
...Haii haii haiii guyssss๐๐๐๐...
...*Ketemu lagi nihh kita yaa hehehehe...sorry banget ya Author lama update episodenya,...
...gimana udah pada gak sabar kan mau baca kelanjutan AMKK??? Yukk langsung aja gasss baca dong guyss tunggu apalagi๐๐๐*...
...Happy reading๐โค...
To be continue
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
Adrian memacu motornya dengan kecepatan maksimal. Hati dan fikirannya benar benar tak tenang memikirkan keadaan Ariana.
Bahkan dirinya tak mempedulikan keselamatannya sendiri saat berkendara.
Lalu ponsel Adrian berdering,
" Katakan " ujar Adrian singkat.
" Nona muda dibawa ke sebuah club' di jalan xxx Tuan Muda. Mereka baru saja sampai, dan menurut rekan saya ketiga siswi itu juga datang kesana " jelas Niel.
" Awasi gerakan mereka sampai saya datang " titah Adrian.
" Baik Tuan Muda " jawab Niel.
Lalu sambungan telepon diputus oleh Adrian. Memasukkan kembali ponsel ke dalam sakunya dan kembali menyalakan mesin motor, memacu dengan kecepatan tinggi menuju tempat yang Niel beritahukan.
...๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ...
Ariana dan Leo telah sampai di area parkir club' milik sepupu Leo. Dari kejauhan nampak mobil milik Sintia beserta ketiga temannya masuk area yang sama. Tapi Ariana masih tidak menyadari bahaya yang mengancam dirinya.
" Silahkan Princess..." ujar Leo membukakan pintu mobil untuk Ariana dengan sikap romantis.
" Makasih " ujar Ariana lalu keluar dari mobil.
" Ayo masuk sepupu aku udah nunggu di dalam " ajak Leo. Ariana hanya mengangguk dan menuruti apa yang diucapkan Leo.
Mereka memasuki club tersebut. Diikuti oleh Sintia, Agnes, dan Jessi.
Saat memasuki club, suara musik yang kencang terdengar sangat jelas. Bau minuman alkohol pun menguar dimana mana. Ariana merasa tak nyaman dengan tempat seperti ini.
Apalagi kini dirinya masih memakai seragam sekolah. Ditambah dia tidak memberitahu kedua orang tuanya, dan jugaaa Adrian. Bisa marah besar Adrian jika tahu dirinya berada di tempat seperti itu. Dan orang tuanya pasti akan kecewa padanya. Pikir Ariana.
" Kenapa, kamu gak suka ya aku ajak kesini? " tanya Leo dengan wajah dibuat kecewa.
Melihat hal itu membuat Ariana bimbang. Sejujurnya dia memang tidak suka dan tidak nyaman berada di tempat seperti sekarang. Dirinya selama ini selalu dijaga dengan baik oleh keluarganya.
" Emm nggak kok, gak papa...ayo cari tempat duduk " ajak Ariana mengalihkan pembicaraan.
Di sisi lain, Sintia dan teman temannya juga sudah memasuki club. Mereka pergi ke toilet mengganti pakaian mereka. Bagi Sintia dan teman temannya, pergi ke club' sudah hal biasa.
" Ehh Sin, gue udah gak sabar banget buat bikin Ariana gak punya muka lagi di depan umum " ujar Jessi.
" Hemm tenang aja, rencana kita kali ini pasti berhasil. Dann Adrian pasti bakalan j*jik sama cewek kayak Ariana. Pasti bakal jadi milik gue " jawab Sintia dengan PD.nya.
" Bener tuhhh, abis itu sekalian aja kita bikin seolah olah Cella sama Risya juga sama kayak Ariana, m*rahan. " sahut Agnes dengan muka liciknya.
" Orang yang loe bayar buat ngefoto sama videoin Ariana sama Leo udah siap belom? " tanya Jessi.
" Tenang aja, dia udah stay disini sebelum kita sampe. Kamar yang bakal dipake Ariana sama Leo juga udah gue setting " jawab Sintia.
" Setelah itu Aji bakal jadi milik gue, dan loe Nes, bakal milikin Rian. " sahut Jessi.
" So pasti, setelah itu kita usir mereka dari sekolah dan tenang aja, gue bakal minta Papi gue buat bikin mereka bertiga gak diterima di sekolah manapun setelah ini " ujar Sintia.
" Perfect " sahut Jessi dan Agnes.
Ketiga gadis ini sangat percaya diri sekali bahwa rencana mereka akan berhasil. Tanpa mereka sadari, di ruangan sebelah ada anak buah Adrian yang mendengar dan mengawasi mereka sedari awal. Lalu memberitahukan rencananya pada Niel.
__ADS_1
(back to Ariana dan Leo)
" Princess ini jus buat kamu " ucap Leo sambil menyerahkan segelas jus jeruk pada Ariana.
" Makasih " jawab Ariana.
" Okey apapun buat kamu cantik " jawab Leo gombal.
Tak lama datanglah sepupu Leo.
" Brother...apa kabar loe ? " tanya sepupu Leo.
" Baik gue....loe sendiri gimana? " tanya balik Leo.
" Gue ya ginilahh hidup seneng seneng, ini...cewek loe? " tanya sepupu Leo.
" Lupa gue ada cewek cantik disini, kenalin dia Ariana temen sekolah gue " ujar Leo memperkenalkan Ariana.
Ariana tersenyum, tapi dalam hatinya merasa sedikit kecewa ketika Leo memperkenalkannya sebagai teman di depan sepupunya.
" Hai cantik, nama gue Zack sepupunya Leo " ujar Zack mengulurkan tangannya.
" Gue Ariana " jawab Ariana sambil menyambut uluran tangan Zack.
" Udah udah jangan lama lama, ntar tangan mulus Ariana lecet kena tangan loe yang kasar " ujar Leo bercanda.
" Si*lan loe....udahlah gue pergi dulu have fun loe berdua " ujar Zack dan berlalu.
" Yoi pasti " jawab Leo.
" Ehh maaf ya Princess si Zack emang gitu orangnya kalo liat cewek cantik " ujar Leo.
" Gak papa kok santai aja " jawab Ariana.
" Ya udah diminum dulu jus nya " ujar Leo. Dia meminum minumannya dan Ariana pun juga.
Leo menyeringai tipis kala Ariana menghabiskan setengah gelas dari jus tersebut.
" Gimana enak gak jus nya? " tanya Leo.
" Hemm iya enak seger " jawab Ariana.
Beberapa saat kemudian, Ariana merasakan pusing di kepalanya. Tubuhnya mulai goyah. Leo yang melihat tersenyum puas.
" Princess kamu kenapa?" tanya Leo pura pura tak tau.
" Gak tau nih, kepala aku pusing banget...kayaknya aku kecapekan " jawab Ariana.
" Mau istirahat aja nggak sebentar? disini ada ruangan istirahat " tawar Leo.
Ariana yang memang merasakan sangat pusing kepalanya langsung menjawab setuju. Menurutnya mungkin istirahat sebentar akan menghilangkan pusing di kepalanya.Dia masih tidak sadar dengan bahaya yang mengancam dirinya.
" Ayo aku anter " ajak Leo. Lalu membantu memapah Ariana menuju ruang istirahat yang telah dia dan Sintia siapkan.
Di lorong menuju ruangan, Ariana merasakan kepalanya benar benar pusing lalu pingsan.
" Princess heyy bangun Ariana " ucap Leo pura pura khawatir dan membangunkan Ariana. Padahal dirinya mengecek apakah Ariana benar benar pingsan atau belum.
" Good, rencana gue bakal berjalan mulus. Liat Adrian gue berhasil milikin Ariana " monolog Leo. Lalu menggendong tubuh Ariana membawanya masuk ke dalam ruangan tersebut.
...๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ...
Adrian kini sudah sampai di club' yang dimaksud Niel. Saat sampai dia disambut oleh Niel yang memang sedari tadi memantau.
" Tuan Muda " sapa Niel sambil memberi hormat.
" Cepat tunjukkan jalannya " titah Adrian yg sudah sangat emosi, khawatir, kecewa, dan marah .
Tanpa menjawab Niel segera berjalan membawa Adrian ke tempat Ariana berada.
__ADS_1
Di dalam ruang istirahat atau lebih tepatnya kamar yang di pakai Leo sekarang, dirinya sedang duduk di samping Ariana yang pingsan.
Dia mengelus lembut wajah Ariana. Mengusap bibir Ariana dengan lembut.
Pikiran buruk miliknya sudah berkelana kemana mana. Dia saat ini sangat puas dengan rencananya.
Leo kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Ariana. Hendak menci*m bibir gadis y sedang pingsan itu.
Brakkkkkkk
Pintu kamar tersebut dibuka paksa dari luar. Leo yang sedikit lagi hendak menci*um Ariana pun gagal. Malah dia terkejut melihat kedatangan Adrian beserta beberapa orang lainnya yang dia yakini itu pengawal nya.
" Adrian..." kaget Leo.
Bughhhh
Adrian dengan amarah yang menggebu langsung memukul wajah Leo dengan keras. Apalagi saat dirinya melihat Ariana yang tertidur di kasur.
" Br*ngs*k loe!!! " ucap marah Adrian.
Bughhhh bughhhh bughhh
" Seujung kuku aja loe nyentuh Ariana, gue bikin hidup loe bagai neraka! "
Adrian menghadiahi Leo dengan pukulan bertubi tubi. Niel dan para rekannya yang melihat hanya diam. Mereka tau Tuannya sedang marah besar dan tak ada yang bisa menghentikannya.
Leo pasrah mendapat pukulan bertubi tubi dari Adrian. Dia bukannya tidak bisa melawan balik, tapi dirinya tidak siap dengan serangan Adrian, dan pukulan Adrian yang begitu kuat membuat tubuhnya tak kuat.
" B*j*ng*n loe br*ngs*k....m*ti loeeeee!!!!" ucap Adrian berteriak.
Bughhhh bughhhh
" Eughhh Adrian " igau Ariana pelan, namun dapat di dengar oleh Adrian.
Lalu dia langsung melepaskan Leo yang sudah tak berdaya di lantai. Berjalan menghampiri Ariana.
" Ariana...ini gue Adrian, gue disini " ujar Adrian khawatir.
Dia lalu langsung memeluk Ariana yang masih pingsan.
" Niel, urus dia cepat " titah Adrian. Langsung dikerjakan oleh Niel dan rekannya.
" Bangun Ariana, gue disini buat loe...gue bakal ngejagain loe " ujar Adrian mencoba menyadarkan Ariana.
Karna tak ada respon dari Ariana, Adrian memutuskan untuk menggendong Ariana dan membawanya pulang.
BERSAMBUNG.....
๐ต๏ธ
๐ต๏ธ
๐ต๏ธ
๐ต๏ธ
๐ต๏ธ
๐ต๏ธ
๐ต๏ธ
๐ต๏ธ
๐ต๏ธ
...Holllaaa guysss๐๐๐...
...Gimana gimana gak nyesel kan nunggu kelanjutan episodenyaaa hehehehe๐๐๐...
__ADS_1
...Yukk kasih dukungan kalian dengan cara Like, Koment, Vote, and kasih ratingg terrrbaikk kalian๐๐...
...Thank You guyssโค๐...