
Waktu terus berlalu, akhirnya ujian akhir semesterpun telah berakhir. sebelumnya, Riski telah menerima tawaran dari Ayahnya. ia menyetujui bahwa ia akan pergi menuntut ilmu di pondok di pulau jawa itu.
****
# Riski ~
Saat setelah membantu Ahmad, kami pun pulang kerumah masing masing untuk istirahat.
Aku :" Assalamualaikum" kata ku saat sudah sampai di rumah. nggak ada jawaban," mungkin Bapak sudah tidur kali" pikirku. saat aku beranjak masuk, dan benar saja Bapak ku telah tidur di karpet di depan TV dengan kondisi TV yang masih menyala. aku pun berinisiatif untuk memberinya selimut, karna ia tidur dilantai. saat aku sedang memberikan selimut kepada Ayahku, tiba tiba tangan ku di genggam sama Bapakku. aku pun terkejut, ternyata Bapakku belum tidur. ia masih tersadar dari tidurnya.
Bpk :" Ki..! dari mana..!?"
Aku :" Egh...! dari ngopi sama kawan pak!"
Bpk :" Kok malem kali pulangnya!?"
__ADS_1
Aku :" Tadi habis bantuin si Ahmad.!"
Bpk :" Oooh...! ya udah, sana tidur.!"
Katanya, sepertinya Bpk ku masih setengah sadar. aku pun mematikan TV dan lekas pergi kekamarku untuk istirahat.
Ayam berkokok, matahari mulai terbit, pagi pun tiba. aku lekas mandi dan sarapan. saat hendak sarapan Bpk telah duduk di meja makan, dengan seporsi piring di depannya. tapi nasi yang di depannya tidak tersentuh sama sekali. ia tampaknya sedang melamun, atau sedang memikirkan sesuatu.
Aku :" Bpk kenapa!?"
Aku :" kapan!?"
Bpk :" Insyaallah tahun ajaran baru nanti"
Aku :" Emang ada duitnya.!?"
__ADS_1
Bpk :" Kamu nggak usah pikirin duit, yang penting kamu belajar yang benar aja disana. masalah duit serahkan saja sama ayah.! gimana.!?"
Aku :" Ya udah.!"
Bpk :" Eh, jadi!? kamu mau !?"
Aku :" Terserah.!"
Kataku dengan nada pasrah, aku pun langsung pergi ke ruang tamu untuk menonton TV karena ini hari libur. tak lama kemudian aku mendengar suara tangisan yang terisak isak, suara itu dari dapur. " masak Bpk nangis. ah, nggak mungkin la, udah besar kok..! tapi siapa lagi yang di dapur selain bpk.!?" batinku. tanpa terasa air mataku perlahan jatuh, padahal aku tidak ada rasa sakit. mungkin ini gara gara si Bpk nangis kali'. ntah ini tangisan bahagia atau tangisan merasa bersalah karna membuat orang tua gue menangis karna sifat ku yang selalu membantah selama ini, dan kini baru menuruti keinginannya.!
****
# Ahmad ~
Setelah selesai menunaikan ujian akhir semester. Aku pun ijin pamit kepada kawanku yang lain. sebelum itu kami mengadakan perpisahan kecil kecilan untuk orang orang terdekatku saja. semua ungkapan terlempaskan, rahasia yang selama ini di pendam, kini telah disebar luaskan. canda tawa berdengung dari ujung ke ujung. air mata yang menetes dari mata satu persatu, mengalir dengan deras. jikalau airnya ditampung di jamin penuh satu ember :v.
__ADS_1
Aku pun pulang dengan kondosi lelah saat itu, acaranya selesai sekitar jam 1an aku pun tergapar di ranjang dan langsung terlelap seketika. besok pagi pun aku membersihkan rumah, karna rumah ini bakal ditinggal lama. atau mungkin akan di sewa sama Ayahku. saat aku suruh ia menjualnya, katanya sayang kalo di jual. mending sewa aja. jadi kalo balek ke Batam lagi, masih ada rumah sendiri untuk bersinggah.