Aku Mencintai Kakak Ku

Aku Mencintai Kakak Ku
Kemarahan


__ADS_3

Kemarahan


...Happy Reading Guuyyss ❤️📖...


To be continue


🌼🌼🌼🌼🌼


Sesampainya di kediaman Raharja, Adrian, Aji, dan Rian langsung membawa masuk ketiga gadis yang sekarang pingsan dalam gendongan mereka.


Bi Nur yang melihat mereka langsung menghampiri.


" Tuan Muda " ujar Bi Nur sambil membungkuk diikuti pelayan lainnya.


" Cepat buka kan kamar disebelah kamar Ariana, dan panggilkan dokter " jawab Adrian tegas.


Tanpa banyak bicara langsung dilaksanakan oleh para pelayan.


Adrian membawa Ariana ke kamarnya, sedangkan Cella dan Risya di kamar lain dekat kamar Ariana.


Pelayan yang mengikuti mereka langsung disuruh menggantikan pakaian Ariana dan Adrian keluar kamarnya. Setelah selesai, para pelayan keluar dan Adrian kembali masuk ke kamar Ariana. Dia duduk disamping ranjang dekat Ariana.


Tak lama, Bi Nur datang bersama dengan dokter keluarga mereka. Dokter Mizan, lelaki berumur 26 tahun, dia dulunya orang yang ditolong oleh keluarga Raharja. Dan sudah dianggap keluarga sendiri oleh keluarga Raharja.


" Tuan Muda " hormat Dokter Mizan.


" Cepat periksa Ariana kak " ujar Adrian datar. Tapi raut wajahnya khawatir.


Dokter Mizan segera memeriksa Ariana,


" Apa yang terjadi padanya? " tanya Dokter Mizan .


" Ariana hampir celaka oleh baj*ngan baj*ngan itu " jawab Adrian dengan sorot mata tajam dan nampak kemarahan.


Dokter memeriksa Ariana lagi.


" Nona muda tidak kenapa kenapa, dia sepertinya hanya syok dan kelelahan karna menangis dalam waktu lama " ujar Dokter Mizan.


" Ini saya resepkan obat penenang dalam dosis kecil dan juga vitamin, berikan padanya setelah dia sadar nanti " ujar Dokter Mizan sambil menyerahkan resep obat tersebut.


" Hemm, periksa juga orang di ruangan sebelah kak " ujar Adrian datar. Dokter Mizan hanya mengangguk lalu keluar. Dia sudah hafal dengan sikap Adrian. Mereka mengenal sudah sedari kecil.


" Maafin gue Ariana, lagi lagi gue gagal jagain loe " ucap Adrian pelan disamping Ariana.


Wajahnya nampak kekhawatiran dan penyesalan karna tidak bisa datang tepat waktu.


Lalu Adrian keluar kamar Ariana, dan menemui temannya.


" Gimana keadaan mereka dok? " tanya Aji juga Rian yang berada di kamar tempat Cella dan Risya.


" Mereka baik baik saja, hanya syok dan kelelahan sama dengan Nona Muda Ariana. " jawab Dokter Mizan.


" Kalau boleh tau, kenapa dengan mereka ini? " tanya dokter Mizan.

__ADS_1


" Mereka hampir dil*cehkan dok, beruntung kita datang lebih awal, kalau kami terlambat sedikit saja tidak bisa dibayangkan apa yang akan terjadi " jawab Rian dengan tertunduk begitu juga Aji.


Dokter Mizan yang mendengar terkejut dan marah, bagaimana mungkin ada orang yang berani melakukan itu pada Ariana dan teman temannya. Dokter Mizan sendiri juga menyayangi Ariana sebagai adiknya.


" Tenang lah, mereka baik baik saja. Hanya saja di wajah gadis itu (menunjuk Risya) ada lebam. Ini tolong oleskan salep ini dan ini resep obat untuk mereka " ujar Dokter Mizan.


" Baik Dok terimakasih " ujar Aji dan Rian.


" Ya sudah kalau begitu saya permisi " pamitnya.


Setelah kepergian Dokter Mizan, Aji mengoleskan salep ke pipi Risya yang lebam karna tamparan pria kurang ajar di toilet tadi. Hatinya teriris melihat gadis yang disukai nya dalam keadaan lemah seperti ini.


" Cepet sembuh Sya, gue sayang loe " bisik Aji ditelinga Risya.


Sedangkan Rian, dia duduk membelai rambut Cella dengan lembut. Hatinya pun pilu saat mengingat hal tadi. Dirinya bersalah karna tidak bisa melindungi Cella.


" Maafin gue Cell, gue janji gue bakal selalu melindungi loe " ujar Rian.


Tak lama pintu diketuk. Bi Nur masuk ke dalam dan bilang,


" Permisi Tuan Aji dan Tuan Rian, Tuan Muda menunggu kalian di kamarnya " ujar Bi Nur.


" Ada apa Bi Adrian manggil kita? " tanya Aji.


" Saya kurang tau Tuan Aji, sepertinya ada hal penting " jawab Bi Nur sopan.


" Ya udah Bi makasih ya. Sebentar lagi kita ke kamarnya Adrian " jawab Rian. Lalu Bi Nur menunduk hormat dan pergi dari sana.


" Ayo Ji, kita temuin Adrian dulu " ajak Rian, Aji hanya diam dan mengikuti Aji ke kamar Adrian.


" Masuk " jawab Adrian.


Rian dan Aji segera masuk ke kamar Adrian.


" Kenapa loe manggil kita kesini Yan " tanya Aji langsung. Kini wajah ketiganya nampak serius. Baik Aji dan Rian pun yang biasanya ceria, dan suka bercanda pun berubah jadi datar dan dingin.


(Aji dan Rian emang konyol orangnya, tapi kalo udah menyangkut orang yang disayang mah ga beda jauh dari Adrian😂)


" Gue tau pelakunya " ujar Adrian.


Aji dan Rian menatap tajam Adrian.


" Siapa? " tanya Aji dingin.


" Kasih tau kita, siapa pelakunya " desak Rian dengan amarah membara.


" Tenang dulu, dengerin ucapan gue " ujar Adrian datar.


" Otak dari kejadian hari ini adalah Sintia " ucap Adrian dingin.


" Apa? Sintia? " kaget Aji masih dengan kemarahannya.


" Kurang aj*r, mereka emang gak ada habisnya, setelah pelajaran yang loe kasih waktu itu buat mereka, masih berani mereka buat nyelakain Ariana, Cella dan Risya " ujar Rian marah.

__ADS_1


Ya, selain kedua orang tua Adrian yang tau identitas asli Adrian sebagai ketua Mafia terkejam nomer 1 adalah Aji dan Rian. Bahkan keduanya pun turut serta di dalamnya. Menjadi tangan kanan Adrian, selain Niel.


" Habisin aja mereka, ck gak guna " ujar Aji.


" Gue bakal bikin perhitungan sama mereka, karna udah berani nyakitin Cella " ujar Rian dingin.


" Apa rencana loe selanjutnya? " tanya Rian pada Adrian.


Adrian hanya diam sambil menampilkan senyum smirknya. Membuat Rian dan Aji pun tersenyum menyeringai. Mereka paham arti dari senyuman itu. Adrian pasti memiliki rencana yang bagus untuk membalas keduanya.


" Loe bakal habisin mereka? " tanya Aji.


Adrian menggeleng.


" Terlalu mudah kematian buat mereka. " jawab Adrian dingin.


Aji dan Rian mengangguk.


" Kita percaya sama loe, libatin kita kali ini " pinta Aji.


Kini emosi ketiga cowok itu mulai tenang.


" Sekarang mending kita pikirin cara buat cewek cewek ini ngelupain kejadian tadi. Gue gak mau Risya dan yang lain mentalnya keganggu " ujar Aji.


" Gue udah atur semuanya, kalian tinggal ikut aja " ujar Adrian.


" Lusa kita pergi ke pulau pribadi gue, ngabisin masa liburan disana " ujar Adrian.


" Sekalian ngerayain ultah Ariana beberapa hari lagi, Papa Mama gue juga bakal dateng saat ultah Ariana. " jelas Adrian.


" Hemm Tante dan Om bakal dateng juga, ada hal apa? " tanya Rian.


" Gue bakal nyatain perasaan buat Ariana " jawab Adrian.


" Loe yakin? Ariana gak akan nolak? " tanya Rian ragu. Sebab dia pun tau semuanya tentang Adrian dan Ariana.


" Itu urusan gue, kalian berdua ikutin rencana yang udah gue buat " ujar Adrian datar.


BERSAMBUNG....


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️

__ADS_1


HELLOO GUYSSS JANGAN LUPA LIKE, KOMENT, VOTE, AND KASIH RATING TERRRBAIKNYA OKEEYY🤭🤗🤗🤗


THANKS ALL❤️📖


__ADS_2