Aku Yang Dulu Bukanlah Yang Sekarang

Aku Yang Dulu Bukanlah Yang Sekarang
...yang lalu biarlah berlalu...


__ADS_3

Tak terasa hari sudah mulai subuh, mereka pun kembali kerumah masing masing. Begitu pula dengan Ririn, pak Junet mengantarnya pulang dan memberitaukan kejadian tersebut ke orang tua nya. namun Ririn hanya di nasehati sampai nangis tersedu sedu oleh Ayahnya, karna ibunya telah meninggal saat usianya bari 3 tahun.


Satu hal yang tidak terbayangkan adalah berita tersebut tersebar kemana mana, mulai dari tetangga sebelah sampai yang di ujung, kawan sekolah, dan bahkan sampai ke tilinga Guru di sana. padahal kedua pelaku tersebut baru memasuki sekaloh tahun pertama di SMA sekitar rumahnya.


Pagi hari, ahmad terpaksa berangkat ke sekolah, karena disuruh oleh Ayahnya masuk. ia tidak berani membantah Ayahnya lagi karana sudah di hajar habis habisan oleh Ayahnya kemarin lusa dan luka nya pun masih terasa di sekujur tubuhnya. sesampainya Ahmad di gerbang dan jalan kaki menuju kelasnya berada siswa siswa lain melihat nya dengan tatapan yang tidak enak seperti sedang menindasnya, namun Ahmad tidak bereaksi, ia abaikan semua tatapan yang menjengkelkan itu. iya tau mungkin inilah karma nya jika berbuat sesuatu yang dilarang oleh Agama namun masih saja di laksakan, dan dia pun tau kalau ada suatu larangan dan kita mengetahui ilmunya namun masih saja di langgar maka larangan yang kita kerjakan dosanya dilipat gandakan.

__ADS_1


Sesampainya ahmad dikelas, tak ada kawan yang mau mendekatinya lagi padahal dulu si Ahmad adalah orang yang pandai bergaul dan ia memiliki banyak kawan serta sahabat. Namun setelah kejadian itu tersebar kawan kawan nya serta sahabat nya tak ada yang yang mau mendekatinya lagi, karna takut reputasinya menurun atau bisa dibilang harga dirinya akan jatuh karna masih mau berdekatan dengan orang yang telah melakukan tindakan yang tidak bermoral itu. berbeda dengan Riski, iya adalah orang yang setiawan ( setia kawan ) baik suka maupun duka. saat Riski mendengar kabar tentang berita yang terjadi kepada Ahmad, ia pun bergegas menuju ruang kelasnya. saat sampai di kelas, ia langsung mendapatkan sosok yang dia cari. ya, dia adalah Ahmad. iya sedang menyendiri dipojok kelas, karna memang bangkunya ada di pojok. Riski sangat tersentuh melihat sahabatnya yang satu itu. biasanya saat ia belum sampai ke kelasnya Ahmad namun sudah terdengar suara ketawa yang melengking dari kelas nya si Ahmad dan ramai anak kelas lain datang kesitu untuk bergembira bersama dan Ahmad adalah magnetnya saat kejadian itu belum terjadi. semua ALB ( anak luar biasa) berkumpul di pojok kelas ahmad tempat yang iya duduki. siapa sangka, meraka sudah tidak mau berhubungan apapun lagi dengan Ahmad karna kejadian tersebut. tak ada satu pun orang di sekitar ahmad bahkan kawan sebangkunya saja menjauh.


" Oi Mad, napa pula' ko ini? udah macam tak semangat hidup pula' ko ini..!" gurau Riski. namun tidak ditanggapi oleh si Ahmad, ia melamun sedari tadi saat memasuki kelas.


canda Riski dengan nada yang di imut imutinnya. sontak Ahmad melirik riski dengan pandangan agak kejijikan.

__ADS_1


" Hahaha ok la, kayak mana kalo sepulang sekolah kita ke pantai untung ngilangin ingatan mu yang satu ini. gimana.!" ajak Riski.


" Yerserah lo deh, gue ikut aja." jawab Ahmad.


" Hehehe..! ok la nanti gue ajak rombongan yang biasa, biar bisa seru seruan disana.

__ADS_1


__ADS_2