
saat Neri masih terdampar di tempat tidur dengan model acak acakan. karena badannya yang panas belum juga turun padahal sudah minum obat. akhirnya pintu kostnya ada yang mengetuk siapa lagi tamu dia kalau bukan pak Rio, semenjak lulus kuliah orang yang datang ke kost Neri hanya pak Rio, itu pun jarang. Neri sebenarnya males sakali membuka pintu, karena melihat penampilan'nya sendiri saja dia malu. karena sejak pagi tadi belum mandi karena badannya yang kurang enak. dengan berat hati akhirnya dia membuka pintu, ya ampun bapak ngapain datang ke sini, aku sudah kirim pesan kan mau jemput kamu,..
aku gak ada lihat hp pak, kenapa gak masuk ngajar???
lagi gak enak badan pak, duduk pak..
kamu sakit, gak pak cuma gak enak badan, saya antar ke dokter ya..
gak usah pak, bentar lagi juga sembuh tadi juga sudah minum obat. saat Rio memegang jidat Neri, panas. kamu tunggu sini biar saya belikan obat lagi. tapi pak gak usah. gak ngeyel...
akhirnya pak Rio keluar lagi, dan pergi ke apotik untuk membeli obat penurunan panas, selain membeli obat Rio juga membeli makanan, dia yakin pasti Neri juga belum makan. hingga akhirnya tiba lah pak Rio di kost Neri lagi, melihat Neri yang menunggu langsung di berikan obat dan juga makanannya. makan dan minum obatnya, iya pak jawab Neri. bapak ngapain sih ke sini, kangen sama aku ya..
iya aku kangen sama kamu, kenapa..
saat itu juga pipi Neri merah merona seperti selai stroberi...
cepat selesaikan makanmu, habis itu minum obat, bapak gak makan, saya sudah makan, kapan bapak makan, bukan bapak tadi dari kampus langsung ke sini. tadi di jalan kata Rio. setelah Neri menyelesaikan makannya dan minum obat yang di berikan oleh pak Rio. dia pun duduk di hadapan pak Rio,ada perlu apa sebenarnya bapak datang ke sini. gak ada perlu apa apa.
ya sudah kalau gitu bapak pulang saja, kamu ngusir saya,gak juga pak, cuma gak enak saja kalau banyak lihat saya di datangin cowok dari sore sampai malam. nanti di grebek pak RT gimana kata Neri, bagus kalau di grebek malah langsung ke KUA kan kata pak Rio. kalau itu sih mau bapak, tapi kamu mau kan, kata pak Rio lagi. aah udah pak gak usah bahas itu lagi, kamu yang mulai...
__ADS_1
capek juga debat sama dosen. batin Neri...
malam semakin larut, Rio ta tega mau pulang melihat Neri yang pucat dan tidak mau di bawa ke rumah sakit, malam itu juga turun hujan sangat deras. kamu tidur saja, saya akan tungguin kamu, tenang saja saya gak akan ganggu kamu, sebenarnya Rio banyak tugas yang harus di selesaikan tapi dia tidak tega meninggalkan Neri dengan keadaan seperti ini, karena dari itu dia berniat untuk menjaganya. bapak beneran gak mau pulang gak jawab Rio, ya sudah kamar di sini cuma satu bapak tidur saja di kursi Siti saya mau masuk ke kamar mau tidur.
sepanjang malam, di guyur hujan Neri tengah malam membuka kamar dan memberikan selimut ke pak Rio, pak Rio sedang tidur nyenyak sekali. Neri menyelimutinya karena keadaan dia sudah mulai membaik. gantengnya mahluk ini, batin Neri, saat dekat dengan dia jantung selalu berdebar, gak kalah ganteng dengan Adi, perhatian lagi. meleleh aku pak kalau begini ceritanya. apa mungkin bapak jodoh saya. setelah menyelimuti Neri masuk lagi ke kamar dan melanjutkan tidurnya.
menjelang subuh, Neri sudah bangun. dan. dia keluar dari kamar melihat pak Rio yang masih tertidur pulas akhirnya dia memutuskan untuk ke dapur dan melihat bahan yang bisa di masak. karena badan sudah terasa nyaman dan pagi ini juga dia harus berangkat mengajar.
Neri memasak, nasi goreng dua porsi dan telor mata sapi. setalah selesai masak baru dia mandi. saat keluar dari kamar mandi dia lihat pak Rio sudah bangun.
sudah bangun pak, belum jawab pak Rio, tuh sudah buka mata pak,berarti sudah bangun donk, sudah tau, sudah bangun masih di tanya, saya mau beres beres dulu saya Mau mengajar, kamu sudah sembuh sudah pak, setelah selesai beres beres kita makan bareng pak, saya sudah masak, istri idaman kata pak Rio. memang jawab Neri, kapan pak di Halalin kata Neri,..
pak Rio yang mendengar ucapan Neri, dan belum sempat ke jawab orangnya sudah kabur. batin Rio, kalau bisa secepatnya saya halalkan.
Rio membersihkan diri, karena tidak punya baju ganti, maka di hanya cuci wajah dan akan mengantar Neri ke tempat dia mengajar selanjutnya dia baru pulang ke rumah terus lanjut ke kampus. karena hari ini dia ada mengajar siang.
Neri sudah keluar dengan baju rapi, siap untuk mengajar dan bertemu dengan siswa siswi yang ganteng ganteng dan cantik cantik. ayo pak kita makan dulu,sebenarnya Neri malu sekali untuk ketemu pak Rio setelah apa yang dia katakan tadi.
mereka makan dengan diam, selesai makan Neri membersihkan pering. pak Rio masih duduk. saya antar sekalian ke sekolah gak usah pak, bapak gak ke kampus hari ini, ke kampus tapi siang, saya antar kamu setelah itu baru saya pulang ke rumah. gak merepotkan bapak. gak jawab pak Rio.
__ADS_1
makasih ya pak, sudah jagain saya malam tadi, iya jawab Rio.
saya tunggu di luar, iya pak, saya ambil tas dulu. saat akan masuk mobil, tiba tiba hp Neri berbunyi ada pesan masuk, ternyata dari Adi..
selamat pagi pesan yang di kirim ke Neri. Neri membaca dengan tarik napas..
Rio yang melihat menyengitkan alisnya...
ternyata Rio penasaran..
baca pesan dari siapa sampai tarik napas..
dari teman pak, teman apa mantan kata pak Rio. bapak dosen kepo...kata Neri lagi. sudah pak ayo Berangkat nanti telat lagi. telat gak usah ngajar ikut saya saja ke kampus.
ngapain ikut bapak ke kampus, aku sudah gak mau lagi jadi mahasiswa bapak..
terus kamu maunya jadi apa...
iya jadi guru lah pak jawab Neri dengan gagap. untung saja mulut ini gak lincah lagi. kalau jawabnya maunya jadi istri bapak. bisa langsung di bawa ke KUA aku nanti. Neri bengong di dalam mobil, kenapa kamu bengong mikirin mantan mu,...
__ADS_1