
tepat pagi ini, Dio sudah siap untuk berangkat ke Singapure untuk melanjutkan studinya. dia yang akan di antar oleh mama dan juga omnya yang tak lain adalah Rio. tepat jam delapan pagi pak Rio sudah sampai di rumah Dio, karena dia akan mengantarkan Dio ke bandara.
udah datang om, om masih gak mau ngasih tau siapa pacar om. gak ada jawab pak Rio singkat. ok ok gak papa kalau om gak mau ngasih tau. cepat sana siap siap bentar lagi berangkat iya mah, ini udah siap ko. ini om. udh datang. suruh dia sarapan dulu. tuch om di suruh sarapan, iya jawab pak Rio.
Rio yang langsung menuju meja makan, sedangkan Dio masih asyik sama hpnya. Dio cepat ayo sarapan iya mah bentar. lagi nelpon teman nich. buat pamitan.
Dio ternyata sedang vc sama Neri dan juga Nisa. baik baik ya kalian di sini, aku mau berangkat nich. lho berangkat tinggal berangkat rempong banget sih.l, jangan gitu nis, ntar kamu jangan lho sama aku jawab Dio dengan pedenya, kalau aku kangen di bayari. makan saja sama kamu nanti kata Neri lagi.
parah kalian dua ini ya, sama siapa kamu berangkat, mau sih sama nis, tapi kalau Nisa gak mau sama Neri juga gak papa sih, kita dua yang gak mau jawab Nisa. Dio cepat nanti telat, tuch di panggil cepat sana anak mami makan dulu ntar kelaparan lho seru Neri dengan tertawa genit bersama nisa.iya mah ini udh hampir selesai ko. jangan di matikan dulu ya, siapa tau mama q mau ngobrol sama kalian. tiba di meja makan Neri salah tingkat karena melihat pak Rio duduk di meja makan. ada siapa saja Dio di rumah mu kata Nisa, ada om sama mama aja kebetulan mereka nanti yang mau ngantar ke bandara. ini mah ada calon menantu mama, tinggal mama pilih yang mana. Neri dan bisa hanya geleng geleng kepala. Hay kalian gak ngantar Dio ke bandara kata mama Dio di telpon, gak Tante jawab Nisa, soalnya saya juga pulang hari ini, kalau Neri, ooh kalau saya hari ada urusan Tante. urusan apa lho ner kata Dio, bukanya lho mulai ngajar masih Minggu depan. urusan di sekolah jawab Neri asal. karena dia tau di situ ada pak Rio dia jadi salah tingkah. ya udah kalau gitu. bay bay...
telpon berakhir
__ADS_1
mahasiswa kamu yang cewek cantik cantik ya Rio kata, ya wajarnya lah Tante cewek pasti cantik. ah bisa saja kamu gak ada gitu yang tertarik sama kamu di kampus seru mama Dio. terus di jawab oleh Dio, di kampus itu mah banyak sekali yang suka sama om, om aja yang jual mahal. tapi gak laku laku kata Dio dengar cengengesan. mulut mu Dio di jaga, iya mah...
kalau pun banyak yang mau, berarti om mu itu ganteng gak kaya kamu, ..
aku ini banyak yang mau lho mah, cuma aku yang pemilih alasan kamu aja itu,
udah cepat makan, biar cepat berangkat kita, mah nanti kalau libur semester aku boleh pulang kan mah, iya kalau kamu punya uang ya pulang saja, ko gitu sih mah, ...
iya masa mama harus biayai kamu, kalau gak kamu pulang kalau udah lulus saja. nah benar itu kata om kamu.
ya udah om dan mama pulang.
__ADS_1
hati hati iya om.
Tante mau saya antar kemana lagi, pulang saja, lagian kamu gak ngajar kah. ada tapi nanti Tante sekitar jam satu masuk. iya sudah kamu antar Tante pulang saja. dalam perjalanan pulang, Rio teman Dio yang dua tadi cantik ya, iya tante. kenapa kamu gak milih salah satu saja dari mereka siapa tau mereka belum punya cowok, setau Tante dua cewek yang di telpon Dio tadi sangat akrab sama Dio, mereka juga pernah main ke rumah waktu itu, iya Tante saya tau.
sudah buruan saja kamu pilih yang mana dari dua itu, Rio hanya tertawa menanggapinya.
Tante nanti kalau ada apa apa telpon saya saja, kalau gak ada yang mau ngantar ke mana gitu, biar saya yang ngantar selama dia gak ada. iya nanti Tante hubungi kamu. ya sudah saya pamit Tante. iya hati hati di jalan.
sampai kampus Rio langsung masuk ke ruangan,.ternyata sudah ada mahasiswa yang menunggu dia untuk bimbingan skripsi.
masuk iya pak, oh iya pak ini sekripsi saya sudah tahap akhir pak, iya taruh situ nanti saya lihat, besok pagi bisa kamu ambil lagi. baik pak, jam masuk masih lama, ini masih jam 12. Rio menyibukan diri dengan membaca buku yang ada di ruangannya. tiba jam masuk kuliah Rio memasuki ruangan, saat Rio sudah masuk maka semua mahasiswa akan diam dan membisu, tapi banyak cewek cewek juga yang curi curi pandang saat Rio mulai menjelaskan materi.
__ADS_1
waktu berakhir Rio mangakhiri kelas dan menutup salam, selanjutnya di ke ruangannya untuk siap siap pulang, tiba tiba rekan dosen nya datang yaitu Bu Ina, Bu Ina adalah salah satu dosen muda juga yang ada di kampus itu, ada perlu apa Bu, aduh Rio kalau cuma berdua gak usah formal kaya sama siapa saja kamu ini, tapi ini masih di lingkup kampus gak enak kalau ada yang dengar. kalau bicaranya gak formal. kita makan di luar Yo, udah lama lho kita gak makan berdua, jangan bilang gak bisa jam mengajar kamu sudah habis hari ini, ya sudah ayo, sekalian kita nonton ya, aku gak bisa, aku nanti malam ada janji, iya udah ayo berangkat.mau makan di mana kata Ina, aku ngikut kamu saja jawab Rio. dari dulu kita kuliah sampai tempat kerja bareng masih saja kamu kaku banget. hmmm jawab Rio.
aku ngikut pakai mobil kamu saja ya, iya jawab rio. keluar ruangan semua mahasiswa kagum sama dua dosennya ini yang satu ganteng yang satu cantik. tapi sayang yang satu jutek dan yang satunya ramah sekali, dosen Ina terkenal sangat ramah dan sangat di sukai oleh mahasiswa. bahkan dua dosen ini sering di gosipkan punya hubungan padahal sebenarnya dosen Ina lah yang jatuh cinta duluan dan pak Rio nya biasa saja. mereka dulu satu kampus.