Aku Ibu

Aku Ibu
Pertama Kali Aku Bertemu Pria Yang Akan Menikahiku


__ADS_3

Assalamualaikum teman2 pembaca...


JANGAN LUPA VOTENYA YE DEARS


❤️❤️❤️******I love You teman2******❤️❤️❤️


 


---- Ananda Bestari ----


Setelah aku masuk kedalam rumah, suasana dirumah sudah ramai


banyak saudara-saudara sudah berkumpul dan sedang sibuk menata makanan untuk


jamuan para tamu. Aku langsung masuk kedalam kamar dan hanya menyapa sebentar


para sanak saudara.


Didalam kamar, aku langsung duduk dikasur dan terdiam


sebentar sambil melihat ke arah luar jendela.


Dalam pikiranku, “Apakah ini keputusan yang tepat? Apa nanti


nya aku akan bahagia?”


Masih ada ragu didalam hatiku, namun aku tidak ingin


membantah apa yang sudah menjadi keinginan orang tuaku.


 Aku lelah berpikir lagi. Aku memilih untuk masuk ke dalam


kamar mandi dan membersihkan diri lalu Sholat Isya.


Se usai Sholat aku duduk di meja rias, dan mulai ber make


up, memilih pakaian yang terbaik dan memakai parfum favorite ku.


Dari dalam kamar mulai terdengar ada tamu yang datang dan


suasana didalam rumah mulai bertambah ramai. Jantung ku mulai berdegup kencang,


aku mulai panik.


“Kak, udah dateng tuh tamu nya... lu dah siap?” Lani yang


langsung masuk kekamar dan duduk dikasurku.


“Banyak ya tamu nya? Gue deg-degan nih...” Balasku.


“iya, kak kalo kamu ga mau yaudah jangan dipaksa...” Sahut Lani


lagi sambil menatapku dari kaca rias.


“Bismillah aja Lan, gue Cuma mau berbakti sama Akung, Ayah


Ibu..” Jawabku sambil kembali mengecek make up ku.


Aku dan Lani pun akhirnya keluar kamar dan bergabung dengan


tamu yang sudah hadir. Akung langsung memperkenalkanku pada seorang Pria


berbadan tegap, kulit agak sedikit coklat dan memiliki paras yang tampan khas


wajah orang Indonesia. Teguh Namanya.


“Teguh, ini cucu saya Ananda... yang akan kamu pinang


menjadi istrimu.” Ucap Akung sambil mempersatukan tangan aku dan Teguh.


Semua orang memperhatikan kami, Pak Yusuf dan Bu Khodijah


(Ayah dan Ibu, Teguh) juga tidak melepaskan pandangannya dariku. Teguh pun


matanya terus memperhatikanku dan tersenyum.


“Saya teguh, karena usia saya 11 tahun lebih tua darimu,


kamu boleh panggil saya mas.” Sapa Mas Teguh padaku.


“iya mas, aku Ananda...” Jawabku.


Ternyata ini lah calon suamiku. Dia akan menjadi imam ku dan


ayah dari anak-anak ku kelak.


Ya Allah,

__ADS_1


Jadikanlah pria dihadapaku ini imam yang baik untukku


Jadikalah pria dihadapanku ini imam,


Yang selalu mencintaiku


Yang selalu menjadi penerang dalam gelapku


Dan,


Izinkanlah aku untuk belajar mencintainya


Mencintainya dengan sepenuh hatiku,


Setelah proses pengenalan selesai, kami semua melanjutkan


dengan ramah tamah dan makan malam.


 “ Kamu, suka makan apa Nanda?” tanya mas teguh lembut.


“ Aku suka semua makanan, tapi aku alergi seafood.” Jawabku


sambil mengambil nasi.


 “ yasudah berarti kita jangan pergi ke restoran Seafood ya


nanti..” ucap Mas Teguh sambil membantuku mengambilkan beberapa lauk pauk.


Aku membalasnya dengan senyum.


“ Besok, kamu kerja pulang jam berapa? Boleh mas jemput?”


sambung Mas Teguh.


“ insyallah jam 5 sudah selesai kerja langsung pulang” jawabku


singkat.


“Yasudah besok mas jemout ya...” Tanya Mas Teguh memastikan.


“iya boleh mas...” jawabku sambil mulai menyuap makanan.


Akhirnya acara ini selesai dan Mas Teguh beserta keluarga


sudah pulang. Aku merasa sedikit lebih lega, paling tidak Mas Teguh memiliki


Tapi, aku masih memikirkan Andy.  Apa yang saat ini dia lakukan? Apa aku


benar-benar telah melukainya.


Aku membuka handphone ku, tapi aku tidak menemukan satu


pesanpun dari nya.


Ok, aku yakin dia pasti kecewa. Apa harus kumulai


mengiriminya pesan, paling tidak untuk tau bagaimana kondisinya.


---- on call ----


22.08 WIB


Memanggil Andy


 Andy     :


Assalamualaikum Nda,


Me         :


Waalaikumsalam Ndy, are u okay?


Andy     : Oke Nda,


gimana acara tadi? Lancar?


Me         :


Alhamdulillah, lancar. Kamu lagi apa Ndy?


Andy     : lagi telpon


kamu. Nda maaf ya, aku mau bilang sesuatu ke kamu, bisa ga kamu jangan memotongnya nanti. Izinkan aku menyelesaikan


kata- kataku dulu.


Me         : ok memang

__ADS_1


kamu mau ngomong apa? Aku dengerin kok.


Andy     : Nda, hari


ini kamu sudah tau benar isi hatiku padamu, kamu sudah tau apa yang kurasakan        terhadapmu, tapi takdir berbicara lain. Allah


sudah menetapkan jodohmu. Aku kecewa? Iya,          tapi


kembali lagi semua sudah di gariskan Allah untuk kita. Dan mungkin ini yang


terbaik    untukku dan kamu. Jadi kamu


jangan merasa bersalah ya...


Nda, aku sungguh-sungguh


mencintaimu dengan setulus hatiku.


Aku sungguh akan bahagia jika


melihat kamu bahagia.


Tapi bolehkan aku memastikan


bahwa lelaki yang akan bersama mu adalah orang tepat untukmu,


Yang akan bisa menerima mu dan


mencintai semua kekuranganmu?


Jika dia adalah lelaki yang


tepat, insyaallah aku akan merelakan mu dengannya.


Tetapi jika dia hanya akan


menyakitimu, aku akan terus memperjuangkan mu Nda, agar kamu bahagia saja


bersamaku.


Me         : Ndy, sejujurnya


aku bingung harus berkata apa. (aku langsung menangis mendengar Andy       mengatakan hal itu)


Andy     : loh kamu kok


nangis? Sudah jangan menangis, aku ingin memastikan kamu bahagia.


Me         : iya Ndi,


besok Mas Teguh mau menjemputku. Kamu boleh ketemu dengan dia kok.


Andy     :


alhamdulillah kamu mengizinkanku bertemu dengan nya. Aku janji Nda, ga akan aku    menyakitimu. Aku akan berusaha


menyayangi dan menjagamu Nda.


Me         : iya Ndy,


terima kasih dengan rasa sayang yang kamu berikan untukku. Aku bersyukur.


Andy     : yasudah,


besok kerja, kamu istirahat ya, karena besok kamu akan di jemput Mas Teguh,


jadi    besok pagi aku jemput ya, kita


berangkat bareng.


Me         : iya Ndy. Assalamualaikum....


aku istirahat dulu ya...


Andy     :


Waalaikumsalam, have a nice dream ya Nda.


 Dan Andy pun menutup telponnya, aku tidak mengerti apa yang


terjadi besok. Aku serahkan semua kepada Allah. Mana Jodohku, rejeki ku dan


matiku hanya Allah yang maha mengetahuinya.


Tetapi aku sungguh bersyukur bahwa ada orang benar


menyayangiku seperti Andy. Tulus.

__ADS_1


__ADS_2