Aku Yang Dulu Bukanlah Yang Sekarang

Aku Yang Dulu Bukanlah Yang Sekarang
# melamun #


__ADS_3

Saat aku pulang sehabis mengantarkan Yani, aku jadi seeing melamun. ntah apa yang ada di pikiranku, sampai sampai kawanku menjahili aku yang belakangan sering melamun.


Sajak saat Ayah Yani memberiku syarat syarat jika ingin mendekati Yani aku pen bertekat untuk melakukannya, tapi tak pernah melakukannya. ya, inilah aneh nya.


****


" Haduh, enaknya kau ku apain ya Anak itu. kok makin hari makin liar aja dia.!" pikir Pak Martin. ia pun ingin meminta saran dari Pak Ustad yang ada di sekitar situ. setelah sholat isya, ia pun pergi bertekat untuk bertemu dengan Pak Ustad. ditengah perjalanan Pak Martin bertemu dengan Bapaknya Riski, sebut saja nama nya pak ucup.


Pak Martin :" Eh Cup, kamu mau kemana? kok pakainnya bagus amat?


Pak Ucup :" Iya, aku mau ke rumah Ustad Dafi. mau minta saran untuk anakku, belakamgan ini susah di atur dia.!"


Pak Martin :" Lah, sama dong. aku juga mau minta saran, enaknya diapain tu anak. ya udah bareng yo."

__ADS_1


Pak Ucup :" Oh, baleh aja. ayo"


Mereka pun pergi bersama ke rumah Pak Ustad, dan di tengah perjalanan mereka saling berbicara suatu hal seru menurut mereka. ya, dulu sejak saat pindah rumah orang yang paling ramah dengan Pak Martin ialah Pak Ucup ini. ia juga sering bantu memberi masukan saat pak Martin tersudut. dan ia juga sering bantu baik meminjam uang, ngerawat Ahmad saat kecil, serta membantunya mencarikan rumah. dan sejak saat itu, mereka bisa dibilang sahabat yang bertemu di usia tua.


Sesampainya mereka dirumah Ust. Dafi, mereka permisi untuk bertamu. dan itu disambit hangat oleh Ust. Dafi. setelah mereka masuk dan menceritakan semua yang ingin mereka sampaikan, Ust. Dafi tersenyum tipis melihat kedua orang tua ini. dan Ust. Dafi memberi solusi yang paten.


Ust. Dafi :" Gampang, tinggal masukin aja mereka ke pondok. insyaallah mereka akan berubah. cari pondok yang paten, kalau bisa cari yang jauh dari rumah."


Pak Martin :" Kan ust. tau sendiri anak saya begimana, bahkan dia sudah berani melakukan hal begituan lo.!"


Ust. Dafi :" ya tinggal bujuk mereka saja, masukkan mereka di pondok yang sama. toh, mereka juga terlihat akrab."


mendengarkan perkataan Ust. Dafi, mereka pun terdiam dan tak berkata kata. setelah basa basi mereka pun pamit pulang, dan saat hendak pulang Ust. Dafi memberi usul pondok yang sangat paten, yaitu pondok MQ Tebuirang Jombang. ya walaupun jauh tapi disana banyak orang yang lulus dari sana rata rata jadi orang semua. maksutnya orang yang lulus rata rata jadi Pejabat, Mentri, Ulama, bahkan wakil Presiden saat ini juga dikabarkan lulusan pondok sana. ya, podok itu adalah pondok yang didirikan oleh Gusdur, atau bisa disebut Almarhum Mbah Yai' Hasyim Asyari.

__ADS_1


Setelah berpamitan, mereka pun pulang ke rumah masing masing. saat memasuki rumah, Pak Martin kaget melihat rumah yang biasa ia tempati. rumuh yang dulu berantakan, sekarang jadi sangat bersih. hampir tak ada debu lagi. lantai yang habis di pel, serta meja dan perhiasan lainnya menjadi mengkilap. saat ia berjalan kebelakang, ia lebih kaget lagi, ternyata ada makanan di atas meja.


" Tak mungkin ini Ahmad kan?" pikir pak Martin. ia langsung berlari ke kamarnya Ahmad, dan betapa terkejutnya ia. pak Martin melihat sesuatu yang tak terbayangkan dari celah pintu kamar Ahmad, semua perasaan menjadi satu. senang, sedih, gembira dan banyak perasaan yang lain menjadi satu. tanpa terasa bendungan air yang ada di mata pak martin hancur, tak tahan lagi, airnya pun mengalir dengan deras melihat anaknya yang sudah berubah total. ia melihat anaknya yang sedang sholat itu, Pak Martin tersungkur jatuh karna tak mampu menompang tubuhnya lagi, air mata yang mengalir terus menerus. ia amati anaknya sampai selesai sholat, dan diiringin dengan do'a setelah sholat. setelah selesai do'a Ahmad pun melakukan sujud syukur, yang membuat pak Martin tak kuat menahan tangisannya lagi. yang tadinya ia hanya mengeluarkan air mata sekarang tangisan yang terisak isak. Ahmad yang mendengar ada suara tangisan itu, ia langsung mencari sumber suara dari tangisan itu. Ahmad terkejut melihat Ayahnya yang yang ada di dekat pintu kamarnya yang sedang menangis itu. Ahmad langsung berlari ke arah Ayahnya yang sedang tak berdaya itu.


Ahmad :" Pak, Bapak kenapa nangis. Ahmad salah apa?, atau ada yang buat Bapak menangis seperti ini,? sebut saja namanya biar nanti Ahmad datangi orangnya sama kawan kawan Ahmad nanti pak....! pak...!"


Mak Martin :" Na namanya Ahmad, dia sudah biat bapak jadi seperti ini."


Mendengar pekataan bapaknya itu, ia langsung kaget. dan tak mengerti maksut dari perkataan Ayahnya itu


Ahmad :" Ma maksut bapak apa? kenapa dengan Ahmad,!?"


Pak Martin :" Kamu sudah berubah, dan itu membuat Bapak jadi tak terbiasa. sampai sampai air mata Bapak jatuh dengan sendiri. ndak kuat Bpk.!"

__ADS_1


Mendengar perkataan Bapaknya itu, Ahmad pun juga tiba tiba ikut ikutan menangis. ya, ini adalah nangis kebahagiaan yang pertama kali dan yang paling menyayat hati dirumah ini.


__ADS_2