Aku Mencintaimu Tapi Kamu Melepaskan Ku

Aku Mencintaimu Tapi Kamu Melepaskan Ku
kejutan


__ADS_3

ternyata pak Rio benar benar bernyanyi dan betapa terkejutnya neri saat pak Rio akan bernyanyi, kerena setau Neri pak Rio gak bisa bernyanyi. gila ner pak Rio nyanyi bisa leleh juga nich para penggemarnya. sudah tau jadi idola kampus masih aja tampil batin Neri. wah bahaya ini ner, kata Nisa bisa bisa semua cewek maju nanti mau duit sama pak Rio, ini pertama kalinya aku lihat pak Rio yang pendiam dan seperti es balok akan tampil bernyanyi, aku yang jadi pacarnya saja gak tau kalau dia bisa nyanyi.


baru saja maju, semua alumni kampus sudah teriak teriak apalagi yang masih jadi mahasiswa hebohnya luar biasa melihat pak Rio tampil. yang biasa di kenal sangat cuek dan dingin saat berada di ruangan ini malah tampil dan bernyanyi. sana lho ner, ikut maju kata Nisa, ngapain aku ikut maju, aneh aneh aja kamu ini iya gak papa lah kan kamu pasangannya. kalau aku yang maju beda cerita nanti. kata Nisa..


eeeh ternyata pak Rio nyanyi lagu Rizky Febian yang judulnya hingga tua bersama


pak Rio bernyanyi dengan suara yang sangat merdu. hingga Neri ya berkedip melihatnya, di sela sela bernyanyi pak Rio turun dan menarik salah satu wanita, iya wanita itu adalah Neri, betapa terkejutnya neri saat tangan di tarik oleh pak rio dan di ajak maju. Neri yang terkejut pun mengikuti langkah pak Rio, hingga semua teriak acara semakin malam semakin rame, dengan adanya salah satu dosen kampus yang terkenal cuek dan dingin ternyata menggandeng wanita yang tak lain adalah salah satu alumni kampus.


adi yang menyaksikan mantan pacarnya di tarik oleh seorang pria pun, terbengong, hingga akhirnya di sadarkan oleh Risa. ngapain kamu melihat dia sampai ta berkedip di sini ada aku Adi, aku ini tunangan mu.


Kata Nisa dengan wajah yang merendam kemarahan karena selalu di cuekin oleh Adi.

__ADS_1


suasana semakin panas saat pak Rio mengeluarkan cincin dan melamar Neri. semua tamu pun berteriak histeris terima terima. Neri pun ta kuasa nahan tangisnya dan akhirnya dia menerima lamaran dari sang dosen, setalah itu pak Rio memasangkan cincin di jari manis Neri. semua memberi tepung tangan tapi tidak dengan Adi, dia langsung keluar dari acara, dan di ikuti oleh Risa, Adi merasa gagal untuk mempertahankan cintanya Risa yang mengikuti dari belakang pun. mencoba untuk menarik Adi, ada apa dengan kamu, harus ya kamu itu sadar diri, kalau wanita itu sudah tidak punya rasa sama kamu, tapi kenapa kamu selalu memaksa keinginan kamu, dan kamu harusnya hargai aku, aku ini tunangan mu, kenapa kamu gak bisa berbuat romantis sedikit pun dengan ku, kata Risa meluapkan kemarahannya. kamu bilang berbuat romantis dari awal aku sudah tidak mau bertunangan dengan mu, tapi apa kamu selalu memaksa ku, kan, dan kamu meracuni pikiran mamah ku, agar aku mau bertunangan dengan mu, dan kamu juga tau Risa, saat aku tunangan sama kamu aku masih berpacaran sama Neri, kamu ingat ya Risa jangan harap aku bisa berbuat romantis seperti yang kamu inginkan. aku mau pulang terserah kamu mau pulang atau tidak. Adi pun meninggalkan Risa begitu saja, sedangkan Risa terbakar api amarah dan memutuskan untuk pulang sendiri walaupun tadi risa dan Adi berangkat bareng.


AWas kamu Adi ya telah mempermainkan ku, aku pastikan kamu tidak akan mendapatkan wanita itu, kamu hanya untuk ku.


sedangkan di acara pesta, Neri terlihat senyum bahagia, semua tamu dan para mahasiswa terkejut dengan sikap romantis pak Rio, ternyata diamnya cueknya selama ini sudah ada yang di incar. kata salah satu mahasiswa cewek.


gak jadi lah, aku dekati pak Rio kalau gini ceritanya kata yang lain lagi.


serasa mimpi rasanya batin Neri, beda dengan Neri beda lagi dengan sahabatnya Nisa. Nisa di kejud'kan dengan bertemunya dia dengan mantan pacarnya yang belum lama putus. gimana tidak kaget ternyata dia berpacaran dengan teman angkatan dia dan pacarnya yang sekarang itu dulunya satu prodi sama Nisa, iya namanya Ani, wanita yang dulu sewaktu kuliah terkenal sangat ramah dengan para teman temannya beda sama saya dan Neri yang terkenal pendiam di kampus dan hanya memiliki teman sedikit ruang lingkup kami pun tidak selebar yang lain, aku dan Neri yang sering menghabiskan waktu berdua. sangat jarang bergaul dengan yang lain. Nisa yang tak mau ambil pusing pun, ta menyapa mantannya itu, saat berpapasan dia berlalu begitu saja. saat aku berjalan begitu saja Dio yang langsung merangkul ku dari belakang membuat aku sangat kaget. apa sih lho main rangkul rangkul aja, mank kenapa sih wajahmu masam sekali, cemburu liat mantan sudah ada punya gandengan lagi, gak lah jawab Nisa kalau gak cemburu kenapa coba cemberut. ternyata mantan nisa memperhatikan nisa, saat Nisa tau kalau dia sedang di perhatikan, nisa pun Manarik tangan Dio dan menggandengnya, ayo kita pulang sudah malam kan kata Nisa.


acara pun selesai Nisa yang pulang di antar oleh Dio dan Neri juga pulang di antar oleh pak Rio, dalam perjalanan pulang Neri pun bertanya kenapa sih bapak tadi tiba tiba romantis gitu, kan aku jadi malu. malu tapi senang kan dapat kejutan dari saya. gak senang lagi tapi Senang sekaliii jawab Neri dan tiba tiba dia juga mengecup pipi pak Rio, terima kasih pak dosen ku kata Neri membuat Rio mengerem dadakan kamu Jangan main nyosor donk, kata pak Rio, yang memberhentikan mobilnya dan akhirnya mereka pun berciuman sangat lama, sudah pak ini di pinggir jalan gak baik kalau ada yang lihat kata Neri mengakhiri ciumannya, kamu yang mulai duluan kata Rio, habisnya bapak sih..

__ADS_1


habisnya saya kenapa ...


gak papa...


sudah ayo lanjut ...


aku tau dari tadi kamu selalu curi curi pandang kan ke mantanmu.


gak kata Neri, yang tau mau ketahuan, lagian ya pak, kalau pun aku curi curi pandang gak bakal juga aku balik sama dia, kan aku sudah punya bapak dosen. yang diam diam ternyata sangat romantis...


aku terkejut sekali lho, saat bapak ternyata bisa nyanyi, iya mank Mantan kamu saja yang bisa nyanyi

__ADS_1


__ADS_2