
Kami pulang sekolah sekitar jam 11 san, saat pulang, aku pun mengingatkan lagi ke Riski untuk menanyakan Bapaknya. aku pun juga pulang ke rumah. setibanya aku di rumah. tubuhku terasa lemas, kecapean. aku pun langsung rebahan di atas kasur dengan baju sekolah yang belum di ganti. mungkin ini pertama kalinya buat gue sehabis pulang sekolah. karna kemaren malam bersih bersih rumah di tambah sama mikirin yang nggak nggak / berkhayal sampe jam 12 malam. aku pun memejamkan mata karna mata ku sedikit perih.
" Aduh!" rintih ku karna ada sesuatu yang menimpa dari atas. saat aku membuka mata, aku kaget sekaget kagetnya. ternyata yang menimpa ku adalah si Ririn. yang membuatku lebih kaget adalah, ia hanya memakai kaos berukuran besar dan tidak memakai celana kecuali dalaman.
Aku :" Eh, Rin. kok kamu di sini.!"
__ADS_1
Ririn :" Kenapa,!? kamu nggak senang ya kalo aku ada di sini.!" katanya dengan penuh godaan. + tubuhnya menggelinjang di atas tubuh ku.
Aku :" Eh, i itu. kamu ngapain di kamar aku. malah pakai baju kayak gini lagi. nanti di lihat ama Bpk ku pula' lagi"
Ririn :" Hmmm...! coba tebak .!?"
__ADS_1
Si Ririn bukannya malah turun malah mendorong badan ku sambil meraba raba badanku, mulai dari bagian bahu, turun ke dada dan sampai ke perut. aku kaget bukan kepalang dan yang membuat gue tambah kaget adalah
" Aku mau ngelanjutin yang kemaren, kan kemaren tercyduk. nggak seru banget. aku mau sekarang kita lanjutin ya.!" Katanya dengan berbisik ke telingaku dengan jarah kurang lebih hanya 1 cm itu. dan di akhiri dengan menggigit kecil telinga ku dan menjilatla seperti menjilat es krim. badanku menggigil dari ujung kaki sampai ujung rambut. " hmmp..!" sontak kaget bukan kepalang tiba tiba gue di cium sama si Ririn. ia menciumku dengan penuh gairah, tiba tiba si otong bangun tidur dan langsung berdiri tegak seperti monas. karna aku memakai celana yang longgar, si otong berdiri kelewatan batas sehingga ia menabrak anunya Ririn yang sedang menimpa ku. Ririn sepertinya kaget karna ada sesuatu yang keras keras yang menyentuh di bagian anunya. tiba tiba Ririn menatapku dan tersenyum sinis.
Ririn :" Ooh...! udah makin nakal kamu ya...!" katanya sambil menciumi bibirku tanpa henti. karna aku juga laki laki, siapa yang bisa menolak kesempatan emas ini yang hanya sesekali datang berkunjung. kami pun melanjutkan hubungan intim ini. saat aku sodok kedepan, mulutnya terbuka lebar. " aaah...ah..!" " hueeek....!" tiba tiba ia muntah, dan muntahnya menyembur ke wajahku.
__ADS_1
" Aaah...! hah.. hah...!" aku kaget, ternyata itu hanya mimpi. aku melihat Ayahku memegang gayung yang di ambilnya dari kamar mandi. yang tadi nya berisikan air, kini airnya telah tersiram ke arah ku. baju ku basah kuyup. kasurku pun juga ikut ikutan basah.
"Hadeeh.. ternyata itu hanya mimpi." batinku. Bpk ku yang baru saja menyirami ku itu langsung pergi begitu saja kayak orang tak berdosa. saat pandangan ku ke bawah, aku kaget." ih kok gue ngompol." saak aku mencium baunya, tapi tidak ada aroma pesing. huh..! palingan juga kena siram ama Bpk tadi!" pikirku. tapi saat aku membenarkan PMS ( posisi manuk salah) aku pun memperbaikinya. dan betapa kagetnya aku saat aku menyentuh ujungnya. ternyata ada cairan kental yang lumer dari ujungnya :v .