Aku Mencintai Kakak Ku

Aku Mencintai Kakak Ku
Keluarga Harmonis


__ADS_3

Keluarga Harmonis


To be continue


🌼🌼🌼🌼🌼


Setelah makan, Adrian mengajak Ariana ke ruang keluarga untuk belajar.


Sengaja Adrian memilih tempat itu, agar Ariana bisa fokus dengan suasana belajar baru.


" Oke, sekarang kita bakal belajar apa dulu? " tanya Ariana antusias.


" Loe mau mulai dari yang mana dulu? " tanya balik Adrian.


Ariana diam tampak berfikir.


" Emmmm gimana kalo Matematika dulu, gue soalnya paling down kalo udah pelajaran satu itu tuh " ujar Ariana sambil mengeluarkan buku pelajarannya.


" Oke " jawab Adrian singkat.


" Mana gue liat buku pelajaran loe " pinta Adrian.


Ariana langsung memberikan bukunya.


" Kita mulai dari yang dasar dulu. Ini ( tunjuk Adrian pada sebuah soal) coba loe kerjain soal ini " titah Adrian.


Ariana hanya diam, memperhatikan soal yang disuruh Adrian untuk dicobanya.


Lalu setelah itu dia tersenyum pada Adrian.


" Gue gak ngerti soal ini Adrian " ujarnya.


Adrian menghela nafasnya.


" Ini soal yang baru beberapa hari lalu di pelajarin Ariana " ujar Adrian.


" Tapi gue beneran gak ngerti, nih coba loe liat gue dapet nilai berapa " tunjuk Ariana pada buku tugas Matematika nya.


Nilainya '30'.


" Oke sekarang gue tanya, pemahaman loe tentang pelajaran Matematika darimana sampai mana? " tanya Adrian serius.


Tapi Ariana tidak menjawab, ternyata gadis itu fokus pada ponselnya.


" Ariana " panggil Adrian, tapi tak dihiraukan oleh gadis itu.


Oke cukup Adrian mulai kesal karna tak dihiraukan. Lalu dia merebut paksa ponsel Ariana.


Membuat gadis itu langsung menoleh padanya.


" Adrian loe apa apaan sih mana balikin HP gue sini " pinta Ariana dengan kesal.


" Nggak. " jawab Adrian sambil menjauhkan ponsel tersebut.


" Balikin. Loe tu seenaknya banget jadi orang " ujar Ariana marah.


" Loe yang seenaknya Ariana. Kemarin gue bilang kalo loe mau gue ajarin loe harus ikutin aturan gue. Dan loe setuju " ucap Adrian tegas.


Membuat Ariana terdiam. Gadis itu menelan salivanya melihat wajah Adrian.


" Dan loe dari tadi malah fokus sama HP loe. " lanjut Adrian.


" HP loe gue sita selama belajar " ujar Adrian datar.


Oke fix Ariana kalah. Memang kali ini salahnya bukan.


" Oke sekarang kita mulai dari pelajaran kelas 10 yang dasar " ujar Adrian dan diangguki Ariana.


Lalu mereka berdua pun larut dalam kegiatan belajar. Adrian benar benar membuat Ariana fokus dalam pelajaran nya.


Tak terasa mereka berdua belajar hingga malam hari. Sampa melewatkan waktu makan malam.


Adrian yang tak tega melihat Ariana pun berinisiatif mengambil kan makanan untuknya.

__ADS_1


Tapi saat Adrian kembali gadis itu malah tertidur.


Adrian menatap wajah damai Ariana yang tertidur di atas meja.


" Loe itu istimewa Ariana, loe sebenarnya pinter tapi karna kejadian 'itu' loe jadi kayak gini " ujar Adrian lirih.


Adrian mengusap lembut wajah Ariana yang tertidur.


Lalu dia menggendong Ariana yang tertidur untuk dibawa ke kamar.


" Loe tidur kayak orang pingsan " gumam Adrian yang memang saat digendong Ariana tak terusik sama sekali.


...🌸🌸🌸🌸🌸...


Keesokan paginya Ariana terbangun dari tidurnya.


" Hoaammmm "


" Lohh kok gue ada di kamar, perasaan kemarin kan gue di ruang keluarga belajar sama Adrian " ujar Ariana pada dirinya sendiri.


" Ahh bodo amat palingan juga Adrian yang mindahin gue ke kamar " ujar Ariana lalu bergegas menuju kamar mandi.


Tak lama Ariana sudah siap dengan seragam sekolahnya. Gadis itu memutuskan untuk keluar kamar dan sarapan.


Saat Ariana sampai ruang makan, dia melihat sosok yang dia rindukan. Siapa lagi jika bukan Mama dan Papanya.


" Mamaaaaa " teriak Ariana girang lalu berlari memeluk Mamanya.


Nyonya Winda menoleh mendengar teriakan putrinya, sedangkan Tuang Andi hampir saja tersedak teh yang dia minum.


"Emmm Ariana kangennn " ucap Ariana memeluk Nyonya Winda.


Nyonya Winda dan Tuan Andi tersenyum.


" Mama juga kangen anak gadis mama yang cantik ini " balas Nyonya Winda.


" Sama Papa gak kangen nih girls? " goda Tuan Andi.


Ariana melepas pelukan Mamanya dan beralih memeluk Papanya


" Papa Mama kapan datangnya kok aku gak tau? " tanya Ariana sambil duduk di kursi.


" Tadi malam, kamu gak tau karna kamu sudah tidur " jawab Papa.


" Hehehe maaf ya Ariana tidur saat Mama Papa pulang " ujar Ariana sedikit tak enak.


" Nggak papa, kami memang tidak mengabarkan kalau mau pulang " jawab Nyonya Winda sambil tersenyum.


" Adrian tau Mama Papa pulang semalam? " tanya Ariana.


Tuan Andi mengangguk.


" Bahkan saat Adrian membawamu ke kamar kami tau sayang " jawab Tuan Andi. Membuat Ariana entah kenapa menjadi malu sendiri.


" Adrian adik kamu mana sayang? " tanya Nyonya Winda.


Ariana mengangkat bahunya.


" Palingan juga masih di kamarnya " jawab Ariana.


Takk takk takk


Semua menoleh ke arah tangga.


" Pagi boy " sapa Nyonya Winda dan Tuan Andi.


" Pagi Ma Pa " jawab Adrian singkat.


" Loe gak nyapa gue Adrian " tanya Ariana dengan wajah polos


" Nggak " jawab Adrian singkat.


" Nyebelin tau gak loe " ujar Ariana kesal.

__ADS_1


" Gak penting. " jawab Adrian singkat.


Ariana hendak membalas ucapan Adrian tapi dihentikan oleh Nyonya Winda.


" Sudah sudah ,ini masih pagi jangan berdebat. Lebih baik sekarang mulai sarapan dan berangkat sekolah " ujar Nyonya Winda.


Ohh ayolah kalau Nyonya Winda sudah angkat bicara tak akan ada yg berani membantah.


Lalu mereka semua makan dengan tenang hingga satu persatu berpamitan dan menjalan kegiatan masing masing.


...🌸🌸🌸🌸🌸...


Disekolah, Risya dan Cella sudah datang lebih dulu. Mereka menunggu kedatangan Ariana sahabatnya.


" Pagi " sapa Ariana saat datang.


" Pagi juga " jawab Cella dan Risya.


" Na, loe tau nggak " ujar Cella


" Nggak " jawab Ariana.


" Ihhh dengerin dulu, gue belum selesai ngomongnya " ujar Cella kesal.


Risya hanya cekikikan saja melihat Cella yang dibuat kesal Ariana. Gadis itu sudah tau apa yang akan di sampaikannya pada Ariana.


" Iya iya ya udah, apaan Cella sayanggg? " tanya Ariana gemas.


" Hehehe gitu dong, ya udah gue kasih tau ya " ujar Cella.


" Isshh iya iya apaan tinggal bilang aja ribet dehh " ujar Ariana yg balik kesal.


" Loe tau, si Leo itu kabarnya dia pindah dari sekolah ini " ujar Cella serius.


Ariana menaikkan sebelah alisnya.


Menampakkan wajah seperti 'Urusannya sama gue apa?'.


" Gak peduli gue " jawab Ariana cuek.


" Nahh apa gue bilang tadi Cell, jawaban Ariana pasti gitu. Jadi loe ngasih tau dia percuma juga " sahut Risya.


Cella hanya diam dan tersenyum kikuk.


" Hehe sorry gue kira loe masih care sama dia. Tapi ya, kenapa juga dia pindah sekolah ya? apa karna dia ngerasa malu kalo ketemu sama loe Na? " ujar Cella menerka nerka.


" Gak tau " jawab Ariana acuh.


Setelah itu pelajaran dimulai karna bell masuk sudah berbunyi.


BERSAMBUNG....


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️


haiii haiii guyss jangan lupa Like, Koment, Vote, dan kasih Rating terrrbaik kalian biar Author tambah semangattttt🤗🥳


Ditunggu ya next episodenya 🥰

__ADS_1


Thanks all📖💙


__ADS_2