Aku Yang Dulu Bukanlah Yang Sekarang

Aku Yang Dulu Bukanlah Yang Sekarang
...awal dari kesalahan...


__ADS_3

...NB : ini hanya cerita fiksi, jika ada nama tokoh atau yang lainnya serasa mirip. mohon di maklumi...



"Kriiing... , kriiing..., kriing..." suara dering hp. "pip" telepon di angkat.


" Halo, siapa ini?" tanya Ahmad.


"Mad, ini aku Riski, sini la Mad, Marina , tempat biasa. balapan kita" ajak riski


"Nggak ah, malas aku. kapan kapan aja!"


"Apalah ko ni...!" katanya kesal.


" Oh iya mad!, ada Ririn jugalo disini..! mau gak "


"Ha..?, Ririn juga disitu?"


" Iya ,makannya cepatla kesini, keburu pergi nanti orangnya!"


"Oh.. ok ok, ntar lagi gue kesana"


"Jangan ntar ntar, cepat. buruan sekarang!"

__ADS_1


"Iya iya, sabar la, aku kinclongin motornya dulu"


10 menit kemudian, si Ahmad pun sampai di lokasi tempat biasa dia balapan. sesampainya di sana, si Ahmad clingak clinguk mencari keberadan si kawannya yang satu itu. dan pada akhir nya Ahmad menangkap sosok gadis cantik dengan bulu mata yang lentik, pipi yang gemoy bagai sebuah bakpau dan selembek salaim, putih bagai gadis gadis korea papan atas, nggak terlalu tinggi kayak tower. ya itu la sosok yang aku cari cari. karena dia ,akupun memaksa diri yang penat ini menuju tempat ini.


" Rin..! sendirin aja ?" tanya ku


" Nggak, berdua!" jawab nya


" Eeh.., berdua?, sama siapa"


" Sama kamu..!" canda Ririn


" Ah, elu bisa aja"


"Duk...!" kepala mereka terhentuk karena kaget, mereka medengar suara sirine tidak jauh dari sana


" BUABAR WOI, BUBAR BUABAR.... CEPAT, CEPAT, CEPAT, ada polisi, cepat kabur!"


Teriakan panik dari salah seorang di tengah kerumunan. Ahmad pun tanpa basa basi menarik Ririn menuju motor yang di parkirnya, dan mereka pun ngebut ngebutan sampai rumah masing masing. Padahal si Ahmad belum bertemu demgan Riski disitu tadi .beda dengan si Ahmad, pertama tama dia ngebut ngebutan sampai lapangan bola ,sesampainya di sana dia pun memakirkan kendaraannya di pinggin jalan lapangan dan duduk menyamping di atas motor, agar tidak terlalu terlihat habis mengendarainya. dan betul aja, rombongon polisi itu ternyata langsung melewati mereka karena terlihat seperti orang pacaran.


Ahmad malirik Ririn, matanya sayu seperti ketakutan setengah mati, Ahmad pun berinisiatis untuk mengusap punggungnya agar bisa menenangkannya.


Aku melihat air matanya Ririn menetes menghujani pipinya.

__ADS_1


" udah..., gak papa kok. udah aman sekarang, ngapain juga pake nangis segala.!"bujuk si Ahmad ke Ririn agar berhenti menangis


Ririn pun melirik wajahnya si Ahmad,dan tiba tiba ia langsung memeluk erat punggung Ahamad." jangan tinggalin aku.!" kata si Ririn yang membuat Ahmad terdiam.


" Ma.. maksutnya apa?" tanya Ahmad kepada Ririn karena tidak paham maksut dari kalimat yang di ucapkan oleh Ririn.


" Ja.. jangan tinggalin a aku, ka karna aku sangat mencintaimu..!" ucap Ririn, kalimat itu membuat Ahmad terkejut, degdegkan tak berkutik, dan kiiiss... tanpa basa basi Ririn mencium si Ahmad dengan penuh gairah. Ririn tak habis habisnya ******* bibir si Ahmad, Ahmad tersentak kaget. dia pun tersadar, dan mendorong bahu si Ririn.


" Sudah, cukup. Ini tempat umum jangan terlalu lama nanti ada orang yang menyadarinya."


" Ja jadi... kamu g mau ya..?" tanya Ririn dengan penuh pesona sambil memjilati jari nya.


" Bu bukan g mau, tapi ini tempat umum g enak kalau di lihat orang!" dan seketika membuat sekitar terasa hening. sambil memdekatkan kepalanya ke Ririn.


dan ternyata...


" Oh iya, aku ingat. kemarin aku sama Dodi jalan jalan, kami ada lihat rumah gubuk terbengkalai. hehehe... kamu mau nggak?" tanya si Ahmad dengan wajah mesumnya.


" Iiihh... sebel deh..!" kata Ririn,


" Jadi..!?" tanya ahmad memastikan.


"Terserah...!!" kata si Ririn sambil memalingkan pandangannya karna tersipu...

__ADS_1


"Hahaha... ok , lets goo. berangkat kita sayang!" kata si Ahmad dengan gembiara.


__ADS_2