Aku Mencintai Kakak Ku

Aku Mencintai Kakak Ku
Rencana Licik 2


__ADS_3

Rencana Licik 2


...Happy Reading Guuyyss ❤️📖...


To be continue


🌼🌼🌼🌼🌼


" Huh untung aja ya tadi kita beli baju, kalo nggak udah gue cakar cakar itu mukanya Sintia dkk enak banget udah salah pake nyolot lagi " cerocos Cella di dalam kamar mandi.


Mereka bertiga berganti baju di kamar mandi dekat parkiran. Karna kalau masuk ke dalam mall lagi bisa malu mereka diliatin banyak orang dengan pakaian kotor dan basah.


" Iya tuh gue juga kesel banget sama mereka bertiga, gak ada abisnya gitu cari masalah sama kita " sahut Risya yang sudah berganti pakaian dari salah satu bilik.


" Udahlah lupain aja, tabiat mereka udah gitu mau gimana lagi " ujar Ariana yang memang sudah malas meladeni Sintia dkk yang selalu cari masalah dengannya.


Setelah berganti pakaian, mereka keluar dari kamar mandi. Tapi, saat membuka pintu mereka dihadang oleh 4 orang pria berbadan kekar dan wajahnya sangar.


Ariana, Risya, dan Cella terkejut. Dalam hati mereka sudah merasa akan ada hal yang tak enak.


" Heh kalian siapa? kenapa berdiri di depan pintu toilet perempuan? " tanya Risya menekan perasaan takutnya.


" Pasti kalian mau ngintipin cewek cewek disini kan dasar gak punya etika " ujar Cella marah.


" Minggir kita mau lewat " ujar Ariana.


" Mau pergi kemana cantik, abang udah disini lebih baik kita main dulu gimana " ujar salah satu pria dengan rambut gondrong.


" Cihh main pala loe! minggir gak kita mau lewat. Kalo kalian gak mau minggir kita bakalan teriak " ancam Cella.


" Hahahaha " pria pria tersebut malah tertawa.


" Coba saja kalian teriak, abang mau liat siapa yang akan dateng hahaha " ujar pria kepala plontos dengan tato tengkorak.


" Ayo kita main di dalem biar makin seru " goda pria kepala botak licin pada Risya.


" Ishh jangan pegang pegang gue! " ujar Risya marah karna hendak disentuh oleh pria itu.


Keempat pria tersebut melangkah maju. Sontak Ariana dkk langsung memundurkan langkahnya ke dalam kamar mandi.


" Jangan maju, atau kita teriak! " ujar Ariana.


" Ayolah maniss kita akan bersenang senang. Nikmati saja " ujar pria bertato.


" Berhenti! gue bilang berhenti jangan deket deket kita!!! " teriak Risya


" Tolongg!!!! br*ngsek kalian jangan mendekat " teriak Cella .


Mereka bertiga berpegangan tangan sambil terus berteriak.


Lalu salah seorang pria menarik lengan Cella.


" Cellaaaa " teriak Ariana dan Risya.


" Manis, mulutmu ini kasar sekali. Biar Abang coba ya " ujarnya sambil tersenyum mesum hendak menci*m Cella.


Cella menangis dan memberontak.


" Emmmm jangan hikss tolonggg!!!! " teriak Cella.

__ADS_1


" Lepasin temen gue br*ngsek tolonggggg!!!! " teriak Risya. Pria tersebut merobek baju Risya hingga lengan bagian atasnya terekspos.


" Gadis mari kamu bersama Abang aja, udah gak sabar yaaa " ujar seorang pria kepala botak.


" Nggakk!!! lepass jangan sentuh guee!!! " teriak Risya sambil berontak.


Plakkkk


Pria yg memegang Risya menampar pipi gadis itu. Membuat Risya meringis.


" Diam!! loe cewek sok jual mahal ! " ujar pria tersebut marah.


" Kur*ng ajar loe lepasin temen guee!!! " teriak Ariana.


Kedua pria memegangi kedua lengan Ariana. Gadis itu terus berontak.


Salah seorang pria memegangi tengkuk Ariana, gadis itu terus berontak.


Krakkkkk


Baju Ariana dirobek oleh mereka. Membuat Ariana semakin menangis.


" Kami akan membuat kalian melayang nikmat hahahaha " ujar seorang pria kepala pelontos.


Tiba tiba....


Brakkkkk


Pintu kamar mandi di dobrak dari luar.


Orang yang mendobrak adalah Adrian dan Niel, Tangan kanan dan orang kepercayaan Adrian.


" Br*ngsek siapa loe! berani beraninya ganggu kita! " ujar pria botak.


Adrian, Aji, dan Rian menatap ketiga gadis yang sudah berantakan. Adrian menatap marah pada pria pria tersebut.


" Baj*ngan br*ngsek mati loe!!! " ucap Adrian marah dengan nafas memburu.


" Banyak bac*t loe! " setelah mengucapkan itu keempat pria badan kekar menyerang Adrian, Aji, Rian, dan Niel.


Pertarungan tak bisa terelakkan. Ariana, Risya, dan Cella saling berpelukan dan menangis.


Bughh bughhh


Krakk krakkk


" Arghhh br*ngesek loe " teriak pria badan kekar. Tangannya dipatahkan oleh Adrian.


" Arghhh arghhh " teriakan teriakan pilu terdengar dari keempat pria badan kekar.


Baghhh bughhhh bughhh


" Mati loee!!!! " teriak Adrian sambil terus memukuli pria tersebut yang sudah terkapar tak berdaya di lantai.


" Tuan Muda " ucap Niel sambil menahan Adrian yang masih emosi dengan memukuli pria tersebut.


" Lepas Niel mereka harus mati karna udah nyakitin Ariana!!! " teriak Adrian marah.


" Tuan Muda biar mereka menjadi urusan saya, lebih baik sekarang Tuan Muda bawa Nona Muda pergi dia sangat ketakutan " ujar Niel yang langsung membuat Adrian tersadar dan berhenti.

__ADS_1


" Ariana " ucap Adrian sambil menatap ketiga gadis yang duduk dilantai sambil menangis ketakutan.


Rian dan Aji segera menghampiri mereka, begitu juga Adrian.


" Hikkss to long jangan sakitin kita hiksss " ucap lirih Cella.


" Tenang Cell, gue Rian loe aman sama gue. Gue bakal ngelindungin loe " ujar Rian sambil menahan sesak di dada. Melihat keadaan gadis yang disukai nya menjadi begini. Dia melepas jaket miliknya untuk Cella.


" Lepasin gue hikkss gue mohon " lirih Risya sambil menangis.


" Heyy Sya udah loe aman ini gue Aji " ucap Aji lembut sambil membuka jaketnya dan memakaikan nya ke tubuh Risya yang bergetar hebat. Pakaiannya sudah berantakan.


" Ariana ini gue Adrian " ujar Adrian sambil memeluk Ariana.


" Lepasin gue jangan sentuh gue!!! " teriak Ariana ketakutan.


" Heyy ini gue Adrian, coba loe tatap gue loe aman sama gue " ujar Adrian.


Ariana lalu membuka matanya, dilihatnya Adrian tersenyum lembut padanya. Gadis itu lalu memeluk Adrian dengan erat.


" Hiksss hikkss Adrian gu gue ta kut hiksss me re ka hiksss " tangis Ariana ketakutan.


" Sutttt udah, mereka gak bakal bisa nyakitin loe lagi. Ada gue disini " ucap Adrian menenangkan.


" Ja hikss ngan tinggalin gue hiksss " ujar Ariana lirih.


" Gue gak akan tinggalin loe, sekarang ayo kita pergi dari sini " ajak Adrian sambil memakai kan jaket miliknya pada tubuh Ariana. Dia tak rela orang lain melihat tubuh Ariana dalam keadaan seperti sekarang.


Adrian menggendong Ariana dalam pelukannya. Begitu juga dengan Aji dia langsung menggendong Risya, Rian menggendong Cella ala bridal style.


" Urus mereka Niel, setelah itu temui saya " ujar Adrian tegas. Niel hanya mengangguk dan pasrah. Dia tau setelah ini bosnya akan memberikan hukuman padanya dan juga anak buahnya yang ditugasi mengawasi Ariana.


Lalu Adrian langsung membawa Ariana ke dalam mobil.


" Kita bawa Risya dan Cella ke rumah sakit Yan " ucap Aji.


Adrian menggeleng.


" Bawa ke rumah gue biar mereka diperiksa dokter keluarga gue, di rumah sakit terlalu bahaya buat mereka saat ini, apalagi pasti banyak mata mata publik " ujar Adrian.


Aji dan Rian melongo. Adrian baru ini bicara panjang pada mereka.


Tanpa ba bi bu Aji juga Rian mengikuti perkataan Adrian.


BERSAMBUNG....


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️


🏵️

__ADS_1


HELLOO GUYSSS JANGAN LUPA LIKE, KOMENT, VOTE, AND KASIH RATING TERRRBAIKNYA OKEEYY🤭🤗🤗🤗


THANKS ALL❤️📖


__ADS_2