Aku Ibu

Aku Ibu
Aku Menunggu Pesan dari Mu


__ADS_3

Assalamualaikum teman2 pembaca...


Aku senang sekali... ternyata cerita “Aku Ibu” sudah mulai digemari teman2 pembaca❤️❤️❤️


—Cerita “Aku Ibu” ini based oN true Story


...Aku bakalan sedih banget kalo ada diantara kalian yang plagiat/meniru kisah “Aku Ibu”...😭😭😭


—Teman setelah baca kasih aku bintang ya


— Dukung aku juga dengan kasih vote nya


— Dan tolong di share ya ke Medsos Teman2 biar Aku makin semangat numpahin isi pengalaman hidupku di kisah ini.


🥰🥰🥰Terima Kasih ya dears🥰🥰🥰


❤️❤️❤️I love You teman2❤️❤️❤️


\-\-\-\-**Ananda Bestari**\-\-\-


Hari pertama ku ini memuatku benar-benar hanyut. Aku lupa melihat


Handphone seharian ini.


17.45 WIB


“Nda, pulang naik apa?” tanya Elly padaku sambil membereskan tasnya.


“Aku masih belum tau, mungkin naik TJ mba...” jawabku


“Bareng Andy yuk, be te we jangan panggil mba ah... panggil Elly aja”


sahutnya sambil melihat ke arah Andy yang sedang mematikan komputernya.


“Gw juga ikut ya Ndi, Motor gw lagi ngadat...” sela Wisnu sambil


berjalan kearah Andy.


“Yawdah buru, emang rumahnya daerah mana?” Tanya Andi sambil melihat


ku tegas.


“Jagakarsa, kalo tau setu babakan, ga jauh dari situ” Jawabku sambil


membalas tatapan nya yang tegas.


“yawdah buruan...” jawab Andi singkat sambil berjalan keluar ruangan.


Kami bertiga pun ikut berjalan di belakang Andy yang sudah jalan


terlebih dahulu. Saat di depan lift yang tidak terlalu lama, Andy sesekali


melihat kearahku. Aku dibuatnya salah tingkah, dalam hatiku apakah ada yang


salah denganku? Berkali-kali membuatku menyisir rambutku dengan jari.


“kalo Aku memang suka bareng Andy sampe stasiun Tebet.” Ucap Elly.


“Stasiun? Emang rumah kamu dimana Ly?” jawabku.


“Rumahku di Duri, lebih enak naik kereta. Kalo ga bareng Andy ya


Wisnu.” Sahutnya.


“kalo kamu Wis, rumahnya dimana?” tanyaku pada Wisnu sambil masuk


kedalam lift.


“gw mah deket, anak tebet gitu loh...” jawab Wisnu sambil tersenyum.


“kalo Andy?” tanyaku sambil mengarahkan pandanganku pada Andy.


Dan... Andy hanya diam seolah tidak mendengar pertanyaanku. Kami pun


masuk ke BS3, tempat Andy memarkir mobilnya.


Saat kami bertiga hendak masuk Elly dan Wisnu langsung menempati


posisi di kursi belakang. Aku pun hanya celingak-celinguk melihatnya, Andy


langsung memberi kode dengan anggukan kepalanya agar aku segera masuk ke mobil

__ADS_1


di posisi penumpang depan. Aku pun menurutinya seolah aku paham dengan kode


yang dia berikan.


Didalam mobil Sedan hitam ini, kami hanya diam sambil mendengarkan


radio Prambors yang di nyalakan Andy sedari tadi.


Aku juga hanya  membaca pesan


BBM yang sejak pagi tadi belum kulihat.


Isi Pesan BBM


---- ***From Riri ***------


08.45 WIB


Riri : Selamat hari lahir... sehat terus, jangan keseringan stress...


cepet move on


Riri : Jangan lupa traktiran cuy.


18.15 WIB


Me : Makasih yak...


Me : Amin


Me : iya minggu kita makan stik


---- From Nadia -----


09.10 WIB


Nadia : Ananda, selamat ulang tahun ya...


Nadia : Semoga u selalu dalam lindungan Allah


18.17 WIB


Me : Aamiin... Doa yang sama untuk kamuh.


Dan ada beberapa BBM dari teman-teman yang lain yang isinya ucapan


selamat ulang tahun serta doa yang baik untukku. Tapi dari semua pesan yang


ada, tidak ada satupun pesan dari Fandi. Kenapa? Apa dia sudah tidak ingin


menghubungiku? Atau dia sudah mulai bisa melupakanku?


Apa aku terlalu egois untuk berharap dia masih memikirkanku.


Setelah mengantar Elly dan Wisnu, di mobil hanya ada aku dan Andy. Suasana


jadi semakin canggung, ini adalah hari pertama kami bertemu, tapi sudah bisa


sedakat ini. Dia mau mengantarku pulang.


“laper ga?” tanya Andy santai.


“Lumayan....” jawabku singkat.


“di kalibata ada pecel lele enak. Traktir gue...” pinta nya dengan


wajah yang datar.


“oh, ok...” jawabku santai sambil melihat keluar dari kaca sebelah


kiriku.


Dan di tengah kemacetan ini, aku dan Andy hanya saling diam. Aku malas


untuk memulai pembicaraan terlebih dahulu. Aku takut dia berpikir aku sok kenal


sok dekat. Jadi, aku lebih baik diam dan menikmari kemacetan ini.


Perjalanan dari tebet menuju kalibata cukup memakan waktu di tengah


kemacetan ini. Sekarang sudah pukul 19.00 WIB dan kita baru sampai di depan

__ADS_1


Taman Makam Pahlawan.


“ayok...” Ajak Andy.


Aku tidak menjawab dan langsung keluar dari mobil mengikuti langkahnya


dari belakang menuju warung tenda dan langsung duduk di meja panjang, membaca


menu.


“Lele apa ayam?” tanya Andy sambil menlihat-lihat menu.


“lele aja, nasinya uduk setengah. Kasih lalapan yang banyak” jawabku


sambil membuka air mineral yang ada di meja tersebut.


“ok.” Jawab Andy singkat.


Dia langsung berdiri dan memesankan makanan untuk kami santap malam


itu.


Sambil menunggu pesanan datang, kami hanya sesekali saling pandang.


Andy lebih sering melihat layal Handphone nya dan aku mencoba untuk terlihat


santai dengan memperhatikan proses pesanan kami dibuat.  Saat itu adalah suasana tercanggung yang


pernah aku alami, aku merasa sangat salah tingkah. Ini adalah kali pertama aku


bersama orang sedingin ini.


Syukurlah makanan kami tiba, aku langsung segera memakannya.


Setelah selasai menyantap makanan kami, kami langsung bergegas untuk


siap melanjutkan perjalanan pulang.


“lu yang bayar kan... gw tunggu mobil” ucap Andy dan dia langsung


berjalan keluar menuju mobil.


“ish... ada yah orang model begitu...sabar...sabar...” gumamku sendiri


sambil mengeluarkan dompet didalam tasku.


---- di dalam mobil ----


“gue turunin lu dimana? Di setu nya? Di depan jalan?komplek? ga perlu


gue anter sampe kamar kan?” tanya Andy.


“emang lu arah mana rumahnya?” balas ku dengan tanya.


“ih gue nanya itu jawab dulu...” jawabnya sambil mengerutkan alisnya.


“depan rumah.” Jawabku tanpa berpikir.


“ok, tarifnya impas sama pecel lele tadi ya...” ucap Andy datar.


Setelah percakapan singkat itupun suasana kembali tenang, hanya ada


suara penyiar radio yang sedang bercerita, dan aku menikmatinya.


Tak terasa kini kami sudah berada di dekat Setu Babakan arah ke


rumahku. Andy seperti sudah sangat familiar dengan daerah ini.


“Ndy, kamu turunin depan Alfamart itu aja, ada yang mau kubeli. Dan rumahku


ga jauh masuk kedalam jl. Perikanan itu.” Ucapku sambil mengarahkan Jariku ke


Arah Alfamart didepan kami.


“Ok, beneran gak apa-apa ya gue turunin di sini.” Jawab Andy sambil


memarkirkan mobilnya depan Alfamart.


“iya, gak apa-apa, Makasih ya Andy...” jawabku sambil bersiap keluar


dari mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2