
Assalamualaikum teman2 pembaca...
JANGAN LUPA VOTENYA YE DEARS
❤️❤️❤️******I love You teman2******❤️❤️❤️
---- Ananda Bestari ----
Pernikahan adalah hal yang baru bagiku, bahkan aku sama
sekali tidak pernah membayangkan ini terjadi padaku.
Aku merasa sedikit cemas. Aku ingin menghempaskan
kecemasanku ini.
Aku ingin memendam segala rasa, kecuali rasa cinta untuk
suamiku. Aku ingin seluruh hatiku untuknya.
Surat yang Fandy tulis untukku, membuat hariku menjadi biru.
Aku menangis sejadi-jadinya. Menyesal? Mungkin. Tapi aku tidak ingin larut
dalam penjelasan
Mencoba menikmati apa sedang terjadi saat ini. Berdamai
dengan apa yang kupilih.
Pagi ini, aku mencoba membuka mataku perlahan. Aku tertidur
semalam setelah acara dan menangis sesegukan setelah membaca pesan dari Fandy.
Dan saat ku buka mataku, aku melihat Mas Teguh tidur disebelahku.
“Mas, bangun sudah subuh...” aku membangunkan nya dengan
suara yang lembut.
Mas Teguh membuka matanya dan tersenyum, “Iya sayang, yuk
kita solat berjamaah.”
Aku langsung beranjak dari tempat tidur, tetapi Mas Teguh
meraih tanganku dan memelukku.
“Sayang, Kita sekarang sudah PASUTRI... Kamu ga apa-apa kan
kalo peluk kamu seperti ini?” tanya Mas Teguh berbisik di Telingaku.
“Iya Mas, Boleh...” jawabku sambil tersenyum.
Kami berpelukan cukup lama, lalu kemudian kami beranjak
untuk sholat subuh berjamaah.
Itu adalah pelukan pertama kami, terasa sangat hangat dan
hatiku mulai bergetar. Dalam hatiku mulai ada getaran saat dekat denganya.
__ADS_1
Kini aku adalah seorang Istri, aku harus melakukan
tugas-tugasku sebagai seorang istri. Menjadi istri yang selalu ada untuk
suaminya, menyiapkan makannya, segala keperluannya dan yang terpenting adalah
menjaga diriku dan perasaanku hanya untuk suamiku.
“kak, sarapan nya sudah siap nih....” Lani berteriak dari
luar kamar.
“iya lan, kita keluar nih abis sholat...” jawabku.
“de, mas boleh ga minta dibuatin teh manis hangat, kayaknya
badan agak ga enak... kecapean kayaknya.” Pinta Mas Teguh sambil memijat
pundaknya sendiri.
“iya mas, yuk keluar. Aku buatin teh manis ya... terus nanti
setelah sarapan mau aku pijat bahunya?” Jawabku sambil tersenyum.
“ngga sayang, kamu kan juga cape... nanti panggil tukang
pijat aja ya...sekarang yuk kita keluar dan sarapan bareng yang lainnya.”
Jawabnya dan lalu mencium tanganku.
Kami pun keluar dari kamar dan langsung bergabung dengan
Ayah, Ibu, Akung dan Lani sarapan bersama.
Kami menikmati masakan Ibu, Nasi Goreng khas Ibu. Nasi
goreng tanpa kecap, ini adalah nasi goreng kesukaanku dan nasi goreng terenak
yang pernah ku makan. Masakan Ibu adalah yang terbaik.
bali ya... setelah itu, saya minta izin sepulang dari bali, Nanda akan saya
bawa kerumah saya.” Ucap Mas Teguh setelah menghabiskan suapan terakhirnya.
“nak Teguh, Ibu seneng deh kalian mau langsung bulan madu ke
Bali dan Nanda akan kamu langsung bawa untuk tinggal bersamamu dan orang tua
mu.” Jawab Ibu sambil menyuguhkan teh hangat untuk Ayah dan Akung.
“ tapi, ibu mohon sekali dengan nak Teguh, untuk selalu
menjaga Nanda. Nanda ini anaknya luar biasa manja nya. Jadi tolong nak Teguh
pelan-pelan ya menyesuaikan diri dengan Nanda. Ibu yakin Nanda juga pasti akan
terus belajar memperbaiki diri menjadi Istri yang baik untuk nak Teguh. “
Sambung Ibu.
“iya Bu, Teguh janji akan selalu menyayangi Nanda,
menjaganya dan terus membibingnya untuk menjadi Istri dan Ibu yang baik untuk
anak-anak kami kelak. Percayalah sama Teguh, Teguh akan selalu menepati janji
Teguh.” Jawab Mas Teguh dengan suara yang lembut.
“Nanda kamu juga harus janji sama Ibu, Ayah dan Akung...
untuk selalu nurut sama suamimu ini. Jangan kamu berbuat seenaknya, dan jangan
menjadi wanita yang manja. Kamu harus mandiri,kamu harus melakukan semua nya
__ADS_1
sendiri. Bantu mertuamu disana, jangan hanya berpangku tangan meski kamu adalah
wanita karir. Tetap saja kamu harus menyadari kodratmu sebagai seorang wanita.”
Balas Ibu sambil mengusap Rambutku.
“Iya ibu, Insyaallah nda akan berusaha yang terbaik, meski
nda tau pasti masih banyak yang kurang dari nda, dan harus segera nda
perbaiki.” Jawab ku sambil memeluk Ibu.
“Teguh, Akung... hanya ingin bilang, selain Nanda anak yang
Manja, tapi Nanda adalah anak yang penyayang, hati nya sangat lembut dan
senstif. Nanda ibaratnya adalah air, dia akan mengikuti bentuk wadah yang dia
tempati. Jadi bimbing dia dengan baik, jadilah suami yang baik dan jadilah
pemimpin yang bijaksana.” Nasehat Akung untuk Mas Teguh.
“iya kung, Nda janji akan menjadi Istri yang baik. Akung
jangan khawatir ya... Nda akan selalu jadi diri Nda sendiri dan tidak akan
mengecewakan Akung, Ayah dan Ibu.” Jawabku meyakinkan semuanya.
Aku ingin mereka percaya bahwa aku akan terus selalu
berusaha menjadi yang terbaik untuk semua orang yang ku cintai.
Rasa cinta? Aku yakin akan tumbuh dengan sendirinya. Bahkan jika
rasa itu sudah muncul perlahan aku yakin semua tentang Mas Teguh akan menjadi
indah.
Aku ingin dicintai dengan tulus, maka aku yakin aku harus
mencintai dengan tulus pula.
Dari sekian banyak kisah percintaanku aku ingin dengan Mas
Teguh, adalah kisah indah. Kisah yang akan selalu membekas dihatiku, kisah yang
akan menjadi memori terbaik dalam hidupku.
Aku ingin jalan kedepan, meraih semua impianku. Jika boleh
berkhayal aku ingin seperti kisah putri yang akan selalu hidup bahagia dengan
sang pangeran berkuda. Aku ingin seperti itu.
Tapi aku menyadari, aku tidak hidup di dunia dongeng. This
is a real life, jadi untuk mewujudkan semua itu aku harus berusaha.
Aku ingin Mas Teguh menjadi orang yang selalu ku nanti, bila
bersamanya hidupku tenang. Aku ingin dia menjadi teman hidupku. Aku kamu, kamu
aku. Jika nanti banyak cobaan datang menerpa, aku ingin Dia akan tetap
bersamaku.
Aku ingin jika aku akan beranjak pergi, dia akan selalu menghalangiku.
Karena aku ingin ini adalah pernikahan pertama dan terakhir untukku.
Tetap lah bersama ku Mas. Kita sama tujuan kita, melewati
batas ruang bersama. Kita saling memiliki dan saling menjaga.
__ADS_1
Dan tetaplah begitu. Teruslah begitu. Kita bahagia.