Aku Mencintai Kakak Ku

Aku Mencintai Kakak Ku
" Kalian sahabat terbaik gue "


__ADS_3

" Kalian sahabat terbaik gue "


To be continue


🌼🌼🌼🌼🌼


" Hoaaammm " Ariana bangun dari tidur nyenyak nya. Gadis itu melihat jam di nakas dekat ranjang. Menunjukkan pukul 06.00 pagi.


Dia beranjak menuju kamar mandi lalu bersiap untuk sekolah. Keadaan Ariana sudah lebih baik dari semalam. Kalian tau kan apa alasannya???🤭🤭🤭


Beberapa menit setelahnya Arian sudah siap dengan seragam sekolahnya. Rambut panjangnya diuraikan begitu saja, ditambah jepit rambut favorit nya. Yapp jepit rambut pemberian Adrian.


Ariana sengaja memakai nya hari ini karna dianggapnya sebagai ucapan terimakasih pada Adrian.


Senyum mengembang di wajah cantiknya. Dia mengambil ranselnya, bergegas ke meja makan.


Disana sudah ada Adrian duduk dengan tenang. Ariana langsung duduk di kursi sebelah Adrian.


" Selamat pagi Bi Nur, pagi mbak " sapa Ariana pada Bi Nur dan pelayanan yang lain.


" Pagi Adrian " sapa Ariana manis.


Adrian menoleh, dia tersenyum.


" Hemm pagi juga...loe udah baikan? " tanya Adrian.


Ariana mengangguk.


" Udah nihh gue baik baik aja, dan emm makasih " ucap Ariana lalu tersenyum.


" Ck sok imut " ujar Adrian. Membuat wajah Ariana berubah cemberut.


Bi Nur dan pelayanan lainnya hanya diam sambil tersenyum melihat interaksi kedua nya.


" Bercanda, loe selalu cantik " ujar Adrian sambil mengusap kepala Ariana lembut.


" Ini jepit rambut dari gue kan? " tanya Adrian saat tangannya menyentuh jepit rambut di kepala Ariana.


" Humm gimana cantik kan pas gue pake? " balas Ariana riang.


" Hemm cantik " jawab Adrian.


" Ya udah, mending sekarang kita sarapan. " ucap Adrian .


Tanpa mengucap dua kali perkataan Adrian langsung dilakukan oleh Ariana. Gadis ini menjadi penurut pagi ini.


_Skip Sekolah_


Ariana dan Adrian sudah tiba di kelas. Cella dan Risya langsung memberondong menghampiri Ariana. Membuat Adrian tersingkir dari sana.


" Ariana, gimana keadaan loe? " tanya Cella .


" Iya loe baik baik aja kan? " tanya Risya.


" Aduhh duhh tenang. Tanyanya satu satu dong, iya gue gak papa dan baik baik aja. Nihh buktinya gue masuk sekolah sehat walafiat " jawab Ariana panjang lebar.


" Huftt syukur dehh kita khawatir banget sama loe dari kemarin kepikiran terus " ujar Risya lega.


" Bener kata Risya, kemarin kita gagal ngehadang Adrian, gue kira loe bakal di apa apain sama si kutub " ujar Cella.


Ariana menggeleng.


" Bukan salah kalian, malah gue bersyukur Adrian dateng " lanjut Ariana.


" Maksudnya??? " tanya Cella dan Risya bersamaan.


Sontak semua penghuni di kelas menoleh ke arah mereka bertiga.


" Sutttt loe berdua kalo ngomong pelan pelan dong, liat mereka pada ngeliatin kita " ujar Ariana pelan.


" Hehehe sorry, terus maksud loe tadi gimana? " tanya Cella ulang. Dan diangguki oleh Risya.

__ADS_1


" Jadi, ternyata Leo ngajak gue pulang bareng karna ada niatan jahat sama gue. Dia kerja sama bareng Sintia cs buat jahatin gue dengan cara ngel*ceh*n gue di club' " jelas Ariana dengan wajah kesal.


Cella dan Risya yang mendengar pun menjadi kesal dan marah.


" G*la si Leo gue ga nyangka dia bisa punya pikiran jelek sama loe " ujar Risya tak terima.


" Pake kerja sama lagi sama Sintia cs. Awas aja mereka kalo sampe ketemu gue bakal bikin perhitungan sama mereka " tambah Cella emosi.


" Udah udah, gue tau kalian juga kesel dan marah sama gue juga, tapi percuma kalo kita bales mereka yang ada kita bakal dapet masalah " ujar Ariana .


" Tapi gak bisa gitu dong Ariana, mereka udah jahat banget sama loe. Ini udah masuk tindak kriminal dan perbuatan asusila. Orang kayak mereka pantes dapat ganjarannya " ujar Cella tak terima.


" Iya, mending sekarang kita laporin mereka ke kepala sekolah. Kalo bisa ke kantor polisi biar mereka ditahan disana " lanjut Risya masih marah.


" Udah guyss, gue udah gak papa. Lagian gue yakin mereka udah dapat balasan yang tepat " ujar Ariana yakin.


" Udah ya, makasih banget kalian udah peduli sama gue, sayang sama gue " ujarnya.


" Kalian sahabat terbaik gue " lanjut Ariana. Lalu merentangkan kedua tangannya.


Cella dan Risya berhamburan memeluk Ariana.


" Unchhh gue sayang banget sama kalian " ujar Risya.


" Iya gue juga, kalian sahabat gue selamanya " ujar Cella.


" Makasih guyss gue juga sayang sama kalian " ujar Ariana.


...🌸🌸🌸🌸🌸...


Di tempat Leo dan Sintia dkk, mereka kini berada di sebuah kamar hotel. Yap, setelah balasan yang Adrian berikan semalam, dia menyuruh anak buahnya membawa mereka ke sebuah hotel.


" Eughhh kepala gue sakit " ujar Leo yang terlebih dahulu sadar.


Dia melihat kesekitar, dilihatnya dia berada di sebuah kamar hotel ternama. Leo beranjak dari atas kasur, mengambil gelas dan minum air. Dia merasa sangat haus, seperti sudah seharian tidak minum air.


" Akkhh badan gue sakit semua. Sebenarnya siapa mereka, kenapa mereka peduli banget sama Ariana. Dan sekarang mereka bawa gue ke hotel dan ngobatin luka gue " ujar Leo bicara pada dirinya sendiri.


" Tapi mereka bener bener nyeremin. Gue gak akan ganggu Ariana lagi setelah ini. " ujar Leo.


Ting tong


Ceklekkk


Leo kaget melihat siapa yang datang. Papa dan Mamanya datang.


Plakkk


" Anak kurang aj*r!! " ujar Papa Leo marah. Mama Leo dia tanpa berbicara apapun. Dia sebenarnya tidak tega melihat keadaan putra semata wayangnya. Ditambah dengan tamparan dari suaminya.


" Papa apa apaan sih, kenapa dateng dateng mukul Leo " tanya Leo kesal karna Papanya memukul nya.


" Kamu masih berani tanya kenapa!? Semua karna perbuatan kamu. Semuanya jadi kacau karna perbuatan kamu mengerti!!! " ujar Papa Leo marah.


Mereka masuk ke dalam kamar,


" Karna perbuatan kamu yang mengusik kelompok Mafia nomor 1 di dunia perusahaan Papa terancam Leo!! " ujar Papa Leo.


" Pah sudah, tahan emosi Papa. Leo memang salah tapi Papa juga harus perhatikan kesehatan Papa " ujar Mama Leo menenangkan.


Leo terkejut bukan main.


Apa Mafia nomor 1 di dunia??? Bagaimana bisa dia mengusik Mafia nomor 1 di dunia sedangkan dia tidak pernah bertemu mereka???


" Leo gak pernah ngusik mereka Pah, Leo gak pernah ketemu sama mereka " ujar Leo membela diri.


" B*doh... yang terjadi sama kamu sekarang ini adalah peringatan dari mereka. Sudah lebih baik sekarang kamu ikut kami pulang. Kami akan mengirim kamu ke luar negeri ke tempat Oppa kamu " titah Papa Leo.


" Tapi Pah Leo gak mau tinggal sama Oppa " protes Leo.


" Tidak ada tapi tapian, kamu harus ikuti perintah Papa, kalau tidak kamu pergi dari keluarga Argantara " putus Papa Leo.

__ADS_1


Leo tidak bisa membantah ucapan Papanya lagi, dia langsung menurutinya dan bergegas keluar dari kamar tersebut.


_Kamar Sintia dkk_


" Awww badan gue sakit semua " ujar Sintia yg pertama kali sadar.


Dia lalu menoleh ke samping kiri ada Agnes dan Jessi yang masih belum sadar .


" Nes, Jess bangun woyy " ujar Sintia.


" Eughhh ada apa sih pagi pag- . Kita dimana ini? " tanya Jessi kaget setelah sadar.


" Emmm akhh badan gue sakit semua, kalian kenapa berisik pagi pagi sih " ujar Agnes.


" Loe masih sempetnya bilang kita berisik, loe liat kita sekarang dimana " ujar Jessi.


" Hahh kita kenapa bisa di sini? " tanya Agnes setelah sadar dan melihat sekitar. Termasuk melihat tubuhnya sendiri.


" Pakaian kita juga lengkap, kemarin malam itu pasti mimpi kan? " tanya Agnes berusaha mengingat kejadian semalam.


" Mimpi pala loe, kemarin beneran beg*. Loe kenikmatan gitu bilang mimpi " ujar Sintia.


" Ck loe juga kali nikmatin loe juga kan " ujar Agnes sambil nunjuk Jessi.


" Udahlah, dari pada ribut sekarang mending kita bersih bersih terus pulang " ujar Sintia.


" Tapi gue heran, kenapa si Ariana banyak yang ngelindungin. Siapa dia sebenarnya " ujar Sintia.


" Gue juga bingung, padahal Ariana cuma cewek samp*h yang ga punya apa apa " ujar Jessi.


" Kita harus bales dia, gak terima gue diperlakuin kayak semalem " ujar Sintia.


" Gue juga, kalo perlu bikin dia gak berani lagi buat ngehirup udara bebas " sambung Jessi.


" Bener tuh, gue makin benci sama tu cewek " imbuh Agnes.


Ting tong


Bel pintu berbunyi.


Agnes bergegas membuka pintu. Lalu dia terkejut melihat siapa yang datang.


" Siapa yang dateng Nes? " tanya Jessi yang juga berjalan menuju pintu diikuti Sintia.


Sontak mereka terkejut melihat siapa yang datang.


Para asisten kepercayaan orang tua mereka datang.


" Selamat pagi nona, kami disini untuk menjemput kalian atas perintah Tuan " ujar salah satu dari mereka.


" Kami harap Nona nona bisa bekerjasama dengan kami agar Tuan tidak marah besar " ujar asisten yang lain.


Tanpa banyak bicara, Sintia dkk hanya bisa mengikuti ucapan ketiga asisten orang tua mereka.


BERSAMBUNG ....


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️

__ADS_1


...Haiii jangan lupa like, koment,vote dan ratingnya ya guyss🥰💙...


...Thanks ❤️...


__ADS_2