
Setelah kayu yang di kumpulkan merasa cukup, mereka pun kembali ke tepat yang lain singgah.
" Waduuh... sudah ngumpul semua ni..!
ikannya udah di bersikan kan..!?"
tanya si Hatta.
" Sudah... tenang aja, kalo itu mah gampang.!" jawab riski.
Merekapun mambagi tugas, Riski dan Ratta menyalakan api, Dodi, Arif dan sisanya nyiapin bumbu sama membersihkan tempat yang ia singgahi. setelah api membesar dan semua sudah siap mereka pun membakar ikan hasil tangkapan Hatta. mereka mambakar ikan seperti sudah ahli nya, mungkin kalau dilahat sih memang kami ini anak nakal yang taunya main, tapi kami bisa di bilang sangat mandiri.
Setelah ikan masak, kami pun mambagi rata ikan hasil tangkapan, walau yang mendapatkan ikannya Hatta tapi kami mendapatkan bagiannya juga.
" Oi... kok aku dapat yang gosong sih, malah kecil lagi ikannya .!" kata si Dodi.
" Iya la, ko g ada bantu kok. dari tadi cuma main hp aja mulu'.!" kata Riski
__ADS_1
" Kan kaki ku sakit habis kena sengat Ubur ubur..!" kata Dodi membela diri.
" Alaahh... alasan, kaki sakitkan ada obatnya. ko tengok Ahmad tu, dia sakit tapi mau kerja, malah dapat yang paling besar lagi.!" kata Riski sontak membuat mereka tertawa kegirangan, namun Ahmad hanya diam tak bersuara. melihat reaksi Ahmad mereka pun diam seketika, karna takut melihatnya tersinggung.
" Habis makan mau kemana lagi ni...!?" tanya Arif.
" Mau ke atas nggak!?" tawar Hatta.
" Boleh tu, gue belum pernah ke atas bukin sini, apalagi puncak bukit itu.!" kata Riski sambil menunjuk kearah orang bule' yang lagi berjemur. sontak kami pun tertawa melihat canda riski yang mesum itu. riski pun melihat si Ahmad yang tersenyum tipis itu, " akhirnya senyum juga ni bocah" bati Riski dalam hati.
" lapo sih kon!?" balas candaan dari Riski.
Setelah meraka selesai makan, mereka pun bersiap untuk naik ke atas bukit. untungnya bukit tersebut memilik tangga untuk sampai ke puncak. dan tangga nya pun lumayan mutar mutar sehingga terasa panjang karena bukitnya lumayan curam.
" Oi... palan pelan la..! kaki ku masih sakit ni.." kata Dodi yang merasa kesakitan.
" Halaaah gitu aja kok sakit, nanti di atas banyak lolita lo...buruan udah sore ni, nanti mereka pulang baru tau.!" kata si Riski.
__ADS_1
" Ha... masak..!?" tanya Dodi gak caya.
" Udah udah buruan naik ke atas nanti pulangnya kemalaman pula lagi.!" kata Arif. mereka pun melanjutkan perjalanan, sesampainya di puncak bukit tersebut, ternya lumayan ramai di atas sini selain ada tempat untuk berfoto, di situ juga ada wahana untuk melati adrenalin.
Saat berjalan menuju tempat berfoto yang bagus, Ahmad terdiam karna melihat sosok yang ia kenal. ya, itu kawan sd nya dan ia merupakan kembang sekolah nomor satu deri berbagai kelas. nama nya Yani, kulitnya putih, pinggang ramping, body sem*k, wajah gemoy. dia sendirian saat itu, tak ada yang yang mendampinginya. dengan mengandalkan kamere cenon, ia mangambil gambar yang menurutnya menarik. Ahmad terdiam sangat lama sehingga Riski menyadari ada yang ganjal dengan kawannya yang satu ini.
"Oi... tengok apa bang.!?" tanya Riski yang membuat Ahmad kaget.
" napa sih ko, kurang kerjaan kali ko." jawab Ahmad kesal.
" Napa tertarik ta kon, dekatin la masak cuma di lihat doang." usul Riski.
" Takut salah orang aku.!" kata si Ahmad
" Halaaah... gitu aja kok ribet. buruan nanti ada yang ngambil lo..!" kata Riski. mendengar perkataan Riski, memang benar juga sih kalo kelamaan menunggu nanti ada yang ngambil. Ahmad pun bertekat untuk mendekatinya. saat hendak mendekati yani, ia sedang mengambil gambar burung yang menurutnya cantik tapi itu tepat di pinggir bukit, salah langkah sedikit aja bisa jatuh. ia pun membranikan diri untuk mengambil gambar birung itu. saat hendak memfoto zoom kamera yang di bawa Yani tidak sampai karna jaraknya terlalu jauh, ia pun membranikan diri untuk melangkah maju, tapi ia tak tau kalau dia telah menginjak plastik yang basah, ia pun tergelincir dari samping bukit.
" Aaaa... tolong....!!!"teriak Yani.
__ADS_1