Aku Mencintai Kakak Ku

Aku Mencintai Kakak Ku
Makasih Adrian (cup) " Ariana


__ADS_3

" Makasih Adrian (cup) " Ariana


...Haiii haii para pecinta Author ehh salah pecinta AMKK hehehe👋👋👋 Author comeback nihh dengan kelanjutan episode barunya......


...Yang kemarin" nanyain terus mana kelanjutan episode nya nihhh langsung gasss baca Jan malu malu🤭😂...


...Happy Reading Guuyyss ❤️📖...


To be continue


🌼🌼🌼🌼🌼


Selama 2 bulan lebih, Ariana belajar dengan sangat giat. Tentunya dengan Adrian sebagai guru pembimbing nya. Dan hubungan Adrian dan Ariana bahkan lebih dekat dari sebelumnya.


Bahkan Cella dan Risya pun ikut terseret ke dalam misi Ariana. Bagaimana tidak, mereka berdua dipaksa oleh Ariana untuk ikut belajar bersama.


Keduanya mau tak mau menerima keinginan Ariana, lagian hal itu baik untuk mereka.


Sama halnya dengan Cella dan Risya, Rian dan Aji pun turut ikut serta dalamnya. Kedua cowok itu memohon mohon pada Adrian untuk bisa belajar bersama, tentunya karna ada Cella dan Risya.


Awalnya Adrian menolak, tapi karna kedua teman lukcnut nya selalu mengganggu akhirnya dia menyetujuinya.


Hari ini, adalah puncak dari usaha keras Ariana 2 bulan kemarin. Hari yang ditunggu tunggunya.


" Gimana udah siap? " tanya Adrian.


" Udahlah, siap banget malah. Gue yakin kali ini gue bisa ngalahin loe. Dan loe siap siap aja untuk nepatin janji loe " ujar Ariana percaya diri.


Adrian hanya diam mendengar ocehan Ariana. Sudut bibirnya terangkat sedikit mendengarnya.


Lalu Adrian melangkah lebih dulu memasuki ruang ujian semester. Diikuti oleh Ariana di belakangnya.


Sedangkan Risya, Cella,Rian dan Aji di ruangan berbeda.


Di dalam ruangan, sudah ada murid lain yang menempati meja masing masing. Tinggal menunggu pengawas ujian masuk.


Di dalam ruangan, Ariana berpapasan dengan Sintia, Agnes, dan Jessi yang menatapnya sinis. Dan hanya dibalas tatapan cuek oleh Ariana.


" Haii Adriannn aku seneng dehh bisa satu ruangan sama kamu " ujar Sintia centil.


Adrian hanya diam tak menggubris. Lalu berjalan menuju mejanya.


Tak mendapat respon dari Adrian, membuat Sintia kesal, tapi tetap saja dia mengganggap Arianalah penyebab nya.


" Selamat pagi " sapa pengawas ujian ,Bu Meti saat memasuki ruangan.


" Pagi Bu " jawab mereka serempak, -Adrian.


" Baiklah, hari ini kalian akan melaksanakan ujian semester 1 untuk kelas 12. Ibu harap kalian bersungguh sungguh dalam mengerjakan ujian. Dilarang mencontek apalagi sampai ada yang membawa catatan. Ibu tidak akan mentolerir hal tersebut. Jika ada yang melakukan ibu akan langsung mengeluarkan murid tersebut. Mengerti. " ujar Bu Meti tegas.


" Mengerti Bu " jawab mereka -Adrian.


Lalu ujian pun segera dimulai. Para murid mengerjakan ujian dengan sungguh sungguh. Apalagi Ariana, gadis itu benar benar menunjukkan kemajuannya dalam belajar kemarin.


Dengan mudahnya Ariana menjawab setiap soal ujian. Adrian diam diam memperhatikan Ariana dengan senyum tipis.


" Loe itu sebenarnya cewek yang pinter Ariana, cuma karna kejadian 'itu' yang membuat kerusakan di saraf otak loe membuat loe jadi malas belajar " batin Adrian.


Setelahnya Adrian menyelesaikan 1 soal yang tersisa, lalu dia berdiri dan menyerahkan hasil ujiannya pada Bu Meti.


" Kamu boleh keluar Adrian " jawab Bu Meti setelah memeriksa lembar ujian Adrian. Bu Meti tidak terkejut, memang Adrian terkenal sebagai siswa yang genius.


Adrian hanya mengangguk dan langsung keluar dengan wajah datar.


Sementara murid murid lainnya menatap kagum padanya. Bagaimana tidak, ujian baru berlangsung selama 30 menit dan Adrian sudah selesai menyelesaikan soal ujian yg berjumlah 75 soal dari 3 mata pelajaran.


Perfect! benar benar jenius🥳.


Berbeda dengan murid lainnya yg masih mengagumi Adrian, Ariana tetap fokus pada soal ujian miliknya.


Gadis itu terhenti kala merasa sedikit kesulitan mengerjakan soal nomor 39.


Dia kembali mengingat ingat soal serupa yg pernah Adrian ajarkan.


_Flashback On_


" Adrian, ini susah gue gak bisa " rengek Ariana.


" Coba gue liat " pintanya.


Adrian melihat soal itu sekilas


Tukkk


Adrian menyentil kening Ariana.


" Awww loe ngapain sentil jidat gue sih. Sakit tau gak " kesal Ariana.


" Berisik. Coba liat baik baik " ujar Adrian. Ariana langsung mengikuti apa yang dibilangnya.


" Soal ini, tadi yang gue jelasin loe tinggal masukin rumus ini blablabla" jelas Adrian.


" Ohh gitu " jawab Ariana.

__ADS_1


" Iya, nih kerjain " ujar Adrian.


_Flashback Off_


" Ahh iya gue ingettt...wahh ga sia sia gue tiap hari belajar sama Adrian. Semua yang dia ajarin keluar nih di soal ujian " batin Ariana senang.


Ariana kembali mengerjakan soal ujian dengan serius.


Setelah 2 setengah jam berlalu, ujian pun selesai.


Ariana dengan semangat keluar dari ruangan ujiannya. Disambut Risya dan Cella yang sudah menunggunya.


" Arianaaaa huaa gue seneng banget Naaa " ujar Cella lebay.


" Gue juga Naaa ternyata belajar bareng si kulkas berjalan ada gunanya " sahut Risya.


Ariana hanya terkekeh mendengar aduan kedua sahabatnya.


" Emm gue juga seneng, ternyata Adrian gak selicik yang gue pikirin " ujar Ariana merasa sedikit tak enak.


" Sama Na, selama ini kita nganggep nya Adrian tu cowok yang angkuh, sombong, dingin, cuek dan gak peduli sama orang " ujar Risya.


" Gak nyangka gue Adrian bisa sebaik ini " ujar Cella.


" Loe beruntung Na bisa punya adek sebaik Adrian " imbuh Risya.


Mendengar ucapan Risya, membuat hati Ariana sedikit tak nyaman.


'Adik' ,ya Adrian memang adiknya. Tapi kenapa hatinya menginginkan lebih. Ada apa dengan dirinya.


" Ariana helloo " ujar Risya menyadarkan Ariana yg melamun.


" Ehh iya apa Sya " tanya Ariana.


" Ihh loe ngelamunin apaan Na, gue tadi ngomong sama loe. Nih si Cella juga ngajak ke kantin mau gak? " tanya Risya.


" Iya iya gue mau, ayo ke kantin mungkin Adrian ada disana " ajak Ariana.


Mereka bertiga pun berjalan bersama menuju kantin.


Terlihat disana Adrian tengah duduk bersama Aji dan Rian yang bercerita dengan hebohnya. Sementara Adrian hanya menyimak tanpa komentar apapun.


" Haii guyss " sapa Cella.


" Hai juga Cella cantik " jawab Rian.


" Hai " sapa Risya


" Hai juga Risya sayang ehh nggak " ujar Aji gelagapan. Membuat Risya bersemu merah.


" Nih buat loe " Ariana menyerahkan sebuah kotak kecil pada Adrian.


" Apa ini? " tanya Adrian dengan wajah datar.


" Ucapan terimakasih gue buat loe " jawab Ariana.


" Nihh ambil, ini emang bukan barang mahal tapi gue tulus ngasih buat loe " ujar Ariana dengan senyum cantiknya.


Mau tak mau Adrian mengambilnya dan langsung memasukkan ke dalam saku celananya.


" Thanks " ujar Adrian.


" Sama sama. Ohh iya guyss pesen makan yukk laper gue " ajak Ariana.


_ Pulang sekolah_


Sesampainya di rumah, Adrian langsung masuk ke dalam kamarnya. Begitu juga dengan Ariana.


Adrian hendak berganti pakaian, lalu dia meraba saku celananya. Sebuah kotak hadiah dari Ariana.


Adrian tersenyum mengingat ucapan Ariana tadi siang.


Adrian lalu membuka kota tersebut.


Di dalamnya terdapat sebuah sapu tangan dengan sulaman inisial namanya dan Ariana. Dan di pojok kiri sapu tangan terdapat hiasan hati dengan benang berwarna putih.


Adrian tersenyum senang akan hadiah Ariana. Gadis itu tulus memberinya.


Tokk tokk


" Adrian, loe di dalem kan? " itu suara Ariana.


Adrian buru buri membereskan kado dari Ariana. Menaruhnya dalam laci sebelah tempat tidur.


Menetralkan perasaannya, lalu berjalan membuka pintu.


Nampak Ariana berdiri disana dengan senyum mengembang. Ditangan nya dia memegang sebuah kotak berwarna merah maroon.


Adrian melirik kotak tersebut sekilas.


" Ada apa? " tanya Adrian datar.


Bukannya menjawab, Ariana malah menerobos masuk ke dalam kamar Adrian.

__ADS_1


Adrian yg heran hanya mengikuti Ariana lalu menutup pintu.


" Adrian makasih yaa hadiahnya gue sukaaa " ujar Ariana dengan girangnya.


Ariana berjalan mendekati Adrian,


Cupp


Ariana mencium pipi Adrian sekilas.


Membuat Adrian mematung. Apa ini, Ariana kenapa tiba tiba bersikap begitu padanya. Tapi disisi lain hatinya senang.


" Adrian Adrian hellloo ...makasih ya buat hadiahnya gue sukaaa banget " ujar Ariana lagi.


" Hemm sama sama. " jawab Adrian.


" Loe tau darimana kalo gue pengen banget kalung ini ? " tanya Ariana.


" Secret " jawab Adrian singkat.


" Iishh loe mah gitu. Ya udah deh gak masalah. " ujar Ariana.


" Nih bantu gue pakai in kalungnya " sodor Ariana.


Adrian diam sejenak, kemudian dia mengambil kalung tersebut. Ariana memutar badannya membelakangi Adrian.


Mengangkat rambut panjangnya agar Adrian mudah memasangkan kalung itu. Terlihat leher putih mulus milik Ariana.


Adrian diam mematung, dirinya juga lelaki normal. Terlebih lagi Ariana adalah wanita yang dicintainya.


" Adrian ayoo pasangin cepet tangan gue pegel nihh " ujar Ariana menyadarkan Adrian.


Cepat cepat Adrian memasangkan kalung tersebut. Setelahnya Ariana segera balik badan menghadap Adrian.


" Gimana bagus kan cantik gak gue pakai ini? " tanya Ariana antusias.


Adrian hanya diam sambil tersenyum. Dia menundukkan kepalanya untuk melihat wajah Ariana dari dekat.


Wajah cantiknya membuat Adrian serasa terhipnotis.


Ariana pun sama, ketika wajah Adrian dekat dari wajah nya.


Dan lambat laun entah dorongan darimana, Ariana mulai memejamkan matanya saat wajah Adrian semakin dekat dengan wajahnya.


Cupp


Ariana merasakan sesuatu yang kenyal menempel pada bibirnya.


OMG!!! apa ini...apa Adrian menciumnya. Ariana merasa kaget dan senang dalam 1 waktu.


Merasa tak ada penolakan dari Ariana, Adrian pun memulai pergerakan bibirnya. Meny*sap dan mel*mat bibir mungil Ariana dengan bibirnya.


Seketika tangan Ariana mengalung di leher Adrian. Ariana mulai membalas ci*man Adrian. Selama beberapa saat mereka menikmati ci*man tersebut.


Sampai Ariana merasa sesak karna kehabisan nafas. Adrian yang mengerti pun langsung menghentikannya.


" Hoshhh hosshhh " Ariana berusaha menghirup udara sebanyak mungkin.


Adrian menatap wajah Ariana. Wajah gadis itu memerah dan berusaha menetralkan nafasnya.


Lalu mereka berdua saling pandang. Tatapan keduanya berbeda, lalu Ariana yg tersadar dengan kejadian barusan dan posisi mereka langsung menjauhkan dirinya dari Adrian.


" Ma ma makasih hadiahnya dan makasih udah ngajarin gue belajar " ujar Ariana gugup.


Sementara Adrian pun diam dengan wajah datarnya, padahal hatinya terlonjak senang dan juga takut. Takut Ariana marah padanya setelah kejadian tadi.


" Ka kalo gitu gue balik ke kamar, sekali lagi makasih " ujar Ariana buru buru keluar tanpa menunggu jawaban Adrian.


Sementara Adrian tetap diam. Dia masih tak percaya dengan yang barusan terjadi.


Apa Ariana akan marah padanya? atau dia akan menjauhinya?


Entahlah Adrian tak faham. Yang pasti, dia mencintai Ariana dengan tulus.


BERSAMBUNG...


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️


HELLOO GUYSSS JANGAN LUPA LIKE, KOMENT, VOTE, AND KASIH RATING TERRRBAIKNYA OKEEYY🤭🤗🤗🤗

__ADS_1


THANKS ALL❤️📖


__ADS_2