Aku Mencintai Kakak Ku

Aku Mencintai Kakak Ku
Makan Malam Bersama


__ADS_3

Makan Malam Bersama


...Happy Reading Guuyyss ❤️📖...


To be continue


🌼🌼🌼🌼🌼


Tuan dan Nyonya Raharja akhirnya sampai ke kediamannya. Disambut oleh Bi Nur dan beberapa pelayan serta pengawal lainnya.


" Selamat datang Nyonya Tuan " ujar Bi Nur sambil membungkuk hormat.


Keduanya mengangguk ramah.


" Dimana Adrian dan Ariana Bi? " tanya Nyonya Raharja, Nyonya Winda Raharja.


" Tuan muda ada di halaman belakang bersama teman temannya, kalau Nona Muda ada di kamarnya ditemani teman temannya Nyonya " jawab Bi Nur sopan.


" Baiklah terimakasih Bi, kami akan ke kamar dulu. Beritahu Ariana dan Adrian beserta teman temannya untuk makan malam bersama " ujarnya.


Bi Nur langsungnya mengangguk sopan,


" Baik Nyonya Tuan silahkan beristirahat " ujar Bi Nur.


Sepasang suami istri tersebut langsung bergegas ke kamarnya. Tadinya ingin menemui putri dan putra mereka tapi ternyata mereka bersama dengan teman temannya.


_Halaman belakang_


" Permisi Tuan Muda, Nyonya dan Tuan tadi sudah sampai rumah. " ujar seorang pelayan wanita sopan.


Adrian hanya tengah bicara santai dengan Rian dan Aji menoleh. Lebih tepatnya kedua temannya yang bicara Adrian hanya diam.


" Hem baiklah " ujar Adrian.


" Nyonya dan Tuan sedang beristirahat di kamarnya, meminta Tuan Muda dan yang lainnya untuk makan malam bersama " katanya lagi sopan.


" Hemm " ujar Adrian.


Lalu pelayan tersebut mengangguk dan membungkuk hormat. Hendak berbalik,


" Eh tunggu, " Rian menghentikan pelayan tersebut.


" Tolong bawakan makanan ringan untuk kami, dan minumnya juga " pintanya.


" Baik Tuan, apa ada lagi? " tanya si pelayan.


" Tidak ada, terimakasih kamu boleh pergi " jawab Riang. Pelayan tersebut mengangguk dan membungkuk hormat lalu bergegas pergi dari sana.


_Kamar Ariana_


Tok tok tok


" Masuk " ujar seseorang dari dalam kamar.


Ceklekkk


" Permisi Nona Muda, Nyonya dan Tuan sudah datang dan sedang beristirahat di kamarnya " ujar pelayan tersebut.


Senyum Ariana merekah saat mendengar nya.


" Emmm kapan Mama sama Papa dateng? " tanyanya senang.


" Beberapa menit yang lalu Nona Muda, Nyonya minta untuk Nona Muda dan yang lainnya untuk makan malam bersama " ujar pelayan tersebut.

__ADS_1


" Emmm baiklah, terimakasih nanti kami pasti turun " jawab Ariana ramah.


" Kalau begitu saya permisi Nona " ujar pelayan itu sambil membungkuk hormat lalu keluar dari kamar.


Setelah pelayan itu pergi, mereka kembali bercerita.


" Na gimana perasaan loe? " tanya Risya.


Ariana mengerutkan keningnya.


" Perasaan gue ? " tanyanya bingung.


" Iya perasaan loe sekarang gimana? udah lebih baik belom? " ucap Risya memperjelas.


" Emm mendingan, kan apa gue bilang perasaan gue ini salah. Adrian tuh bener bener anggep gue kakaknya, gak lebih " jawab Ariana.


" Tapi.... apa loe gak ngerasa kalo selama ini Adrian tuh suka juga sama loe " ujar Cella memancing.


" Ahh gataulah gue, pusing tau gak mikirin itu mulu " Ariana sendiri merasa resah.


" Apalagi nih nyokap bokap udah dateng, gue gak mau ya bikin mereka kecewa "


" Iya kita paham kok gimana yg loe rasain sekarang. Pasti berat rasanya " ucap Risya


Lalu mereka larut dalam percakapan lain agar Ariana tak merasa sedih.


_Skippp makan malam_


Ariana dkk, Adrian dkk sudah berkumpul di meja makan. Tinggal menunggu Nyonya dan Tuan Raharja saja.


Tak lama, kedua orang yang ditunggu tunggu pun tiba.


" Malam all " ujar Nyonya Raharja ramah.


" Malam Ma, Aunty " jawab mereka bersama.


" Malam juga Pa, Uncle " lagi lagi berbarengan.


" Hemm kalian cukup kompak " ujar Nyonya Winda.


" Pasti Aunty, kami sahabat sejak SMP kan " ujar Cella.


" Hemm benar, bagaimana kabar Papa Mama kalian sayang? " tanya Nyonya Winda pada Cella.


" Mama Papa baik Aunty, cuma mereka lagi perjalanan bisnis " ujar Cella cemberut.


" Iya Aunty, Mama Papa baik kabarnya. Malah sama nih Risya ditinggal sendiri mereka ada perjalanan bisnis dan sekalian ngunjungin Oma Opa di luar negeri " ujar Risya.


" Dihh kalian, katanya emang kalian gak mau ikut mereka sekarang malah kayak orang terzolimi " cibir Ariana.


Membuat Risya dan Cella tersenyum kikuk.


" Jangan gitu sayang, Cella dan Risya jadi malu tuh " ujar Nyonya Winda tersenyum geli melihat putri putri sahabatnya.


" Ga papa Mam, mereka juga sering usil sama Ariana " ujar Ariana cekikikan sambil meledek kedua sahabatnya yang sudah berwajah masam.


Para lelaki hanya diam sambil geleng geleng kepala. Para wanita jika sudah berkumpul akan lupa hal lainnya.


" Ekhemm Ma, Papa dicuekin nih " ujar Tuan Andi Raharja pura pura merajuk.


" Ehh maaf Pa, Mama seneng aja bisa ketemu gadis gadis ini " jawab Nyonya Winda tersenyum.


" Tapi jangan lupakan juga kami para pria Aunty " ujar Aji.

__ADS_1


" Ohh hehehe iya iya maafkan Aunty ya boy... bagaimana kabar kalian dan orang tua kalian yang super sibuk itu? " tanya Nyonya Winda


" Seperti yang Aunty lihat sekarang Aji sehat tambah ganteng pastinya.... " jawab Aji dengan gaya tengil nya. Risya jadi merasa malu sendiri melihat cowok yang baru beberapa jam jadi pacarnya itu.


" Kalo Papa Mama seperti biasa, masih sibuk sama kerjaan. Padahal udah liburan gini " ujar nya.


" Rian bagaimana? " tanya Nyonya Winda.


" Alhamdulillaah baik Aunty, Mama Papa juga baik tapi yahh sama kayak ortu Aji, sibuk semua " jawab Rian sedikit kesal.


" Hemm kalian harus mengerti kesibukan mereka ya, mereka sibuk kerja juga untuk masa depan kalian. Oh iya Aunty dan Uncle Andi ada rencana untuk berkumpul dengan orang tua kalian " ujar Nyonya Winda senang.


" Wahh beneran Aunty? kapan kok kita gak tau? " tanya Cella.


" Iya Ma kok gak ada yg ngasih tau kita? " tanya Ariana. Adrian sedari tadi hanya diam bagai patung wkwkwkw.


" Ini pertemuan kami para orang tua, kalian para anak muda tak perlu ikut " ujar Tuan Andi mengejek. Membuat mereka mendengus.


" Sudahlah mari makan malam, makanannya sudah tersedia semua nanti kalau dingin kurang nikmat " ujar Nyonya Winda.


_Tempat Sintia dkk_


Ketiga gadis upss maksud nya wanita, sedang minum dengan senangnya. Merayakan rencana mereka yg dikiranya berhasil.


" Gue yakin Sin, para j*lang itu sekarang lagi nangis darah " ujar Jessi tersenyum senang .


" Tentu, mereka sekarang gak akan bisa dapetin Adrian dan temen temennya. Jangan kan dapetin mereka, Adrian dan temen temennya bahkan gak akan mau deket j*lang kayak mereka " jawab Sintia dengan percaya diri.


" Bener Sin, gue udah gak sabar buat dapetin Aji jadi milik gue seorang " sahut Agnes dengan angkuhnya.


" Tenang aja, mereka pasti hancur. Bakal kehilangan semua nya, orang orang pasti jijik sama mereka sekarang " lanjut Sintia.


" Adrian, sekarang loe hanya milik gue. Ariana udah hancur " batin Sintia.


Tak lama, ponsel milik Sintia berbunyi. Yang menelfon adalah orang suruhannya untuk berbuat jahat pada Ariana dkk. Dengan percaya diri berharap mendengar kabar baik.


" Halo " ujar Sintia.


" Apaaaaa???? Gak mungkin "


Orang di telepon bicara panjang lebar. Senyum yang sedari tadi terukir di wajah Sintia perlahan memudar. Berganti wajah marah dan kesal.


Tuttt


" Arghhh kenapa sih gagal terus " Sintia mengamuk melempar ponselnya kesembarang tempat.


Agnes dan Jessi terlonjak kaget. Tapi mereka juga bingung kenapa Sintia tiba tiba marah marah seperti itu.


BERSAMBUNG....


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️

__ADS_1


HELLOO GUYSSS JANGAN LUPA LIKE, KOMENT, VOTE, AND KASIH RATING TERRRBAIKNYA OKEEYY🤭🤗🤗🤗


THANKS ALL❤️📖


__ADS_2