Aku Masuk Islam Karena Pembantu

Aku Masuk Islam Karena Pembantu
Chen Chen minta putus


__ADS_3

"Masa bodo. Akhirnya bisa keluar dari hubungan yang entah seperti apa ini." batinku.


"Shang.. kamu tega ya giniin Aku!


Aku kira kamu bakal minta maaf dan berusaha pertahanin hubungan kita!


Aku gak mau putus Shang!" ucapnya lagi saat aku sudah sampai di ujung tan


gga.


Aku menoleh ke arahnya, ku lihat ia menangis.


"Pulanglah Chen, maaf aku gak bisa meneruskan hubungan ini. Aku akan menikah dengan gadis lain bulan depan." ucapku ngawur.


"Apa? kamu mau nikah? sama siapa Shang? terus aku gimana? Kamu lupa ya masa-masa yang udah kita lalui bersama?" jawabnya kelabakan.


"Ya kamu nikah sama laki-laki mapanmu" jawabku sambil menutup pintu kamar.


Tak lama ku dengar suara mobil berjalan menuju gerbang.


Ku rebahkan tubuh diubin keramik. bukan berarti Aku tak punya kasur empuk dan nyaman, entahlah Aku justru lebih senang tiduran dilantai. terasa lebih nyaman dan adem.


"Kring.. kring... kring.." telepon rumah berbunyi, suaranya terdengar kecil karena terletak dimeja lantai bawah dekat tangga.


Dengan malas Aku mengakhiri fase rebahan yang baru saja Ku lakukan.


"Hallo, iya Popo paket besok Aku kirim melalui JNE" ternyata nenek yang menelfon, Popo adalah panggilan untuk nenek dalam bahasa Cina.

__ADS_1


Aku kembali berjalan menaiki tangga menuju kamar dan melanjutkan tidur yang tertunda.


~


Aku terbangun saat alarm jam berbunyi.


"Bhip.. bhip... bhip.." alarm terdengar nyaring, menunjukkan pukul enam pagi.


Ku melakukan rutinitas sehari-hari dari mulai mandi, sarapan lalu berangkat ke kantor.


"Buk Neni hari ini gajian ya, nanti setelah pulang kantor sekalian saya ambil uang." ucapku pada buk Neni, pembantuku. Karena ia tak punya buku rekening, maka aku memberinya gaji secara cash.


"Iya Ko, kebetulan besok ada tukang gunting rumput Ko. Ibuk masakin atau beli nasi Padang aja?" tanya Bu Neni.


"Beliin nasi Padang aja, nanti saya pesan gofood pas jam makan siang, ibu masak buat ibu aja saya nggak makan dirumah hari ini." jawabku.


Saat pulang dari mall Aku juga sering membelikannya makanan atau sekedar baju.


Ku pacu mobil dengan kecepatan sedang, Aku tidak suka terburu-buru juga tidak suka terlalu santai dalam hal apa pun.


Tugasku dikantor hari ini adalah membuat iklan lowongan pekerjaan di bidang ekonomi sektor perdagangan.


karena perusahaan sedang membutuhkan manager dan beberapa staff yang sudah berpengalaman, lalu mengadakan pertemuan dengan calon pegawai perusahaan lain yang bersedia bekerja sama dengan perusahaan milik Ge tom, kakakku.


Setelah menemukan tema dan pembahasan yang bagus Aku menuju ke ruangan Ge Tom membawa berkas perkara.


"Nih Ge hasilnya, setuju gak?" ku sodorkan map hitam berisi kertas tersebut.

__ADS_1


Ia langsung melihat data yang ku kerjakan, semoga ia setuju dengan pemikiran ku.


Oke boleh juga. Jadi fix, tugas ini Lu yang urus dan semuanya gua percayakan ke Lu." Ge Tom tampak manggut-manggut, dan jawabannya membuatku lega.


"Yaudah gua mau lanjutin kerjaan." balasku.


"Ya silahkan, oh ya Shang gua minta tolong jam sebelas jemput Jeff sama Lilis ditempat les bahasa Inggris ya.! Mamanya gak bisa jemput, demam." ucap Ge tom saat Aku sudah meraih gagang pintu.


"Iya Ge, selanjutnya apalagi?"


"Sekalian ajak makan siang." jawabnya.


" Kan gua ada meeting sama client Ge jam satu ini," ungkapku.


"Lu anterin ke rumah bentar lah abis makan, cukup waktunya." jawabnya.


"Ya deh gampang." Tak enak jika menolak perintahnya.


Jam setengah sebelas Aku sudah meluncur ke Sekolah Harapan Bangsa(SHB), dengan santainya aku menunggu Jeff dan Lilis ditempat angkringan sembari makan gorengan dan es teh manis.


Hingga jam setengah dua belas tak ada tanda-tanda siswa keluar dari gerbang sekolah, aku pun sudah mulai gelisah mengingat ada jadwal pertemuan dengan client.


Lalu teringat ucapan Ge tom untuk menjemput mereka ditempat les bahasa Inggris.


"Berarti bukan disekolah dong? Astaga..!!!!" Aku menggaruk kepala yang tidak gatal, merutuki kebodohanku. mungkin semua orang diwarung ini akan mentertawakan jika tahu apa yang sudah aku lakukan.


Segera Aku meluncur ke daerah Karawaci menyusul Jeff dan Lilis.

__ADS_1


__ADS_2