
" Ba ba bang Ahmad" kata pria itu. ia terkejut bukan kepalang melihat bos geng dari wilah tersebut sholat
" I ini bang Ahmad yang aku kenal kah?" tanya nya dalam hati.
Melihat reaksi semua Pria yang ada di situ terkejut, yani pun juga ikut terkejut melihat kejadian itu.
" Ha,? ahmad ketua geng? yang benar saja?" tanya Yani dalam hati.
Suasana seketika menjadi hening, tak ada yang berani berbicarq sembarangan dengan si Ahmad ini.
" Napa? kok diam semua kalian? tadi katanya mau bawa' pergi cewek gue! ha?"
ucap Ahmad memanaskan suasana.
Yani kaget dan bingung mendengar ucapan si Ahmad " ha,? cewek gue?" kata si Yani dalam hati.
" Eh egh... e enggak lah,! mana berani kami bawa' orangnya bos. a apalagi cewek bos!" kata pria itu
" Be benarkan woi..!?" tanya pria itu terbatah batah.
" Be benar bang!" jawab yang lain serentak.
" Mad, ayo Mad.! udah mulai gelap ni.!" ajak Yani, karna dia takut di marahin sama orang tua nya.
" Ha!? sekarang? tunggu dulu la, gue blm ceramahin ni orang.!" ucap Ahmad.
__ADS_1
" Udah biarin aja, lagian gue juga gak knapa knapa.!" kata Yani.
" Tunggu dulu, gue blum kasih pela...!
a aaw aw sakit ni sakit!" belum sempat ia memberi orang orang itu pelajaran Ahmad pun merintih kesakitan karna telinganya di jewer sama Yani.
" Makannya, ayo.! nanti gue yang kena marah tau.!" ancam Yani.
" I iya iya, gue pergi gue pergi.!"
" Awas lo,!" ancam Ahmad ke pria yang
Suasana hening seketika, pria itu gak nyangka bahwa Ahmad ketua geng itu dapat dengan mudah ditaklukkan oleh seorang wanita.
Geng yang mengganggu Yani itu pun bubar, dan Ahmad pun mengantar Yani pulang kerumahnya karna hari sudah mulai gelap. Ahmad kecewa bahwa perjalanannya kali ini telah hancur.
"Katanya mau bawa' cewek gue?" ucapan itu terus menghantui Yani selama perjalanan.
" Mad, maksut kamu yang kamu bilang ke mereka itu apa.?" Yani pun memberanikan diri bertanya ke Ahamad agar pikiran ini tidak mengganggunya di masa depan nanti.
" Ha!? kata yang mana satu?" Ahmad balas bertanya.
" Yang kamu bilang kalo aku cewek kamu! emang sejak kapan aku jadi cewek kamu?"
Mendengar pertanyaan yani, Ahmad pun tersenyum tipis, dia gak nyangka bahwa yani ini orangnya agak terbuka juga rupanya.
__ADS_1
"Hmm...! sejak tadi.!"
"Ha..emang kapan kamu menyatakannya?
enak aja kamu omongnya" pipi Yani pun merona mendengar jawaban Ahmad ini. dia g nyangka mulutnya mengeluarkan kata kata itu.! Ahmad melihat Yani dari kaca sepion, ia melihat pipi Yani merona seperti kepiting rebus. ia tersenyum lagi melihat tingkah Yani yang begitu imut.
" Sudah la..! aku paham kok, kamu itu g di bolehin sama ortu mu pacaran kan? aku juga orangnya malas punya pacar, karna aku g mau jadi kayak kawan aku. dia habisin duitnya itu untuk pacarnya, mau kali dia itu. dibeliin inilah di beliin itulah mau mau aja dia kan sayang duitnya. betul gak.?"
Yani pun tersenyum mendengar ucapan Ahmad itu.
" Emang lo pikir gue ini orangnya kayak gitu?" Yani balas bertanya ke Ahmad
" Ya enggaklah, kamu kan orangnya baek, cantik, gemoy, rajin, sholehah! mana mungkin kamu jadi kayak pacar kawan aku itu yang matre'!" jawab Ahmad dengan PD. suasana hening kembali, Yani merasa sangat senang mendengar pujian dari Ahmad itu. ia merasa ingin melayang ketika ia memikirkannya lagi, dan senyum senyum sendiri. Ahmad melihat tingkah yani yang senyum semyum sendiri itu, ia ingin membuat suasana jadi lebih hangat. ia melihat awan mulai mendung," ternyata hari ini lebih cepat gelap gara gara ini.! kenapa gue gak kepikiran ya!?" pikir Ahmad dalam hati. tiba tiba otaknya terasa encer, iya memikirkan suatu yqng tak terduga. entah berhasil qtau tidak itu tergantung hokinya.
" Ni!? kamu kedinginan nggak!?" tanya Ahmad. yani tersadar bahwa cuacanya agak mendung.!
" Emang nya kenapa?" Yani balas bertanya.
" Nggak, gpp. kalo kamu dingin peluk aku aja, gpp kok.!" :v
Mendengar ucapan yang keluar dari mulut Ahmad membuat Yani tersentak kaget. ia gak nyangka Ahmad akan mengatakan hal yamg seperti itu.
" Ih..! ngomong apa sih kamu?" Yani merasa geli dengan ucapannya itu. ia pun menyubit Ahmad dengan melas nya.!
" A aw! ya gak usah cubit juga kali, kan cuma nawarin, barang kali mau ya kan! hehehe..!" protes Ahmad dengan
__ADS_1
cengengesan. Yani pum memang merasa agak kedinginan juga, gara gara tiba tiba angin menerjang dengan lembut kearah mereka. Yani pun dengan ragu menyelipkan kedua tangannya ke pinggang si Ahmad. ia merasa canggung dengan sikapnya yang satu ini.
Ahmad pun juga kaget, ia gak nyangka bahwa yani benar benar memeluknya. padahal ia hanya bercanda tadi. jarak mereka ke rumah Yani tinggal sekiar 1,5 km lagi. dan mereka gak nyangka hal yang paling di takuti ternyata terjadi juga, awan tiba tiba menjatuhkan tetes demi tetes ke permukaan bumi. Ahmad yang menyadari hujan nya mulai gerimis itu langsung menancap gas agar tidak ke hujanan. tapi perjuangannya itu sia sia karna hujan sudah mengejar mereka dan hujan itu sangat deras sehingga mau tak mau mereka pun menepi agar tidak kehujanan.