Aku Yang Dulu Bukanlah Yang Sekarang

Aku Yang Dulu Bukanlah Yang Sekarang
# Hal Terindah #


__ADS_3

Setelah ia pergi ntak kemana. seprti biasa, kami pun mengambil foto bareng pakai kamera canon nya si Hatta yang ia bawa setiap ingin pergi bareng. Aku pun berinisiatif untuk meminjam kameranya untuk mempotret si Yani. tapi anehnya aku tidak menemukannya di mana pun, baik di pinggir jembatan, di warung warung, bahkan di tengah jalan sekali pun! :v aku tetap tidak menemukannya. saat aku melihat kana kiri ku untuk mencari si Yani. mataku terpanah melihat ada kerumunan di ujung jembatan. dan sepertinya itu sebuah gengstar, tapi anehnya posisi berkumpul mereka seperti sedang mengepung seseorang. tanpa berpikir dua kali aku pun langsung menghampiri kerumunan itu. sesampainya aku disana, betapa kagetnya aku. ternyata orang yang mereka kepung adalah si Yani.


****


# Yani.~


" Iiih.. apasih isi kepalanya si Ahmad ini, brani braninya dia lakuin itu di tempat terbuka. hih..!" batin ku. aku pun ingin menenangkan diri dengan segelas kopi. aku membelinya sama pedagang kaki lima di pinggiran jembatan itu, saat aku memikirkan kejadian itu lagi. detak jantung ku nggak karuan, dan itu membuat ku merasa tidak tenang. setelah si kopi siap di seduh, aku pun meminumnya sedikit dan setelah itu aku aku ingin pergi ke tempat Ahamd lagi, karna takut ia jadi khawatir gara gara aku pergi kemana mana. saat aku berdiri dan berbalik badan karna hendak ke tempatnya si Ahmad. Apesnya,aku malah menabrak orang yang tak di kenal. dan orang itu berkelompok, seperti gengstar. kopi yang masih panas itu tumpah ke bajunya. ia pun merintih kesakitan karna panasnya kopi tadi.


Om :" Aaah... panas kali ba**ke, siapa yang tumpahin ini ha!?"


Yani :" Eh, aduh om maaf Om, saya nggak sengaja."


" Eh, ternyata yang nabrak gue si cantik ini, astaga. bening pisan oi.! " batin si Om.


Om :" Oh, iya. dek nggak papa. cuma kopi kok."


Yani yang melihat posisinya saat ini tidak menguntungkan, ia pun ingin bergegas pergi dari situ juga.


Yani :" Ya udah Om, kalau gitu saya pamit dulu ya.! permisi."


Saat aku hendak pergi dari situ, tiba tiba tangan ku di tahan oleh om om tadi. aku pun sontak kaget bukan kepalang. aku pun langsung menepis tangan ku, tapi sayangnya cengkraman si om om ini terlalu kuat, sehingga aku tak bisa ngelepasin tangan ku dari cengkramannya.


Yani :" Lepasin, lepasin nggak. nanti aku bilang sama Pacar aku kalo kamu nggak mau lepasin!." ancamku sambil mencoba melepaskan cengramannya. dari tangan ku.


Om :" Hahaha...pacar!? nggak ada yang berani sama aku di wilayah ku.!"

__ADS_1


" hahaha..!"


Om :" Siapa yang ketawa itu, keluar kalo berani.!"


Mereka pun membuat jalan untuk orang yang baru saja tertawa itu. dan Yani kaget ternyata itu si Ahmad yang baru saja tertawa. Om yang tadi pun juga kaget sampai sampai ia jatuh ketanah karna melihat lambang gengstar yang ada di jaketnya si Ahmad. ya, geng yang paling berkuasa di tanah Batam. bahkan Polisi pun harus berpikir dua kali jika ingin berurusan dengan geng ini.


Ahmad :" heh... kata siapa g ada yang berani ha..!?"


Yani :" Ahmaad.. tolong aku.!" kata Yani sambil berlari ke arah nya si Ahmad, karna tangan nya sudah terlepas dari cengkraman si om om tadi.


Ahmad :" Ada apa ini.!?"


Yani :" Tadi aku nggak sengaja numpahin kopi ke bajunya. aku sudah minta maaf tapi dia nggak terima.!"


Ahmad :" Oh, jadi gitu.." " jadi, om nggak terima!?"


Ahmad :" Hmm..! pacar.!?"


Om :" I iya, tadi katanya kalo saya nggak lepasin, si adek bakal bilang sama pacarnya. eh nggak tau nya pacarnya bos besar. heheh...!"


" anj*r, gawat ni. dia malah bawa bawa masalh ini lagi. bakal di anuin lagi nanti sama si Ahmad.


Ahmad :" Iya, bagusla kalo ko tau dia pacar aku. awas kalo gangguin dia lagi.!" aku langsung kaget, karana ia tiba tiba memeluk pinggang ku dari samping. tuh kan benar, dianuin. tapi aku tak bereaksi, aku diam saja, pasrah karna aku tau kalo aku baru saja memakai nama orang lain tanpa izin untuk menjadi tameng.


Om :" Ah..haha.. saya mana berani bos.!"

__ADS_1


Setelah itu aku pun pergi dari kerumana itu. dan saat aku menoleh kebelakang, si om kayak nggak terima atas kelakuan si Ahmad barusan. setelah sampai di bagian tengah dari jembatan tersebut. aku kaget, aternyata aku di suruh berpose agar bisa mengambil gambar yang bagus nantinya. aku nggak nyangka si Ahmad bakal ngelakuin ini.


Yani :" Buat apa emang fotonya !?"


Ahmad :" Nggak buat apa apa, cuma mau simpan aja. kalo ko mau nanti aku cuci fotonya."


Mereka pun menghabiskan waktu berfoto sampai matahari mulai terbenam. ya, ini lah momen yang sangat bagus untuk berfoto, awan yang berwarna jingga, angin malam yang mulai berhembusan, serta matahari yang terlihat bulat jelas. saat itu, aku nggak nyangka dia tiba tiba nyuruh kawannya untuk ngambil foto untuk kami berdua katanya sih baat kenangan. tapi siapa yang percaya. tapi, ya sudahla. lagian juga buat bersama, bukan untuk salah satu pihak.


Setelah puas kami berfoto, kami pun melaksanakan ibadah sholat magrib terlebih dahulu. dan setelah itu kami pergi ke warung makanan yang ada di ujung jembatan. banyak makanan yang di jual disana, mulai dari hasil laut, sampai hasil perkebunan. dan yang paling banyak, para pedagang menjual jagung bakar.


Yani :" Makan mana ni!?"


Ahmad :" Sana aja, tempat biasa. !"


Yani :" Ha!? emang ko biasanya ke sini.!?"


Riski :" Iya, biasanya bos sering balapan disini,!"


Yani :" Ha,!? balapan!?"


Ahmad :" Nggak, mana mungkin aku balapan.!" kata Ahmad sambil memukul Riski walau tak terlalu keras. melihat kelakuan si Ahmad, aku makin yakin. ada banyak hal yang belum aku ketahui dari dirinya.


Setelah makan, kami pun menyaksikan keindahan alam sekitar pada malam hari. keindahan yang tiada tara, kegelapan yang telah di sinari oleh sinar bulan. serta lampu lampu dari bagan apung dan kapal kapal kecil yanh ada di pinggiran pantai.


Kami pun duduk di penggiran jembatan padahal aku sudah menyuruh, kawannya si Ahmad untuk duduk atau lesehan di luar pagar saja, tapi mereka bersi keras untuk duduk pas di pinggir jembatan itu, dan betul juga kalo di pikir pikir sih, kalo duduk diluar pembatas atau pagar jembatan ini, banyak orang yang lalu lalang karna bisa di bilang itu tempat pejalan kaki.

__ADS_1


Setelah itu, kami menyewa tikar dan langsung membentangnya agar tidak kotor. setelah itu kami pun memesan kopi untuk menemani malam yang ondah ini. canda tawa pun mulai terdengar, tak ada yang menceritakan kisah sedih di antara kami semua karna itu akan merusak suasana. waktu terus berjalan kami pun berniat intuk pulang. tapi sebelum pulang aku di ajak foto bareng sama kawan kawan nya si Ahmad. tapi fotonya di atas motor. mereka mengibarkan bendera yang mereka bawa dengan bersemangat. dan setah selesai berfoto foto kami pun langsung menuju musholah untuk menunaikan ibadah sholat isya berjamaah.


__ADS_2