
Hari yang ku tunggu tunggu pun tiba, hari ini aku akan berlayar dari Batam ke Jakarta. kami pun segera bersiap, ada sebagian kawan ku lain mengucapkan salam perpisahan untu yang terakhir kali nya. ia datang kerumah ku lebih awal.
Arif :" Mad, hati hati dijalan. jangan lupain kawan dirumah.!"
Aku :" Ok la, pasti itu." kata ku sambil berjabatan tangan dengan nya.
Doni :" Ti ati di jalan.!"
Aku :" Iya, takut kali ko!" kataku sambil menjabat tangannya, tapi tiba tiba ia memelukku dengan erat. sampai sampai ia terisak akan tangisannya. aku hanya bisa mengusap pundaknya saat itu untuk menenangkannya.
Aku :" Bang, aku berangkat dulu. jagain anak anak, sekarang kamu yang atur. maaf ngrepotin."
Hatta :" Hahaha...! mana ada, jaga diri disana. baik baik jadi orang, kalo ada yang kelewatan batas langsung keok aja orangnya.!"
Aku :" Hahaha...! ok la, siap.!" kata ku sambil berjabat tangan dengannya.
Aku pun menaikkan barang bawaan ku ke dalam mobil. saat pandanganku mengitari halaman rumah ku. aku melihat Riski mengucap kan salam perpisahan untuk yang terakhir kalinya pada kawan kawan yang lainnya.
Kami pun naik ke mobil, mobil ini kami sewa dengan biaya bagi dua sama Bpk nya Riski.
Supir :" Mau kemana Pak!?"
Pk Ahmad :" Pelabuhan Batu Ampar!"
Supir yang sudah tau arah tujuannya langsung tancap gas menuju lokasi. selama perjalanan aku menanyakan beberapa hal yang tidak ku ketahui.
Aku :" Pakai kapal ya pak!?"
Pk Ahmad :" iya.!"
Aku :" Kenapa nggak pakai pesawat Pak, biar leboh cepat.!"
Pk Ahmad :" Mahal !"
Aku :" Pakai kapal apa!?"
__ADS_1
Aku :" Kelud!"
Kata Bapakku dengan singkat setiap menjawab pertanyaan yang aku lontarkan.
Riski :" Balek kesini lagi kapan Pak!?"
Pk Riski :" Murah rezeki panjang umur, nanti kita kesini lagi."
Kami pun mulai sibuk dengan urusannya masing masing, Bapakku yang tampaknya sedang melihat kejalanan, Bpk Riski pun juga melihat keluar jendela. ntah ini untuk yang terakhil kali nya atau tidak. yang pasti, ini adalah tanah yang telah membesarkanku dari kecil hingga sekarang. aku dan Riski pun tampak sibuk dengan layar hp nya masing masing.sebelum aku berangkan keluar jawa, 3 hari sebelumnya aku berpamitan dengan orang tua nya Yani :v
****
# Mundur Tiga Hari :v ~
Saat aku mengemasi pakaian kedalam koper, aku teringat akan sesuat saat aku melihat sebuah foto yang terselip di bawah bajuku. aku pun buru buru kerumah nya si Hatta untuk meminta memori card yang dipakai saat sedang di jembatan kemaren. aku ingin mencuci sebagian foto yang aku ambil, yang menurutku bagus saja. tidak semua. setelah aku mendapatkan memory nya aku langsung ke warnet untuk memilih foto foto yang bagus.
Setelah semua siap aku pun membungkus semua foto yang telah aku cuci itu dengan sangat rapi. pada malam harinya sekitar jam 8 malam,aku pergi kerumahnya si Yani.
Aku :" Assalamualaikum!" kata ku setibanya aku di depan rumah nya si Yani. dan mengetuk pintu rumahnya
" Iya ada apa!" katanya sambil membukakan pinturumahnya. ternyata itu adalah ibunya Yani, ia tampak masih sangat muda. sekitar 30 han.
Ibu yani :" Ooh... Ahmad.! masuk dulu Mad.!"
Aku pun masuk ke dalam rumah nya si Yani. aku agak canggung akan hal ini. ini pertama kalinya aku masuk kerumah Yani.
" Ada Mad!?" kata Bpknya si Yani langsung to the poin. saat baru datang. aku pun menyalimi tangan nya
Aku :" Nggak ada om, cuma mau main aja. ini ada sedikit buah tangan, mohon di terima om. "
Bpk Yani :" Ooh..! makasih la..! repot repot aja kamu !"
Aku :" Aah...! nggak la! mana ada repot om.!"
Bpk Yani :" Ada hal apa kamu kesini.!?"
__ADS_1
Aku :" Begini om, saya mau minta do'a nya..!" belum selesai aku bicara tiba tiba langsung di potong sama Bpknya Yani.
Bpk Yani :" Oooh..! do'a, ialah. nanti saya doain kamu semoga betah di pondok sana.!" aku sontak kaget, tau dari mana coba. padahal aku nggak ada kasih tau si Yani atau kawan dekatnya.!
Aku :" Eh, Om tau dari mana kalo saya mau mondok!?"
Bpk Yani :" Tau la, apa yang tidak saya ketahui di dunia ini coba.!"
Aku hanya bisa terdiam tak berkutik, pertama ia tau identitas aku yang sebenarnya, dan sekarang ia tau masalah pribadiku. siapa sebenarnya Pak Yani ini.
Aku :" Oh, i iya om. trimakasih atas doa nya. saya kesini juga mau minta saran serta masukan dari om.!"
Bpk Yani :" Kenapa ke saya.!?"
Aku :" I itu, saya juga nggak tau kenapa. saya cuma mau minta sarannya aja. kalo nggak boleh juga nggak papa kok. nggak maksa.! hehe!" kataku dengan canggung. sambil menggaruk garuk kepala yang tidak gatal itu. melihat reaksiku, Bpk dan Ibu nya Yani hanya bisa tersenyum kecil melihat tingkah laku ku.
Bpk Yani :" hehe..! ya udah, dengari ini baik baik. kalau mondok itu yang benar, serius, jangan buang buang waktu. karna setiap detiknya di pondok itu berbayar. apalagi pondok yang bakal kamu tempati. itu pondok yang paten, duitnya pun juga paten. sayang buang buang duit kalo keluar tapi nggak jadi orang. hormati yang lebih tua dan selalu taat akan peraturan pondok. agar ilmu yang kamu dapat barokah di dunia dan di akhirat kelak.!"
Aku :" ia om, insyaallah akan saya lakukan yang terbaik untuk masa depan saya.!"
Bpk Yani :" iya, jangan kecewakan saya nantinya.!"
Aku :" Ya udah om, saya pamit dulu ya. udah malem.!"
Bpk Yani :" Udah malam matamu, biasanya pun kamu pulang jam 12, sekarang masih jam 9 lagi."
Aku :" Egh, itu. saya masih harus beres beres rumah.!"
Bpk Yani :" Heh, alasan! ya udah, hati hati dijalan.
Aku pun pamit meninggalkan rumah si Yani. setelah berpamitan dengan calon Mertua :v
****
Aku pun sampai di pelabuhan, disana ramai akan penumpang yang sedang antri. padahal masih ada sekitar satu jam lagi baru berangkat. waktu berlalu, tanpa terasa sudah satu jam kami menunggu.
__ADS_1
Saat pintu sudah terbuka, banyak orang langsung mengantri beberapa barisan ke belakang. kami pun sampai ke barisan paling depan. sebelum masuk barang yang kami bawa akan di periksa olah petugas menggunakan sinar X :v. setelah itu kami pun di antar ke kapal menggunakan bis yang tersedia. pelabuhannya sangat besar, bahkan bekali kali lipat luasnya di bandingkan lapangan di dekat rumahku. dari kejauhan tampak 2 buah kapal yang amat sangat besar. kapal yang sangat mirip dengan kapal titanic. kapal ini juga ada kelasnya, bukan karna harganya. tapi karna siapa yang paling cepat beli tiket maka akan lebih bagus pula kamar yang akan di dapat kan. kata Bapak ku. kapal ini seperti hotel menurutku. ia terdiri dari 8 lantai lebih, bahkan ada Bioskopnya juga di dalama kapal. musholah, kantin, ketrin, bahkan ada cafenya juga di bagian belakang kapal. sungguh indah ciptaan nya. tapi ntah bakal tenggelam apa tidak karna penumpang yang ada di kapal ini sekitar 3 ribu jiwa lebih 😱.