
banyak sekali fans pak Rendi di sekolah, kalah saing nich pak Arif kata Bu Rita, di sela sela berjalan menuju ruang guru, iya karena Bu Rita dan pak Arif tadi datangnya bersamaan,
beda dengan Neri yang sudah dulu berada di ruangan guru.
pagi itu memang Neri berangkat pagi, untuk menghindari macet.
tau tau sampai sekolah masih sepi.
iya tapi siapa sangka malah guru baru, itu sudah datang.
betapa terkejutnya aku,..
dia yang sudah duduk manis di ruang guru.
pagi Bu,
pagi pak jawab Neri dan tidak terlalu memperdulikan.
nanti pulang bareng ya, aku mau ngajak kamu makan. sekalian temanin aku keliling kota.
maaf pak Rendi, saya tidak bisa ada banyak kerjaan yang harus saya selesaikan. jam ngajar saya juga padat.
ok ok, kalau gak bisa hari ini, berarti besok bisa kan, saya tidak janji pak
datanglah Bu Rita, pak rendi sudah akrab saja nich sama Bu Neri.
iya kan perkenalan Bu jawab Rendi.
saya duluan mau masuk kelas, kata Neri karena lonceng sudah berbunyi menandakan bahwa jam pelajaran sudah di mulai.
iya seketika semua guru, langsung bubar masuk kelas masing masing. untuk mengajar.
di lain, tempat Rio sedang mengunjungi berbagai tempat, dengan mahasiswa nya.
Bu Ina, yang terang terangan selalu menempelkan diri ke Rio, membuat Rio risih bahkan merasa ta nyaman.
iya bu Ina memang sangat agresif beda sekali sikapnya sama Neri.
saat mengunjungi tempat penjual oleh oleh, Rio teringat akan Neri, iya wanita yang telah mengisi hatinya.
dia pun ta lupa membelikan gantungan kunci dengan bentuk binatang tikus, sepertinya ini lucu batin Rio.
Rio yang pendiam dan cuek bisa romantis juga, niat hati mau menelpon Neri mau tanya minta apa.
hp Neri pun, berdering iya kebetulan saat ini sedang di ruang guru, karena mengambil buku yang ketinggalan, maka dari itu di sempat mengangkat telponnya.
halo, ada apa jawab Neri..
kamu minta oleh oleh apa..
__ADS_1
aku lagi toko oleh oleh tanya Rio di balik Telpon
aku tidak minta apa apa Jawa Neri, nanti saja nelpon aku lagi jam ngajar..
iya udah kalau gitu, aku mungkin tiga hari lagi balik. iya jawab Neri.
pembicaraan mereka pun berhenti telpon sudah mati, saat bersamaan Neri keluar dari ruangan guru, Rendi masuk ruangan. ko sering ketemu kita ya, apa kita jodoh bisik Rendi di telinga Neri. Neri pun mengkerutkan keningnya.
jodoh jodoh batin, ..
yang ada stres aku tiap hari harus ketemu kamu..
jam istirahat tiba, iya seperti biasa kantin akan di penuhi semau siswa siswa yang berbelanja Mulai dari makan atau hanya sekadar nongkrong.
iya kantin sekolah memang lengkap ada soto bakso, ayam goreng dan berbagai makanan lainnya.
karena jam istirahat lumayan lama, Neri pun asyik membuka akun ignya. dan betapa terkejutnya dia, saat muncul foto bu Ina bersama pak Rio bergandengan.
dan cuma berdua. mesra kali mereka berdua ya kata Neri.
sepertinya saya tidak suka nich kata Neri dalam hati.
positif saja ini cuma foto, gak mungkin kan pak Rio jatuh hati ke Bu Ina, iya wajar lah mereka foto berdua orang lagi tour bareng.
Bu, Neri kita makan di luar Yo..
iya sudah kalau gitu aku keluar dulu ya Bu, iya Bu...
pak rendi mau ikut, tanya Bu Rita lagi, gak Bu saya juga sudah kenyang..
oh ya sudah saya keluar duluan kalau gitu.
Bu Rita ini bukannya keluar tapi dia cari makan cuma di kantin sekolah saja karena tidak ada temannya.
Rendi pun mendatangi meja Neri, aku gak tau ya, harusnya bagaimana yang pasti aku cuma bilang sekali lagi terimakasih atas bantuan kamu waktu itu,
anggap saya gak pernah bantu bapak, lupakan saja pak, saya sudah lupa.
tapi saat belum lupa, kalau kamu masih pasangan saya jawab Rendi.
itu urusan bapak jawab neri.oh iya mana tunangan kamu, ko gak pernah jemput kamu tanya Rendi yang penasaran.
dia lagi ada kerjaan ke luar kota makanya tidak bisa menjemput.
aku harap dia tidak tergoda dengan wanita lain kata Rendi.
dan berlangsung pergi.
bikin hati panas saja dia bilang,
__ADS_1
lama lama aku jodohin juga sama Bu Rita pak rendi ini batin Neri
sudah waktunya pulang, Neri buru buru keluar ruangan, karena dia gak mau ketemu lagi sama Rendi,
Neri keluar pintu gerbang sekolah dan langsung berjalan ke depan menuju halte.
ternyata bus yang di tunggu tunggu tidak datang datang, alhasil dia ketemu Rendi,.iya Rendi sengaja hari ini tidak membawa mobil dan ke sekolah naik bus, Rendi yang dengan pedenya duduk di dekat Neri,
Bu Neri, kita ketemu bakalan satu bus, kita..
dia lagi dia lagi Batin Neri, mau menghindar malah ketemu.
lho bapak ko gak mobil, mobil saya masuk bengkel Bu, jadi naik bus saja ..
ooh jawab Neri.
ada ibu ibu yang di sebelah Neri, satu kerjaan sama suaminya mbak tanya ibu ibu itu kepada Neri,
gak Bu jawab Neri, asal..
Rendi yang mendengar pun, langsung mengklarifikasi, maaf Bu, istrinya saya lupa iya kami ini sebenarnya satu kerjaan.
mbak nya lucu ya, bisa lupa kalau satu kerjaan sama suaminya.
Neri hanya bengong, males ngomong ..
bus pun datang, Neri langsung masuk dan saat di dalam bus, sisa satu kursi semuanya penuh, dia pun memilih berdiri.
kamu saja yang duduk, kata Rendi. tidak usah saya bisa berdiri. berdiri bahaya buat cewek kata Rendi lagi. kamu mau badan kamu ke senggol senggol.
Neri pun nurut akhirnya duduk dan Rendi berdiri di dekatnya.
saat di bus, telpon Neri berbunyi lagi, iya telpon dari nomer baru, bukannya di angkat malah di matikan hpnya oleh Neri.
kenapa gak kamu angkat tanya Rendi, bukan urusan bapak mau saya angkat atau gak. hp hp saya.
susah ya menaklukan orang yang sudah punya tunangan kata Rendi, maksud bapak apa..
tanya Neri..
maksudnya susah mendapatkan cewek yang sudah punya tunangan, seperti kamu. jawab Rendi lagi.
nah harusnya bapak tau donk, sudah tau punya tunangan di dekati, habis dia cantik dan masuk dalam kreteria saya, makanya saya dekati jawab Rendi lagi.
Neri pun, hanya diam mendengar perkataan rendi.bisa gila lama lama aku kalau tiap gini.
kalau mau selingkuh, sudah ada kesempatannya ini, batin Neri..heheheh
tiba tiba hp Rendi yang berdering, niat hati mau ngangkat tapi malas, karena yang nelpon mamahnya
__ADS_1