
Aku Rachel Falisya, orang-orang biasa memanggilku Lilis. Bahkan Aku lebih senang dipanggil Lilis dibanding Rachel, ataupun Falisya.
Seperti gadis remaja umumnya, Aku adalah sosok gadis yang ceria, mudah bersosialisasi, dan juga seseorang dengan rasa keingintahuan yang tinggi. Karena bercita-cita menjadi seorang guru bahasa Inggris, Aku banyak belajar apapun mengenai hal itu secara otodidak.
Tahun 2016, Aku lulus dari SMK BLK bandar Lampung. Niatku setelah lulus adalah melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu kuliah di institut teknologi Sumatera atau yang terkenal dengan sebutan ITERA.
Aku memiliki darah campuran Palembang dan Lampung. Ayahku merupakan laki-laki cukup mapan yang bekerja sebagai superintendent dalam pembangunan proyek PT Waskita sedang ibuku bekerja di sebuah perusahaan yang juga sedang tahap pembangunan yaitu PT Pratama Nusantara sakti yang bertempat di perbatasan Lampung dan Palembang. Ibuku menempati bagian supervisor quality control.
Mereka bertemu di acara pernikahan teman ayahku yang memiliki jabatan manager di PT Waskita. Kebetulan ibuku dan beberapa rekannya menjadi perwakilan dari PT Pratama Nusantara sakti yang diundang oleh PT Waskita untuk menghadiri acara pernikahan tersebut.
Setelah menikah, Ayah dan ibuku kembali menjalani LDR karena masa cuti ayah dan ibu sudah habis. Mereka bisa cuti dua bulan sekali selama dua belas hari, ataupun sebulan sekali selama tujuh hari.
Hingga beberapa bulan kemudian, ibu positif hamil anak pertamanya, yaitu Aku sendiri.
Ayah sangat senang dan antusias mendengar kabar kehamilan ibu, dan melarang ibu untuk kembali bekerja. Sehingga ibu memilih resign dari tempatnya bekerja.
Ayah adalah tipikal suami yang baik, tak ketinggalan tiap malam menelefon ibu sekedar untuk menanyakan kabar dan perkembangan si calon bayi.
Ayah dan ibu dari ayahku masih lengkap, sedangkan ibu seorang yatim piatu.
Karena ayah dan ibu ibuku meninggal dunia sejak ibu masih kuliah semester lima. ibuku anak bungsu dari tiga bersaudara, dan kakak-kakak ibuku lah yang kemudian membantu kuliah dan segala kebutuhan ibuku.
Selama Ayah bekerja, ibu merawat aku dan kedua adikku sendiri. Karena orangtua ayahku yang tidak lain adalah kakek nenekku berada di Lampung.
*
__ADS_1
Setelah lulus SMK, baru saja Aku hendak mendaftarkan diri ke kampus ITERA. Aku dikejutkan kabar bahwa ayahku mengalami kecelakaan saat mengawasi pembangunan jalan tol. Hingga membuatnya luka cukup serius.
Ibu yang mendengar kabar itu pun terlihat tampak sangat sedih. mengingat kedua adikku masih sangat kecil. adikku yang paling besar bernama Badskil nur fegia berumur sepuluh tahun dan yang paling kecil bernama Zaara Malika, enam tahun.
Setelah menjalani perawatan intensif selama empat hari, ayahku menghembuskan nafas terakhir. Ayah benar-benar pergi dan kembali ke sang khalik untuk selama-lamanya, meninggalkan istri dan anak-anaknya.
Setelah kepergian ayah kehidupanku mulai tidak baik. Aku sudah tidak pernah lagi ke Lampung untuk melanjutkan pendaftaran kuliah.
Ibu meminta izin padaku untuk kembali bekerja , kebetulan perusahaan PT Pratama Nusantara Sakti sedang mencari supervisor administrasi.
Tentu akan mudah bagi ibuku untuk diterima di perusahaan tersebut mengingat ibuku pernah bekerja disana dengan kemampuan skill ibu yang bagus.
Tapi Aku melarang ibu untuk bekerja mengingat kedua adikku sangat membutuhkan didikan dan kasih sayang seorang ibu. biar Aku saja yang mengalah dan tidak melanjutkan kuliah.
Aku diterima sebagai staf Admin biasa di bagian administrasi.
Gajiku tidak terlalu kecil tapi juga tidak terlalu besar. cukup untuk orang-orang yang mau bersyukur berapa pun rezeki yang Allah berikan.
Mendapat pujian bahwa aku memiliki cara berpikir yang kritis, cerdas, dan ber skill tinggi sering dilontarkan para atasanku setelah melihat cara kerjaku.
Hingga ditahun kedua perusahaan melakukan penyeleksian, yaitu menaikkan jabatan untuk orang-orang yang diyakini memiliki skill tinggi dan mampu naik jabatan menjadi supervisor.
Ada enam belas anggota yang mengikuti tes dan ujian tertulis di ruang khusus, aku adalah salah satunya.
Setelah melewati beberapa tes Akhirnya Aku dan ketiga temanku resmi naik jabatan.
__ADS_1
Semua diumumkan diruang meeting yang dihadiri direksi, beberapa manager, HRD dan beberapa supervisor lainnya.
"Selamat ya Lis, semoga bisa menjalankan tugas dengan baik dan menjadi kepercayaan kami." ungkap mereka padaku.
Aku menjadi satu-satunya supervisor yang berusia muda bahkan tanpa pernah kuliah.
Kabar itupun tidak langsung lama sudah didengar rekan-rekan kerjaku yang lain.
Tak lupa Aku memberi kabar ibu tentang keberhasilan ku naik jabatan.
Tampak dari seberang telepon ibu sangat senang mendengar kabar tersebut.
Aku menjalani pekerjaan baru dengan senang. bahkan tampak beberapa laki-laki single yang memiliki jabatan tinggi mulai mendekatiku.
Tanpa Aku sadari ada beberapa orang yang merasa ter hakimi dan iri oleh potensi dan posisiku diperusahaaan.
Sebut saja namanya Bu Nita, pegawai bagian staff quality control yang kemarin sempat mengikuti tes kenaikan jabatan sama sepertiku. namun ia gagal.
Ku dengar dari beberapa rekan kerjaku ia mulai mencemarkan namaku dengan berita-berita miring yang tidak benar.
Hingga pusatnya saat Aku cuti. Aku memang mengambil jatah cuti selama dua belas hari setelah dua bulan sebelumnya belum pulang.
Ku habiskan waktu untuk liburan bersama ibu dan adik-adikku. Tanpa Aku sadari, ternyata disinilah awal kehancuran ku.
Terimakasih untuk pembaca yang setia membaca cerbung ini☺️
__ADS_1