
Keesokan paginya Aku kembali ke perantauan setelah berpamitan pada ibu dan keluargaku yang lain. perjalanan menggunakan mobil travel yang sudah disediakan pihak perusahaan, dengan menjemput karyawan dirumahnya masing-masing.
Perjalanan memakan waktu selama tujuh jam didarat, lalu dilanjutkan dengan perjalanan air menggunakan Speedboat selama kurang lebih satu jam.
Ya, karena pabrik gula yang didirikan memang berada ditempat terpencil, daerah rawa-rawa yang masih asli. Banyak hewan liar seperti buaya, babi hutan, monyet, dan banyak jenis burung rawa.
Setelah sampai dermaga, rombonganku yang berjumlah tujuh karyawan menapaki jalan setapak yang tak jauh untuk menuju mes.
"Saya bawain ya Lis, kayaknya kamu keberatan bawa koper ini." Pak Farid sudah mengambil alih koperku. Karena jalan yang sedikit becek aku tidak bisa menyeret koperku dan terpaksa harus mengangkatnya, untung saja ada yang membantuku.
"Eh iya pak, terimakasih."
*
Paginya dikantor Aku disambut sangat antusias oleh berbagai kalangan rekan kerjaku. Tak lupa aku membagikan beberapa bingkisan oleh-oleh yang sudah disiapkan sebelumnya.
Lalu kembali ke kursi dan meja lengkap dengan komputer dan beberapa alat yang lain.
ku dapati segala file dalam komputer ku kosong.
"Kenapa bisa begini? Semua data dalam komputer yang biasa kupakai kosong." batinku.
"Pak apa selama aku cuti ada yang otak-atik komputerku ya?" tanyaku pada rekan yang ruangannya berada di sekitar ruanganku.
Namun semuanya menjawab tidak tahu.
Dengan berat hati aku kembali mengulang mengisi data-data penting dalam komputer yang sempat hilang.
Kuputuskan untuk lembur sampai jam delapan malam. Tentu Aku tidak sendirian dikantor. ada beberapa yang juga lembur dan beberapa orang yang shift dua dan tiga.
"Lembur juga Lis." sapa pak Rafi supervisor General Service.
__ADS_1
"Iya pak, pak Rafi juga lembur?" tanyaku.
"Iya tapi udah selesai" jawabnya.
"Kabarnya kamu melakukan penggelapan uang ya sebelum cuti kemarin?" ungkap pak Rafi.
"Maksudnya gimana pak? saya gak pernah menggelapkan uang. Dan dari mana ada berita seperti itu?" tanyaku.
"Iya memang belum banyak yang tahu, tapi ada beberapa yang melaporkan ke manager bahwa pengeluaran yang dihitung oleh supervisor administrasi tidak sesuai dengan jumlah barang yang kita beli untuk pembangunan proyek." jawabnya.
"Duh kok gak ada yang bilang ke Aku dari kemarin-kemarin ya." ucapku dengan nada gelisah. karena ada pihak yang sengaja memfitnah.
"Kurang tahu ya Lis. Dan kamu pasti bingung kan kenapa semua data file mu di komputer hilang? itu diformat ulang sama supervisor HRD supaya kamu gak menggunakan data lama untuk menipu pengeluaran dan menggelapkan uang lagi." jawab pak Rafi.
Aku semakin kaget bukan kepalang dengan semua yang diucapkan pak Rafi. Tentu saja aku tak seperti yang barusan ia katakan.
"Jadi sebenarnya mana yang benar Lis? kamu bekerja secara jujur atau tidak? jangan mentang-mentang naik jabatan dengan jalur cepat jadi bisa korupsi." ucapnya dengan ekspresi sedikit mengejek.
"Baiklah Aku duluan pulang, semoga kamu memang orang yang jujur. Besok pasti kamu dipanggil ke ruangan pak Hamid." balasnya. pak Hamid adalah manager administrasi.
Dan benar, keesokan paginya setelah jam kerja dimulai Aku dipanggil ke ruangan pak Hamid setelah OB kantor memberitahu.
"Pak." ucapku seraya berdiri didepan manager.
"Duduk Lis." jawabnya.
"Begini Lis, tentu kamu bertanya kenapa file komputer mu kosong?" ungkap manager Hamid.
"Ya pak, bahkan saya sudah dengar gosip miring yang tengah menimpa saya." jawabku.
"Jadi kamu sudah dengar? pihak kami memang sengaja menutupi kejadian ini sebelum adanya bukti. agar tidak terjadi keributan ataupun kesalah pahaman." ucapnya.
__ADS_1
"Jadi begini Lis, saya selaku atasan minta maaf sebesar-besarnya. jika saya akan mengusut tuntas masalah ini. " ungkap pak Hamid setelah menarik dan membuang nafas.
"Pak, saya tidak pernah korupsi sepeserpun dari perusahaan ini. Jadi kalau memang ada tuduhan saya melakukan korupsi harus ada bukti dan bukti transfer dana ke rekening saya." ucapku tegas.
"Baik Lis, saya usahakan berita ini tidak menyebar sebelum terbukti kebenarannya." jawabnya.
"Baik pak, tapi saya rasa kabar itu sudah menyebar dan beberapa pihak sudah tahu. tidak saya permasalahkan. Karena saya memang tidak merasa bersalah." jawabku.
"Untuk sementara waktu Lilis saya istirahatkan. Agar tidak terjadi perbuatan tidak menyenangkan dari rekan kerja yang lain yang mengganggu psikis Lilis. Segera saya hubungi untuk kembali lagi setelah tidak dibuktikan bersalah." ungkap pak Rafi tampak dengan berat hati ia menyampaikan.
Akhirnya Aku kembali ke rumah ibu setelah dua hari sebelumnya berpamitan berangkat.
Tak habis pikir dengan musibah yang menimpaku, disaat derajatku baru saja naik.
Sampai dirumah, Aku menceritakan segalanya pada ibu dengan menangis sesenggukan. Sungguh.! meski Aku terlihat kuat dan tetap tenang dalam setiap kondisi, saat rapuh tentu sangat cengeng.
"Sabar ya Lis, hanya paku yang lurus yang akan terus dipukul." ucap ibuku sambil menenangkan ku.
Seminggu berlalu, Aku kembali mencari pekerjaan baru melalui website lowongan pekerjaan. Tak ingin terlalu berharap untuk bisa kembali ke tempat kerja yang lama.
Setelah mendaftar di banyak perusahaan yang Aku bahkan belum tahu dimana letak perusahaan tersebut, ada salah satu HRD dari perusahaan di Tangerang yang menghubungi bahwa Aku harus segera mengikuti tes.
Aku melamar pekerjaan pada bagian administrasi disana. HRD tersebut memberi tahu bahwa aku harus mengikuti beberapa tes dan mengharuskanku pergi ke Tangerang, Banten.
Awalnya ibu melarangku untuk pergi. Namun dengan segala upaya Aku meyakinkan ibu bahwa aku harus mendapatkan pekerjaan, baru ibu mengizinkan. Tentu dengan setengah hati.
Dari Palembang aku pilih naik kereta api dari stasiun kertapati Palembang menuju stasiun kereta api tanjung karang karena akan berkunjung ke kerabat Mama sebentar. Lalu perjalanan dilanjutkan dengan naik bus tujuan luar pulau.
Aku pilih tempat kos terdekat dari tempat interview. Awalnya aku sangat semangat dan kagum dengan fasilitas di dalam kantor perusahaan tersebut.
Setelah melewati beberapa tes, hatiku jadi ragu.
__ADS_1
Terimakasih sudah setia membaca cerbung ini ☺️