
" Aaaa... tolong..!" teriak Yani. Ahmad pun berlari kearah yani dan menangkap uluran tangannya.
" Tolong tarik aku ke atas.!" pinta Yani.
Ahmad pun mengangkat tubuh Yani ke atas. ya, memang disekitar sini agak sepi atau bisa di bilang tidak ada orang, karna tempatnya berada di pojokan.
"Emm..makasih ya karna udah nyelamatin aku.!" kata Yani tersipu.
" Iya sama sama,!" jawab Ahmad canggung.
seketika suasana menjadi canggung karna g ada yang berbica lagi.
" Mad, ayo... ngapain sih ko, lama kali ditungguin juga. eh...
oooh... pantas la lama kalian lanjutin aja. daaah...!" kata Riski dengan nada sedikit keras.
" Eh... ki, tungguin gue dong!" kata Ahmad
" eh tunggu, kamu Ahmad ya?" tanya Yani sambil menarik.tangan si Ahmad. Ahmad melihat tangannya sedang digenggam oleh bidadarinya, seketika jantungnya bedetak kencang. Yani tersadar langsung cepat cepat melepaskan tangannya.
__ADS_1
" Ah..ma maaf maaf, a aku g sengaja.!" katanya tebatah batah karena terasa canggung.
" Iya aku Ahmad, kamu masih ingat ya Yan!?" tanya Ahmad.
" Masih la, ingatanku ni kan hebat. kumu juga masih aku.!"
"Ingat la masa nggak, kamu kan cewek nomor satu dari sekolah sd dulu.!" kata Ahmad gombal.
"Ah, kamu bisa aja.!" jawab Yani tersipu.
" Kamu mau ikut nggak, aku sama kawan ku yang lain mau foto bareng.!" ajak Ahmad.
jawab Yani bersemangat.
mereka pun foto bareng dari atas bukit itu, walau bukitnya tidak terlalu tinggi tapi
tampak keindahan alam yang sangat indah. setelah kami berfoto foto kami pun pulang dari dari pantai. sebulum pulang saat masih di parkiran, tiba tiba Yani menyodorkan no hpnya ke aku. aku hanya bisa menerimanya karna ia langsung lari tanpa sebab. sesampainya di rumuh aku langsung rebahan di atas kasur. aku pun teringat kejadian kemaren.
****
__ADS_1
" Kring...kring..."
" Eh ada pesan pesan dari siapa ni!?"
tanya Ahamd dalam hati.
"Eh, ini kan pesan dari Ririn. kenapa dia ya, belakangan ini kok gak masuk sekolah.!?"
tanya Ahmad dalam hati.
" mad, ini aku Ririn. aku minta maaf karna sudah membuat kamu malu, sebenarnya aku yang menyuruh Riski agar kamu datang, tapi malah jadi kayak gini. aku minta maaf banget, kalo saja aku tidak menyuruh Riski untuk nelpon kamu, kamu nggak bakal kayak gini. aku minta maaf ya, sekarang aku sudah di jakarta. karna kejadian kemaren Ayahku marah besar sampai sampai ngirim aku ke dunia baru. sekali lagi aku minta maaf, mungkin kita nggak bakal ketemu lagi. bay...!"
Pesan itu dipaca oleh ahmad, ia agak kaget. tapi tidak terlalu menyakitkan. mungkin karna disitu tertulis dia yang menyuruh riski agar aku datang. dia pantas untuk itu, tapi Ahmad agak sidikit tidak rela ia pergi jauh. tapi ya mau gimana lagi, yang lalu biarlah berlalu.
Ia pun terdiam sesaat, berpikir serta mendalami perkataan Ririn ini.
" ya, mungkin bukan jodoh gue" batin ku.
Ahmad yang sudah tersadar dari lamunannya langsung pergi ganti baju, gosok gigi dan kembali tidur dan menyambut esok hari.
__ADS_1
Keesokan paginya ia langsung maraih hp, ternyata sudah jam setengah sepuluh. ia pun membaca komik dari mangatoon karna komik yang ia baca kemungkinan sudah ada yang update. dikarnakan ini hari minggu jadi ia tidak berangkat sekolah karna libur. setip hari libur Ahmad kurang kerjaan jadi hanya bisa rebahan pada saat bangun tidur dan kluyuran pada malam hari.