
Assalamualaikum teman2 pembaca...
JANGAN LUPA VOTENYA YE DEARS
❤️❤️❤️******I love You teman2******❤️❤️❤️
---- Ananda Bestari ----
Sulit bagi untuk memajamkan mata, aku terus saja memikirkan
apa yang ada didepanku saat ini. Ada pilihan yang harus kupilih untuk
menentukan hidupku. Aku harus memilih Andy yang sudah kuketahui bagaimana dia
menyayangiku atau Mas Teguh pria yang baru saja kukenal dan akan menikahiku,
menemaniku seumur hidupku kelak.
Aku ingin Allah yang menunjukan jalannya, mana yang harus
kupilih. Aku segera bangun dari tempat tidur dan melakukan Ibadah Sholat Malam.
“ Ya Allah yang maha Pengasih dan penyayang,
Tunjukan lah padaku.
Pria mana yang terbaik untukku,
Pria yang akan selalu menyayangiku.
Dan yang akan menuntunku ke Surga Mu.
Ya Allah, jadikanlah nanti Pilihanku.
Yang terbaik untukku.
Namun jika tidak,
Tolong jauhkanlah Ya Allah...Aamiin”
Setelah Sholat malam aku merasa sedikit lebih lega dan
tenang. Perlahan aku mulai mengantuk dan tertidur.
“Nda, Nda... Bangun udah subuh...” Suara Ibu dari luar kamar
membangunkanku.
“iya bu, ini sudah bangyun” Jawabku sambil mengusap muka dan
langsung bangkit dari tempat tidur dan langsung masuk kamar mandi dan bersiap
untuk Sholat dan berangkat kerja.
Pagi ini aku ingat Andy akan menjemputku, jadi sengaja aku
tidak memanaskan mobilku dahulu. Aku langsung ke ruang makan dan sarapan
bersama Akung dan Ibu. Ayah dan Lani sudah jalan seusai Sholat subuh, karena
Ayah harus mengantar Lani kesekolah terlebih dahulu dan setelah itu langsung
pergi kekantor.
Keadaan dirumah biasa saja, berjalan seperti biasanya. Setelah
sarpan aku langsung bergegas keluar rumah dan menunggu Andy di depan gerbang.
Tidak lama menunggu Mobil Andy sudah datang.
“Assalamualaikum, maaf ya aku terlambat, tadi isi bensin
dulu.” Sapa Andy dengan lembut.
“Waalaikumsalam, iya Ndy ga apa-apa kok aku ga lama kok
nunggunya.” Jawabku dan langsung memasang Seat belt.
“kamu sudah kabari Mas Teguh kalo nanti malam aku mau ikut
ketemu?” tanya Andy.
__ADS_1
“Innalillahi, Aku lupa... aku BBM sekarang ya...” Jawabku sambil
membuka handphone ku.
*** BBM ***
07.13 WIB
Me : Assalamualaikum, pagi mas. Hari ini jadi jemput aku?
Teguh : Waalaikumsalam, iya insyaallah jadi. Pulangnya jam 5 kan?
Me : iya, aku
boleh ajak temen ga?
Teguh : temen? Siapa?
Me : temen
kerja ku. Boleh?
Teguh : iya silahkan.
Sampai ketemu nanti ya, aku mau siap2 berangkat kerja.
Me : ok.
Teguh : Semangat
ya...
“sudah ku bilang Ndy, insyallah boleh kok kamu ikut.” Ucapku
sambil menatap Andy.
“Ok, yawdah kamu kalo ngantuk tidur aja. Kalo udah dikantor
nanti aku bangunin.” Jawab Andy.
Sungguh aku tidak tahu apa yang akan Andy sampaikan pada Mas
Teguh. Akankah nanti baik-baik saja? Sudahlah, aku tidak ingin memikirkannya,
Hari ini aku cukup sibuk, karena banyak desain yang perlu
diedit dan sudah mendekati deadline. Aku juga tidak sempat makan siang bersama
dengan Elly maupun Wisnu. Tapi Andy memesakan makanan untukku, 1 loyang pizza. Dan
kami menikmati pizza itu, sambil bekerja. Setelah makan akupun langsung ke
ruang Sholat favorite kami bersama Andy dan Wisnu yang ikut menyusul setelah
makan siang diluar kantor.
Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat hari ini, 16.55 WIB.
Hampir semua karyawan di kantor sudah bersiap untuk pulang. Elly dan Wisnu juga
sudah rapi-rapi meja kerja mereka. Aku yang hanyut dalam pekerjaanku, juga
mulai menghentikannya, aku simpan semua file dan ku matikan komputerku. Aku melihat
ke meja Andy pun, dia sudah mematikan komputernya.
*** BBM ***
17.59 WIB
Teguh : Assalamualaikum, Nanda, aku sudah di kantor kamu ya.
Me : Waalaikumsalam, iya mas, aku baru matiin komputer, tunggu ya.
Teguh : ok.
“Nda, udah dijemput belom?” tanya Andy yang menghampirku ke
meja ku.
“sudah, dia sudah dibawah.” Jawabku sambil memasukan
handphone ke dalam tas.
__ADS_1
“yaudah yuk...” ucap Andy sambil melangkah menuju ke pintu
keluar ruangan.
Kami berempat langsung masuk kedalam lift bersama, seperti
biasa kami bercanda dan tertawa bersama sampai ke parkiran. Elly dan Wisnu
langsung menuju parkiran motor karena mereka pulang bersama. Aku berjalan
menuju ke depan lobby, dan menemui Mas Teguh. Andy berjalan membuntutiku ke
arah lobby untuk berkenalan dengan Mas Teguh.
“Mas, maaf ya kelamaan nunggu..” Sapa ku pada Mas Teguh.
“gak apa-apa nanda, ga lama kok... ini?” Jawab Mas Teguh
sekaligus bertanya mengarah ke Andy.
“oh Andy, teman kerja Ananda, 1 ruangan.” Jawab Andy sambil
menyodorkan tangan untuk berjabat.
“oh ok, salam kenal saya Teguh, Tunangan Ananda.” Jawab Mas
Teguh dengan menyambut jabatan tangan Andy.
“kalo gitu, kita mau kemana nih mas?” Tanya ku.
“Kamu mau makan apa Nanda?” Tanya Mas Teguh padaku.
“kali ini aku lagi pingin junkfood, KFC?” jawabku tersenyum.
“ok KFC kalibata aja ya...” Balas Mas Teguh.
“Aku ikutin dari belakang ya, Mas mobilnya parkir dimana?”
Tanya Andy.
“saya naik Vespa, saya parkir diluar, gak apa-apa kan Nanda?”
jawab Mas Teguh.
“iya gak apa-apa, tapi aku ga punya helm.” Sahutku.
“tenang aku sudah bawa helm untuk kamu.” Mas Teguh sambil
menunjuk kearah sofa di lobby yang terletak 2 buah helm retro.
Ok tidak lama kami langsung bergegas, aku langsung memakai
helmnya dengan bantuan Mas Teguh tentunya.
Aku dan Mas Teguh menaiki Vespa berwarna Biru Muda, dan Andy
mengikuti kami dari belakang.
Aku merasa canggung karena ini pertama kalinya, aku naik Vespa
bersama dengan Pria selain Om ku.
Ada yang berbeda dengan Mas Teguh, dia tidak malu dengan apa
yang dia miliki, dia amat bangga dengan hobby nya, dan aku perlahan mulai
tertarik dengan sikap nya.
Apakah aku begitu mudah tersentuh? atau jatuh hati? Tidak,
aku mencoba berdamai dengan keadaan. Aku mencoba untuk mencari sisi positif
dari Mas Teguh.
Atau sebenarnya aku memang tidak pernah jatuh cinta dengan
Andy? Sehingga mudah bagiku untuk tertarik dengan orang lain?
Tunggu, aku tidak mau terjebak dengan situasi seperti ini. Aku
harus menentukan sikap. Mana yang akan ku pilih. Sebelum terlambat. Tapi hal
yang sulit kulakukan adalah jika pilihanku bukan Mas Teguh, bagaimana cara ku
__ADS_1
meyakinkan orang tuaku bahwa pilihaku itu adalah yang terbaik.