Aku Yang Dulu Bukanlah Yang Sekarang

Aku Yang Dulu Bukanlah Yang Sekarang
# perpisahan yang terindah #


__ADS_3

Setelah sholat berjama'ah aku pun lekas pergi kerumah yani agar tidak kesorean. karena kalo kesorean nanti waktu untuk bersantainya terlalu sedikit apalagi kalo si Yani, dia kan biasanya di suruh pulang sebelum magrib.


Aku pun kebingungan memilih jalan yang benar untuk sampai kerumah Yani, bahkan aku kadang kadang clingak clinguk kayak orang kebingungan. saat aku agak kebingungan tadi, aku sepertinya melihat seorang perempuan yang baru saja keluar dari rumahnya. saat aku terfokus pada perempuan itu, ia mengandeng tas kecil, memakai pakaian berwarna cream, warna yang kalem. jilbab yang berwarna cream juga serta kombinasi warna pada pakaian nya yang begitu pas. tapi sayang nya aku tidak melihat wajahnya, "ntah itu Yani atau bukan" pikirku. saat hendak menghampirinya tiba tiba ada orang yang menepuk pundakku, sontak aku pun kaget. dan saat aku melihat kebelakang aku malah lebih kaget lagi. bagai mana tidak, orang yang menpuk pundakku adalah Bapaknya si Yani. aku pun reflek menyalimi calon martua aku :v


Aku :" Eh, pak. apa kabar pak!?"


Bpk Yani :" Asaalammualaikum "


Aku :" Eh, oh iya. waalaikum salam" aku pun cengegesan(senyum senyum sendiri)


Bpk Yani :" ngapain kamu kesini!?"


Aku :" Egh..! saya mau njemput si Yani, tadi saya udah punya janji sama dia. katanya Vapak juga sudah memberi izin untuk saya. oh iya Pak, Yani nya di mana ya!?"


Vpk Yani :" Ngapain buru buru, mau kamu bawak kemana anak saya.!"


Aku :" Eh, itu.! saya mau ke Barelang.!"


Bpk Yani :" Mana surat motor kamu, udah dapat surat izin mengemudi belum!?"


Aku :" Oh, ini pak suratnya insyaallah lengkap. kalo surat mengemudi saya masih belum buat.


Bpk yani :" Hmmmm...! ya udah, hati hati. di sana itu banyak Gengstar nya. jangan samapai kenapa napa sama anak saya. pahan.!"


Aku :" Hehe... tenag aja pak, saya ketuanya kok!"


Bpk Yani :" ha..!?"


" Waduh, gawat ni malah keceplosan gimana ni, waah... gaswat iki gaswat..! waduh malah di pelototin lagi sama si bpk," batin ku.


Bpk Yani :" Hahaha...! kamu.! ketuanya!? hahahah!"


" Eh.. huu...h suyukur deh di kirain ngajak serius juga ni si Bapak. hadeeh.! bikin jantungan aja." batinku.


Bpk Yani:" ya udah sana. ingat, jangan sampai anak saya lecet, atau pun kehilangan sehelai saja rambutnya. saya KEOK nanti kamu!"


Aku :"Iya pak, iya. saya paham kok! yaninya mana "


Bpk Yani :" Yani... sini nak.!"


Yani pun keluar dengan memakai pakaian biasa tapi terkesan kalem, dengab warna warna yang seirama yang ia kenakan.


"Oalah..! ternyata disini toh rumahnya, kok pas kali ya aku berhentinya !" batinku.

__ADS_1


Yani pun berpamitan sama orang tua nya, mencium tangan kedua orang tuanya. ya, kayak udah mau di bawa pergi aja sama menantunya. :v


Bpk Yani :" paling lambat, pulang jam 9, krna tempatnya agak jauh, kalau lewat satu detik saja. tau kamu akibatnya.!"


Mendengar perkataan dari Bpk nya si Yani aku pun sontak kaget, ternyata perhatian juga ni orang, pikir ku.


Aku :" Siap Pak, insyaallah saya akan bawa Yani pulang sebelum jam 9 malam"


Bpk Yani :" ya sudah, hati hati di jalan!"


Aku pun menyalimi si Bapak, dan pergi ke tempat rombongan kawan kawan aku tadi. nggak tau Yani bakal suka atau tidak kalo aku bawa rombongan. au' ah kita coba dulu baru tau.


Saat aku sampai ke rombongan aku pun membunyika klakson buat pringatan agar lekas pergi.


Aku :" Ayo ayo, jangan pakai lama. udah sore ni!"


Aku melihat wajah Yani agak kaget, saat aku melihatnya dari sepion motor.


Doni :" Halah...! udah ko yang lama juga bang!"


Riski :" Oalah... cewek rupanya. pantas la lama.!"


Arif :" Jempun di mana bang, depanggang!"


Aku :" ayo cepat.! udah ketawa nya. satu... dua... "


Mendengar aku sudah berhitung mereka pun langsung menaiki motornya masing masing. motor pun di hidupkan satu persatu, suara yang melengkin keras dari ujung ke ujung. siap untuk menjajah jalanan. ada yang satu motor sendiri, ada juga yang satu motor berdua. kami menjajah jalanan dengan posisi 2-4-2-3. aku posisi paling depan dengan si Hatta. karna posisi ini sesuai dengan orang di segani. orang yang menaiki satu motor berdua ada di bari san no mor tiga, cuma dua motor, mereka pun langsung mengibarkan bendera kebanggan kami dan bendera yang paling disegani serta di takuti oleh gengstar yang lain. biar mereka tau, kalo raja jalanan sudah kembali. Yani baru merasakan di rinya jadi pusat perhatian orang sedikit canggung. nggak ada yang berani nyalip saat kami di jalanan.


Aku :" Gimana Yan, mantap kan!"


Yani :" kamu beneran ketua genstar ya.!?"


Aku :" KIya la, masa kamu nggak percaya sih.! "


Yani pun terdiam, ia pun bertanya ini mau kemana!


Yani :" Ini mau kemana sih,"


Aku :" Barelang, jembatan satu aja.!"


Kami pun melanjutkan perjalanan, selama di jalan banyak geng geng yang lainnya melihat kami dengan tatapan segan. ada juga yang tiba tiba langsung kabur terbirit birit, kayak ketemu hantu. ya, memang jika ada salah satu geng yang mencari masalah dengan kami, maka kami adalah hantu yang paling menakutkan dari pada yang lain. kami pun sampai juga di tempat tujuan. yaitu jembatan Barelang. sedikit informasi dari jembatan Barelang,


Jembatan Barelang (singkatan dari Batam, Rempang, dan Galang) adalah sekumpulan jembatan yang menghubungkan pulau-pulau yaitu Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru di daerah Batam, provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Masyarakat setempat menyebutnya "Jembatan Barelang". Ada juga yang menyebutnya "Jembatan Habibie" sebagai bentuk penghargaan atas jasa beliau dalam mengembangkan pulau Batam sebagai pulau industri serta mempelopori pembangunan jembatan ini.

__ADS_1



Jembatan Barelang merupakan ikon Kota Batam yang populer, khususnya bagi masyarakat Kepulauan Riau. Jembatan ini menjadi salah satu tujuan utama dalam berwisata di Pulau Batam.


Jembatan Barelang terdiri dari enam buah jembatan, yaitu:




Jembatan Tengku Fisabilillah (Jembatan I/Jembatan Barelang), jembatan terbesar & terpanjang




Jembatan Nara Singa (Jembatan II)




Jembatan Raja Ali Haji (Jembatan III)




4Jembatan Sultan Zainal Abidin (Jembatan IV)



Jembatan Tuanku Tambusai (Jembatan V)



6.Jembatan Raja Kecik (Jembatan VI)


Saat kami sampai di jembatan, kami langsung di sambut dengan angin sepoi sepoi yang lumayan laju. ya, biasa la. angin pantai. kanan kiri tak ada yang menghalangi angin ini. karna kanan kiri ku sudah sedah laus lepas.


Kami pun berhenti di tengan jembatan dan memarkirkan motor di pinggir jalan dengan teratur. yani yang baru turun langsung pergi ke pinggiran, ia memegang pembatas jembatan dengan kedua tangannya. melihat posisi yang menurutku sangat tidak asing aku pun diam diam mendekati Yani, kawan ku yang memgerti akan maksutku, aku Pun menyuruhnya untuk diam. pelan pelan tapi pasti agar tidak ketahuan oleh si Yani. Riski yang nggak mau ketinggalan momen pun langsung mengabadikan kelakuan kami. saat sudah cukup dekat aku pun langsung memeluk Yani dari belakang. Yani sepertinya kaget karna sifatku, saat aku memeluknya. ia langsung kaget dan megakkan badannya.


kawan ku yang melihat aksi ku serta banyak orang yang melihat kami langsung bersorak kegirangan, " eeaa.." Sorak nya. Yani yang merasa canggung langsung berbalik badan. " plak..!" aku kaget tiba tiba si Yani menamparku. kawan ku yang lain pada ketawa nggak karuan. tapi yang paling membuat aku Tersentuh adalah wajah yani yang merasa malu itu benar benar sagat imut. melebihi keimutannya si Nakano Miku :v

__ADS_1


" Baka...!" teriaknya, lalu pergi ntah kemana. :v


__ADS_2