Aku Yang Dulu Bukanlah Yang Sekarang

Aku Yang Dulu Bukanlah Yang Sekarang
# solusi ~


__ADS_3

Mendengar tawaran bapak, aku sangat sangat senang sampai tak bisa tidur dibuatnya. akhirnya aku bisa melaksanakan syarat syarat yang dikasih ama Martua 😏, tapi ada sedikit rasa tak rela di hati ini, karna harus meninggalkan Kawan kawan seperjuangan yang telah menemaniku di saat suka maupun duka. semua kenangan yang harus aku tinggalkan untuk sementara untuk masa depan yang lebih cerah.


Otakku terus berputar menghayalkan masa depan, ntah apa yang akan terjadi. alur kehidupan yang aku rekayasakan sedemekian rupa. sungguh, ekspetasi lebih indah dari pada realita :v


Akhirnya akupun tertidur dari lamunanku itu, mungkin aku bisa tertidur sekitar jam 12 malaman. aku bangun sekitar jam 5 sesuai dengan alarm yang telah aku setel tadi malam. aku pun pergi ke kamar mandi dan mengambil wudhu untuk menunaikan sholat shubuh sendiri dirumah. mungkin sedah lama tidak aku baca, doa kunut yang dulu telah aku hapal diluar kepala kini semuanya lupa. jadi aku sholat tanpa kunut, ya gpp la ya kan, sekali kali.


Setelah sholat, aku pun mandi dan membersihkan rumah. yang biasanya aku yang dulu jam segini mungkin masih tidur atau mungkin hpan di kamar sampai di tegur ama Bpk ku baru bergerak. sekarang aku tak mau melakukan hal yang membuang buang waktu ku lagi. kini aku sangat menghargai waktu baik itu satu detik pun. karna waktu adalah emas. dan setiap waktu nyawa kita akan terkikis hingga akhirnya lenyap dari dunia ini. seperti biasa karna tak ada Ibu rumah tangga di rumah ini biasanya pagi pagi Ayahku membeli nasi bungkus atau lontong untuk sarapan pagi. tapi hari ini aku yang membeli sarapan untuk pagi ini.


Setelah membeli sarapan dan memakan sarapan, aku melihat wajah Bpk ku yang sedikit lebih ceria dari hari biasanya. ntah apa yang dipikirnya samapi membuat wajahnya yang mulai agak kusut itu ceria serta besinar seperti di senteri :v setelah sarapan pagi selesai aku pun pergi ke sekolah karna hari ini tidak libur.


Seperti biasa aku pergi mengunakan mator kesayangan ku yang berwarna hitam mengkilat. motor yang telah aku modifikasi. ya, walaupun tak banyak yang berubah. saat aku baru keluar pagar aku disambut sama Riski yang mungkin kebetulan lewat juga," lah, tumben ni ajak berangkat pagi biasanya datang pas pasan sama jam masuk sekolah." pikirku. karna rumah Riski yang sejejer dengan rumahku, jika ingin pergi kesekolah pasti lewat depan rumah aku. aku melihat wajahnya yang agak kusut itu, ntah la. sepertinya ia habis bersedih tadi malam, nanti ajala aku tanya dia kalo ada sesuatu karna ini lagi di jalan nggak enak kalo bicara setengah setengah. aku pun ngajak dia agar pergi bareng kesekolah.


Aku :" Ayo ki, bareng kita.!"


Riski :" Oh, iya. ko depan la.!" katanya dengan nada datar. ya mungkin ada sesuatu yang terjadi pada dirinya saat ini. sesampainya di sekolah, aku pun duduk di bangku paling pojok dan Riski duduk di depan ku. karna kebetulan bangku yang sebelahnya lagi kosong. ya, mungkin orang nya belum datang. aku pun meng hampiri si Riski yang telihat murung sedari tadi.


Aku :" Ko knp sih Ki.!? dari tadi kok murung kali kulihat.! udah kayak nggak niat hidup ko.!"


Riski :" Nggak, nggak papa kok.!"

__ADS_1


Aku :" Ayolah, kita udah sahabatan dari smp. aku tau kalo ko ada masalah atau tidak. ngomong aja gpp. maja tau aku ada jalan keluarnya.!"


Riski :" haish...! sebenarnya kemaren malam itu aku habis gelut sama ayah ku. dia nyuruh aku untuk masuk pondok, aku nggak terima dia malah maksa. ya udah aku langsung aja masuk kamar terus berangkat agak pagi.!"


Aku :" Oh, jadi ko di tawarin juga ya sama bapak mu!"


Riski :" Eh, jadi ko juga di suruh sama bpk ko.!?"


Aku :" Ya, gitu la!"


Riski :" Terus, ko bilang apa!"


Aku :" Ya, aku mau mau aja.!"


Aku :" Katanyasih mau ke pulau jawa sana, ya aku kepengen aja gitu rasain keluar pulau.!"


Riski :" Ha.,! ke jawa.!"


Aku :" Iya, emang ko di bilang kayak mana.!?"

__ADS_1


Riski :" Ntah, aku nggak tau. saat Ayahku bialng nyruh aku mondok aku langsung marah marah terus nggak dengar kelanjutannya sih."


Aku :"Coba ko tanya aja dulu, barang kali kita satu pondok. kan Bpk mu sama Bpk ku udah kenal lama.!"


Riski :" Hmm.. iya iya. kok kyknya ko semangat kali ku tengok.!"


Aku :" Semangatla, katanya pondok sana itu santrinya dari berbagai daerah jadi pasti banyak cewek bening bening di sana. dari pada di sini, udah kayak pantat panci ku tengok."


Riski :" Lah, terus cewek yang ko bawak kemaren itu.!"


Aku :" oo...h! itu beda kawan. ko kan tau di juga mondok.!"


Riski :" Eh, dia juga mondok ya!? "


Aku :" Iya lah, seharusnya ia berangkat hari ini. makannya aku ajak dia jalan jalan kemaren buat perpisahan termanis. eaa.."


Riski :" Heh, mata kranjang satu ini.!"


Aku :" Udah, nanti coba ko tanyak aja dulu sama bpk mu itu. barang kali sama."

__ADS_1


Riski :" Iya iya.!"


Satu persatu kawan sekelas pun datang dan duduk ditempat nya masing masing. pelajaran demi pelajaran di lalui. akhirnya waktu pulang pun tiba.!


__ADS_2