
bapak ini, ko gitu sih dadakan sekali kalau mau nyium, kalau gak dadakan kamu menghindar, hmm tau saja bapak. jadi ini Gimana pak, gimana apanya..
gak jadi lah..
tiba tiba pintu diketuk lagi, masuk kata pak Rio, saat ini yang datang dua mahasiswa cewek, Neri juga tau kalau itu adek tingkatnya sewaktu kuliah tapi dia gak tau siapa namanya, cuma tau saja kalau itu adek tingkatnya. Neri duduk sambil membaca buku. dua mahasiswa cewek itu juga konsultasi tentang skripsi. diam diam Neri curi curi pandang ke pak Rio, sepertinya kamu Rio serius sekali, jadi ingat dulu waktu Konsul ke pak Rio bawaannya pengen marah, gara gara lihat wajahnya yang ngeselin, ee sekarang malah jadi ayang ku... saat lagi Mandangin pak Rio tiba tiba tatapan pak Rio juga ke Neri. langsung Neri pura pura batuk.untuk menetralkan suasana.
dua mahasiswa cewek yang sedang konsul skripsi kelihatan sekali, wajahnya tertekan oleh pak Rio.
sudah selesai Konsul dia mahasiswa itu keluar dengan wajah masam. batin Neri dari dulu semua mahasiswa yang keluar dari ruangan pak Rio ini pasti wajahnya masam semua.
bapak...
ayo kita pulang, aku lapar nich, tunggu sebentar, tunggu apa lagi pak Rio, kata neri dengan nada yang sangat kesal, kalau harus menunggu lagi...
Neri masih duduk, dan membuka hpnya ternyata banyak pesan masuk, dari grup alumni kampus. baru juga beberapa bulan lulus sudah mau ngajak reunian, aneh aneh aja mereka ini, tapi kalau gak datang gak enak juga kan aku masih di sini, kalau aku datang sama siapa ..
masa iya aku bawa pak Rio ...
yang ada malah gak jadi reunian aku. ayo kita pulang katanya lapar, kenapa masih asyik sama hp. lihat pesan sayang kata Neri. pinter banget merayu kata pak Rio lagi,..
bapak yang ngajarin kata Neri lagi
menuju parkir untuk pulang, semua mata mahasiswa tertuju pada dua orang yaitu pak rio dan Neri, yang satu dosen yang satu mantan mahasiswa kampus ini kata salah satu mahasiswa yang berpapasan dengan mereka berdua. dalam perjalanan bapak merasa gak sih, kalau kita di lihati sama mereka, biar saja kan mereka punya mata jawab pak Rio, santai. susah ngomong sama es balok batin Neri..
__ADS_1
sudah dalam mobil, mau makan di mana, terserah bapak mau bawa saya. terus panggil saya bapak. sudah nyaman dengan panggilan bapak. gimana donk pak..
terserah kamu..
pak Minggu depan ada reuni, aku mau datang bapak mau ikut gak, gak jawab Rio. iya sudah saya datang sendiri saja. oh iya kalau gak salah bulan depan itu kampus ulang tahun gitu ya pak, katanya semua alumni dapat undangan gitu, boleh datang lah maksudnya. ada di grup tadi aku dapat infonya. iya kata pak Rio lagi. asyik donk pak pasti rame nanti. kenapa kamu senang banget, mau ketemu mantan mu, tanya pak Rio, mantan ku kan kuliah pak di luar. gak mungkin lah dia datang. kalau dia datang kamu mau nemuin, gak lah, kan sekarang aku sudah punya bapak, ngapain aku nemuin dia, tapi kalau ketemu ya.
iya apa tanya pak Rio, yang langsung nyerobot kata kata Neri, iya mau ta senyumin pak silaturahmi jawab Neri asal.
gak usah kamu datang sama saya nanti. biar kamu gak bisa tebar pesona yang ada bukan saya yang tebar pesona tetapi bapak yang pasti tebar pesona, awas saja ya kalau sampai saya tau bapak tebar pesona, apalagi sama dosen dosen muda yang cewek itu.
iya sudah ayo turun kita makan, mereka sampai di salah satu rumah makan, kamu mau makan apa, saya makan soto ayam saja pak, kata Ner, Rio sudah tidak mempermasalahkan lagi Neri mau manggil apa, soalnya gak penting batin Rio.
selesai makan, Rio mengantar Neri pulang ke kostnya. sampai di kost bapak mau mampir, iya saya mau mampir kata Rio, ngapain ..
tapi, iya sudah ayo masuk pak. saya mau mandi dulu pak, badan saya capek.mau saya temani, gak usah aneh aneh pak,..
selama ini Rio, memang menjaga Neri, dia juga tidak pernah macam macam, walaupun banyak kesempatan. contohnya pas Neri nginap di rumah Rio, dia juga tidak melakukan apa apa, karena Rio sudah berjanji tidak akan berbuat aneh aneh kepada wanita yang belum menjadi istrinya. kecuali ciuman. itu cuma cium pipi gak lebih.
Neri sangat beruntung lepas dari Adi dapat es balok ini.
Neri, membuatkan minum buat pak Rio, ini minumnya nanti bapak kehausan lagi. oh iya pak dua mahasiswa cewek yang Konsul tadi, dia cantik ya..
iya jawab pak Rio, cantik mana sama saya pak, kan wanita ya cantik semua lah,..
__ADS_1
jawaban pak Rio realitas sekali. Neri yang mulai manja duduk mendekatkan diri ke Rio, sayang Minggu depan kan, ulangan habis ulangan libur, gimana kalau kita liburan. yang libur kan kamu, saya gak jawab Rio.
kalau gitu, aku boleh kan, ikut liburan sama Bu Rita pak Arif dan guru guru yang lain, kamu rencana mau ke puncak gitu. cuma dua malam ko, gak usah ikut kata pak Rio, mending kamu ikut saya ke kampus saja dari pada ikut liburan mereka, kamu tau kan pak Arif itu suka sama kamu, iya tapi kan aku gak suka sama pak Arif pakkkkk...
lagian kan banyak orang yang ikut,
saya bilang tidak ya tidak. saya gak ngizinin kamu berangkat, kamu itu di sini gak ada saudara kalau ada apa apa gimana..
iya sudah kalau gitu bapak ikut saja sama kita kita, boleh ko bawa keluarga katanya..
nanti saya lihat dulu jadwalnya.
tau gak pak, bu Rita itu, suka sekali sama bapak, bagaimana cara saya memberitahu bu Rita, kalau bapak ini pacar saya. iya gak usah di beritahu kata Rio dengan santainya.
bapak enak tiap hari gak ketemu lha aku tiap hari ketemu sama Bu Rita. itu urusanmu..kamu gak mau lanjut S2 kata pak Rio, gak ah pak aku lelah mikir sudah, kecuali bapak nanti yang ngerjakan semua tugas kalau aku lanjut S2. hhhmm kata pak Rio.
sudah malam pulang sana pak, saya gak mau pulang mau tidur sini, jangan pak,..
kalau gitu kamu ikut saya tidur tempat saya, besok langsung saya antar ke sekolah. gak pak saya banyak tugas...
sudah bapak pulang saja, yakin kamu gak kangen saya kalau saya pulang, sejak kapan pak dosen ku ini genit, sejak kenal sama kamu. meleleh aku pak..
apanya yang meleleh, cup pak Rio mengecup kening Neri, selamat malam sayang ..
__ADS_1
saya pulang dulu, hati hati di rumah, besok saya jemput..
Neri yang mendapat kecupan tiba tiba lagi, langsung mesem mesem tak jelas...