Aku Ibu

Aku Ibu
Siapa Yang Akan Ku Pilih?


__ADS_3

Assalamualaikum teman2 pembaca...


JANGAN LUPA VOTENYA YE DEARS


❤️❤️❤️******I love You teman2******❤️❤️❤️


 


---- Ananda Bestari ----


 Sulit bagi untuk memajamkan mata, aku terus saja memikirkan


apa yang ada didepanku saat ini. Ada pilihan yang harus kupilih untuk


menentukan hidupku. Aku harus memilih Andy yang sudah kuketahui bagaimana dia


menyayangiku atau Mas Teguh pria yang baru saja kukenal dan akan menikahiku,


menemaniku seumur hidupku kelak.


Aku ingin Allah yang menunjukan jalannya, mana yang harus


kupilih. Aku segera bangun dari tempat tidur dan melakukan Ibadah Sholat Malam.


“ Ya Allah yang maha Pengasih dan penyayang,


Tunjukan lah padaku.


Pria mana yang terbaik untukku,


Pria yang akan selalu menyayangiku.


Dan yang akan menuntunku ke Surga Mu.


Ya Allah, jadikanlah nanti Pilihanku.


Yang terbaik untukku.


Namun jika tidak,


Tolong jauhkanlah Ya Allah...Aamiin”


Setelah Sholat malam aku merasa sedikit lebih lega dan


tenang. Perlahan aku mulai mengantuk dan tertidur.


 “Nda, Nda... Bangun udah subuh...” Suara Ibu dari luar kamar


membangunkanku.


“iya bu, ini sudah bangyun” Jawabku sambil mengusap muka dan


langsung bangkit dari tempat tidur dan langsung masuk kamar mandi dan bersiap


untuk Sholat dan berangkat kerja.


Pagi ini aku ingat Andy akan menjemputku, jadi sengaja aku


tidak memanaskan mobilku dahulu. Aku langsung ke ruang makan dan sarapan


bersama Akung dan Ibu. Ayah dan Lani sudah jalan seusai Sholat subuh, karena


Ayah harus mengantar Lani kesekolah terlebih dahulu dan setelah itu langsung


pergi kekantor.


Keadaan dirumah biasa saja, berjalan seperti biasanya. Setelah


sarpan aku langsung bergegas keluar rumah dan menunggu Andy di depan gerbang.


Tidak lama menunggu Mobil Andy sudah datang.


“Assalamualaikum, maaf ya aku terlambat, tadi isi bensin


dulu.” Sapa Andy dengan lembut.


“Waalaikumsalam, iya Ndy ga apa-apa kok aku ga lama kok


nunggunya.” Jawabku dan langsung memasang Seat belt.


“kamu sudah kabari Mas Teguh kalo nanti malam aku mau ikut


ketemu?” tanya Andy.

__ADS_1


“Innalillahi, Aku lupa... aku BBM sekarang ya...” Jawabku sambil


membuka handphone ku.


*** BBM ***


07.13 WIB


Me         : Assalamualaikum, pagi mas. Hari ini jadi jemput aku?


Teguh   : Waalaikumsalam, iya insyaallah jadi. Pulangnya jam 5 kan?


Me         : iya, aku


boleh ajak temen ga?


Teguh   : temen? Siapa?


Me         : temen


kerja ku. Boleh?


Teguh   : iya silahkan.


Sampai ketemu nanti ya, aku mau siap2 berangkat kerja.


Me         : ok.


Teguh   : Semangat


ya...


“sudah ku bilang Ndy, insyallah boleh kok kamu ikut.” Ucapku


sambil menatap Andy.


“Ok, yawdah kamu kalo ngantuk tidur aja. Kalo udah dikantor


nanti aku bangunin.” Jawab Andy.


Sungguh aku tidak tahu apa yang akan Andy sampaikan pada Mas


Teguh. Akankah nanti baik-baik saja? Sudahlah, aku tidak ingin memikirkannya,


Hari ini aku cukup sibuk, karena banyak desain yang perlu


diedit dan sudah mendekati deadline. Aku juga tidak sempat makan siang bersama


dengan Elly maupun Wisnu. Tapi Andy memesakan makanan untukku, 1 loyang pizza. Dan


kami menikmati pizza itu, sambil bekerja. Setelah makan akupun langsung ke


ruang Sholat favorite kami bersama Andy dan Wisnu yang ikut menyusul setelah


makan siang diluar kantor.


Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat hari ini, 16.55 WIB.


Hampir semua karyawan di kantor sudah bersiap untuk pulang. Elly dan Wisnu juga


sudah rapi-rapi meja kerja mereka. Aku yang hanyut dalam pekerjaanku, juga


mulai menghentikannya, aku simpan semua file dan ku matikan komputerku. Aku melihat


ke meja Andy pun, dia sudah mematikan komputernya.


*** BBM ***


17.59 WIB


Teguh   : Assalamualaikum, Nanda, aku sudah di kantor kamu ya.


Me         : Waalaikumsalam, iya mas, aku baru matiin komputer, tunggu ya.


Teguh   : ok.


“Nda, udah dijemput belom?” tanya Andy yang menghampirku ke


meja ku.


“sudah, dia sudah dibawah.” Jawabku sambil memasukan


handphone ke dalam tas.

__ADS_1


“yaudah yuk...” ucap Andy sambil melangkah menuju ke pintu


keluar ruangan.


Kami berempat langsung masuk kedalam lift bersama, seperti


biasa kami bercanda dan tertawa bersama sampai ke parkiran. Elly dan Wisnu


langsung menuju parkiran motor karena mereka pulang bersama. Aku berjalan


menuju ke depan lobby, dan menemui Mas Teguh. Andy berjalan membuntutiku ke


arah lobby untuk berkenalan dengan Mas Teguh.


“Mas, maaf ya kelamaan nunggu..” Sapa ku pada Mas Teguh.


“gak apa-apa nanda, ga lama kok... ini?” Jawab Mas Teguh


sekaligus bertanya mengarah ke Andy.


“oh Andy, teman kerja Ananda, 1 ruangan.” Jawab Andy sambil


menyodorkan tangan untuk berjabat.


“oh ok, salam kenal saya Teguh, Tunangan Ananda.” Jawab Mas


Teguh dengan menyambut jabatan tangan Andy.


“kalo gitu, kita mau kemana nih mas?” Tanya ku.


“Kamu mau makan apa Nanda?” Tanya Mas Teguh padaku.


“kali ini aku lagi pingin junkfood, KFC?” jawabku tersenyum.


“ok KFC kalibata aja ya...” Balas Mas Teguh.


“Aku ikutin dari belakang ya, Mas mobilnya parkir dimana?”


Tanya Andy.


“saya naik Vespa, saya parkir diluar, gak apa-apa kan Nanda?”


jawab Mas Teguh.


“iya gak apa-apa, tapi aku ga punya helm.” Sahutku.


“tenang aku sudah bawa helm untuk kamu.” Mas Teguh sambil


menunjuk kearah sofa di lobby yang terletak 2 buah helm retro.


 Ok tidak lama kami langsung bergegas, aku langsung memakai


helmnya dengan bantuan Mas Teguh tentunya.


Aku dan Mas Teguh menaiki Vespa berwarna Biru Muda, dan Andy


mengikuti kami dari belakang.


Aku merasa canggung karena ini pertama kalinya, aku naik Vespa


bersama dengan Pria selain Om ku.


Ada yang berbeda dengan Mas Teguh, dia tidak malu dengan apa


yang dia miliki, dia amat bangga dengan hobby nya, dan aku perlahan mulai


tertarik dengan sikap nya.


Apakah aku begitu mudah tersentuh? atau jatuh hati? Tidak,


aku mencoba berdamai dengan keadaan. Aku mencoba untuk mencari sisi positif


dari Mas Teguh.


Atau sebenarnya aku memang tidak pernah jatuh cinta dengan


Andy? Sehingga mudah bagiku untuk tertarik dengan orang lain?


Tunggu, aku tidak mau terjebak dengan situasi seperti ini. Aku


harus menentukan sikap. Mana yang akan ku pilih. Sebelum terlambat. Tapi hal


yang sulit kulakukan adalah jika pilihanku bukan Mas Teguh, bagaimana cara ku

__ADS_1


meyakinkan orang tuaku bahwa pilihaku itu adalah yang terbaik.


__ADS_2