Aku Yang Dulu Bukanlah Yang Sekarang

Aku Yang Dulu Bukanlah Yang Sekarang
...pergi hilang dan lupakan...


__ADS_3


Sepulang sekolah merekapun pergi ke Tanjung Pinggir. Sebuat pantai yang asri dan bersebrangan dengan Singapura. pasir putih yang membentang di pinggiran pantai, dan ada beberapa tumpukan bebatuan hingga membuat pantainya menjadi lebih indah. di pinggiran pantai pun banyak pepohonan yang besar dan disekitar situ pun ada sebuah bukit yang bisa dibuat untuk berfoto foto untuk keiindahan alam yang terlihat dari atas. Dari pinggiran pantai, tampak sebuah negri sebrang yang begitu megah. bangunan bangunan yang menjulang tinggi itu, terlihat jelas dari pinggiran pantai. adapun wahana wahana bermain yang menjulang tinggi itu tampak jelas.dari pinggiran pantai. ya, betapa megahnya negri sebrang kalu dilihat dari situ.


Sesampainya kami disana, kami pergi kebagian bebatuan karna tempat nya lumayan bagus dan bisa sekalian bersantai disana, karena dibelakang bebatuan itu ada bukit yang saya maksud tadi!, dan disekitar situ juga banyak pepohonan untuk berteduh.


" Oi.., sini aja singgahnya. nggak usah jauh jauh, nanti jalan pulang nya malah mutar lagi. kan tambah jauh.!"


usul si Arif.


" Hmmm.., ya udah sini juga lumayan. dari pada tempat yang kemaren, udah jauh jauh tapi tanahnya lembek, banyak rangting yang berduri, malah gak ada ceweknya pula yang lalu lalang.!" kata si Riski.


Meraka pun sibuk dengan dirinya masing masing. ada yang mau mancing, ada yang main hp doang, ada yang cari kerang, ada juga yang kurang kerjaan ( ya, kurang kerjaannya nyari nyari orang yang memakai pakaian minim). bahkan ada juga yang melamun, ya siapa lagi kali bukan si Ahmad. tak lama kemudian si Arif nyamperin si Ahmad yang dari tadi melamun.


" Mad, sudah la..! lupain aja kejadian yang kemarin, jalan masih panjang bro..! "

__ADS_1


Kata Arif sambil menyemangati si Ahmad. namun Ahmad mengabaikannya. Riski melihan reaksi Ahmad yang tidak biasa itu langsung berinisiatif memainkan gitar yang mereka bawa. ia pun memainkan gitar itu dengan lihay dan membuat Ahmad terasa talah menghilangkan sedikit beban yang ada pada dirinya.


" Biar semua berlalu, pergi dantakkan kembali... "


"eaa.."


Suara Riski memang merdu karna ia orangnya pandai menjaga pola makan. sehingga membuat suaranya agak mirip dengan suara cewek. ia pun meneruskan lagunya, bukan hanya satu lagu, tapi juga ada beberapa lagu yang menerutnya galau, ia nyanyikan semua yang ia hapal. setalah lagu selasai di mainkan, mereka pun saling memandang satu sama lain.


" Makasih ki...!" ucap Ahmad. singkat, padat namun penuh makna.


" Eh... iya la masak nggak. kita kann saudara..!" kata Arif dengan nada sedikit canggung.


"Oh iya Mad, ko nggak di keluarin ya dari sekolah" tanya Riski.


"Knp!? ko kepengen aku nggak lanjut lagi di situ.?"

__ADS_1


Riski :" Ng nggak la..! masa ada yang mau si bos keluar sekolah."


Arif :" iya bos, kalo bos keluar nanti kami juga ikut keluar aja. biar nggak ada lagi siswa di sekolah itu.! hahaha...! iya gak!?"


Riski :" iya palak kau, kalo kita keluar kan masih ada murid yang lain paok.!"


Arif :" ya biasa aja la bang!


oh iya bos, emang alasannya...!"


" Aaaaa.... tolong..!"


belum siap Arif selesai bicara, tiba tiba ada suara teriakan minta tolong. dan


suara triakan itu berasal dari bagian trumbu karang.

__ADS_1


__ADS_2