Aku Ibu

Aku Ibu
Kisah Lama Menjadi Baru


__ADS_3

Assalamualaikum teman2 pembaca...


JANGAN LUPA VOTENYA YE DEARS


❤️❤️❤️***I love You teman2***❤️❤️❤️


---- Ananda Bestari ----


Aku sangat penasaran dengan isi Bingkisan kecil berwana pink


ini. Tapi, aku merasa mungkin belum waktunya aku membuka isinya. Karena aku


takut akan memberikan harapan pada Andy, dan mungkin akan menyakitinya.


Rasa penasaran ini sangat menggangguku. Aku sangat yakin


didalam lubuk hati terdalamku, pasti ada sedikit rasa bahagia. Disaat sedang


mencoba untuk move on, ada seseorang yang akan menemaniku melewati masa-masa


tersulit untuk melupakan Cinta yang lalu.


“sebenernya Andy siapa kak? Calon pacar? Apa udah jadi


pacar?” Laras yang tiba-tiba masuk ke kamarku dan langsung tidur dikasurku.


Aku sontak menyembunyikan bingkisan pink dari Andy.


“ngapain lu? Masuk kekamar seenaknya.” Sahutku.


“Ya gue penasaran kak… kalo menurut gue Andy ganteng… keren…”


balas Lani.


“tau ah… udah keluar sono… gue mau tidur” ucapku sambil


Menarik Lani bangun dari tempat tidur.


Setelah Lani keluar aku kembali mengeluarkan bingkisan pink


itu dari dalam laci meja kerjaku. Dan mulai membukanya. Aku membuka dengan


perasaan yang tidak karuan, ada sedikit harapan namun berampur dengan rasa


takut. Setelah aku buka dan aku sungguh terkejut melihat isinya. Di dalam kotak


perhiasan berbentuk kotak berwarna merah. Di atas kotak itu ada note kecil yang


bertuliskan,


Ananda,


Mungkin ini gila…


Tapi, I LOVE YOU.


Jika kamu menerima cintaku, tolong segera hubungi aku.


Tapi jika kamu tidak mau menerimanya kamu tidak perlu


menghubungiku.


Setelah ku baca, ku segera membuka kotak tersebut dan cepat-cepat


ingin tahu apa isinya. Sudah seperti yang kuduga, isinya 1 set perhiasan. 1


cincin dan kalung dengan liontin yang bertuliskan “Nanda”. Hatiku semakin


bercampur aduk, otakku mulai berputar dan bekerja sangat berat untuk


memerintahkan tubuhku  melakukan sesuatu.


---- BBM ----


23.00 WIB


Me         : Assalamualaikum, Ndy.


Me         : sudah tidur kah?

__ADS_1


Me         : gw udh buka bingkisannya, dan udah baca note nya.


Me         : gw bingung Ndy.


Me         : gw takut nyakitin lu, tapi gw juga seneng bisa deket sama lu.


Cukup lama Andy tidak membaca pesanku. Sekarang sudah


setengah jam sejak aku mengirim pesan itu, tapi belum juga dapat balasan dari


Andy. Aku mencoba berpikir positive, mungkin dia sudah tidur.


Aku juga mencoba untuk tertidur, karena hari ini cukup


melelahkan. Setelah dari PIM aku harus mengantar Andy pulang di daerah Beji,


Depok. Lalu kembali kerumah. Aku mencoba memejamkan mata, balik kanan-kiri,


,mencari posisi yang enak untuk terlelap. Namun, tetap mataku tidak bias terpejam.


Sangat melekat di pikiranku, saat Andy menggenggam tanganku, saat dia berbisik


di telingaku dan saat aku membaca isi pesan di bingkisan kecil itu.


Aku melihat lagi handphoneku, sudah jam 00.15 WIB, dan aku


melihat ada pesan dari Andy. Aku langsung terduduk, dan melihat handphone ku


dengan penuh rasa cemas.


Ya Allah, akan kah ku siap dengan apa yang akan Andy katakan?


Apa mungkin jika ini jalan yang engkau tunjukan untukku menjadi wanita yang lebih baik,


Maka mudahkanlah kami.


---- BBM ----


00.01   WIB


Andy     : Waalaikumusalam, Nda,


Andy     : knp kamu harus takut Nda? Aku akan terima kamu apa adanya, dengan segala kondisi kamu


sekarang.


Andy     : jujur, aku menyukaimu sudah sejak SMA Nda, kalung itu aku buat saat aku akan lulus dari


SMA.


Andy     : dan saat itu ingin kuberikan padamu, tapi aku takut.


Andy     : perasaan ini sudah lama, dan aku hanya menyimpannya hanya untukmu, Nda.


Andy     : minggu siang, aku jemput ya? Kita makan diluar.


Aku membacanya perlahan, dan berulang-ulang.


“aku harus jawab apa nih?” ucapku sendiri.


Tanganku seperti bergerak sendiri tanpa ada yang


memerintahkan atau otakku dan saraf-saraf tangaku tidak bekerja sama dengan


baik?


00.15 WIB


Me         : ok, besok setelah Zuhur gw tunggu dirumah ya.


Andy     : Alhamdulillah, besok aku jemput ya Nda. Sekarang kamu tidur ya.


Me         : good night. Bye.


Andy     : Have a nice dream honey. C u tomorrow *˂*3


What? Apa yang ku tulis? Apa-apan ini? Ga mungkin otakku


sudah berfungsi dengan baik, sehingga salah memerintahkan jari untuk menulis

__ADS_1


seperti ini. Tunggu atau jariku bergerak berdasarkan perintah hati?


Sudahlah, aku berpikir untuk jalani saja besok, lihat


bagaimana besok. Aku pusing. Aku terlalu banyak pertimbangan, yang mungkin akan


membuat diriku repot sendiri. Saat ini aku ingin menikmati nya saja. Aku ingin


mencoba menjalani hidup yang baru. Mungkin ini lah cara yang terbaik untuk


melupakamu, Fandi.


---- Minggu Siang ----


Karena aku baru bias tertidur jam 4 pagi, aku baru


terbangung jam 11.45 WIB. Aku mendengar lirih suara Andy, ah… mungkin aku hanya


karena sedang memikirkannya, sehingga aku berhalusinasi mendengar suaranya. Lalu,


aku bergegas mandi dan akan Sholat Zuhur baru berdandan bersiap untuk menunggu


Andy yang akan menjemputku nanti.


----BBM ----


12.28 WIB


Me         : Assalamualaikum, Ndi.


Me         : gw udah rapih ya. Udah siap berangkat.


Andy     : Waalaikumsalam, Nda.


Andy     : yaudah, aku juga baru selesai solat sama Ayah dan Akung.


Me         : ok. Ditunggu.


Andy     : loh aku yang sudah nunggu kamu ini.


Andy     : keluar dong, aku sudah nunggu kamu dari tadi ni.


Hah? Maksudnya? Aku tertegun, Andy sudah dirumah? Dan suara


tadi bukan Karena halusinasi ku? Suara tadi benar suara Andy dan Akung yang


sedang ngobrol? Kejutan apalagi ini?


Aku langsung keluar dari kamar, langsung keruang keluarga. Benar


saja aku melihat Andy, Lani, Ibu dan Ayah yang sedang menonton TV bersama


sambil tertawa. Andy pun langsung tersenyum saat melihatku keluar dari kamar


yang letaknya tepat di samping ruang keluarga.


“udah yuk langsung jalan…” Ucapku sambil berjalan menuju kamar Akung.


“ bu, pak, Lan, aku jalan dulu ya sama Ananda, insyaallah ga


sampe larut malam…” pamit Andy pada Ayah ibuku dan Lani.


“iya, hati-hati ya…” jawab Ayahku.


Andy pun langsung berdiri dan mencium tangan Ayah ibu. Dan dia


berjalan menuju kekamar Akung yang aku sudah lebih dulu ada disitu untuk pamit


pergi.


“Kung, Nda pergi dulu ya… ga malem-malem ya pulangnya.” Pamitku


pada akung sambil mencium tangannya.


Dan Andy pun ikut berpamitan.


Saat keluar rumah Andy menggandeng tanganku lagi sampai


menuju mobil. Dan dalam perjalanan kami hanya terdiam dan sesekali saling

__ADS_1


memandang.


__ADS_2