
sampai dalam pasar, ini bukan yang pertama kalinya Neri belanja ke pasar sama pak dosen , kalau gak salah ini yang kedua kalinya, tapi untuk hari ini masaknya di rumah saya saja ya pak,iya jawab pak Rio, selesai belanja sayur, ayam dan bahan dapur lainnya Neri dan pak Rio langsung menuju rumah Neri. kost maksudnya ya, tapi kostnya dalam bentuk rumah sebijian gitu tapi Neri sering menyebutnya kost, Neri belum punya rumah di sini, maklum masih guru kontrak. itu pun kalau kontraknya gak di perpanjang bisa jadi pengangguran.
sampai rumah Neri, pak Rio duduk di ruang tamu sambil nonton tv, sedangkan Neri sibuk dengan alat masak ya, sore ini Neri akan masak ayam geprek dan sambal terong. seperti biasa kalau mau bikin ayam geprek ayamnya harus goreng dulu. setelah selesai dengan alat dapurnya Neri masuk ke ruang tamu dan membawakan jus jeruk ini pak saya buatkan jus jeruk, saya lupa kalau ada bapak di sini, hehhe oleh terlalu asyik memasak. bapak tunggu saja sebentar saya siapkan dulu makanannya setelah itu kita makan.rio hanya mangut mangut saja dengar Neri berbicara.
hasil masakan Neri
ayam geprek dan sambal terong
__ADS_1
masakan telah selesai di siapkan, pak Rio sayang ..sini aku sudah siapkan makanan, ayo kita makan. Rio yang mendengar pun langsung menghampiri Neri di meja makan, masakan Neri memang masakan rumahan. ayo pak kita makan, ini sudah saya siapkan makan yang banyak ya pak, kata Neri dengan senyum senyum di bibirnya, mereka berdua menyelesaikan makan dengan diam, hingga akhirnya makanan mereka habis. Rio membantu membersihkan meja makan sedangkan Neri mencuci piring, selesai dengan aktifitas di dapur mereka kembali lagi ke ruang tamu, Ner kamu yakin gak mau lanjut S2 kalau misal ada kesempatan, gak pak aku mau lanjut beli es teh saja, gak lanjut S2. saya serius nerii...saya juga serius pak dosen, kata Neri lagi. saya gak mau pak mikir lagi, terus saya gak mau mengerjakan tesis ngerjakan skripsi saja bikin pusing. hehehheh
iya siapa tau kamu mau lanjut, nanti bisa kan cari beasiswa otak saya tidak sepintar bapak kata Neri lagi. tapi ya sudah kalau gak mau,
bapak kan tau, saya masih kontrak ngajarnya iya selama kontrak saya di perpanjang saya masih dapat gaji terus, tapi kalau kontrak saya gak di perpanjang kan terpaksa saya cari kerja ke lain pak, iya makanya kamu lanjut S2 saja kalau kontrak mu gak di perpanjang. nanti saya pikir lagi kalau saya sudah tidur.
oh iya pak untuk rencana ulang tahun kampus , nanti saya datang sama teman teman saya saja ya, bapak sama teman bapak yang dosen dosen saja. terus untuk besok kan hari reuni kamu nich, hhmmm
tiba tiba hp Neri berbunyi, siapa lagi yang nelpon kalau bukan Adi, ngapain nich anak nelpon aku lagi, kenapa gak di angkat, gak penting jawab Neri, siapa tau penting angkat saja kata pak Rio lagi, yakin aku di bolehin angkat telpon ini, mank siapa sih..
mantan aku, Rio melongo dan menatap Neri, sini hp kamu, jangan kata Neri, sini gak jangan pak, biar saya yang angkat. sudah mati pak kata Neri lagi. kamu sering berhubungan dengan dia, kalau sering gak sih, cuma pernah saja pak, aku gak suka ya kamu masih berhubungan dengan mantan kamu itu, ingat kamu itu sudah punya pacar. iya saya ingat sayang lagian kan dia cuma nanyain kabar saja, dari nanyain kabar itu lama lama ngajar balikan kalau terus terusan kamu ladenin kata pak Rio dengan sorot mata yang sangat pedas, saya tau sepertinya pak Rio gak suka sekali saya dekat dengan Adi.
__ADS_1
Yas udah sudah malam saya pulang dulu, hati hati di rumah, cup pak Rio mengecup kening Neri, bapak marah sama saya, saya tidak marah, ingat kata saya jangan berhubungan lagi dengan mantan mu. selamat malam. kata Rio dan langsung keluar.
dalam perjalanan pulang hati Rio bergemuruh, dia sangat tidak suka apabila mantan Neri terus menghubungi Neri, Rio kalau sedang marah akan semakin menjadi pendiam dan tidak akan banyak omong seperti malam ini.
sedangkan di rumah Neri menyadari perubahan pacarnya yang tiba tiba langsung pulang dan tidak banyak omong, pasti ini gara gara Adi menelpon tadi, harus aku bilang sama Adi kalau gak usah lagi menghubungi ku lagi, Adi ini juga aneh sudah punya tunangan masih saja menghubungi aku, kalau sayang ku yang marah lebih bahaya, besok harus aku datangin ke kampus agar dia gak marah lagi, lagian besok juga masih libur, aah tapi besok kan aku ada janji mau ketemu Nisa, biar sajalah pasti nanti pak Rio menghubungi aku, awas saja kalau besok gak jadi mengantar saya, akan ku pastikan kalau nelpon gak akan q angkat.
di tempat lain, Nisa dan sepupunya lagi nginap di hotel, kenapa tidak menginap di rumah Neri, karena membawa sepupunya makanya Nisa mengajar sepupunya nginap di hotel, dan kebetulan Nisa menginap di hotel yang dekat dengan tempat reunian mereka.
Nisa yang memang masih jomblo setelah putus dengan pacarnya dan belum menemukan tambatan hati lagi, hingga akhirnya dia mengajak sepupunya untuk ikut dalam reunian, sepupunya ini cewek ya. heheh
dan di saat itu juga nisa sedang di telpon oleh Dio, si teman kampret yang sedang melanjutkan pendidikan ke negeri orang. kenapa lho malam malam nelpon saya,kangen lah nis, masa aku nelpon jawabanmu ketus sekali kaya orang baru putus cinta saja, memang aku baru putus cinta. jawab Nisa, beneran kamu putus cinta jadi ada peluang donk buat aku, peluang apa tanya Nisa yang pura pura bodoh. peluang untuk menggantikan mantanmu. tapi kamu bersaing sama anak pak camat, jangankan bersaing sama anak pak camat bersaing sama anak satu kelurahan saja aku bisa. kata Dio dengan pedenya. ngomong ngomong kamu sudah dengar gak kalau Neri ternyata pacaran sama pak Rio, sudah jawab Nisa, ko kamu gak ngasih tau aku sih nis, lha ngapain aku ngasih tau kamu, sudah aah lanjut besok saja telponnya aku mau tidur ..
__ADS_1