
...Haii haii haiii guyssss๐๐๐๐...
...*Ketemu lagi nihh kita yaa hehehehe...sorry banget ya Author lama update episodenya,...
...gimana udah pada gak sabar kan mau baca kelanjutan AMKK??? Yukk langsung aja gasss baca dong guyss tunggu apalagi๐๐๐*...
...Happy reading๐โค...
To be continue
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
" Udah ya, sekarang loe tenang dan istirahat. Nanti Bi Nur bakal bantu loe bersih bersih " ujar Adrian lembut.
Ariana masih dalam pelukan hangat Adrian yang menurutnya sangat nyaman. Entah nyaman sebagai seorang kakak yang memeluk adik laki lakinya atau sebagai seorang wanita yang mendapat perlindungan lelaki.
" Jangan tinggalin gue Adrian...gue gue takut " ucap lirih Ariana.
Adrian dan Bi Nur yang mendengar penuturan Ariana menjadi tak tega. Gadis itu nampaknya mengalami trauma yang cukup serius.
Entahlah mungkin saat itu Ariana masih setengah sadar, jadi masih bisa mengetahui apa yang akan diperbuat Leo padanya.
" Suttt udah, loe aman disini ada gue, Bi Nur, para pelayan, penjaga yang lain. " ucap Adrian menenangkan Ariana.
" Gimana sama Mama Papa? " tanya Ariana mendongakkan wajahnya.
Adrian tersenyum, kemudian menjawab " Tenang aja, Mama Papa udah gue kabarin mereka sempet khawatir dan cemas tapi sekarang udah tenang " jelas Adrian sambil mengusap lembut puncak kepala Ariana.
" Mereka pasti marah besar sama gue " ucap Ariana sambil menunduk.
" Hemm mungkin iya, tapi loe harus berani nerima resiko dari yang loe perbuat. Mereka orang tua kita, mereka marah pun karna sayang dengan anaknya " jawab Adrian bijak. Ariana hanya mengangguk dan menghembuskan nafasnya.
" Ya udah, sekarang loe istirahat aja. Nanti Bi Nur bakal balik lagi bawa makanan dan bantu loe mandi " ujar Adrian.
Ariana menggeleng, " Gue mau mandi sekarang aja, loe keluar dulu gih " katanya.
" Hemm ya udah, Bi tolong jaga Ariana " ujar Adrian pada Bi Nur.
" Baik Tuan Muda, mari Nona Muda " ucap Bi Nur lalu bersama pelayan lain membantu Ariana. Sedangkan Adrian keluar dari kamar Ariana.
Setelah keluar dari kamar Ariana, Adrian memutuskan untuk pergi ke kamarnya. Dia berniat mandi dan ganti pakaian.
Setelah beberapa menit, Adrian siap dengan pakaian casualnya. Entah dia mungkin ingin pergi keluar setelah ini. Dia menelepon seseorang.
" Niel, apa mereka sudah disana? " tanya Adriana.
" Sudah Tuan Muda, saat kembali kami langsung membawa mereka ke tempat biasa. Saat ini mereka belum sadarkan diri " jelas Niel.
" Awasi mereka, saya segera kesana. " titah Adrian. Panggilan telepon pun terputus.
...๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ...
Kini Adrian sudah berada di sebuah gedung kosong terpencil. Tempat tersebut merupakan tempat yang biasa dipakai oleh Adrian dan para anak buahnya untuk mengeksekusi penghianat maupun musuh musuh yang menyerang keluarga Raharja.
Disana sudah ada Niel dan puluhan anak buah Adrian yang berjaga.
" Selamat datang Tuan Muda " sapa Niel sambil memberi hormat diikuti oleh yang lain.
" Hem, dimana mereka? " tanya Adrian langsung pada intinya.
" Mereka di dalam Tuan Muda, sedang berontak sejak mereka sadar " jelas Niel.
Adrian tersenyum miring mendengar ucapan Niel. Niel dan yang lain melihat senyum Adrian mengerti arti senyuman mengerikan tersebut.
__ADS_1
" Berikan." pinta Adrian. Niel yang mengerti langsung memberikan apa yg diminta Adrian. Sebuah topeng hitam berlambangkan kelompok mereka. Adrian langsung memakainya.
Niel juga melakukan hal yang sama. Dia memakai topeng diikuti para anak buahnya. Lalu berjalan di belakang Adrian masuk ruangan dimana tawanan mereka berada.
" Lepassss...woyy loe pada bud*g ya! " teriak Leo memberontak karna tangan dan kakinya diikat.
" Lepasin kitaa loe semua gak tau siapa kita hah Papi gue bisa habisin loe semua dalam sekejap loe tau!!! " teriak Agnes.
" Brengs*k loe semua, lepasin gue sekarang!! " teriak Sintia.
" Gue bakal ngasih bayaran lebih gede dari yang kalian terima berapapun asal kalian lepasin kitaaaa ! " ujar Jessi sombong.
Prokkk prokk prokkk
Adrian dan Niel masuk ke dalam dan mendengar semua ocehan mereka berempat.
" Si si siapa loe!? " tanya Sintia gugup. Pasalnya saat ini Adrian menggunakan topeng yang Sintia dan yang lainnya ketahui adalah topeng dari ketua sebuah kelompok paling berbahaya di dunia.
" Siapa gue? Orang kayak loe gak pantes tau siapa gue " jawab Adrian dingin.
" Woyy pengecut, lepasin gue sekarang! kalo loe berani hadapin gue langsung cihh " ujar Leo dengan angkuh.
" Ck, gue suka keangkuhan orang yang diambang Kematian " jawab Adrian dingin.
Sintia, Agnes, dan Jessi bungkam mendengar kata kata Adrian. Sedangkan Leo, dia malah semakin menantang Adrian.
" Loe mau dilepasin? Oke " ujar Adrian memberi kode pada Niel. Leo merasa senang dia mengira orang bertopeng itu takut dengan ancamannya.
" Mau kemana loe " ujar Adrian datar.
" Minggir, biarin gue pergi setelah itu loe semua bakal tau akibat dari main main sama gue " ujar Leo angkuh.
" Ck bermimpi lah. " ujar Adrian. Leo yang mendengar menjadi bingung. Tapi setelahnya, dia merasa akan ada hal yang buruk padanya.
Benar saja, setelah itu datanglah satu orang berbadan kekar menggunakan topeng.
" Cihh cuma dia, loe dan semua anak buah loe itu pengecut " jawab Leo sombong.
" Maju sini loe, gue gak takut walau badan loe gede, loe orang rendahan gak sepadan sama gue " ujar Leo menantang anak buah Adrian.
Dibalik topeng, Adrian tersenyum sinis. Menyayangkan keangkuhan Leo yang melambung tinggi.
Perkelahian pun dimulai. Leo yang memang sejak awal sudah babak belur karna dipukuli Adrian di club' pun merasa kuwalahan. Bahkan dia sekarang menjadi bulan bulanan anak buah Adrian.
Adrian beralih pada ketiga wanita yang diikat.
Sintia dan kedua temannya gemetaran saat Adrian berjalan maju.
" Ma ma mau apa loe, pergii jangan mendekat!!" teriak Sintia panik.
" Please lepasin kita, kita gak bersalah " ujar Jessi.
" Lepasin kita!!! " teriak Agnes.
" Ck berisik sekali. Apa kau bilang? tidak bersalah? ck ck ck manusia rend*h*n " ujar Adrian.
" Kalian salah cari musuh! " ujar Adrian dingin.
" Mak maksud loe apa haaa ? " tanya Agnes.
" Hari ini, apa yang kalian lakuin dengan menjebak seseorang gak bisa gue maafin! " ujar Adrian.
" Ap apa yang loe maksud, kita gak ngerti" ujar Sintia. Keringat dingin terus bercucuran dari ketiganya.
__ADS_1
" Ck ck ck memang manusia b*doh. Kalian hampir mencelakai gadis yang gue cintai!!! " teriak Adrian marah.
Sintia dan kedua temannya kaget dengan teriakan orang bertopeng dihadapannya.
Ariana? Bagaimana bisa Ariana berhubungan sama orang berbahaya kayak dia?
Kira kira begitu pikir Sintia dan kedua temannya.
" Ck, cewek m*rah*an si Ariana itu. Dia pantes dapetin hal itu. Di- " ucapan Sintia berhenti.
Plakkkkk
Tamparan keras mengenai wajahnya. Sudut bibir Sintia mengeluarkan darah akibat tamparan tersebut.
Tapi, yang melakukan hal itu bukanlah Adrian. Melainkan Niel, dia mengerti apa yang Tuannya inginkan.
" Br*ngsek loe!!! " ujar Sintia marahh.
" Cuma demi cewek m*rah*n itu loe semua lakuin in- "
Plakkkkk
" Sekali lagi loe bilang dia m*rah*n gue robek mulut loe! " ujar Adrian memberi peringatan. Sintia langsung bungkam.
" Tenang aja, gue gak bakal nyakitin kalian. Bahkan gue akan berbaik hati ngasih kalian hadiah kayak apa yang kalian rencanain sama dia " ujar Adrian. Sintia dan kedua temannya yang mendengar pun langsung panik.
" Nggak!!! lepass lepasin kita!!! " teriak Agnes.
" Lepasin kita!! jangan berani berani kalian sentuh kita...kita dari keluarga terhormat!!! " teriak Jessi.
" Kenapa? bukankah kalian sudah sering melakukannya " ucap Adrian tersenyum miring dibalik topengnya.
Ketiganya langsung bungkam mendengar ucapan pria bertopeng didepan mereka.
" Cepat bawa mereka, dan berikan mereka kepuasan sampai mereka lupa dengan dunia " titah Adrian.
Anak buah Adrian langsung menjalankan apa yang diperintahkan oleh tuannya.
BERSAMBUNG...
๐ต๏ธ
๐ต๏ธ
๐ต๏ธ
๐ต๏ธ
๐ต๏ธ
๐ต๏ธ
๐ต๏ธ
๐ต๏ธ
...Haiii guysss๐๐๐๐...
...Gimana nihh makin seru gakk??๐๐๐๐๐pastinya dong ya bikin greget juga....
...Siapa hayoo yg penasaran sebenarnya Adrian tu siapa??? Gimana nasib Sintia dkk dan Leo???...
...Yukk simak terus yaaa kelanjutan episodenya๐๐...
__ADS_1
...Yuk jangan lupa kasih Like, Koment, Vote, dan Rating terbaik kalian๐...
...Thank Youโค๐ค...