
"Apa-apaan ini, kenapa ada rasa aneh dihati." gumamku. Aku berusaha menguasai suasana kembali agar tak terlihat kikuk oleh Lilis.
"Jeff udahan yuk, kita makan dulu" terlihat wajah Jeff tampak kelelahan setelah satu jam bermain game motor
"Yuk, Jeff mau makan nasi goreng udang Om" pintanya
"Oke, kalau mbak Lilis mau pesan apa?" tanyaku pada Lilis
"Saya sama dengan Jeff pak, nasi goreng udang level sedang" balas Lilis
"Berarti kita bertiga pesan menu sama ya, terus minumnya apa ni?" tanyaku pada keduanya
"Jeff mau jus melon" jawabnya antusias
"Teh manis hangat pak" imbuh Lilis
"Oke tunggu saya pesan dulu"
"Jeff jangan nakal, duduk aja disini jangan ke mana-mana kasihan mbaknya ngikutin Jeff terus" ucapku pada Jeff, lalu menuju kasir tempat para koki menunggu pengunjung memesan menu.
"Iya om" jawabnya
Restoran dalam mall lumayan ramai, karena ini malam minggu banyak muda mudi yang ngedate jadi memesan pun harus antre.
Setelah memesan menu Aku kembali menuju Jeff dan Lilis duduk tadi. tapi tak ku jumpai keduanya
"Kemana mereka? Ku edarkan mata ke seluruh ruangan namun tak terlihat Jeff dan Lilis. Mungkin ke toilet" pikirku
Aku kembali duduk membuka aplikasi hijau dihpku. banyak pesan dari Chenchen yang ngambek akibat aku membatalkan rencana ngedate malam ini
"Biar sajalah, biar dia belajar dewasa. tidak selalu menuntut untuk dituruti segala kemauannya. lagi pula dia bukan anak kecil lagi. sudah berumur 23 tahun" ucapku dalam hati
Chenchen adalah gadis keturunan Mandarin Indonesia, ibunya yang berasal dari Taiwan dan Daddy nya asli Indonesia. Tangerang tepatnya.
__ADS_1
kami tak sengaja bertemu diacara peresmian hotel yang dipegang oleh kakak keduaku.
tentu aku yang awal mendekatinya, karena ku pikir selain cantik ia adalah gadis yang rajin dan pekerja keras.
ternyata perkiraan ku salah, tiap hari waktunya hanya dihabiskan untuk Shopping, ke salon, hura-hura, hanya sesekali mau terlibat di kantor Daddy nya.
Pesanan datang, tapi Jeff dan Lilis belum juga kembali.
"Demi tuhan Yesus.! bukannya Lilis belum terbiasa berada di mall? bahkan tadi sempat takut saat akan melangkahkan kaki ke eskalator?" Aku merutuki kebodohanku yang justru santai tanpa mencari mereka
"Mas tunggu sebentar ya, saya mau ke toilet. jangan mikir saya mau kabur tanpa makan dan membayar pesanan ini" ucapku diselingi bercanda pada karyawan restoran
"Ya baik pak, silahkan" ucapnya ramah
Ku cari mereka ke toilet terdekat,
"kosong.!". batinku
"Ya Tuhan, kemana mereka? apa justru pulang naik gojek?" pikirku menerka-nerka
"Nomor Lilis pun aku tidak punya." decihku.
Akhirnya aku kembali ke restoran berniat membayar pesanan yang bahkan tidak sempat ku makan. hilang sudah rasa lapar.
Setelah memasuki restoran, tampak duduk anak kecil dan seorang gadis yang dari tadi ku cari.
Mereka asyik mengobrol lalu terdiam saat menyadari kehadiran ku.
"Om dari mana sih kok lama banget? perut Jeff keburu keroncongan nih nungguin Om." ungkap Jeff.
"Om keliling nyari Jeff sama mbak, kirain nyasar.! nggak pamit tiba-tiba ngilang." ungkapku menahan kesal.
"Tadi Jeff kebelet pipis, terus minta anterin mbak ke toilet. balik dari toilet Jeff ajak mbak ngikutin Jeff liat robot" ungkapnya.
__ADS_1
"Ya Tuhan, kan tadi Om udah pesan Jeff tunggu dan duduk aja disini jangan kemana-mana. nggak nurut ya sama Om? tadi janjinya gimana pas mau berangkat? Ucapku pada Jeff.
Jeff justru menangis akibat perkataan ku, mungkin karena nada bicaraku yang terlihat ketus. jujur aku pun menyelesali ucapanmu barusan, Lilis pun berusaha menenangkan nya.
"Jeff, kita kesini tujuannya apa?" tanyaku pada Jeff sambil memegang kedua bahunya dan menatap kedua bola mata lucunya.
"Mau happy-happy.." ucapnya sambil sesenggukan.
"Terus kenapa Jeff nangis? Berarti bukan happy-happy dong?" tanyaku.
"Iya Om, i'm sorry please.!" jawabnya meminta maaf.
"No problem Jeff. udah sekarang jangan nangis lagi, yuk makan. keburu dingin nasi goreng nya" jawabku merayu Jeff.
Ia pun akhirnya diam dan makan disuapi oleh Lilis.
"Mbak juga makan, disambi menyuapi Jeff." aku membuka obrolan pada Lilis
"Iya pak." balasnya, kemudian memasukkan sendok berisi nasi goreng ke dalam mulutnya.
"Jangan panggil Aku pak, Aku masih muda. panggil kakak Shang aja" ucapku
Kemudian ia mengangguk.
"Dari mana asalmu mbak?" tanyaku.
"Palembang kak." jawabnya.
"Kok bisa nemu kerjaan disini? berapa umurnya kalo boleh tahu?" tanyaku lagi
"Iya ada teman yang nawarin awalnya, umurku duapuluh satu." jawabnya tetap dengan nada singkat.
"Oke selesaikan makanmu." ku rasa ia masih malu-malu jadi aku tidak ingin membuatnya risih dengan pertanyaan-pertanyaan ku.
__ADS_1