
di tempat lain, Rio kesal karena telponnya di matikan begitu saja oleh Neri.
sudah di telpon gak di angkat angkat giliran di angkat sebentar saja di matikan. ooh manusia.
pak Rio, kita makan bareng Yo, kata Bu Ina saat Rio sedang asyik dengan hp'nya. ibu duluan saja, saya belum lapar kata Rio.
ini kan makan bersama pak, bareng sama yang lain juga. iya duluan saja Bu. saya lagi ada urusan.
bukannya pergi, Bu Ina malah ikut duduk di sebelah Rio, kenapa Bu bukannya mau makan ko duduk di sini, saya kan nunggu bapak
lagian masa iya bapak nanti makan sendiri gak asyik kan di lihat.
Rio pun, tarik napas..
menghadapi perempuan memang, harus penuh energi..
Rio pun, merasa kurang enak saat Bu Ina, seperti mendekati dia terus.
pesona pak Rio memang beda, gak mahasiswa cewek gak dosen mudanya selalu menggodanya. seperti Bu Ina, dia terang terang sekali.
sebenarnya Rio, ini paling tidak suka kalau, mengikuti mahasiswa tour. tapi apa boleh buat kalau sudah di tugaskan dari pihak kampus maka tidak bisa menolak.
beda cerita kalau dia mempunyai kekuasaan lebih di kampus dia bisa menolak kegiatan yang ada di luar kampus seperti ini
mana waktunya lumayan lama.
akhirnya Rio pun, mengikuti Bu Ina sarapan bersama di hotel tepat mereka menginap bersama rombongan mahasiswa.
acara tour akan beda beda tempat..
seperti biasa, setelah acara Taur bersama seperti ini akan banyak cinlok antar mahasiswa yang gak bedanya sama KKN PPL gitu..
biasanya juga banyak cinlok.
kalau KKN, biasanya waktu berangkat punya pacar, di tempat KKN bisa putus, karena ada wanita yang tiap hari ketemu, apalagi kalau KKN di desa sudah pasti banyak yang cinlok.
lha satu bulan penuh hidup bersama. hehhe
seperti kisah Neri dan Adi. di pertemukan di kkn di pisahkan karena perjodohan.
di tempat lain, Neri berniat menghubungi Rio, setelah pulang mengajar. karena kalau menghubungi di sekolah gak enak, dia tau pasti pak Rio marah, kalau belum dengar penjelasannya. pak Rio kan kalau marah orangnya diam. harus aku yang penuh tenaga untuk merayu nya lagi.
jam pelajaran selesai semua guru juga sudah pada pulang, Neri pun di hampiri oleh Rendi, mau saya antar, maaf tidak usah pak, gak usah panggil saya pak.
__ADS_1
ini masih di lingkungan sekolah pak. jawab Neri. dan akan keluar ruangan untuk pulang.
tapi apa tangannya di tarik oleh Rendi. aku ngantar kamu pulang anggap ini rasa terimakasih ku.
tidak perlu pak, lepaskan tangan saya, saya bisa pulang sendiri.
setakut itu, kamu sama tunanganmu sampai kamu gak mau saya antar kata Rio, iya saat Rio berbicara seperti itu tidak ada orang semua guru sudah pada pulang, karena Neri dan Rio kena jam terakhir jadi mereka bisa samaan keluar ruangan.
ini gak ada hubungannya dengan tunangan saya pak, jangan bawa bawa tunangannya, saya memang tidak mau di antar oleh bapak.
bilang saja kamu takut dengan tunanganmu.
terserah bapak jawab Neri lagi dan berlalu keluar ruangan.
di luar ruangan saat menuju gerbang, Neri selalu di sapa oleh murid muridnya terutama yang cowok. Bu Neri mau aku antar gak.
gratis lho Bu, kata salah satu siswa
kalau gak sama saya saja Bu..kata yang lain lagi, tidak usah jawab Neri, kalian cepat pulang sana, hati hati di jalan kata Neri kepada murid muridnya,..
sedangkan Rendi tersenyum getir, melihat penolakan. dasar wanita kata Rendi ..
sebenarnya Rendi menaruh hati kepada Neri, ntah kebetulan atau mungkin jodoh bisa di pertemukan di sini, di sekolahan dan mengajar di tempat yang sama. padahal niat Rendi tidak mau, mengajar di sini, dia mau balik lagi, tapi karena di ancam ibunya akan tetap di jodohkan kalau sampai balik lagi ke kota orang,
Neri bergegas pulang, ko bisa ya aku ketemu dia lagi, heh..
kalau ceritanya seperti ini tiap hari aku ketemu, mau pindah ngajar, kontrak belum habis...
aaaaa...
rasanya aku mau makan nasi goreng saja...
belum sampai rumah masih menunggu di halte. tiba tiba klakson berbunyi iya siapa lagi kalau bukan Rendi. dia dia lagi. batin Neri
ayo aku antar tenang saja aku tidak akan menculik mu, terimakasih pak Rendi. angkutan saya sudah datang..
buru buru Neri naik..
menyebalkan sekali dia..
jangan sampai dia tau rumah ku, yang ada bisa datang juga pak Rendi itu..
sampai rumah badan capek semua, padahal cuma ngajar ko badan ku remuk rasanya
__ADS_1
biasa kalau baru sampai dari ngajar Neri, akan tiduran sebentar sebelum melanjutkan aktifitas lain, seperti memasak makan mandi nyuci baju, ngepel rumah, kalau di rumah kerjaan juga gak ada habisnya .
beda kalau di rumah ibu, semua sudah siap kalau mau makan, paling bantu cuma bersih bersih rumah. selama tinggal di kota orang memang harus mandiri.
yang biasanya gak bisa apa apa
sekarang bisa semua ..
pokoknya sudah siap jadi ibu rumah tangga yang setia..
memberi makan suami dan anak deh..heheheh
aku tuch kalau sudah mengkhayal gak kaleng kaleng Memang. bisa setinggi tower jaringan hand phone.
memang mengkhayal itu, hobi ku kedua ..
di tempat lain Rendi sedang, mengelilingi kota yang sempat lama di tinggalkan, iya karena dia kuliah di kota lain, dan sempat mengajar di kota tempat dia kuliah. sebelum akhirnya dia pindah ke kota asalnya.
iya walaupun, sempat menolak kemauan mamahnya untuk pindah tapi akhirnya dia luluh dan mengikuti kemauan mamahnya
selamat datang kota kelahiran ku.
Neri, selesai dengan aktifitas mengkhayal nya , dia pergi ke dapur untuk membuat kue kesukaannya setelah sekian lama dia tidak memanaskan diri di depan panggangan akhirnya sore ini dia berkesempatan untuk bermain dengan tepung telor dan bahan lainya.
kita lihat apakah hasil kue hari ini, semanis wajah ku. heheheh
ayo kita mulai, kalau dengar khayalan ku, nanti kalian pada ngiri...
mending lihat aku bikin kue ...
ingat ya yang manis itu bukannya hanya janji
kue buatan ku juga manis ko..
yang pasti semanis kamu ..
yang lagi baca novel ..heheh
jangan heran kalau aku manis habis sejak kecil selalu di beri kue coklat. sejenis black forest gitu..
aku sudah multi guna, gak mungkin kalau di tinggalkan sama pak Rio. hahha
kemana dia kenapa gak ada menghubungi aku..
__ADS_1
tapi kan tadi aku mau menghubungi dia, ko timbul lupa sih...