Aku Ibu

Aku Ibu
Hari Pertamaku Menjadi Istri


__ADS_3

Assalamualaikum teman2 pembaca...


 


 


JANGAN LUPA VOTENYA YE DEARS


 


 


❤️❤️❤️******I love You teman2******❤️❤️❤️


 


 


---- Ananda Bestari ----


Pernikahan adalah hal yang baru bagiku, bahkan aku sama


sekali tidak pernah membayangkan ini terjadi padaku.


Aku merasa sedikit cemas. Aku ingin menghempaskan


kecemasanku ini.


Aku ingin memendam segala rasa, kecuali rasa cinta untuk


suamiku. Aku ingin seluruh hatiku untuknya.


Surat yang Fandy tulis untukku, membuat hariku menjadi biru.


Aku menangis sejadi-jadinya. Menyesal? Mungkin. Tapi aku tidak ingin larut


dalam penjelasan


Mencoba menikmati apa sedang terjadi saat ini. Berdamai


dengan apa yang kupilih.


Pagi ini, aku mencoba membuka mataku perlahan. Aku tertidur


semalam setelah acara dan menangis sesegukan setelah membaca pesan dari Fandy.


Dan saat ku buka mataku, aku melihat Mas Teguh tidur disebelahku.


“Mas, bangun sudah subuh...” aku membangunkan nya dengan


suara yang lembut.


Mas Teguh membuka matanya dan tersenyum, “Iya sayang, yuk


kita solat berjamaah.”


Aku langsung beranjak dari tempat tidur, tetapi Mas Teguh


meraih tanganku dan memelukku.


“Sayang, Kita sekarang sudah PASUTRI... Kamu ga apa-apa kan


kalo peluk kamu seperti ini?” tanya Mas Teguh berbisik di Telingaku.


“Iya Mas, Boleh...” jawabku sambil tersenyum.


Kami berpelukan cukup lama, lalu kemudian kami beranjak


untuk sholat subuh berjamaah.


Itu adalah pelukan pertama kami, terasa sangat hangat dan


hatiku mulai bergetar. Dalam hatiku mulai ada getaran saat dekat denganya.

__ADS_1


Kini aku adalah seorang Istri, aku harus melakukan


tugas-tugasku sebagai seorang istri. Menjadi istri yang selalu ada untuk


suaminya, menyiapkan makannya, segala keperluannya dan yang terpenting adalah


menjaga diriku dan perasaanku hanya untuk suamiku.


“kak, sarapan nya sudah siap nih....” Lani berteriak dari


luar kamar.


“iya lan, kita keluar nih abis sholat...” jawabku.


“de, mas boleh ga minta dibuatin teh manis hangat, kayaknya


badan agak ga enak... kecapean kayaknya.” Pinta Mas Teguh sambil memijat


pundaknya sendiri.


“iya mas, yuk keluar. Aku buatin teh manis ya... terus nanti


setelah sarapan mau aku pijat bahunya?” Jawabku sambil tersenyum.


“ngga sayang, kamu kan juga cape... nanti panggil tukang


pijat aja ya...sekarang yuk kita keluar dan sarapan bareng yang lainnya.”


Jawabnya dan lalu mencium tanganku.


Kami pun keluar dari kamar dan langsung bergabung dengan


Ayah, Ibu, Akung dan Lani sarapan bersama.


Kami menikmati masakan Ibu, Nasi Goreng khas Ibu. Nasi


goreng tanpa kecap, ini adalah nasi goreng kesukaanku dan nasi goreng terenak


yang pernah ku makan. Masakan Ibu adalah yang terbaik.


bali ya... setelah itu, saya minta izin sepulang dari bali, Nanda akan saya


bawa kerumah saya.” Ucap Mas Teguh setelah menghabiskan suapan terakhirnya.


“nak Teguh, Ibu seneng deh kalian mau langsung bulan madu ke


Bali dan Nanda akan kamu langsung bawa untuk tinggal bersamamu dan orang tua


mu.” Jawab Ibu sambil menyuguhkan teh hangat untuk Ayah dan Akung.


“ tapi, ibu mohon sekali dengan nak Teguh, untuk selalu


menjaga Nanda. Nanda ini anaknya luar biasa manja nya. Jadi tolong nak Teguh


pelan-pelan ya menyesuaikan diri dengan Nanda. Ibu yakin Nanda juga pasti akan


terus belajar memperbaiki diri menjadi Istri yang baik untuk nak Teguh. “


Sambung Ibu.


“iya Bu, Teguh janji akan selalu menyayangi Nanda,


menjaganya dan terus membibingnya untuk menjadi Istri dan Ibu yang baik untuk


anak-anak kami kelak. Percayalah sama Teguh, Teguh akan selalu menepati janji


Teguh.” Jawab Mas Teguh dengan suara yang lembut.


“Nanda kamu juga harus janji sama Ibu, Ayah dan Akung...


untuk selalu nurut sama suamimu ini. Jangan kamu berbuat seenaknya, dan jangan


menjadi wanita yang manja. Kamu harus mandiri,kamu harus melakukan semua nya

__ADS_1


sendiri. Bantu mertuamu disana, jangan hanya berpangku tangan meski kamu adalah


wanita karir. Tetap saja kamu harus menyadari kodratmu sebagai seorang wanita.”


Balas Ibu sambil mengusap Rambutku.


“Iya ibu, Insyaallah nda akan berusaha yang terbaik, meski


nda tau pasti masih banyak yang kurang dari nda, dan harus segera nda


perbaiki.” Jawab ku sambil memeluk Ibu.


“Teguh, Akung... hanya ingin bilang, selain Nanda anak yang


Manja, tapi Nanda adalah anak yang penyayang, hati nya sangat lembut dan


senstif. Nanda ibaratnya adalah air, dia akan mengikuti bentuk wadah yang dia


tempati. Jadi bimbing dia dengan baik, jadilah suami yang baik dan jadilah


pemimpin yang bijaksana.” Nasehat Akung untuk Mas Teguh.


“iya kung, Nda janji akan menjadi Istri yang baik. Akung


jangan khawatir ya... Nda akan selalu jadi diri Nda sendiri dan tidak akan


mengecewakan Akung, Ayah dan Ibu.” Jawabku meyakinkan semuanya.


Aku ingin mereka percaya bahwa aku akan terus selalu


berusaha menjadi yang terbaik untuk semua orang yang ku cintai.


Rasa cinta? Aku yakin akan tumbuh dengan sendirinya. Bahkan jika


rasa itu sudah muncul perlahan aku yakin semua tentang Mas Teguh akan menjadi


indah.


Aku ingin dicintai dengan tulus, maka aku yakin aku harus


mencintai dengan tulus pula.


Dari sekian banyak kisah percintaanku aku ingin dengan Mas


Teguh, adalah kisah indah. Kisah yang akan selalu membekas dihatiku, kisah yang


akan menjadi memori terbaik dalam hidupku.


Aku ingin jalan kedepan, meraih semua impianku. Jika boleh


berkhayal aku ingin seperti kisah putri yang akan selalu hidup bahagia dengan


sang pangeran berkuda. Aku ingin seperti itu.


Tapi aku menyadari, aku tidak hidup di dunia dongeng. This


is a real life, jadi untuk mewujudkan semua itu aku harus berusaha.


Aku ingin Mas Teguh menjadi orang yang selalu ku nanti, bila


bersamanya hidupku tenang. Aku ingin dia menjadi teman hidupku. Aku kamu, kamu


aku. Jika nanti banyak cobaan datang menerpa, aku ingin Dia akan tetap


bersamaku.


Aku ingin jika aku akan beranjak pergi, dia akan selalu menghalangiku.


Karena aku ingin ini adalah pernikahan pertama dan terakhir untukku.


Tetap lah bersama ku Mas. Kita sama tujuan kita, melewati


batas ruang bersama. Kita saling memiliki dan saling menjaga.

__ADS_1


Dan tetaplah begitu. Teruslah begitu. Kita bahagia.


__ADS_2