
Makan Malam Bersama
...Happy Reading Guuyyss ❤️📖...
To be continue
🌼🌼🌼🌼🌼
Tuan dan Nyonya Raharja akhirnya sampai ke kediamannya. Disambut oleh Bi Nur dan beberapa pelayan serta pengawal lainnya.
" Selamat datang Nyonya Tuan " ujar Bi Nur sambil membungkuk hormat.
Keduanya mengangguk ramah.
" Dimana Adrian dan Ariana Bi? " tanya Nyonya Raharja, Nyonya Winda Raharja.
" Tuan muda ada di halaman belakang bersama teman temannya, kalau Nona Muda ada di kamarnya ditemani teman temannya Nyonya " jawab Bi Nur sopan.
" Baiklah terimakasih Bi, kami akan ke kamar dulu. Beritahu Ariana dan Adrian beserta teman temannya untuk makan malam bersama " ujarnya.
Bi Nur langsungnya mengangguk sopan,
" Baik Nyonya Tuan silahkan beristirahat " ujar Bi Nur.
Sepasang suami istri tersebut langsung bergegas ke kamarnya. Tadinya ingin menemui putri dan putra mereka tapi ternyata mereka bersama dengan teman temannya.
_Halaman belakang_
" Permisi Tuan Muda, Nyonya dan Tuan tadi sudah sampai rumah. " ujar seorang pelayan wanita sopan.
Adrian hanya tengah bicara santai dengan Rian dan Aji menoleh. Lebih tepatnya kedua temannya yang bicara Adrian hanya diam.
" Hem baiklah " ujar Adrian.
" Nyonya dan Tuan sedang beristirahat di kamarnya, meminta Tuan Muda dan yang lainnya untuk makan malam bersama " katanya lagi sopan.
" Hemm " ujar Adrian.
Lalu pelayan tersebut mengangguk dan membungkuk hormat. Hendak berbalik,
" Eh tunggu, " Rian menghentikan pelayan tersebut.
" Tolong bawakan makanan ringan untuk kami, dan minumnya juga " pintanya.
" Baik Tuan, apa ada lagi? " tanya si pelayan.
" Tidak ada, terimakasih kamu boleh pergi " jawab Riang. Pelayan tersebut mengangguk dan membungkuk hormat lalu bergegas pergi dari sana.
_Kamar Ariana_
Tok tok tok
" Masuk " ujar seseorang dari dalam kamar.
Ceklekkk
" Permisi Nona Muda, Nyonya dan Tuan sudah datang dan sedang beristirahat di kamarnya " ujar pelayan tersebut.
Senyum Ariana merekah saat mendengar nya.
" Emmm kapan Mama sama Papa dateng? " tanyanya senang.
" Beberapa menit yang lalu Nona Muda, Nyonya minta untuk Nona Muda dan yang lainnya untuk makan malam bersama " ujar pelayan tersebut.
__ADS_1
" Emmm baiklah, terimakasih nanti kami pasti turun " jawab Ariana ramah.
" Kalau begitu saya permisi Nona " ujar pelayan itu sambil membungkuk hormat lalu keluar dari kamar.
Setelah pelayan itu pergi, mereka kembali bercerita.
" Na gimana perasaan loe? " tanya Risya.
Ariana mengerutkan keningnya.
" Perasaan gue ? " tanyanya bingung.
" Iya perasaan loe sekarang gimana? udah lebih baik belom? " ucap Risya memperjelas.
" Emm mendingan, kan apa gue bilang perasaan gue ini salah. Adrian tuh bener bener anggep gue kakaknya, gak lebih " jawab Ariana.
" Tapi.... apa loe gak ngerasa kalo selama ini Adrian tuh suka juga sama loe " ujar Cella memancing.
" Ahh gataulah gue, pusing tau gak mikirin itu mulu " Ariana sendiri merasa resah.
" Apalagi nih nyokap bokap udah dateng, gue gak mau ya bikin mereka kecewa "
" Iya kita paham kok gimana yg loe rasain sekarang. Pasti berat rasanya " ucap Risya
Lalu mereka larut dalam percakapan lain agar Ariana tak merasa sedih.
_Skippp makan malam_
Ariana dkk, Adrian dkk sudah berkumpul di meja makan. Tinggal menunggu Nyonya dan Tuan Raharja saja.
Tak lama, kedua orang yang ditunggu tunggu pun tiba.
" Malam all " ujar Nyonya Raharja ramah.
" Malam Ma, Aunty " jawab mereka bersama.
" Malam juga Pa, Uncle " lagi lagi berbarengan.
" Hemm kalian cukup kompak " ujar Nyonya Winda.
" Pasti Aunty, kami sahabat sejak SMP kan " ujar Cella.
" Hemm benar, bagaimana kabar Papa Mama kalian sayang? " tanya Nyonya Winda pada Cella.
" Mama Papa baik Aunty, cuma mereka lagi perjalanan bisnis " ujar Cella cemberut.
" Iya Aunty, Mama Papa baik kabarnya. Malah sama nih Risya ditinggal sendiri mereka ada perjalanan bisnis dan sekalian ngunjungin Oma Opa di luar negeri " ujar Risya.
" Dihh kalian, katanya emang kalian gak mau ikut mereka sekarang malah kayak orang terzolimi " cibir Ariana.
Membuat Risya dan Cella tersenyum kikuk.
" Jangan gitu sayang, Cella dan Risya jadi malu tuh " ujar Nyonya Winda tersenyum geli melihat putri putri sahabatnya.
" Ga papa Mam, mereka juga sering usil sama Ariana " ujar Ariana cekikikan sambil meledek kedua sahabatnya yang sudah berwajah masam.
Para lelaki hanya diam sambil geleng geleng kepala. Para wanita jika sudah berkumpul akan lupa hal lainnya.
" Ekhemm Ma, Papa dicuekin nih " ujar Tuan Andi Raharja pura pura merajuk.
" Ehh maaf Pa, Mama seneng aja bisa ketemu gadis gadis ini " jawab Nyonya Winda tersenyum.
" Tapi jangan lupakan juga kami para pria Aunty " ujar Aji.
__ADS_1
" Ohh hehehe iya iya maafkan Aunty ya boy... bagaimana kabar kalian dan orang tua kalian yang super sibuk itu? " tanya Nyonya Winda
" Seperti yang Aunty lihat sekarang Aji sehat tambah ganteng pastinya.... " jawab Aji dengan gaya tengil nya. Risya jadi merasa malu sendiri melihat cowok yang baru beberapa jam jadi pacarnya itu.
" Kalo Papa Mama seperti biasa, masih sibuk sama kerjaan. Padahal udah liburan gini " ujar nya.
" Rian bagaimana? " tanya Nyonya Winda.
" Alhamdulillaah baik Aunty, Mama Papa juga baik tapi yahh sama kayak ortu Aji, sibuk semua " jawab Rian sedikit kesal.
" Hemm kalian harus mengerti kesibukan mereka ya, mereka sibuk kerja juga untuk masa depan kalian. Oh iya Aunty dan Uncle Andi ada rencana untuk berkumpul dengan orang tua kalian " ujar Nyonya Winda senang.
" Wahh beneran Aunty? kapan kok kita gak tau? " tanya Cella.
" Iya Ma kok gak ada yg ngasih tau kita? " tanya Ariana. Adrian sedari tadi hanya diam bagai patung wkwkwkw.
" Ini pertemuan kami para orang tua, kalian para anak muda tak perlu ikut " ujar Tuan Andi mengejek. Membuat mereka mendengus.
" Sudahlah mari makan malam, makanannya sudah tersedia semua nanti kalau dingin kurang nikmat " ujar Nyonya Winda.
_Tempat Sintia dkk_
Ketiga gadis upss maksud nya wanita, sedang minum dengan senangnya. Merayakan rencana mereka yg dikiranya berhasil.
" Gue yakin Sin, para j*lang itu sekarang lagi nangis darah " ujar Jessi tersenyum senang .
" Tentu, mereka sekarang gak akan bisa dapetin Adrian dan temen temennya. Jangan kan dapetin mereka, Adrian dan temen temennya bahkan gak akan mau deket j*lang kayak mereka " jawab Sintia dengan percaya diri.
" Bener Sin, gue udah gak sabar buat dapetin Aji jadi milik gue seorang " sahut Agnes dengan angkuhnya.
" Tenang aja, mereka pasti hancur. Bakal kehilangan semua nya, orang orang pasti jijik sama mereka sekarang " lanjut Sintia.
" Adrian, sekarang loe hanya milik gue. Ariana udah hancur " batin Sintia.
Tak lama, ponsel milik Sintia berbunyi. Yang menelfon adalah orang suruhannya untuk berbuat jahat pada Ariana dkk. Dengan percaya diri berharap mendengar kabar baik.
" Halo " ujar Sintia.
" Apaaaaa???? Gak mungkin "
Orang di telepon bicara panjang lebar. Senyum yang sedari tadi terukir di wajah Sintia perlahan memudar. Berganti wajah marah dan kesal.
Tuttt
" Arghhh kenapa sih gagal terus " Sintia mengamuk melempar ponselnya kesembarang tempat.
Agnes dan Jessi terlonjak kaget. Tapi mereka juga bingung kenapa Sintia tiba tiba marah marah seperti itu.
BERSAMBUNG....
🏵️
🏵️
🏵️
🏵️
🏵️
🏵️
🏵️
__ADS_1
HELLOO GUYSSS JANGAN LUPA LIKE, KOMENT, VOTE, AND KASIH RATING TERRRBAIKNYA OKEEYY🤭🤗🤗🤗
THANKS ALL❤️📖