
Jadian
...Happy Reading Guuyyss ❤️📖...
To be continue
🌼🌼🌼🌼🌼
" Eughhh "
Adrian yang berdiri di samping Ariana langsung duduk dan mendekati gadis itu.
" Ariana " ucap Adrian.
Ariana menyesuaikan cahaya yang menelisik di matanya.
" Hauss " lirihnya.
Adrian yang tanggap langsung mengambil kan segelas air putih dan membantu nya minum.
" Makasih " ucap Ariana sambil membetulkan posisi duduknya.
" Hati hati " Adrian membantu Ariana untuk duduk bersandar di kepala ranjang.
" Loe yang bawa gue? " tanya Ariana dengan wajah cantik yg masih pucat.
Adrian hanya mengangguk sambil tersenyum lembut. Membuat Ariana menunduk sendu.
" Heyy kenapa hemm? " .
" Maafin gue Adrian, gue selalu nyusahin loe " ujar Ariana dengan air mata menggenang di pelupuk matanya.
Cowok itu tersenyum, lalu mengangkat wajah Ariana dan mengusap air matanya.
" Dengerin gue ya, gue sama sekali gak pernah ngerasa loe nyusahin gue sebanyak apapun loe kena masalah. Kita adik kakak udah kewajiban gue sebagai adik laki laki ngelindungin kakak gue kan " ujarnya, sambil mengelus lembut kepala Ariana.
" Adik kakak ya? gue salah, gue yang salah gak seharusnya perasaan ini ada. Selama ini Adrian care dan protektif sama gue karna rasa persaudaraan " batinnya
" Ariana? " panggil Adrian, melihat gadis itu melamun. Adrian mengetahui alasan kenapa gadis itu melamun.
" Udah ya, loe istirahat lagi. Sebentar lagi Bi Nur bakal dateng bawa bubur buat loe makan abis itu minum obat " .
Adrian hendak bangkit,
" Dan gue udah kasih tau Mama Papa, mereka bakal pulang sore ini. Mereka khawatir sama loe " ucap Adrian.
" Mama sama Papa marah ya? gue bakal kena hukum lagi " ujar Ariana cemberut.
" Ha ha ha nggak kok tenang aja, kali ini loe gak ngelakuin kesalahan apapun, mereka pulang cepet karna khawatir sama loe " jawab Adrian membuat Ariana kembali tersenyum.
Gadis itu diam kembali, lalu teringat dengan dua sahabatnya. Menatap Adrian dengan penuh tanya.
" Cella dan Risya ada di kamar sebelah, Aji sama Rian lagi jagain mereka. Loe tenang aja mereka baik baik aja " .
Tepat, jawaban Adrian sangat tepat dengan yang diinginkan nya.
" Ya udah gue keluar dulu nanti balik lagi " Adrian mengusap kepala Arian lembut lalu keluar dari kamar gadis itu.
_Kamar Risya dan Cella_
" Eughhh "
" Kalian udah sadar? " tanya berondong kedua pemuda yang sedari tadi duduk disamping mereka.
" Astaga kaget gue " ujar Cella sambil mengelus dadanya.
__ADS_1
" Iya nih, kalian ngagetin kita aja, orang baru sadar juga malah dikagetin " kesal Risya.
" Hehehe maaf Sya, kita seneng banget kalian udah sadar, kita khawatir sama kalian " jawab Aji sambil mengangkat kedua jadinya 'pisss'.
" Eh kita dimana ini? " Cella yang baru sadar dimana mereka berada.
" Di rumah Adrian, tadi kalian pingsan " jawab Rian.
Kedua gadis itu mengecek tubuh masing masing.
" Pakaian sudah berganti yang baru, badan udah bersih, gak ada yang sakit di 'itu', kita selamat " batin keduanya.
" Kalian kenapa? " tanya Rian sambil mengernyitkan dahinya.
" Kita gak kenapa kenapa kan? maksudnya kita gak emm itu emm " Risya bingung mau bicara.
" Kalian gak kenapa kenapa, cowok cowok br*ngsek itu gak akan bisa sentuh kalian selama ada gue sama Rian " jawab Aji dengan raut wajah merah padam.
Risya memegang tangan Aji, dia tau cowok itu sedang dikuasai amarah.
" Gue percaya kok " ujar Risya sambil tersenyum manis. Membuat kemarahan Aji luntur seketika.
Aji jongkok di depan Risya, menatap gadis itu lekat. Membuat Risya sedikit gugup menunduk wajahnya.
" Sya, maafin gue yang terlambat dateng dan nyebabin loe ngalamin hal ini. Gue sayang sama loe Sya " ujar Aji dengan tatapan tak pernah lepas dari wajah cantik Risya.
Risya, terkejut menutup mulutnya tak percaya.
Begitu juga dengan Cella dan Rian.
" Gue emang gak romantis Sya, gue tau saat ini gak tepat buat gue ngungkapin perasaan gue, tapi jujur gue udah lama mendam perasaan ini buat loe, loe mau jadi kekasih gue? " ucap Aji dengan penuh perasaan menatap Risya dalam.
Mendengar ucapan Aji membuat Risya terharu, gadis itu mulai menangis.
Lalu mengangguk,
Aji langsung memeluk gadis yang baru saja resmi jadi kekasihnya itu.
" Gue sayang loe Sya, gue janji bakal selalu jagain loe " ujar Aji pelan sambil memeluk Risya.
" Iya gue percaya, " balas Risya.
Ekhem ekhem
" Disini masih ada orang lain kali " cibir Rian.
Sedang Cella haru karna sahabat nya mendapatkan lelaki yang dicintainya selama ini. Tapi, dia merasa sedikit sedih apakah cintanya tak akan bersambut seperti Risya?
Kedua insan yang sedang bahagia itu melepas pelukannya.
" Ya elah loe mah ngerusak suasana aja " kesal Aji.
" Lagian loe, bahagia sih bahagia tapi inget tempat juga dong disini ada gue sama Cella yang masih jomblo " balas Rian mencibir.
" Ck ya loe tembak aja Cella, bukannya loe selama ini suka sama dia " balas Aji entengnya.
Mendapat pelototan dari Rian. Cella dan Risya terkejut mendengar penuturan Aji.
" Apa jadi selama ini Rian juga suka sama Cella? " ujar Risya spontan langsung mendapat tatapan tajam Cella.
'Loe ember bener' begitu kira kira arti tatapan Cella.
" Ohh jadi selama ini kalian saling suka, ya udah jadian aja. Kayak gue sama Risya nih " goda Aji sambil memeluk Risya dari samping. Membuat Risya merona.
Rian diam merasa bingung, begitu juga Cella menunggu Rian untuk bicara.
__ADS_1
Akhirnya Rian mengalah dengan keadaan, toh dirinya memang menyukai Cella.
Rian jongkok di depan Cella,
" Cella, gue bukan cowok romantis, bukan cowok yang jago ngerangkai kata kata. Seperti yang loe denger tadi, itu bener. Selama ini gue suka dan sayang sama loe, tapi gue gak berani bilangnya karna gue takut loe gak suka gue. Tapi sekarang gue yakin sama perasaan ini, loe mau jadi pacar dan kekasih gue? " Rian mulai menyatakan perasaannya secara jujur.
Cella diam, tapi dalam hatinya bergembira.
" Gilakkkk gue beneran nih ditembak sama Rian??? OMG OMG gue happyy bangett cowok yang selama ini gue suka nembak gueeee aaaaa Mamaaaa Cella bahagia " batin Cella bersorak.
Cella langsung mengangguk.
" Gue mauu...mau bangetttt gue juga sayang dan suka banget sama loe Rian " jawab Cella semangat.
" Yessssss makasih loe udah terima gue Cell, " langsung memeluk Cella dengan bahagia.
" Karna kita udah jadian, ngomong nya aku kamu dong biar romantis " ujar Rian sambil melepas pelukannya. Cella hanya mengangguk malu malu.
" Ck tadi aja protes katanya gue gak tau tempat, dirinya sendiri lebih gak tau tempat " sindir Aji.
" Berisik loe, suka suka gue lah gue baru jadian ini " sombong Rian.
" Yeee kalo bukan karna omongan gue juga loe sampe lebaran monyet kaga bakalan nyatain perasaan loe " cibir Aji membuat Rian salah tingkah.
" Udah yuk sayang, kita keluar yuk ke taman biarin mereka aja disini " ajak Aji pada Risya.
" Cihh dasar gak modal, inget ini rumah Adrian loe sok banget huh " ejek Rian.
" Bodo amat " balas Aji mengejek.
" Udah udah kalian jadi pada berantem sii, " Risya angkat bicara. Membuat kedua cowok itu diam.
" Iya nih, kayak Tom and Jerry aja " sahut Cella.
" Ehh iya Sya, keadaannya Ariana gimana ya? " tanya Cella yg baru sadar.
" Gue juga gak tau, kita ke kamarnya aja yuk " ajak Risya.
" Ehh sayang kok ke kamar Ariana, kan tadi aku ajak kamu ke taman " protes Aji.
" Lain kali aja sayang, aku mau lihat keadaan Ariana dulu sama Cella. Kamu ajak aja Rian gihh " jawaban Risya membuat Aji mendengus kesal, sedangkan Rian tertawa senang.
" Rasain loe makanya jangan sok sok an jadi orang hahahaha " ejek Rian.
" Kamu temenin Aji ya, aku sama Risya mau nengok Ariana, ayo Sya " ajak Cella langsung keluar kamar sama Risya.
Membuat Rian diam dan kesal. Aji tersenyum penuh kemenangan.
" Mamp*s loe " ejek Aji senang.
BERSAMBUNG....
🏵️
🏵️
🏵️
🏵️
🏵️
🏵️
🏵️
__ADS_1
HELLOO GUYSSS JANGAN LUPA LIKE, KOMENT, VOTE, AND KASIH RATING TERRRBAIKNYA OKEEYY🤭🤗🤗🤗
THANKS ALL❤️📖