
dengan hati yang rasanya ta jelas Adi berangkat ke negeri orang lagi. Kerena menghadiri acara kampus makanya dia pulang dan akhirnya tepat siang ini dia akan berangkat, karena sebelum berangkat dia sempat datang ke rumah Neri, namun yang dia dapat hanya kekecewaan. dari awal sebenarnya memang Adi yang mengecewakan. keberangkatan yang di antar oleh mama dan juga tunangannya Risa.
hati hati ya nak, semoga kuliahnya lancar. dan bisa secepatnya balik dan netap lagi di sini. biar cepat juga kamu nikah sama Risa. mah kata Adi, setelah lulus waktu ku masih banyak dan gak langsung nikah. oh risa kalau kau kelamaan nunggu saya kamu nikah saja cari yang lain. aku gak papa ko kamu putuskan kata Adi. Adi kenapa kamu berbicara seperti itu sama Risa, dia itu tunanganmu, di bandara pun mereka adu mulut. sudah mah aku masuk kata Adi. jaga kesehatan mamah juga. setalah memeluk mamahnya Adi pun bersalaman dengan Risa, Risa mau memeluk tapi di tolak oleh Adi. karena Adi tau selama ini hatinya tidak pernah mau menerima Risa.
meninggalkan mamah dan Risa, Adi pun masuk.
lain lagi dengan Neri, yang masih kepikiran tatapan Adi, kebayang terus seperti pertama kali bertemu. Neri melamun di meja ruangan guru. tangannya menggeser hp ada pesan yang masuk ternyata pesan dari Rio.
__ADS_1
nanti saya jemput. tunggu saja di sekolah.
Neri pun menutup hpnya tanpa membalas pesan dari pak Rio.
perjalanan yang merumitkan, tiba di depan sekolah pak Rio menunggu di parkiran menunggu Neri keluar ruangan, saat melihat Neri keluar ruangan Rio pun tersenyum. kenapa Wajahmu suntuk sekali, gak papa jawab Neri, murid mu menyebalkan, tidak jawab Neri lagi terus ada masalah apa. gak ada masalah apa apa pak . ayo kita pulang. kita makan dulu baru kita pulang, mobil menyusuri jalan kota dan menuju rumah makan langganan mereka berdua yaitu soto ayam kampung, merek dia memang sama sama suka sama masakan soto ayam kampung.
ayo turun, kita makan dulu. bapak belum makan tadi tanya Neri, belum gak sempat makan siang karena banyak mahasiswa yang Konsul dan jam masuk padat. kasian sekali pak dosen ini kata Neri, dengan senyumnya yang sangat manis, gitu donk senyum jadi lebih manis kan, ingat jangan jangan senyum senyum terus kalau di luar nanti orang ngira kamu gila. gila ko di bawa orang ganteng kaya Neri yang ta mau kalah kalau adu kelicahan mulut sama kekasihnya itu.
__ADS_1
mereka menikmati makan soto bersama, selesai makan Rio pun, berbicara, besok saya mau ke luar kota ngapain, libur ngajar kata Neri, gak besok itu aku ada ngantar mahasiswa berangkat KKN ke tempat tujuan, dan lokasinya di luar kota. berapa lama, langsung pulang, paling malam sampai sini lagi, sendiri, iya sendiri, bapak gak ngangkut cewek kan dalam mobil. ngangkut gimana maksud kamu, iya maksud ku gak bawa cewek kan, iya gak lah..mahasiswa yang KKN kan naik bis, mereka berangkatnya,.
mau ikut kata Rio, gak ahh aku ada jam ngajar lagian ngapain aku ikut kurang kerjaan saja, iya siapa tau mau ikut habis tanya terus. kata Rio.
oh iya, lain kali kalau saya wa di balas ya, jangan gak di balas. lagian kamu tadi murung sekali kenapa tanya Rio??
ooh aku lagi dapet kata Neri asal, padahal habis di datangin mantan pacar.
__ADS_1
makan selesai Rio dan Neri menghabiskan waktu untuk belanja di salah satu supermarket untuk mengisi bahan dapur yang habis, betapa terkejutnya lagi di supermarket dia ketemu Risa, iya Risa ternyata Risa setelah mengantar Adi, dia langsung jalan lagi dan betapa terkejutnya neri saat melihat Risa bergandengan mesra dengan seorang pria, Neri pun akhirnya memilih untuk tidak berpapasan dan menggandeng tangan pak untuk balik ke tempat yang lain. kenapa gak jadi cari Snack, nanti saja aku mau cari yang dulu kata Neri. padahal niat doa adalah tidak mau ketemu risa.semua belanjaan selesai menuju kasih, ntah apes atau apa niat hati tidak mau ketemu malah di kasir mereka ngantri bersama, Neri yang mencoba senyum, dan risa sangat kaget saat melihat Neri ada di situ Risa pun tersenyum kaku, tanpa basi nasi setelah membayar Risa langsung menarik tangan laki laki itu untuk keluar. siapa laki laki itu batin Neri, kenapa dia mesra sekali sama Risa. ahh bukan urusan saya batin Neri. ini saja belanjaan kamu, iya jawab Neri kepada Rio.
setelah memasukan semua belanjaan Ke dalam mobil, Rio pun bertanya kamu kenal dengan wanita di supermarket tadi, iya kalau kenal akrab sih gak cuma tau lah, namanya Risa kan, anak fakultas. belum selesai pak Rio berbicara Neri langsung nyolot ko bapak tau sama Risa, ada hubungan apa bapak sama dia, bapak main belakang sama saya.gak usah mikir yang aneh aneh saya kenal dia karena dia itu ada saudara sama pak Andi dosen di kampus. oooh jawab Neri, terus ko bapak bisa tau namanya segala, kan pernah di kenalkan dia sama Andi waktu ada acara di rumah pak Andi. bapak tertarik tanya Neri dengan wajah masam, kalau aku tertarik sudah dari aku lamar dia, toh buktinya aku ngelamar kamu kan jawab Rio. bapak itu cuma melamar aku belum nikahan aku, kamu sudah siap kalau aku ajak nikah, heheheh kata Neri malah ketawa saya serius Neri, nanti ya pak nunggu kontrak saya habis kata Neri, kapan kontrak kamu habis satu semester lagi habis kalau tidak di perpanjang oleh pihak sekolah, baiklah aku tunggu sampai kamu siap, tapi jangan salahkan aku juga kalau tiba tiba aku tergoda sama wanita lain karena menunggu kamu kelamaan. awas saja kalau sampai tergoda wanita lain. ingat iya pak waktu ngantar anak anak KKN gak usah senyum senyum, saya ini pernah KKN pak, saya tau mereka itu seperti apa kalau ada dosen bening sedikit pasti pada kegenitan apalagi dosen belum nikah, muda lagi ganteng lagi.kata Neri kamu cemburu, makanya biar cemburu kamu ikut saya saja besok biar kamu buang tuch pikiran aneh aneh mu itu. gak aku percaya ko sama pak dosen ku yang satu ini, i love you kata neri. makin pintar merayu ya, di ajarin bapak kan, aku gak pernah merayu kata Rio, bapak gak pernah merayu tapi banyak ngerayu kan di kampus mulai dari dosen dosen wanita dan para mahasiswa yang banyak klepek klepek lihat bapak...