
Assalamualaikum teman2 pembaca...
JANGAN LUPA VOTENYA YE DEARS
❤️❤️❤️******I love You teman2******❤️❤️❤️
---- Ananda Bestari ----
Aku sadar betul dengan apa yang karasakan, aku berkali –
kali meyakinkan hati ku. Dan tetap pilihan orang tuaku adalah yang terbaik. Aku
akan mencoba menjalaninya dengan sepenuh hatiku.
--- Kalibata Mall ---
Setibanya kami di Mall kami langsung masuk ke gerai KFC dan
memilih untuk duduk diluar. Aku yang mengantre untuk pemesanan, Mas Teguh dan
Andy duduk diluar dan aku melihat mereka berdua dari dinding kaca. Mereka terlihat
mengobrol serius sambil merokok, aku merasa ingin tahu apa yang mereka bicarakan.
Tapi aku menahan rasa ingin tahu itu, toh nanti pasti Andy akan
menceritakannya.
Hampir 20menit mngantre, akhirnya giliranku tiba untuk
memesan. Aku memesan 1 Bucket Ayam Goreng dengan kentang dan 3 Gelas Pepsi yang
large. Setelah pesanan sudah ku bayar, aku langsung menuju tempat Mas Teguh dan
Andy duduk.
“maaf ya, lama... sudah langganan antre di KFC sini mah...”
Ucapku sambil menaruh Gelas Pepsi di hadapan mereka.
“ga apa-apa Nda...” Jawab Mas Teguh sambil tersenyum.
“mari makan...” sela Andy sambil mengambil 1 potong Ayam.
Kami pun makan dengan lahap. Tapi mataku tidak berhenti
menatap Mas Teguh dan Andy, seolah aku memberi mereka kode untuk memulai cerita
terlebih dahulu. Aku ingin tahu apa yang tadi mereka bicarakan.
“Nda, aku udah ngomong sama Mas Teguh tentang hubungan kita.”
Tiba-tiba Andy menyela makan kami.
Aku pun seketika berhenti mengunyah dan langsung meneguk
Pepsi didepanku. Aku terkejut, panik dan bingung, lebih tepatnya penasaran
dengan apa yang mereka bicarakan.
“Aku bilang kalo kamu itu sahabat aku dan aku menyukaimu. Lalu
aku juga bilang kalo memang Mas Teguh hanya main-main denganmu, aku tidak segan
untuk merebutmu darinya.” Sambung Andy.
“tenang saja, saya akan menjaga Ananda dengan baik, aku akan
menyayangi dan mencintai segala kelebihan maupun kekurangannya. Ini adalah
janjiku didepan sahabatmu Nda...” Balas Mas Teguh.
Aku terdiam dan bingung harus berkata apa.
__ADS_1
“kamu pasti bingung ya? Nda, aku menepati janji ku semalam. Aku
akan senang dan bahagia, jika kamu bahagia. Dan itu akan selamanya begitu Nda.”
Ucap Andy sambil menatapku dengan lembut.
Tidak lama Andy langsung berdiri bergegas untuk pulang.
“Nda, Mas Saya pulang duluan ya... tolong jaga Ananda, aku
serahkan Ananda pada Mas... Agar hidupnya menjadi lebih baik dan terarah.
Assalamualaikum...” Pamit Andy.
Dia tersenyum padaku, tanpa memberiku kesempatan untuk mengatakan apapun Andy langsung pergi. Entah
apa yang kurasakan saat ini, aku merasa hatiku tersaat melihat punggungnya dari
belakang dan perlahan menghilang. Tanpa kusadari mataku mulai berkaca-kaca, aku
langsung memalingkan padanganku dari Mas Teguh.
“Mas, aku ke toilet dulu ya...” Aku izin pada mas Teguh dan
langsung berlari menuju toilet.
Aku melihat kekaca yang ada ditoilet, dan aku menghapus air
mataku yang berjatuhan. Aku merasa sangat sedih, seolah Andy akan pergi
minggalkanku selamanya. Singkat memang waktu ku bersama Andy, tapi aku merasa
kehangatan hatinya, sekaligus aku merasa bersalah padanya. Seperti ada luka
kecil didalam hatiku ketika aku melihat Andy tadi pergi meninggalkanku.
Tapi, aku juga tidak mau membuat Mas Teguh kecewa. Aku bergegas
meninggalkan toilet dan menghampiri Mas Teguh lagi.
merokok dan memainkan handphone nya. Aku bingung bagaimana harus menghadapi
nya, jika ada pertanyaan bagaimana aku harus menjawabnya.
“Maaf ya Mas... aku lama ya...” Sambutku pada Mas Teguh.
“Ngga apa-apa Nda, kamu sudah selesai makannya?” Tanya Mas
Teguh.
Aku hanya menganggukan kepalaku dan tersenyum.
“Suka Duren ga? Makan Duren yuk?” Sambung Mas Teguh menawarkanku.
“Mas, doyan duren? Ayuk, aku suka banget duren,,,” Jawabku
riang.
Aku dan Mas Teguh meninggalkan Mall, menuju warung Duren
dipinggir jalan Kalibata. Kami memesan 1 Duren Montong, dan langsung duduk di
bale yang memang disediakan untuk pengunjung yang mau makan di tempat.
Aku mencoba untuk mengakrabkan diri dengan Mas Teguh agar
suasana tidak begitu canggung.
“Mas, nanti acara pernikahannya gimana?” tanyaku langsung
pada Mas Teguh.
“ya kita laksanakan sederhana saja, kamu ga apa-apa kan?”
__ADS_1
Tanya Mas Teguh padaku.
“iya Mas, aku juga ga mau yang mewah, cukup nikah KUA terus
kita makan-makan bersama keluarga. Itu cukup.” Jawabku.
“Nda, aku hanya mau bilang bahwa, yang kaya adalah orang tua
ku, bukan aku. Tapi aku janji tidak akan pernah menyengsarakan kamu. Aku akan
berusaha sekuat tenaga ku untuk membahagiakanmu.” Ucap Mas Teguh sambil
menatapku.
“iya mas...” jawabku.
“aku hanya bisa melangsungkan pernikahan yang sesuai dengan
budget ku. Dari uang tabunganku. Dan besok akan ku berikan ke kamu uangnya,
agar kamu yang mengaturnya.” Sambung Mas Teguh.
“loh kok kasih ke aku sih uangnya...” Jawabku bingung.
“iya biar kamu yang atur, mau pernikahan seperti apa. Setiap
wanita pasti punya impian pernikahannya akan seperti apa kan? Jadi kamu bisa
atur harus dimana, makananya apa... dan... aku siap kok mengantar kamu kemana
aja, tinggal kamu telpon aku ya...” Ucap Mas Teguh sambil mengelus tanganku.
“Iya Mas, terima kasih kalo Mas sudah mempercayakanku untuk
mengurus semuanya.” Aku menjawab sambil tersenyum.
“Yasudah ini sudah jam 11 malem, Mas antar kamu pulang ya
Nda.” Ajak Mas Teguh sambil mengambil Helm.
“bang, ini tolong sisanya dibungkus ya...” Ucap Mas Teguh
sambil memberikan sisa Duren kepada penjualnya.
Setelah Duren sudah siap di bawa pulang, kami pun
meninggalkan warung itu. Di atas Vespa, pertama kalinya Mas Teguh menarik
Tanganku untuk memeluknya.
“pegangan ya Nda, Aku takut kamu terjatuh.” Ucap Mas Teguh.
Aku pun memeluknya dari belakang, meski masih ada jarak. Dan
Mas Teguh pun mengendarai dengan sangat hati-hati. Perjalanan sekitar 20menit
dari Kalibata menuju rumahku. Dan aku sudah sampai ke depan rumah.
“Nda, sudah sampai... maaf ya Mas ga masuk, takut mengganggu
yang didalam.” Mas Teguh sambil tersenyum dan mengambil helm dariku.
“makasih ya mas, sudah diantar pulang... iya gak apa-apa...
mas langsung pulang ya...karena ini sudah malam dan besok masih harus bekerja.”
Jawabku tersenyum.
Saat mau masuk kedalam gerbang rumah aku masih memperhatikan
Mas Teguh sampai dia benar-benar menghilang dari pandanganku. Aku masuk kedalam
rumah dengan perasaaan yang campur aduk.
__ADS_1
Aku harap ini adalah yang terbaik.