Aku Mencintaimu Tapi Kamu Melepaskan Ku

Aku Mencintaimu Tapi Kamu Melepaskan Ku
sidang skripsi


__ADS_3

Neri dan Dio sidang skripsi bareng hari itu juga, cuma beda jam saja Neri jam sembilan pagi sedangkan Dio jam sepuluhnya. waktu sidang skripsi memang paling cepat satu jam, satu jam itu saja berasa sebulan kalau ada di depan dosen penguji.


jam delapan pagi Neri sudah sampai kampus, seperti mahasiswa lainnya dia juga sangat panas dingin. gila baru kalau ini aku merasakan kayak gini, rasa mau copot jantung ku. santai saja ner, nanti malah kami gak bisa jawab pertanyaan dosen penguji kalau kamu gerogi kayak gini. ya lho tau kan nis. dosen ku gimana. harusnya kamu itu sudah terbiasa menghadapi semua dosen itu, dosen pembimbing'mu saja kan killer dari awal. kata Nisa. bener juga lho nis.


jangan kalah dong sama Dio, tuch lihat dia santai saja, malah senyum-senyum lagi. kalau dia gak usah di bilang. dia kan memang gak punya hati makanya gak ada rasa apa-apa.


tepat jam sembilan Neri memasuki ruang sidang. sudah tau kan gimana rasanya sidang skripsi di ada lima dosen yang akan menguji skripsi yang telah kita buat. rasanya saat itu tak bisa saya katakan.


setelah melewati berbagai tahap akhir sidang selesai dan gantian Dio yang masuk ke ruang sidang. Nisa yang dengan setia menunggu dan Dio memberikan buket bunga dengan ucapan kartu selamat. dan ternyata benar banyak adek tingkat yang ada di luar ruangan sidang sedang menunggu Dio keluar.


makasih ya nis, sudah nungguin, ingat aku Minggu depan sidang kamu harus nungguin juga ya. ok kata Neri.


Neri dan nisa masih duduk menunggu Dio keluar , bagaimana pun, Dio adalah sahabat mereka berdua maka dari itu mereka menunggu.

__ADS_1


gila banyak adek tingkat yang datang . kata Neri, ya kamu tau sendiri dio'kan bintang kampus, bagi adek-adek tingkat.


adek tingkat tingkat matanya rabun, kali ya. hahha tawa kami pecah. saat kami tertawa lepas. ternyata Dio sudah berdiri di belakang kami tanpa kami sadari. ngetawain apa kalian berdua. pasti lagi ngomongin aku kan. pede banget lho.kata Nisa.


itu lho adek tingkat nungguin lho keluar. gila ngapain mereka di sini. aduh malu aku kalau pak Rio lihat aku di datangin adek tingkat sebanyak itu. kenapa lho malu, bukanya senang ya jawab Neri.


gak lah, aku kan sekarang sudah gak tebar pesona lagi. cukup satu yang aku pandang sekarang, dengan pandangan dio ke arah Neri dan nisa. mulai tuh lebay'nya. sudah kamu datangi saja sana. mereka sudah pada bawa bingkisan tuch bahkan ada yang bawa buket bunga lho kata Nisa.


nanti nunggu semua dosen keluar dari ruangan. biar pak Rio gak lihat.


batin Rio mana mungkin pak Rio bisa diam kalau lihat tingkah ku di kampus, pasti bisa di adukan ke mama'ku. diam-diam pak Rio kan sangat dekat dengan mamah.


ya bukanya gitu, aku kan perlu jaga perilaku'ku kalau di depan dosen. biar kelihatan mahasiswa baik

__ADS_1


ya sudah terserah lho, selamat sudah sidang kata Nisa dan Neri secara bersamaan. oh iya karena lho sudah keluar aku sama Neri mau pulang


ngapain kalian pulang, mau tidur ngantuk aku dengar ocehanmu dari tadi seru Neri.


bener-bener kalian berdua ya.


semua dosen sudah keluar dari ruangan dosen. Neri dan nisa sudah pulang ke rumah masing-masing.


beda dengan Dio dia menemui adek tingkat, yang menunggunya, bahkan ada adek tingkat yang terang-terangan menyatakan perasaanya pada Dio saat itu juga. tapi dengan ta enak hati Dio menolak.


di lain tempat, Adi sedang menyelesaikan sidang skripsi'nya juga. bersamaan dengan Neri. tapi karena sudah tak ada hubungan dengan Neri maka dia tak memberi kabar. keluar dari ruang sidang dia berharap Neri ada menunggunya, tapi kenyataannya Risa lah yang hadir dengan membawa buket bunga mawar berwarna merah. semua memberikan selamat karena Adi merupakan mahasiswa yang melakukan sidang pertama di angkatan mereka. Adi yang terkenal pintar, pendiam dan cuek tidak ada hambatan dalam mengerjakan tugasnya.


Risa yang menunggu dari awal sampai selesai sidang, langsung memiliki Adi, terus di lepaskan dengan Adi, ini di tempat umum, kata Adi. kamu maunya dimana di hotel biar gak ada yang lihat kalau kita berpelukan kata Risa,jaga bicaramu Risa, kamu ini cewek kenapa berbicara seperti itu, kita juga belum ada ikatan. ya sudah kita bilang saja sama mama papa kita kalau kita mau nikah. tantang Risa.

__ADS_1


akan aku pikirkan jawab Adi, dan langsung pergi meninggalkan Risa. semua teman-teman yang lain bengong melihat Risa di tinggalkan oleh Adi.


__ADS_2