
[Shang, siang ini lu ke rumah Gua ya.! ambil paket yang mau lu kirim ke Medan] pesan WhatsApp dari kakakku.
[Ya Ge, tar sore gua ke situ] ku balas pesan dari aplikasi hijau tersebut.
Jarak rumahku dan rumah Gege tom sekitar dua puluh menit perjalanan.
Namaku Op Shang Malaru, berdarah Chinese dan menetap di bumi Modernland Tangerang.
Anak terakhir dari empat bersaudara, kakak-kakak ku sudah menikah dan sukses dengan usaha-usahanya
Diumur yang ke 24tahun Aku sudah bisa membeli rumah di perumahan Gading Serpong dengan usaha Restoran. Lalu dibelikan mobil oleh kakak laki-laki ku yang nomor tiga. memang diantara ketiga kakakku Dialah yang paling konglomerat. Bahkan aku diminta untuk ikut gabung di perusahaan miliknya yaitu PT. Alexindo finance. Dia menempati jabatan paling tinggi.
[ Sayang, malam ini kita jadi dinner kan?] pesan dari Chenchen pacarku.
[ Maaf sayang, kayaknya batal deh. Gua masih ada urusan] balasku, Aku tahu Dia akan marah tapi masa bodo. terlalu manja!
[Tuh kan, kan kita udah janjian dari kemarin, kok malah batal sih. Aku bilang ke Daddy kalo gitu.!] balasnya mengancam ku
[ Bisa gak sih gak usah mengancam? Please dewasa sedikit, Gua lagi ada urusan pekerjaan dan ini buat masa depan Gua juga] ku tekan tombol send lalu mematikan sambungan data dan melempar handphone ke kasur dan ikut menghempaskan tubuhku kesana.
Alarm berbunyi menunjukkan pukul setengah lima sore, sengaja ku pasang alarm karena dirumah aku hanya tinggal bersama buk Neni, pembantuku. Tak mungkin memintanya membangunkanku di jam-jam tertentu.
Ku hidupkan shower dan mulai membasahi tubuh.
Selesai mandi aku langsung menuju ke rumah Ge tom, kakakku. menggunakan sepeda motor beat.
"Membawa mobil dijam seperti ini tentu akan macet" pikirku.
__ADS_1
Sesampainya di gerbang rumah kakakku tampak seseorang membukakan pintu gerbang. perempuan mengenakan baju terusan dan penutup kepala, atau dalam agama Islam disebut gamis dan jilbab.
"Siapa dia? apa mungkin pembantu baru? tapi kenapa mesti memakai baju begitu memangnya tidak sulit melakukan pekerjaan rumah?" Gumamku.
Setelah menutup pintu gerbang Ia kembali masuk ke rumah, atau ke kamarnya tepatnya. karena Aku mengikutinya dengan alasan ingin ke kamar mandi.
"Om Shang, kita ke mall dulu yuk. Jeff pengen main game di Timezone" ungkap Jeff, anak semata wayang kakakku yang baru berumur enam tahun.
"Pergi sama Mama Ayah Jeff aja deh, Om malas ngajakin Jeff. nangis mulu kalo gak bisa mainin game nya, Om malu lah” jawabku.
"Jeff janji gak nangis lagi, tapi Om ajakin Jeff ya. Please, i want to play in the Timezone" ucapnya memelas dengan gaya lucunya
"Iyadeh, ayok ke mall bareng Om" akhirnya ku turuti keinginannya.
"Itu si mbak ajakin juga, siapa nanti Jeff pengen ke toilet biar diantar mbak Lilis" perintah ci sri, kakak iparku.
Tak lama keluar perempuan yang aku lihat tadi,
ternyata bernama Lilis. Ia sudah berganti warna gamis dan jilbab, mungkin baru selesai mandi. kali ini memakai gamis berwarna cream dan jilbab abu-abu.
"Lis kamu ikut Jeff sama Shang ke mall ya temani Jeff main, nanti kalo Jeff kebelet pipis anterin ke toilet mall" perintah ci sri ke Lilis.
"Iya Bu" balasnya singkat dan menunduk, terlihat Ia sangat pemalu.
"Nih kunci mobilnya Shang" Ge Tom memberikan kunci mobil miliknya karena aku tidak membawa mobil sendiri
Di perjalanan Aku asyik mengobrol dengan Jeff seputar latihan Wushu, les bahasa Inggris dan Cina, serta hobi barunya bermain tiktok.
__ADS_1
Sesekali Jeff mengajak bermain Lilis, terlihat ia tersenyum dengan kelakuan lucu Jeff. Nampak lesung pipinya dan bibirnya yang berwarna pink alami sungguh terlihat cantik alami
Sampai di mall kami langsung menuju ke area bermain anak-anak, Jeff sudah berlari mendahului Aku dan Lilis.
Lilis masih terlihat bingung, bahkan saat akan naik eskalator tampar ragu untuk melangkahkan kakinya. terlihat sangat lucu dan polos.
"Om.! Jeff mau main game Motor GP." ungkap Jeff.
"Oke, tunggu om beli powercard dulu, Jeff tunggu disini sama mbak ya." jawabku.
Aku bergegas menuju kasir untuk membeli powercard
"Nih om udah dapat kartunya." Aku menggesekkan kartu ke tempat yang seharusnya.
Motor mulai bergerak ke kiri ke kanan.
Terlihat dilayar motor lain sudah melaju cukup jauh namun motor milik Jeff ketinggalan
"Gas Jeff, gass..!" teriakku.
Jeff pun menarik gas dan memiringkan motor ke kiri ke kanan mengikuti arah dalam layar
Lilis tampak beberapa kali tertawa melihat tingkah kami.
Namun saat aku sedang memperhatikan dia, ternyata secara bersamaan dia juga menoleh ke arahku.
Kulihat Lilis tampak salah tingkah, Aku pun sama.
__ADS_1