
Assalamualaikum teman2 pembaca...
JANGAN LUPA VOTENYA YE DEARS
❤️❤️❤️I love You teman2❤️❤️❤️
----- Ananda Bestari -----
Sabtu ini , aku memiliki perasaan yang aneh. Dalam hatiku terasa senang, yang
aku sendiri tidak yakin dari mana sumber rasa itu.
---Bioskop---
“Kak, jam 19.45 nih tiketnya... Kopi yuk?” Ucap adikku saat kembali
dari loket tiket.
“yawdah yuk cari kafe yang enak buat nongkrong” jawabku sambil mengajaknya jalan keluar
bioskop.
Dan kami pun singgah di Cafe yang biasa, Starbucks. Kami duduk dan sibuk dengan
Handphone masing-masing dan akupun mencoba mengirim pesan pada Andy.
**** BBM ****
17.45 WIB
Me : Ndy, kita dpt tiket jam 19.45. lu santai aja ga usah buru2.
Me : Kita tunggu di starbak yak.
Andy : ok. I’ll be there abis solat magrib.
Andy : bisa cari resto aja gak?
Andy : gw laper. Ga mau ngopi.
Andy : bisa tipes gue, perut kosong diajak ngopi.
Me : santai mas bro.....
Me : ga nge gas juga.
Me : ok, gw cari resto yak. Gw mau bakmi. Lu mao?
Andy : Atur aja. Solat lu..... udah azan.
Me : ok
Ini adalah chat pertamaku dengan Andy sampai sepanjang ini. Aku pun langsung mengajak Lani
untuk segera menghabiskan kopi lalu pergi solat magrib.
“Lan, pindah tempat yuk... tapi kita solat dulu” Aku sambil menyedot Iced Caramel Macchiato.
“wih keren, jadi muslimah kakak gue.... Alhamdulillah” sahut Lani sambil mengusap mukanya
layaknya berdoa.
“yaudah kuy lah...”Sambungnya.
Dan kita bergegas menuju musolah yang saat itu sudah lumayan ramai, karena memang Azan
Magrib baru berkumandang. Sungguh ini pertama kali nya aku pergi ke mall dan
mencari Musolah untuk Sholat. Aku merasa seperti ada energi positive saat ini,
energi yang lain dari biasanya.
Selesai Sholat aku dan Lani langsung bergegas menuju foodcourt di lantai atas.
“Lan, makan apa? “tanyaku sambil melihat-lihat resto yang berjejer di foodcourt itu.
__ADS_1
“gue nasgor aja, lu apa?” tanya Lani.
“gue bakmi, bentar gue tanya Andy dia mau apa...”balasku sambil mengecek Handphone.
**** BBM ***
18.15 WIB
Andy : Nda, gw nasgor seafood kalo ada, minum akua dingin. Cukup
18.30 WIB
Me : oke. Otw pesen.
Andy : gw otw kesana, baru kelar solat.
Me : di tunggu di foodcourt deket bioskop ya.
“Andy Nasgor seafood yak...”Ucaku pada Lani sambil memberinya 3 lembar uang pecahan 100
ribuan.
“minum nya?”Balasnya.
“gue es lemon tea, Andy akua dingin....tengkyu...”jawabku
Dan kami pun menunggu Andy tiba dan makanan tiba. Mudah-mudah datang bersamaan sehingga bisa
makan bersama.
15 menit berlalu dan aku melihat Andy berjalan menuju ke tempat kami dari arah
eskalator. Dan dia tersenyum.
Ya Allah,
hatiku bergetar melihat nya.
Tunggu, aku harus pastikan perasaan ini. Perasaan apa ini? Jatuh Cinta? Kok secapat ini. Padahal
baru saja aku putus cinta dengan Fandi. Jika memang jatuh cinta, kenapa bisa? Atau
Dan tepat sekali makanan kami pun tiba. Saat Andy sampai dia langsung duduk berhadapan
denganku. Itu membuatku merasa salah tingkah, dan Andy dengan cool nya langsung
meminum Air mineral dingin yang dipesannya.
“maaf ya lama, tadi agak ngantri pas masuk parkiran”Andy sambil menutup botol
minumannya.
“ih 15 menit mah cepet, Ndy.” Jawabku.
“masa? Kayaknya dari tadi lu bola balik ngeliat tangga terus.” Sela Lani samibil mengaduk nasi
gorengnya yang masih panas.
“masa? Gue sengangenin gitu ya ?” jawab Andy sambil langsung menatap mataku.
Aku hanya diam sambil menghembuskan nafas. Dan menghindari tatapan Andy, dan mulai
memakan bakmi yang kupesan. Dan suasana makan saati itu sangat canggung bagiku,
aku selalu mencoba menghindari kontak mata dengan Andy.
Setelah makan kami bertiga pun langsung menuju bioskop, karen sebentar lagi filmnya akan
segera dimulai.
“ga perlu ngemil, minum aja ya. Lu apa Lan?” tanya Andy pada Lani.
“aku Java tea aja dong...” jawab Lani.
“lu ga nawarin gue?” sela ku.
__ADS_1
“lu mah aer putih aja...” Jawab Andy cool.
Aku hanya diam tidak menyangka dengan jawabannya. Dan benar saja Andy hanya
membelikanku Air mineral dingin. Dan tiba-tiba Andy menggengam tanganku, lalu
berjalan menuju studio. Dan aku benar-benar kaget dengan itu, aku seperti tak
berdaya saat dia menggengam tanganku.
Saat didalam studio Andy melepaskan tangannya dan duduk disampingku. Aku diposisikan di
kursi tengah. Dan aku jadi kaku memikirkan tadi saat Andy menggenggam tanganku.
Aku heran, aku bahagia.
Aku semakin takut saat aku mau melihat Andy yang duduk disampingku. Dan selama film diputar
Andy seperti biasa saja dan seperti tidak terjadi apa-apa. Andy pun tiba-tiba
membukakan botol minumanku. Dan aku pun tertegun lagi. Tunggu, Andy kenapa? Salah
minum obat?
“Selamat Ulang Tahun, ini dibuka dirumah aja ya...”Bisik Andy sambil memberikan
bingkisan kecil yang sudah dibungkus rapi.
Saat itu aku tidak begitu tau itu apa kerena kondisi gelap, tapi bingkisannya seperti kotak
perhiasan kecil. Dan aku menerimanya begitu saja.
“ini apa?” balasku berbisik.
“bom,” jawab Andy dan kami pun bertatapan.
“yaudah sih, buka aja nanti dirumah”sambungnya berbisik tepat di telinga ku.
Aku mengiyakannya dan terdiam kembali. Mulai bermunculan prasangka-prasangka terhadap Andy. Apa dia
menyukai ku? Atau ini hanya candaannya?
Tak terasa film pun usai diputar dan studio kembali terang. Di tanganku aku melihat
bingkisan yang dibungkus kertas kado merah muda dengan rapi. Dan spontan aku
memasukannya kedalam tasku, khawatir Lani melihatnya.
“Langsung pulang kan?” Tanya Andy.
“iya lah udah jam segini bisa diomelin Akung sama Ayah kalo belom dirumah malem gini...”
Jawab Lani.
“tunggu ya, kakakku mau datang, mau ambil mobil. Aku numpang kalian ya.”balas Andy.
“kok? Bisa...emang mobilnya kenapa Ndy?” tanyaku pada Andy.
“kakakku mau pakai mobilnya buat ke Bandung...”jawabnya sambil melihat handphone nya.
“tunggu dimana?” Balas ku.
“parkiran,ga apa-apa ya Lan, nunggu bentar?” sahut Andy .
“Lah aku ga ditanya?” Gumamku dalam hati.
Kami pun berjalan menuju parkiran di luar. Hebatnya Mobil Andy tepat berada di samping
mobilku.
Tidak perlu menunggu seperti nya Kakak Andy pun sudah berada di depan mobil Andy, Andy
menghampirinya, dan dia langsung memberikan kunci mobilnya. Tiba- tiba Andy
juga langsung menggandengku lagi.
__ADS_1
“aku yang nyetir mana kuncinya?” tanya Andy sambil menatapku.
Aku menurut dan memberikan kunci mobilku.