depan


kamar ku.


Disitu terlihat ayah, ibu dan akung sudah duduk sambil menikmati morning tea.


“duduk Nda, ada yang mau akung bicarakan.” Sambut akung.


Aku pun langsung duduk di bangku kosong disebelah ibuku sambil meminum teh hangat yang


sudah disiapkan ibu.


“gini, usia kamu sekarang 21 tahun, sudah lulus kuliah dan bekerja. Alangkah baiknya jika


menikah muda.” Ucap Akung.


Ucapan itu membuat aku kaget dan diam seketika.


“maksud Akung gimana? Nda, ga ngerti kung..” jawabku


“ sebenarnya ayahmu tidak setuju dengan keinginan akung ini, tapi Akung ingin dengar


pendapatmu.” Balas Akung.

__ADS_1


Aku melihat ayah dan ibu yang hanya diam, seolah mereka tidak bisa berkata apa-apa. Dan ayah


hanya meminum teh hangatnya dengan tenang.


“ kung, Nda sebenernya belum paham maksudnya, tapi Nda ga mau membantah Akung. Karena selama


ini Nda belum bias berbuat banyak untuk ibu, ayah dan akung.” Aku menjawab


tanpa ragu.


“selama ini,yang Nda lakukan hanya menyusahkan orang tua. Nda hanya tau bagaimana cara nya


main-main. Sudah saat nya Nda membahagiakan Akung, Ayah dan Ibu.” Sambungku.


“Nda, kalo memang kamu masih mau mengejar karirmu, bilang saja… kami sebagai orang tua


wajib mendukungmu dan membantu mu mewujudkannya.” Balas Ayah sambil menatap ku


teduh.


“ ngga yah, Nda yakin kok dengan apa yang di katakana Akung. Ini adalah jalan hidup ku yang


harus segera ku putuskan, Nda akan solat istikoroh untuk meminta petunjuk


Allah.” Jawabku tenang


“ memangnya sudah ada orangnya yang mau menikah denganku?’ sambungku sambil meminum teh,


berusaha untuk tenang.


“sudah, Insyaallah dia orang yang baik, dari keluarga baik-baik. Ayahnya adalah teman


Akung saat akung masih kerja. Ayahnya salag satu pejabat Juga. Akung yakin


hidup kamu akan jauh lebih baik jika menikah dengan nya.” Balas akung.


“iya, nanti sore keluarga nya akan datang kesini, untuk perkenalan. Jika kamu sudah


memutuskan secepatnya pernikahan akan segera dilangsungkan.” Akung sambil


meminum teh hangatnya.


“tapi Nda, mau pergi dulu siangnya. Tamu datangnya malam kan?” jawab ku.


“ iya, memang kamu mau pergi kemana?” Tanya ibu.


“ aku mau pergi sama Andy duu bu, ada yang mau kami bicarakan.” Balasku.


“ yasudah kalo begitu, Akung akan segera hubungi teman akung agar nanti malam datang jam


7 malam sekalian makan malam.” Jawab Akung.


“yasudah Ayah dan Ibu kepasar dulu untuk mempersiapkan jamuan nanti malam. Kamu kalo mau


pergi hati-hati, dan jika urusan selesai segera pulang.” Ucap Ayah sambil


berdiri dan bergegas pergi.


Aku pun langsung berdiri dan masuk kekamar lagi. Aku bingung harus melakukan apa. Aku seperti


kehilangan energi dengan percakapan tadi. Aku mencoba mencerna semua


perbincangan tadi.


Oke selama ini, aku hanya seperti beramain-main, tidak pernah ada yang kulakukan dengan

__ADS_1


serius. Karena aku marah pada kejadian waktu ku kecil? Atau karena aku tumbuh


menjadi orang yang egois?


Pertama, aku menyia-nyiakan kesempatan untuk menjadi seorang Polwan demi masuk ke


Universitas. Kedua, aku keluar dari Universitas Indonesia demi bias kuliah


Desain. Ketiga, aku menolak untuk menjadi PNS. Akung pernah menawarkanku untuk


ikutCPNS tepat setelah aku lulus. Tapi pada dasarnya aku punya prinsip. Aku tidak


suka menjadi PNS yang notaben nya kurang baik dari sudut pandangku. Salah satu


alasannya adalah, menjadi PNS mempunyai tanggung jawab yang sangat berat Karena


setiap 1 butir nasi yang dimakan adalah uang Negara. Dan aku merasa tidak


sanggup menjalani nya.


Sudah 3 kali aku mengecewakan Akung, Ayah dan Ibu. Jadi kali ini aku berusaha untuk


berbakti, akuk yakin siapapun pilihan Akung, pasti adalah orang yang terbaik. Karena


aku tau Akung menyayangiku, pasti tidak akan pernah ada niat Akung untuk


menyakitiku.


****BBM ****


07.15 WIB


Andy     : Assalamualaikum, Nda… Sudah bangun kah?


Andy     : bias ga nanti aku jemput jam 11 aja, aku sudah ga sabar mau ketemu kamu Nda.


"Aku bingung harus menjawab apa. Tapi, aku harus melakukan sesuatu sebelum semua menjadi


lebih menyakitkan. Tapi aku bingung apa yang harus kukatakan. Aku mencoba


rileks keluar dari kamar menuju halaman belakang, menyalakan rokok dan melihat


*kebun belakang yang sedang di sapu Mas Slamet*( ART rumah ku saat itu)."


 08.43 WIB


Andy     : Are u okay?


Andy     : kok Cuma dibaca aja BBM aku?


Me         : Waalaikumsalam, Sorry ndy… gw baru


mau bales.


Me         : I’m Okay Ndy, ok nanti gw tunggu jam


11 ya.


Andy     : Alhamdulillah.


Andy     : ok, tunggu aku ya… ˂3


Aku harus memantapkan hati ku. Aku harus meyakinkan Andy bahwa aku bukan lah jodoh yang


terbaik untuknya. Dan semua ini adalah takdir dari Allah. Dan aku tidak pernah

__ADS_1


ingin menjanjikan apapun karena aku sangat yakin dengan apa yang Allah tetapkan


padaku, pada jodohku dan pada Hidupku.


__ADS_2