Aku Ibu

Aku Ibu
Harapanku Kamu lah Yang Terbaik


__ADS_3

Assalamualaikum teman2 pembaca...


JANGAN LUPA VOTENYA YE DEARS


❤️❤️❤️******I love You teman2******❤️❤️❤️


---- Ananda Bestari ----


Aku sadar betul dengan apa yang karasakan, aku berkali –


kali meyakinkan hati ku. Dan tetap pilihan orang tuaku adalah yang terbaik. Aku


akan mencoba menjalaninya dengan sepenuh hatiku.


--- Kalibata Mall ---


Setibanya kami di Mall kami langsung masuk ke gerai KFC dan


memilih untuk duduk diluar. Aku yang mengantre untuk pemesanan, Mas Teguh dan


Andy duduk diluar dan aku melihat mereka berdua dari dinding kaca. Mereka terlihat


mengobrol serius sambil merokok, aku merasa ingin tahu apa yang mereka bicarakan.


Tapi aku menahan rasa ingin tahu itu, toh nanti pasti Andy akan


menceritakannya.


Hampir 20menit mngantre, akhirnya giliranku tiba untuk


memesan. Aku memesan 1 Bucket Ayam Goreng dengan kentang dan 3 Gelas Pepsi yang


large. Setelah pesanan sudah ku bayar, aku langsung menuju tempat Mas Teguh dan


Andy duduk.


“maaf ya, lama... sudah langganan antre di KFC sini mah...”


Ucapku sambil menaruh Gelas Pepsi di hadapan mereka.


“ga apa-apa Nda...” Jawab Mas Teguh sambil tersenyum.


“mari makan...” sela Andy sambil mengambil 1 potong Ayam.


Kami pun makan dengan lahap. Tapi mataku tidak berhenti


menatap Mas Teguh dan Andy, seolah aku memberi mereka kode untuk memulai cerita


terlebih dahulu. Aku ingin tahu apa yang tadi mereka bicarakan.


“Nda, aku udah ngomong sama Mas Teguh tentang hubungan kita.”


Tiba-tiba Andy menyela makan kami.


Aku pun seketika berhenti mengunyah dan langsung meneguk


Pepsi didepanku. Aku terkejut, panik dan bingung, lebih tepatnya penasaran


dengan apa yang mereka bicarakan.


“Aku bilang kalo kamu itu sahabat aku dan aku menyukaimu. Lalu


aku juga bilang kalo memang Mas Teguh hanya main-main denganmu, aku tidak segan


untuk merebutmu darinya.” Sambung Andy.


“tenang saja, saya akan menjaga Ananda dengan baik, aku akan


menyayangi dan mencintai segala kelebihan maupun kekurangannya. Ini adalah


janjiku didepan sahabatmu Nda...” Balas Mas Teguh.


Aku terdiam dan bingung harus berkata apa.

__ADS_1


“kamu pasti bingung ya? Nda, aku menepati janji ku semalam. Aku


akan senang dan bahagia, jika kamu bahagia. Dan itu akan selamanya begitu Nda.”


Ucap Andy sambil menatapku dengan lembut.


Tidak lama Andy langsung berdiri bergegas untuk pulang.


“Nda, Mas Saya pulang duluan ya... tolong jaga Ananda, aku


serahkan Ananda pada Mas... Agar hidupnya menjadi lebih baik dan terarah.


Assalamualaikum...” Pamit Andy.


Dia tersenyum padaku, tanpa memberiku kesempatan  untuk mengatakan apapun Andy langsung pergi. Entah


apa yang kurasakan saat ini, aku merasa hatiku tersaat melihat punggungnya dari


belakang dan perlahan menghilang. Tanpa kusadari mataku mulai berkaca-kaca, aku


langsung memalingkan padanganku dari Mas Teguh.


“Mas, aku ke toilet dulu ya...” Aku izin pada mas Teguh dan


langsung berlari menuju toilet.


Aku melihat kekaca yang ada ditoilet, dan aku menghapus air


mataku yang berjatuhan. Aku merasa sangat sedih, seolah Andy akan pergi


minggalkanku selamanya. Singkat memang waktu ku bersama Andy, tapi aku merasa


kehangatan hatinya, sekaligus aku merasa bersalah padanya. Seperti ada luka


kecil didalam hatiku ketika aku melihat Andy tadi pergi meninggalkanku.


Tapi, aku juga tidak mau membuat Mas Teguh kecewa. Aku bergegas


meninggalkan toilet dan menghampiri Mas Teguh lagi.


merokok dan memainkan handphone nya. Aku bingung bagaimana harus menghadapi


nya, jika ada pertanyaan bagaimana aku harus menjawabnya.


“Maaf ya Mas... aku lama ya...” Sambutku pada Mas Teguh.


“Ngga apa-apa Nda, kamu sudah selesai makannya?” Tanya Mas


Teguh.


Aku hanya menganggukan kepalaku dan tersenyum.


“Suka Duren ga? Makan Duren yuk?” Sambung Mas Teguh menawarkanku.


“Mas, doyan duren? Ayuk, aku suka banget duren,,,” Jawabku


riang.


Aku dan Mas Teguh meninggalkan Mall, menuju warung Duren


dipinggir jalan Kalibata. Kami memesan 1 Duren Montong, dan langsung duduk di


bale yang memang disediakan untuk pengunjung yang mau makan di tempat.


Aku mencoba untuk mengakrabkan diri dengan Mas Teguh agar


suasana tidak begitu canggung.


“Mas, nanti acara pernikahannya gimana?” tanyaku langsung


pada Mas Teguh.


“ya kita laksanakan sederhana saja, kamu ga apa-apa kan?”

__ADS_1


Tanya Mas Teguh padaku.


“iya Mas, aku juga ga mau yang mewah, cukup nikah KUA terus


kita makan-makan bersama keluarga. Itu cukup.” Jawabku.


“Nda, aku hanya mau bilang bahwa, yang kaya adalah orang tua


ku, bukan aku. Tapi aku janji tidak akan pernah menyengsarakan kamu. Aku akan


berusaha sekuat tenaga ku untuk membahagiakanmu.” Ucap Mas Teguh sambil


menatapku.


“iya mas...” jawabku.


“aku hanya bisa melangsungkan pernikahan yang sesuai dengan


budget ku. Dari uang tabunganku. Dan besok akan ku berikan ke kamu uangnya,


agar kamu yang mengaturnya.” Sambung Mas Teguh.


“loh kok kasih ke aku sih uangnya...” Jawabku bingung.


“iya biar kamu yang atur, mau pernikahan seperti apa. Setiap


wanita pasti punya impian pernikahannya akan seperti apa kan? Jadi kamu bisa


atur harus dimana, makananya apa... dan... aku siap kok mengantar kamu kemana


aja, tinggal kamu telpon aku ya...” Ucap Mas Teguh sambil mengelus tanganku.


“Iya Mas, terima kasih kalo Mas sudah mempercayakanku untuk


mengurus semuanya.” Aku menjawab sambil tersenyum.


“Yasudah ini sudah jam 11 malem, Mas antar kamu pulang ya


Nda.” Ajak Mas Teguh sambil mengambil Helm.


“bang, ini tolong sisanya dibungkus ya...” Ucap Mas Teguh


sambil memberikan sisa Duren kepada penjualnya.


Setelah Duren sudah siap di bawa pulang, kami pun


meninggalkan warung itu. Di atas Vespa, pertama kalinya Mas Teguh menarik


Tanganku untuk memeluknya.


“pegangan ya Nda, Aku takut kamu terjatuh.” Ucap Mas Teguh.


Aku pun memeluknya dari belakang, meski masih ada jarak. Dan


Mas Teguh pun mengendarai dengan sangat hati-hati. Perjalanan sekitar 20menit


dari Kalibata menuju rumahku. Dan aku sudah sampai ke depan rumah.


“Nda, sudah sampai... maaf ya Mas ga masuk, takut mengganggu


yang didalam.” Mas Teguh sambil tersenyum dan mengambil helm dariku.


“makasih ya mas, sudah diantar pulang... iya gak apa-apa...


mas langsung pulang ya...karena ini sudah malam dan besok masih harus bekerja.”


Jawabku tersenyum.


Saat mau masuk kedalam gerbang rumah aku masih memperhatikan


Mas Teguh sampai dia benar-benar menghilang dari pandanganku. Aku masuk kedalam


rumah dengan perasaaan yang campur aduk.

__ADS_1


Aku harap ini adalah yang terbaik.


__ADS_2