
Assalamualaikum teman2 pembaca...
JANGAN LUPA VOTENYA YE DEARS
❤️❤️❤️******I love You teman2******❤️❤️❤️
---- Ananda Bestari ----
Setelah aku masuk kedalam rumah, suasana dirumah sudah ramai
banyak saudara-saudara sudah berkumpul dan sedang sibuk menata makanan untuk
jamuan para tamu. Aku langsung masuk kedalam kamar dan hanya menyapa sebentar
para sanak saudara.
Didalam kamar, aku langsung duduk dikasur dan terdiam
sebentar sambil melihat ke arah luar jendela.
Dalam pikiranku, “Apakah ini keputusan yang tepat? Apa nanti
nya aku akan bahagia?”
Masih ada ragu didalam hatiku, namun aku tidak ingin
membantah apa yang sudah menjadi keinginan orang tuaku.
Aku lelah berpikir lagi. Aku memilih untuk masuk ke dalam
kamar mandi dan membersihkan diri lalu Sholat Isya.
Se usai Sholat aku duduk di meja rias, dan mulai ber make
up, memilih pakaian yang terbaik dan memakai parfum favorite ku.
Dari dalam kamar mulai terdengar ada tamu yang datang dan
suasana didalam rumah mulai bertambah ramai. Jantung ku mulai berdegup kencang,
aku mulai panik.
“Kak, udah dateng tuh tamu nya... lu dah siap?” Lani yang
langsung masuk kekamar dan duduk dikasurku.
“Banyak ya tamu nya? Gue deg-degan nih...” Balasku.
“iya, kak kalo kamu ga mau yaudah jangan dipaksa...” Sahut Lani
lagi sambil menatapku dari kaca rias.
“Bismillah aja Lan, gue Cuma mau berbakti sama Akung, Ayah
Ibu..” Jawabku sambil kembali mengecek make up ku.
Aku dan Lani pun akhirnya keluar kamar dan bergabung dengan
tamu yang sudah hadir. Akung langsung memperkenalkanku pada seorang Pria
berbadan tegap, kulit agak sedikit coklat dan memiliki paras yang tampan khas
wajah orang Indonesia. Teguh Namanya.
“Teguh, ini cucu saya Ananda... yang akan kamu pinang
menjadi istrimu.” Ucap Akung sambil mempersatukan tangan aku dan Teguh.
Semua orang memperhatikan kami, Pak Yusuf dan Bu Khodijah
(Ayah dan Ibu, Teguh) juga tidak melepaskan pandangannya dariku. Teguh pun
matanya terus memperhatikanku dan tersenyum.
“Saya teguh, karena usia saya 11 tahun lebih tua darimu,
kamu boleh panggil saya mas.” Sapa Mas Teguh padaku.
“iya mas, aku Ananda...” Jawabku.
Ternyata ini lah calon suamiku. Dia akan menjadi imam ku dan
ayah dari anak-anak ku kelak.
Ya Allah,
__ADS_1
Jadikanlah pria dihadapaku ini imam yang baik untukku
Jadikalah pria dihadapanku ini imam,
Yang selalu mencintaiku
Yang selalu menjadi penerang dalam gelapku
Dan,
Izinkanlah aku untuk belajar mencintainya
Mencintainya dengan sepenuh hatiku,
Setelah proses pengenalan selesai, kami semua melanjutkan
dengan ramah tamah dan makan malam.
“ Kamu, suka makan apa Nanda?” tanya mas teguh lembut.
“ Aku suka semua makanan, tapi aku alergi seafood.” Jawabku
sambil mengambil nasi.
“ yasudah berarti kita jangan pergi ke restoran Seafood ya
nanti..” ucap Mas Teguh sambil membantuku mengambilkan beberapa lauk pauk.
Aku membalasnya dengan senyum.
“ Besok, kamu kerja pulang jam berapa? Boleh mas jemput?”
sambung Mas Teguh.
“ insyallah jam 5 sudah selesai kerja langsung pulang” jawabku
singkat.
“Yasudah besok mas jemout ya...” Tanya Mas Teguh memastikan.
“iya boleh mas...” jawabku sambil mulai menyuap makanan.
Akhirnya acara ini selesai dan Mas Teguh beserta keluarga
sudah pulang. Aku merasa sedikit lebih lega, paling tidak Mas Teguh memiliki
Tapi, aku masih memikirkan Andy. Apa yang saat ini dia lakukan? Apa aku
benar-benar telah melukainya.
Aku membuka handphone ku, tapi aku tidak menemukan satu
pesanpun dari nya.
Ok, aku yakin dia pasti kecewa. Apa harus kumulai
mengiriminya pesan, paling tidak untuk tau bagaimana kondisinya.
---- on call ----
22.08 WIB
Memanggil Andy
Andy :
Assalamualaikum Nda,
Me :
Waalaikumsalam Ndy, are u okay?
Andy : Oke Nda,
gimana acara tadi? Lancar?
Me :
Alhamdulillah, lancar. Kamu lagi apa Ndy?
Andy : lagi telpon
kamu. Nda maaf ya, aku mau bilang sesuatu ke kamu, bisa ga kamu jangan memotongnya nanti. Izinkan aku menyelesaikan
kata- kataku dulu.
Me : ok memang
__ADS_1
kamu mau ngomong apa? Aku dengerin kok.
Andy : Nda, hari
ini kamu sudah tau benar isi hatiku padamu, kamu sudah tau apa yang kurasakan terhadapmu, tapi takdir berbicara lain. Allah
sudah menetapkan jodohmu. Aku kecewa? Iya, tapi
kembali lagi semua sudah di gariskan Allah untuk kita. Dan mungkin ini yang
terbaik untukku dan kamu. Jadi kamu
jangan merasa bersalah ya...
Nda, aku sungguh-sungguh
mencintaimu dengan setulus hatiku.
Aku sungguh akan bahagia jika
melihat kamu bahagia.
Tapi bolehkan aku memastikan
bahwa lelaki yang akan bersama mu adalah orang tepat untukmu,
Yang akan bisa menerima mu dan
mencintai semua kekuranganmu?
Jika dia adalah lelaki yang
tepat, insyaallah aku akan merelakan mu dengannya.
Tetapi jika dia hanya akan
menyakitimu, aku akan terus memperjuangkan mu Nda, agar kamu bahagia saja
bersamaku.
Me : Ndy, sejujurnya
aku bingung harus berkata apa. (aku langsung menangis mendengar Andy mengatakan hal itu)
Andy : loh kamu kok
nangis? Sudah jangan menangis, aku ingin memastikan kamu bahagia.
Me : iya Ndi,
besok Mas Teguh mau menjemputku. Kamu boleh ketemu dengan dia kok.
Andy :
alhamdulillah kamu mengizinkanku bertemu dengan nya. Aku janji Nda, ga akan aku menyakitimu. Aku akan berusaha
menyayangi dan menjagamu Nda.
Me : iya Ndy,
terima kasih dengan rasa sayang yang kamu berikan untukku. Aku bersyukur.
Andy : yasudah,
besok kerja, kamu istirahat ya, karena besok kamu akan di jemput Mas Teguh,
jadi besok pagi aku jemput ya, kita
berangkat bareng.
Me : iya Ndy. Assalamualaikum....
aku istirahat dulu ya...
Andy :
Waalaikumsalam, have a nice dream ya Nda.
Dan Andy pun menutup telponnya, aku tidak mengerti apa yang
terjadi besok. Aku serahkan semua kepada Allah. Mana Jodohku, rejeki ku dan
matiku hanya Allah yang maha mengetahuinya.
Tetapi aku sungguh bersyukur bahwa ada orang benar
menyayangiku seperti Andy. Tulus.
__ADS_1