
# 20 menit yang lalu ~
Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, aku pun nggak mau pulang terlalu malam lagi. tapi saat aku hendak pamit sama yang lain, hatiku agak gelisah. ntah gara gara aku mau pulang duluan atau akan ada kejadian buruk lainnya. karna biasanya kami pulang bareng sekitar jam 12 san karna warungnya akan tutup.
Doni :" Ko kenapa Mad !?" tanya si Doni. kayaknya ia tau kalau aku sedang gelisah.
Aku :" Nggak, aku cuma mau pulang lebih awal aja gitu.!" mendengar aku berkata seperti, yang lain pada diam semua. Hatta yang lagi main gitar pun berhenti sejenak.
Arif :" Pulang la, nggak ada yang larang kok.!"
Aku :" Mau nya sih gitu. tapi, aku ngerasa ada yang ganjal kalo aku pulang duluan. ntah rasa sungkan atau hal buruk.!" mendengar hal itu, sontak yang lain pada masang wajah serius. karna terakhir kali aku punya firasat kayak gini, bakal ada kejadian yang di luar nalar yang bakal terjadi. dan yang lain pun tau akan hal ini. karna mereka pernah mengalaminya.
Doni :" ya udah, ko pake ini aja. satu letakkan di tubuhmu, satu lagi letakkan di motor.!"
Aku :" Ini apa.!"
Doni :" Alat pelacak, kebetulan aku bawa leptop ni.!"
Arif :" Widih...! nyolong dari mana ni!?"
Doni. :" Matamua nyolang, aku dikasih sama Om ku. tapi jangan sampai hilang, karna bendanya kecil, gampang rusak."
Aku :" Ok la. makasih Don!"
Doni :" Uo'i tenang aja Bos.!"
Arif :" Mau ko letak mana bang.!?"
Aku :" Taruh di jok motor, satu lagi di ******.!"
Riski :" Ih cok, jorok kali la ko!"
" Hahaha....!" mereka pun tertawa lepas, seperti yang gue harapkan. untuk menghilangkan rasa khawatir yang ada pada diri masing masing.!
Aku :" Luan yo.!"
Arif :" Iya...!"
Doni :" Hati hati bang.!"
Aku pun tancap gas dari warung tersebut. dan meninggalkannya.
****
Doni :" Tumben si Ahmad pulang duluan.!"
Arif :" Ntah, banyak pikiran paling.!"
Doni :" Emang mikirin apa!?"
Hatta :" Udah, nggak usah banyak bacot. coba ko aktifkan dulu placak mu itu.!"
Mendengar perintah si Hatta, Doni pun buru buru mengaktifkannya di laptop. tak lama kemudian lokasi Ahmad pun terlacak dari layar laptopnya si Doni.
Doni :" eh, ini si Ahmad lewat mana dia!?"
Sontak yang lain pun kaget, langsung buru buru menghampiri si Doni dan melihat layar laptopnya.
Riski :" Hmm..! ooh ini lewat jalan pintas dia, biar lebih cepat sampai rumah.
__ADS_1
Arif :" lah, kok berhenti si Ahmad.!"
Sontak yang lain langsung kaget semua, mereka pun langsung buru buru melihat layar laptopnya.
Doni :" Lah, kok misah sama motornya. buang air kecil apa ya!?"
Hatta :" Hmm...kayaknya nggak.!" glek..! sontak yang lain langsung kaget, tatapan mereka pun melihat ekspresi si Hatta yang tampak serius.
" Tengok..! itu kayak nya dia di bawa orang. motornya bergerak, orang nya pun juga bergerak.!"
Arif :" tuh kan...! terjadi juga, ah.! memanglah firasatnya ini.!"
Sontak yang lain pada panik, apa yang mereka takutkan akhirnya terjadi juga. firasat yang selalu berdampak buruk bila sudah di ucapkan.
Hatta :" Udah udah, nggak usah panik. kita kumpulin dulu anak anak yang lain. tapi nggak usah kebanyakan. panggil yang ahlinya aja.!"
Mereka pun menelpon satu persatu orang yang ahli itu. ahli maksutnya adalah, orang nya jago bertarung. satu orang bagaikan 10 orang. jadi nggak terlalu rame di jalanan. satu persatu orang yang di panggil pun datang. setelah semua berkumpul, tanpa basa basi pun mereka langsung tancap gas ke tempat nya si Ahmad.
****
"Akhirnya, datang juga tu orang.!" batinku lega. untung aja si Doni udah kasih alat placak. kalo nggak, bisa bisa gue kehilangan keperjakaan gue di sini :v
Ayu :" Sial dari mana mereka tau tempat ini.!?"
Riski :" dimana Ahmad!?" teriak Riski.
Ayu :" Siapa kalian!?"
Riski :" Kami datang untuk menolong si Ahmad.!"
Ayu pun kaget, "Ahmad!? dari mana mereka tau posisi Ahmad ada di sini. jangan janga..!" Ayu pun melihat kebelakang, ia sontak kaget melihat si Putri yang sedang di tikam sama si Ahmad.
Aku :" sejak aku jatuh, dan kalian memalingkan wajah dari ku.!" kata ku singkat.
Putri :" Le lepasi aku!?" kata nya gugup.
Aku :" ha lepasin!? hehe...! hmmp..!"
" Aah...!" teriak putri karna kaget.
Putri :" Da dasar mesum.!"
Aku :" mesum!? emang siapa yang mesum duluan ha! ini lah hukuman gara gara ko berani masalah sama gue.!" aku pun meremas remas bagian yang montok dari tubuh, sebagai pelampiasan.
Lutri :" Aah..ah.! lepasin aku, aku minta maaf. aku minta maaf..,!" katanya, sampai sampai ia mengeluarkan air mata.
"Hahaha...! njir la ko Mad, tak kirain lagi disiksa juga. eh, ternyata lagi enak enakkan." " hahaha" orang orang ku pada menertawakan aku.
Ayu :" Heh, dasar mesum.!" kata si Ayu. aku pun melihat ekspresi cewek cewek yang lain. dari ekspresi nya, mereka tampak sangat takut. mungkin meraka baru pertama kali di kayak giniin.
Melihat agak kasian dengan mereka, aku pun menggunakan si Putri untuk melapaskan diri.
Ayu :" Lepasin Putri.!"
Aku :" Mundur dulu, atau nyawa Putri akan melayang.!"
mereka pun dengan panik mundur perlahan. sampai akhirnya, aku pun sampai ke barisan orang orang ku.
Ayu :" Lepasin Putri.!"
__ADS_1
Aku :" Tunggu la, nggak sabaran kali sih.!" kata ku sambil meremas bokongnya. :v
Ayu :"Cek..!" berdecak kesal
Aku :" Mana motorku!?"
Ayu :" Disitu..!" katanya sambil menunjuk arahnya.
Aku :" Ambillin Rif..!"
Arif pun bergegas mengambil motorku yang terparkir tak jau di sana.
Aku :" Kenapa kalian menculikku.!?"
Ayu :" Ka kami hanya mau bergabung dengan geng kalian. kami lihat, geng kalian adalah geng yang paling menguasai di wilayah ini. tapi kalian tidak ada ceweknya, ma makannya aku lakuin hal yang kayak gini."
Aku pun kaget mendengar penjelasannya, yang menurutku sih ini nggak logis. sampai sampai menculik ketua nya.
Aku :" Kenapa sampai menculikku,? kan bisa bicarakan baik baik.!"
Ayu :" Ka kami kira, dengan memaksa mu. kami akan di terima sama geng kalian.!
Aku pun terdiam mendengar penjelasannya. aku pun mau meminta pendapat sama yang lain. saat aku menoleh ke kanan, mereka mengelengkan kepala. yang berarti tidak setuju. saat aku menoleh kekiri pun juga sama, tidak setuju.
Aku :" Haah...! kami berada di puncak kejayaan bukan dengan cara yang yang kotor, tapi karna kami di hormati. ingat itu. kami nggak mau menerima tawaran kalian, tapi kalian bisa menjadi teman kami. paham!?"
Ayu :" Pa paham"
Aku :" Kalo ada masalah, bicarakan baik baik. jangan sampai bertindak bodoh seperti ini lagi. ok !?"
Ayu :" I iya, i itu si Putrinya .!?"
Aku :" Oh iya," aku pun membisikkan sesuatu ketelinga si Putri
..."***lain kali, berpikir dulu...
...baru bertindak ya***.!"...
"Emmuah..!👄" aku pun mencium pipinya lalu melepaskannya. ia langasung memegang pipinya yang baru saja aku cium dan langsung lari ke arah Ayu. aku melihat wajahnya memerah seperti kepiting rebus. "ck..ck..ck..! kayak nya masih polos tu orang.!" batin ku.
Aku :" Ayo cabut.!" aku pun memberi perintah untuk meninggalkan tempat itu. sontak yang lain pun langsung bersiap siap menyalakan mesin motor.!
" Bruum...bruum..." suara knalpot kami berdengung di bangunan ini. tanpa basa basi kami pun segera meninggalkan bangunan itu.
Aku :" Tat ta....!" kata ku sambil melambaikan tangan ke arah Putri dengan senyuman. jujur aku agak suka sama si Putri ini. body nya montok, parasnya yang cantik, nggak terlalu tinggi, nggak kurus nggak gemuk, ideal.
Putri pun agak tersenyum kayaknya karna kelakuanku. bukan hanya si Putri, kawanku yang lain pun pada tertawa melihat kelakuan ku.
Arif :" Hahaha...! gombal terus....!"
Doni :" Biasala...!"
Kami pun menancapkan gas pergi dari bangunan itu. sejak saat itu, kami tak pernah mendengar kabar dari mereka lagi sampai sekarang" mungkin gengnya sudah bubar" pikirku.
Biarlah semua berlalu pergi
Dan takkan kembali
Kini aku relakan (kini aku relakan)
__ADS_1
Eaa...!