Aku Ibu

Aku Ibu
Healing ku


__ADS_3

Assalamualaikum teman2 pembaca...


Aku senang sekali... ternyata cerita “Aku Ibu” sudah mulai digemari teman2 pembaca❤️❤️❤️


—Cerita “Aku Ibu” ini base oN true Story ya Teman.—


...Aku bakalan sedih banget kalo ada diantara kalian yang plagiat/meniru kisah “Aku Ibu”...😭😭😭


—Teman setelah baca kasih aku ini ya🌟🌟🌟🌟🌟dan 👍***(Like)***


— Dukung aku juga dengan kasih vote nya


— Dan tolong di share ya ke Medsos Teman2 biar Aku makin semangat numpahin isi pengalaman hidupku di kisah ini.


🥰🥰🥰Terima Kasih ya dears🥰🥰🥰


❤️❤️❤️I love You teman2❤️❤️❤️


— -Ananda Bestari- —


Setelah Senin itu, aku mencoba untuk menenangkan diriku.


Apa yang kurasa,


Mungkin aku menggila tanpa mu.


Kebodohan ini,


Aku mencoba berkawan dengan kebodohan ini.


Bisakah aku tanpamu.


Bisakah kamu tanpaku.


Aku akan berdoa untukmu,


Aku akan berdoa untuk kita.


Tuhan...


Kuatkanlah kaki ku untuk berdiri tegak,


Meski dia tidak disamping ku.


Tuhan...


Buatlah dia terbiasa tanpaku,


Buat dia semakin mencintai Mu dengan cara nya.


Tuhan...

__ADS_1


Aku mencintai nya,


Tapi tidak bisa menandingi Cintaku PadaMu.


Rasanya, seperti mimpi yang panjang bagiku. Sungguh apa yang ku rasa sangat perih. Aku harus melepasnya dengan alasan aku bosan karena dia terlalu penurut.


Tapi aku tau, mungkin akan lebih perih dan berat bagiku jika bertahan.


Ini yang terbaik.


Aku berencana hari ini untuk shopping bersama Riri dan Nadia.


***Nada BBM***


10.30 WIB


📱Nadia : nda, gw otw... langsung citos ya.


📱Me : Wokeh... gw jemput Riri dulu ya... take care dear...


Setelah chat aku langsung bergegas ke kamar ibu.


“Bu, aku jalan ke citos ya sama Riri dan Nadia.” Izinku pada ibu yang baru saja keluar dari kamar mandi yang ada di dalam kamarnya.


“Izin sama akung dulu di kamarnya... akung baru sampe tadi dari Jogja” jawab ibu ku.


“Oh akung udah pulang ya bu... bawa oleh-oleh dong... asiiik...” sahutku sambil berlari kecil menuju kamar akung yang terletak dekat dengan ruang tamu.


***Ananda tinggal bersama kedua orang tuanya, Eka Hartono ibunya dan Bagas Sastro Redjo ayah tirinya.


Ananda mempunyai 1 Adik perempuan, 1 Ibu beda Ayah, Lani Bestari.


Keluarga ini tinggal bersama di rumah Akung, Rubi Hartono (ayah dari ibu Eka Rubi).


Dan 1 adik sepupu laki-laki yang sudah diurus ibu sejak bayi karena orang tua nya wafat akibat kecelakaan, Ryan Laksono. Ananda terlahir sebagai Khatolik yang taat, sampai pada tahun 2006, Januari. Ananda mengikuti jejak Akung yang mulai belajar Islam, dan mulai menganut Islam. Lalu diikuti Ibu, Ayah dan adik-adiknya.***


— \\- \*\*Penulis\\- —\*\*


Saya tidak akan menceritakan detail tentang proses “pindah agama” karena ini lebih bersifat pribadi.


Saya hanya menggambarkan garis besarnya.


——————terima kasih——————


“Assalamualaikum akung...” sapa ku lembut manja sambil membuka pintu.


“Waalaikumsalam... mau kemana nih cucu akung pagi-pagi sudah rapi” jawab akung sambil menyodorkan tangannya.


“Mau jalan-jalan ke mall kung... akung bawa oleh-oleh apa? Nda bawa dong buat Riri dan Nadia...” ucapku sambil melihat-lihat sekeliling kamar akung.


“Ada bakpia kesukaanmu, sama akung beli mukena batik dari teman akung untukmu biar rajin sholat nya” jawab akung sambil mengambil paperbag yang terletak di samping koper besar miliknya.

__ADS_1


“Iya akung, nda akan belajar Islam dengan baik ya...” jawabku sambil mengintip isi paperbag. “Kung, nda pergi dulu ya... insyaallah nda akan jadi muslimah yang baik ya kung... doain nda ya kung...” sambung ku.


“Akung selalu doain Ananda cucu akung tersayang...” jawabnya lembut sambil mengusap kepalaku.


“Ananda pergi ya kung... assalamualaikum akung...” salamku dan langsung bergegas berdiri.


“Waalaikumsalam, hati-hati mengemudinya nya...” jawab akung sambil mengantarku sampai garasi.


Aku sangat dekat dengan eyang akung ku. Sejak kecil aku sangat senang dekat dengan akung. Aku selalu jadi pahlawan garis terdepan untukku. Akung yang selalu ada untukku, di saat aku bimbang akung lah yang menemaniku dan membimbing ku ke jalan yang terang.


Sepanjang perjalanan menuju rumah Riri, aku berusaha untuk tidak mengingat-ingat Fandi. Aku sudah menyimpan foto yang biasa tergantung di kaca mobil. Aku juga sudah mengganti parfum mobil favorit Fandi.


Aku mengemudi sambil memakan bakpia yang Akung beli di Jogja. Tiba-tiba terpikir, apa aku liburan saja ke Jogja? Kira-kira siapa yang bisa menemaniku ke Jogja ya? Aku mulai membuat list orang-orang yang akan ku tawari ke Jogja bersamaku.


Perjalanan 30menit dan sampai juga akhirnya ke rumah Riri di daerah PS.Rebo, Jaktim.


***on BBM*******


📱me : gw di depan saaaaay... buru....


📱Riri : otw glinding...


“Buru... Nadia kesian nunggu lama... nanti kejebak macet kita...” sambut ku saat Riri masuk ke mobil.


“Seeeh, ngomel aja... baru duduk...” jawab Riri sambil melihat paperbag di bangku belakang “wiiiih, bakpia nih... Akung yak yang bawa?” Tanya nya sambil membuka kotak bakpia.


“Jangan diabisin, sisa in Nadia... bakpia nya limited edision tuh” ucapku sambil melihat ke arah jalan.


“Baru juga nyomot 1, sapa suruh Nadia jalan sendiri.. kehabisan, resiko tidak ditanggung sayah” balas Riri sambil mengunyah bakpianya.


“Serah lu bu... Nadia ngomel, lu yang nanggung” jawabku sambil mengambil 1 bakpia dari kotak yang dipegang Riri.


11.45 WIB


Akhirnya kita tiba di citos, dan kita langsung jalan menuju Starbucks Shop karena Nadia pasti sudah menunggu disana.


Kita bertiga banyak cerita dan tertawa di sana. Banyak cerita-cerita lucu zaman kita SMA dulu.


Setelah itu kita menuju lantai 2 untuk melihat-lihat ada film apa yang bisa kita nikmati. Dan seperti biasa kami menonton Random Movie. Kita ga ngerti sinopsis filmnya, tapi tetap kita tonton. Dan hebatnya kita itu bisa tetap menikmati film dengan genre apapun.


Perut kami pun lapar seusai menonton film, kita berjalan ke fish&co. Dan menyantap Fish&chips kesukaanku dan Fried Calamary bersama. Di resto pun kami tertawa-tawa seolah kami jauh dari segala permasalahan.


Selesai menyantap makanan kami berjalan menuju baskinRobbin yang terletak dekat Timezone. Buat kami, setelah makan besar, wajib dessert untuk mengakhiri santapan kami dengan manis.


Karena ada Timezone, kita bertiga pun masuk kedalam dan bermain-main sambil tertawa-tawa.


Hari itu sungguh terasa plong, aku bahagia. Aku memiliki dua teman yang setia menemani ku. Mereka selalu ada, kami selalu ada untuk satu sama lain.


Hari itu kami menghabiskan waktu hingga malam.


Begitu lah caraku memanjakan diriku bersama sahabat-sabat terbaik ku.

__ADS_1


Inilah HEALING ku


__ADS_2