Aku Mencintai Kakak Ku

Aku Mencintai Kakak Ku
" Oke gue kalah " Ariana.


__ADS_3

" Oke gue kalah " Ariana.


To be continue


🌼🌼🌼🌼🌼


Setelah mandi dan berganti pakaian santai, Ariana memutuskan untuk pergi ke dapur.


" Sore Bi, ada yang bisa Ariana bantu ga? " tanya Ariana pada Bi Nur yang sedang mengerjakan pekerjaan dapur bersama pelayan lainnya.


" Ehh Nona Muda, sebaiknya jangan Nona ini sudah tugas kami " jawab Bi Nur dan diangguki oleh yang lainnya.


" Yahh padahal aku lagi pengen bantuin gitu Bi, ohh iya aku laper Bi makanan udah siap belom? " tanya Ariana sambil celingak celinguk menatap setiap sudut dapur.


Bi Nur dan pelayan lainnya tersenyum.


" Makanan sudah siap Nona di meja makan, Tuan Muda Adrian juga sudah disana sedari tadi menunggu Nona " jawab salah satu pelayan lain bernama Lucy.


" Ohh gitu kak Lucy, ya udah kalo gitu Ariana kesana dulu ya mau makan hehehe " ujar Ariana lalu pergi dari dapur.


Bi Nur dan yang lain hanya mengangguk sambil tersenyum.


Mereka senang jika berbincang dengan Ariana. Gadis itu tidak pernah membedakan siapapun dan selalu ramah dengan sekitar nya.


Sampainya di meja makan, Ariana langsung duduk di sebelah Adrian.


" Kenapa lama sekali? " tanya Adrian datar.


Lelaki itu kesal karna menunggu Ariana yang lama untuk turun.


" Biasalah gue abis berendam dulu biar badan rileks " jawab Ariana santai.


" Ambilin gue makan " ucap Adrian datar.


Membuat Ariana menoleh.


" Tangan loe sakit atau udah gak fungsi Adrian? " tanya Ariana dengan sinis, sedangkan Adrian tetap dengan wajah datarnya.


" Cepetan gue laper " ujar Adrian lagi.


Sungguh Ariana merasa kalau Adrian ini memang sangat halal untuk di pukul kepalanya. Selalu seenaknya memerintah.


Dengan terpaksa Ariana mengambilkan makanan di piring Adrian.


" Nih makan awas ga abis " ujar Ariana sambil menyerahkan piring berisi setumpuk nasi serta lauknya.


Adrian yang melihat isi piringnya malah terpikir ide baru. Tentu saja akan melibatkan Ariana.


" Loe makan berdua sama gue " ujar Adrian sambil menahan tangan Ariana yang hendak menyendok nasi ke piringnya.


" Iihh lepas deh Adrian, siapa juga yang mau makan sepiring sama loe " ujar Ariana ketus sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Adrian.


" Salah loe sendiri ambil makanan sebanyak ini " ucap Adrian sambil menunjuk isi piringnya yang menggunung.


Tentu saja itu bukan porsi makan Adrian. Lelaki itu tidak akan sanggup menghabiskan porsi makanan yang dua kali lipat dari porsi biasanya.

__ADS_1


" Kan loe sendiri tadi yang minta gue ambilin makan, ya udah sekarang loe makan aja dah gue juga mau makan " ujar Ariana jutek.


" Bi Nur " panggil Adrian.


Membuat Ariana mengernyit kan dahinya.


Lalu Bi Nur datang.


" Iya Tuan Muda " ujar Bi Nur.


" Bawa semua makanan yang ada di meja kecuali yg ini (menunjuk piring miliknya) kasih ke para penjaga dan pelayan lainnya jangan sampai ada yang tersisa " titah Adrian.


Ariana membulat kan bola matanya. Tak habis pikir dengan Adrian.


" Baik Tuan Muda " ucap Bi Nur lalu memanggil pelayan lain untuk membantunya.


" Adrian loe apa apaan sih gue juga mau makan Adrian, udah lepasin gue mau ambil makanan nya dulu " desak Ariana yang sudah kesal dengan perbuatan Adrian.


" Gak akan. Loe makan sama gue atau loe nunggu sampai makan malam " ujar Adrian tegas.


Bi Nur dan para pelayan lain datang kembali dan mulai membawa makanan di meja.


" Bi sisain buat Ariana yaaa " ucap Ariana memelas pada Bi Nur.


Melihat itu Bi Nur menjadi bingung dan tak tega.


Lalu dia menoleh pada Adrian, dia mengisyaratkan jangan.


Tanpa berkata Bi Nur pergi dari sana kembali ke dapur.


" Ya udah loe tinggal duduk dan makan sama gue " Adrian menjawab dengan santainya.


Mendengar jawaban Adrian yang begitu menyebalkan menurutnya, Ariana langsung duduk tapi membelakangi Adrian.


" Gue gak laper! " ujar Ariana ketus sambil membelakangi Adrian.


" Oke, kalau gitu gue makan sendiri aja " ujar Adrian lalu mengambil garpu dan sendok dan mulai makan.


" Hemm ternyata Bi Nur ada kemajuan dalam masakan nya. Lumayan lah hampir setara sama masakan chef restoran terkenal " ujar Adrian lalu kembali menyantap makanannya.


Di posisi Ariana, gadis itu sedang menahan sesuatu yang hampir menetes dimulutnya. Dia lapar, apalagi bau masakan Bi Nur masih tercium di hidungnya.


" Gue gak laper.! " ujarnya lagi.


" Oke gue makan selamat menunggu makan malam " ujar Adrian


Kruyyukk kruyukk


" Duhh ni perut gak bisa diajak kompromi banget siii . Tapi emang gue laper :(" batin Ariana.


Adrian yg mendengar bunyi perut Ariana tersenyum penuh kemenangan. Sebentar lagi rencananya berhasil.


" Udah, perut loe ga bisa bohong " ujar Adrian mulai memancing Ariana.


" Kalau loe mau balik badan aja, nih masih banyak ".

__ADS_1


Ariana memejamkan matanya sesaat. Mempertimbangkan keputusannya. Dengan mengesampingkan segala ego dan gengsinya.


" Oke gue kalah " batin Ariana pasrah.


Lalu perlahan Ariana mulai membalikkan badannya. Dilihatnya Adrian masih fokus memakan makanan.


Lalu Ariana mengambil garpu dan sendok lalu mulai makan.


" Minggiran dikit gue juga mau makan " ujar Ariana ketus.


Adrian menuruti tanpa berkata apapun. Diam diam dia tersenyum tipis karna berhasil membuat gadis itu makan dengannya.


...🌸🌸🌸🌸🌸...


Di tempat Sintia dkk, kini mereka sedang berkumpul dan seperti nya mereka akan merencanakan hal buruk lainnya.


" Sin, loe kemarin hebat banget bisa ngeyakinin bokap nyokap loe, termasuk bokap nyokap kita berdua " ujar Jessi.


" Iya tuh, gue udah takut aja mereka tau semuanya " sahut Agnes.


(Info ya, kenapa keluarga Sintia dkk gak tau semuanya, itu karna udah diatur sama Adrian. Dan belum waktunya permainan mereka berakhir. Kalo untuk Leo, Adrian sengaja buat dia jauh dari Ariana karna gak mau Ariana di deketin cowok manapun)


" Loe berdua tenang aja, selagi ada gue semua aman. Tapi gue masih gak abis pikir, kenapa bisa ada orang hebat yang ngelindungin cewek jal*ng itu " ujar Sintia penuh kebencian.


" Kita harus bikin rencana baru Sin buat ngancurin dia. Gue masih gak terima dia dan temen temennya ngerebut Adrian dkk " ujar Agnes.


" Bener kata Agnes, secepatnya kita singkirin si ******* sama temen temennya " lanjut Jessi.


" Itu yang gue pikirin. Malah Leo juga sekarang gatau kemana gak bisa dihubungin " ujar Sintia kesal.


" Udahlah Sin biarin aja cowok buaya kayak dia gak penting juga. Lagian tanpa dia pun kita pasti bisa nyingkirin mereka " ujar Agnes.


" Loe bener juga, ya udah lah ya gak penting juga. Rencana kemarin aja gagal dia lakuin " ujar Sintia.


" Ya udah sekarang mending kita happy happy aja soal mereka lupain aja " ujar Sintia yg langsung di setujui oleh Agnes dan Jessi.


BERSAMBUNG....


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️


HELLOO GUYSSS JANGAN LUPA LIKE, KOMENT, VOTE, AND KASIH RATING TERRRBAIKNYA OKEEYY🤭🤗🤗🤗

__ADS_1


THANKS ALL❤️📖


__ADS_2