Aku Mencintaimu Tapi Kamu Melepaskan Ku

Aku Mencintaimu Tapi Kamu Melepaskan Ku
saling tatap


__ADS_3

tepat di depan Neri, iya Neri sudah biasa saja tapi hatinya bergemuruh. kenapa harus bertemu lagi..


Adi menatap Neri begitu dalam, hingga akhirnya jabat tangan mereka berdua berlangsung lumayan lama. setelah Rendi berdehem hhmm. Adi langsung sadar. maaf kata Adi, sepertinya saya terpesona dengan ibu ini jawab Adi.


oh ini namanya Neri, pak jawab Bu Rita, tapi sayang pak Bu Neri sudah punya tunangan. cuma belum nikah saja papar bu Rita. setelah itu Rendi berbisik di telinga Neri, pesona kamu memang luar biasa. Neri pun langsung melotot ke arah pak Rendi.


Rendi pun hanya senyum, saingan ku makin banyak. hmmm


ner fotokan aku sama pak Adi donk, iya Bu jawab Neri. ibu Neri gak sekalian foto tanya Adi, gak usah pak jawab Neri. foto aja ner buat kenangan kata Bu Rita lagi, baiklah kata Neri, sekalian pakai hp saya ya Bu kata Adi. boleh kata Bu Rita.


di sela sela keluar dari ruang aula Bu Rita yang keluar duluan dan Neri berjalan di belakang, bisa kita ngopi bareng tanya Adi yang begitu tiba tiba. maaf ya gak bisa saya sibuk. sesibuk itu kah dirimu dan semarah itu kah kamu sama aku Sampai kamu gak mau aku ajak ngopi bareng. ayolah berdamai dengan keadaan aku gak akan memaksa lagi untuk mendapatkan mu, kata Adi.


cukup kata Neri, jangan banyak bicara aku sibuk, ...


lalu Neri berlalu pergi, sampai guru Neri mengambil air minum dan meneguknya sampai habis. gila haus banget kamu ner kata Rendi yang sudah siap siap dengan tasnya.


seperti biasa semua guru akan makan bersama setelah di adakan seminar di sekolah, ayo cepat siap siap kata Rendi kemana pak tanya Neri.


kita makan bersama dengan pak Adi dan para guru di sini.

__ADS_1


mampus aku batin Neri, iya sudah aku siap siap dulu pak. itu Bu Rita sudah siap kamu berangkat sama saya saja Kat rendi. baik pak jawab Neri, tumben mau Bu. terpaksa pak jawab Neri.


rombongan guru yang lain sudah pada berangkat menuju rumah makan yang sudah di pesan terlebih dahulu. tapi hari kepala sekolah tidak ikut karena harus keluar kota.


iya Neri berangkat paling terakhir bersama Rendi.


di dalam mobil, ner iya jawab Neri, kamu masih ingat kan kejadian di stasiun, aku mau kamu jadi pacar pura pura ku lagi malam ini,gak mau aku. sudah cukup itu yang terakhir.


aku mohon ner, sekali ini saja lagi, aku bingung harus bawa siapa hari ini ada acara keluarga tepatnya malam nanti. kalau aku gak bawa kamu ibu akan curiga kalau aku sebenarnya gak punya pacar.


lagian bapak ini aneh, memang gak punya pacar ngapain ngaku ngaku punya pacar. iya kan aku gak di jodohkan.


bapak cari yang lain saja, kalau tunangan ku tau bisa ruwet jadinya. iya jangan sampai tau lah jawab rendi. pokonya aku gak mau tau nanti jam delapan aku jemput kamu.


dari mana saja lama banget, tanya pak Arif


tadi nungguin Bu Neri, sakit perut jadi lama. Jawab Rendi asal.


Neri yang merasa risih karena di tatap terus oleh Adi, dia pun berniat untuk pergi ke toilet, saya ke toilet dulu ya kata Neri.

__ADS_1


perlu aku temani kata Rendi. iya kerena Rendi merasa aneh kenapa Adi selalu menatap neri dengan tatapan yang dalam. bukan mau ikut campur tapi sepertinya Rendi penasaran apakah mereka saling kenal.


di sela sela makan, mereka saling ngobrol, salah satu guru bertanya,.pak Adi ini masih muda sudah lulus S2 ya, dulu S1 nya kuliah di mana pak, di kampus a, pak, wah sama donk sama Bu Neri, Bu Neri juga lulusan kampus itu kalau gak salah iya kan Bu. iya pak jawab Neri.


sudah saling kenal donk, gak pak jawab Neri, kita beda jurusan, tapi satu fakultas jawab Adi lagi. pasti dulu waktu S1 terkenal ya pak, gak juga pak, buktinya Bu Neri saja gak kenal dengan saya. heheh jawab Adi.


oh iya pak Adi, ada rencana mau lanjut S3 tanya Bu Rita, belum ada bu rencana, wah bagus lah kalau gitu,..


pak Adi sudah punya pasangan tanya Bu Rita lagi, belum Bu, lebih bagus lagi ini. heheh kata Bu Rita.


Neri yang merasa kurang nyaman karena adanya Adi di situ membuat dia pamit untuk pulang duluan dengan alasan ada urusan. pak Bu saya pulang duluan ya karena ada urusan. saya antar ya tanya Rendi tidak usah pak, saya sudah pesan ojek online. tadi kan sama saya ke sini masa gak mau saya antar. aduh pak Rendi romantis sekali sama Bu Neri. hati hati lho ntar jatuh hati celetuk Bu Rita. memang sudah jatuh hati Bu jawab Rendi dengan santainya, Neri yang mendengar cuma bisa nyengir. dasar mulut Rendi gak bisa menempatkan pembicaraan batin Neri.


iya sudah kalau sudah pesan ojek online. tapi tiba tiba Rendi menghampiri Neri dan mendapat tatapan lagi oleh Adi. iya Rendi yang dengan langkah pelan mengantar Neri keluar dari rumah makan.


jangan lupa nanti malam aku jemput kamu, tolong aku kali ini saja lagi, aku tidak mau jawab Neri, aku ada janji sama tunanganku. tolong hargai aku, kata Neri, aku punya tunangan. itu baru tunangan belum jadi suami mu jawab Rendi. aku tetap gak mau,.kalau sampai kamu datang nanti malam aku gak akan mau berbicara sama kamu dan kenal sama kamu lagi pak Rendi. obrolan mereka terlihat serius sekali di luar rumah makan. ok baiklah kalau kamu gak mau.


tanpa menghiraukan lagi Neri langsung naik ke motor ke objek online yang dia pesan. sesuai alamat ya pak, baik mbak.


di dalam rumah makan, iya pak Arif terlihat menatap Rendi yang baru saja duduk di kursinya lagi. pak rendi sebelumnya kenal di mana sama Bu Neri, ko bisa seakrab itu aku yang jadi gitu lebih awal di sekolah gak bisa lho seakrab itu sama ibu Neri.

__ADS_1


sebenarnya pak, aku dan Neri itu sudah kenal sebelum aku jadi guru di sekolah ini. jawab Rendi.


dan di pertemukan di sekolah dan jadi guru bareng, mungkin jodoh saya kata Rendi, Adi yang mendengar pun langsung kesedak. dan batuk batuk pak Adi gak papa kata Bu Rita, gak papa Bu. hati hati pak makanya ..


__ADS_2